Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Pintarnya Cuma Menggoyang Mama


__ADS_3

Lintang menyantap makanan miliknya dengan lahap membuat Gemilang dan Cahaya kompak menatap ke arah semut yang berjejer maksudnya menatap ke Lintang yang dengan lahapnya menyantap makanan sementara Lintang tidak menyadari bahwa kedua orang tuanya sedang menatap ke arah dirinya


"Lintang apa makanan segitu banyaknya bakal habis oleh kamu semua ?" tanya Cahaya dengan hati hati sementara Lintang yang akan memasukkan makanan ke mulutnya menatap ke arah sumber suara sedangkan Gemilang menatap ke arah Lintang dengan tatapan di selimuti tanda tanya


"Iya mah pasti makanan sebanyak ini bisa aku habiskan jadi mama ngga usah khawatir" jawab Lintang lalu melabuhkan sendok yang berisi makanan ke dalam mulutnya sementara Cahaya dan Gemilang serentak tercengang mendengar jawaban Lintang


"Lintang koq porsi makannya kamu lebih dari porsi makan kuli panggul" cicit Gemilang dengan suara kecil namun masih tetap di dengar oleh semut maksudnya oleh Lintang lalu mendelik ke arah Gemilang sementara Cahaya memijit pelipisnya sendiri


"Apaan sih pah jangan bawa bawa kuli panggul ke sini soalnya di sini sudah ada papa kuli panggulnya mama yang setiap hari memanggul mama seperti karung beras untuk minta jatah ke mama" ledek Lintang sambil tersenyum licik sementara Cahaya menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Gemilang tersenyum kikuk dari mana Lintang tahu kalau Gemilang sering memanggul karung beras maksudnya Gemilang sering memanggul istrinya layaknya karung beras


"Lintang sebaiknya kamu habiskan makanan kamu supaya tidak terlambat ke perusahaan" perintah Cahaya mengalihkan topik pembicaraan membuat Lintang mencebikkan bibirnya sementara Gemilang menerbitkan senyuman lebar di wajahnya


"Iya mah ini aku mau habiskan makanan koq aku ngga bakal terlambat ke perusahaan soalnya perusahaan itu miliknya aku jadi aku bebas berangkat jam berapapun" tegas Lintang menatap ke arah Cahaya sekilas lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya sementara Cahaya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang hobi makan sementara Gemilang tersenyum masam


"Lintang walaupun itu perusahaan miliknya kamu tapi kamu ngga boleh terlambat ke perusahaan karena kamu harus memberikan contoh ke semua karyawan kamu supaya jangan terlambat datang ke perusahaan jangan malah kamu memberi contoh yang tidak benar" nasehat Gemilang sambil menatap serius ke wajahnya Lintang sementara Cahaya menganggukkan kepalanya seakan menyetujui perkataan suaminya sedangkan Lintang yang sedang mengunyah makanan melanjutkan mengunyah makanan lalu dirinya menjawab


"Papa jangan nasehatin aku soalnya papa juga kadang terlambat ke perusahaan bahkan sering terlambat datang ke perusahaan gara gara sering meminta hubungan intim sama mama sampai pagi artinya papa juga memberikan contoh yang tidak benar ke semua karyawan papa" ledek Lintang sambil tersenyum meledek sementara Cahaya menepuk jidatnya sendiri sedangkan Gemilang melongo mendengar sindiran anaknya niat hati menasehati Lintang malah dirinya yang di smash oleh Lintang


"Lintang papa lebih baik makan saja ngga usah mengobrol terus soalnya perut ngga bakalan kenyang sendiri kalau hanya mengobrol doang" perintah Cahaya sambil menatap ke arah Lintang dan Gemilang secara bergantian sementara Gemilang dan Lintang kompak tanpa protes langsung memakan makanan miliknya sendiri sendiri tanpa protes walaupun satu hurufpun


Lintang, Cahaya, dan Gemilang makan dengan sangat lahap sementara adiknya Lintang yang bernama Pintar sudah berangkat ke perusahaan tanpa sarapan di rumah karena dirinya ada meeting pagi sekitar pukul delapan sehingga dirinya memutuskan untuk sarapan di perusahaan setelah mereka bertiga menyantap makanan masing masing dengan suasana hening dan sunyi hanya di temani oleh sendok dan piring yang berantem maksudnya suara sendok dan piring yang beradu seperti alunan musik lalu Lintang meminum minuman miliknya setelah itu berkata


"Mah pah aku berangkat ke perusahaan dulu" ucap Lintang lalu beringsut sambil membawa tas yang di loncatkan di kursi sebelahnya lalu Lintang berjalan ke arah Cahaya

__ADS_1


"Hati hati Lintang" jawab Cahaya singkat lalu menyodorkan punggung tangannya untuk di cium oleh Lintang tanpa di perintah Lintang langsung mencium punggung tangan Cahaya lalu menebarkan senyum merekah di wajahnya


"Iya mah" sahut Lintang lalu Cahaya mencium kedua pipi Lintang secara bergantian sementara Gemilang tersenyum bahagia setelah Lintang di cium kedua pipinya oleh Cahaya buru buru kakinya Lintang melangkah menuju ke Gemilang membuat Gemilang menyodorkan punggung tangannya tanpa di suruh Lintang langsung mencium punggung tangan Gemilang


"Lintang hati hati di jalan jangan menabrak burung yang sedang terbang" gurau Gemilang sambil mengusap punggung Lintang sementara Lintang mendelik ke Gemilang sedangkan Cahaya terkekeh pelan


"Apaan sih pah aku itu menyetir mobil di jalan bukan di angkasa jadi di jalan itu ngga ada istilah burung terbang paling burungnya papa yang di potong lagi kalau macam macam sama mama" sahut Lintang lalu mengeluarkan jurus andalan yaitu menghilangkan diri dengan cepat Lintang berlari tanpa takut dirinya terpleset padahal menggunakan sepatu hak tinggi sementara Cahaya terkikik geli sedangkan Gemilang menatap nyalang ke arah punggung Lintang ingin sekali dirinya menyeburkan Lintang ke kulkas tapi takutnya bukannya menderita malah Lintang keasyikan dan keenakan memakan semua makanan yang tertampung di kulkas ingin sekali Gemilang menyangkutkan Lintang ke genteng tapi Gemilang ngga mau repot repot memanjat genteng


Lintang berlari dengan sangat kencang menghindari amukan dari sang papa tak terasa selama beberapa jam berlari maksudnya beberapa menit berlari Lintang telah sampai di samping mobilnya nafasnya Lintang masih ngos ngosan seperti di kejar kejar maling maksudnya seperti mengejar ngejar maling setelah meredakan rasa capek gara gara berlari dan nafasnya Lintang sudah kembali normal tanpa komando Lintang membuka pintu mobilnya lalu memasukkan dirinya ke dalam mobil dengan gerakan cepat Lintang menurunkan bobotnya ke kursi kemudi setelah itu Lintang menutup pintu mobilnya tak lupa Lintang memakai sabuk pengaman setelah semua siap Lintang langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan miliknya


"Gue hebat banget melebihi hebatnya atlet maraton karena walau gue pakai sepatu hak tinggi larinya gue ngga ada yang bisa menyalip apa karena faktor usianya papa yang semakin tua atau papa yang dari dulu ngga bisa berlari cepat mungkin papa pintarnya cuma menggoyang mama doang jadi ngga bisa berlari" batin Lintang sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya


Bagas telah sampai di samping mobilnya tanpa aba aba Bagas langsung membuka pintu mobilnya setelah itu Bagas mendaratkan bokongnya di kursi kemudi setelah itu tangan Bagas langsung menutup pintu tak lupa Bagas memasang sabuk pengaman di tubuhnya lalu Bagas tanpa ragu mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang


"Gue ngga sabar pengin cepat tunangan sama Lintang siapa tahu setelah gue tunangan sama Lintang membuat Lintang mau melakukan hubungan intim sama gue soalnya walaupun gue sama Lintang pacaran tapi setiap gue meminta hubungan intim sama Lintang pasti Lintang ngga mau dia mau melakukan hubungan intim sama gue setelah gue menikahi dia" kata Bagas sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang


"Pah lanjutkan makan lagi" ucap Cahaya sambil menatap wajah Gemilang sementara Gemilang masih diam saja seperti patung


"Pah" teriak Cahaya di telinga Gemilang membuat Gemilang tersadar dari lamunannya lalu mengeluarkan jurus kagetnya yaitu meninju perutnya Cahaya namun dengan cepat Cahaya menjauhkan dirinya dari bahaya sehingga membuat kedua tangannya Gemilang terkepal di udara


"Ada apa mah ?" tanya Gemilang sambil tersenyum kikuk dan kedua tangannya langsung memegang rambutnya sedangkan Cahaya tersenyum devil karena bisa menghindar dari jurus suaminya


"Papa lanjutkan makan lagi" jawab Cahaya sambil mengarahkan dagunya ke piring milik Gemilang sementara Gemilang mengikuti jejak dagu Cahaya dan menemukan bahwa dagu Cahaya bertengger di piring miliknya

__ADS_1


"Suapin dong mah" pinta Gemilang manja sambil mengedipkan matanya sementara Cahaya menatap Gemilang dengan tatapan tajam


"Papa manja banget ingat umur dong Lintang saja yang statusnya anaknya papa ngga manja dan ngga minta di suapin sama mama malah papa minta di suapin mama" ledek Cahaya namun tetap menyuapkan makanan ke dalam mulutnya Gemilang membuat Gemilang bersorak gembira dalam hati


"Papa manja sama mama itu ngga ada yang melarang Lintang itu ngga minta di suapin sama mama tapi papa jamin Lintang juga minta di suapin sama Bagas pacarnya" balas Gemilang sambil mengunyah makanan sedangkan Cahaya tersenyum tipis melihat pipi Gemilang yang menggelembung karena sedang berisi makanan di mulutnya namun senyuman Cahaya sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu bahwa saat ini Cahaya sedang tersenyum


"Memang ngga ada yang melarang pah tapi ngga malu kalau di lihatin sama anak kita berdua papa kayak ngga pernah muda saja dulu waktu papa pacaran sama mama malah papa sering makan di rumah mama walaupun papa sering beri uang ke mama tapi rumahnya mama seperti restoran cuma buat papa" jelas Cahaya lalu memasukkan makanan lagi ke dalam mulutnya Gemilang membuat Gemilang dengan cepat menangkap makanan yang di lemparkan oleh Cahaya


"Ngapain harus malu mah kecuali kalau mama nyuapin papa dalam keadaan sama sama telanjang baru malu kalau di lihat anak kita berdua iya mah soalnya masakan mama dan masakan mamanya mama bahasa kerennya masakan mertua papa enak banget dan bikin ketagihan" oceh Gemilang sambil terkekeh kecil sementara Cahaya mendelik ke Gemilang


"Otak papa mesum banget pakai bahas telanjang segala mama yakin kalau papa sama mama sama sama telanjang itu papa bukan minta suapin ke mama tapi minta jatah ke mama jelas dong pah masakan mama dan masakan mamanya mama itu selalu bikin ketagihan bahkan kalau semut yang pernah mencicipi juga bakalan rebutan buat mencicipi karena ketagihan masakan mama dan mamanya mama ayo lanjutkan makannya pah jangan sambil mengobrol" kata Cahaya dengan bangga lalu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya Gemilang sementara Gemilang dengan senang hati menerima makanan yang di suapkan oleh Cahaya


Rachel menatap tajam ke Farel sementara Farel yang merasa ada yang menatapnya langsung menoleh ingin sekali rasanya Farel pingsan di kasur empuknya memangnya pingsan bisa di request ? Farel mendapatkan tatapan tajam dari Rachel membuat Farel pura pura bego menatap ke kanan kiri depan belakang atas dan bawah mencari semut yang terbang


"Papa nyari apaan cepetan berangkat ke kantor supaya ngga telat" teriak Rachel membuat Farel terlonjak kaget sampai memegang dadanya dengan kedua tangannya


"Papa sedang mencari semut terbang mah iya papa berangkat sekarang mah" jawab Farel lalu menyodorkan punggung tangannya ke Rachel walaupun Rachel kesal dengan suaminya namun Rachel tetap mencium punggung tangan Farel


"Papa jangan kayak orang gila semut terbang ngga ada paling adanya bebek terbang hati hati di jalan pah" saran Rachel membuat Farel tersenyum sangat tipis lalu dirinya mencium kening Rachel sang istri


"Memangnya ada bebek terbang mah ? koq papa baru dengar iya mah papa selalu hati hati jadi ngga pernah menabrak monyet yang ada di pohon" jelas Farel lalu mengambil tas di samping kursinya sementara Rachel tersenyum menyeringai


"Ada pah bebek yang di sembelih kan nyawanya terbang makanya papa jangan baca berkas berkas kerjaan doang dong monyet di atas pohon ngga bakalan bisa di tabrak oleh mobil dan sepeda motor pah" ketus Rachel menatap nyalang ke Farel sementara Farel mengusap pucuk kepala Rachel

__ADS_1


"Papa berangkat sekarang mah" ucap Farel lalu berdiri sementara Rachel menganggukkan kepalanya mantap


"Hati hati pah" jawab Rachel membuat Farel menganggukkan kepalanya satu kali lalu melangkah menuju ke halaman rumahnya sementara Rachel mengeluarkan senyuman lebar menatap punggung Farel


__ADS_2