
Gemilang dan Cahaya kompak menatap ke arah Lintang yang dengan santainya sedang memakan makanan miliknya bahkan dirinya makan dengan lahapnya seperti sudah satu minggu atau lebih dari satu minggu Lintang ngga makan atau karena rasa makanannya yang sangat enak dan lezat sehingga Lintang sangat lahap menyantapnya
"Lintang katanya mau bicara penting kenapa malah makan ?" tanya Cahaya dengan nada lembut sementara Lintang yang akan memasukkan sendok yang berisi makanan ke dalam mulutnya buru buru meletakkan sendok itu ke dalam piringnya bukan ke kolong meja lalu Lintang tersenyum kikuk ke arah Cahaya sedangkan Gemilang menggeleng gelengkan kepalanya
"Soalnya aku lapar banget mah jadi lebih baik bicaranya nanti saja setelah selesai makan" jawab Lintang lalu mengambil sendok yang ada di piringnya lalu menjalankan pekerjaannya yang tadi tertunda yaitu memasukkan makanan ke dalam mulutnya sementara Cahaya tersenyum tipis sambil menatap Lintang sedangkan Gemilang menggelengkan kepalanya samar
"Lintang kalau kamu mau bicara hal yang penting lebih baik kamu bicara sekarang saja jangan tunggu kamu selesai makan soalnya kamu makannya ngga bakalan selesai selesai karena terlalu banyak makanan yang kamu telan bahkan setelah makanan di piring kamu habis pasti kamu bakalan nambah terus porsi makan kamu melebihi kuli panggul" tegas Gemilang menatap serius ke Lintang sementara Lintang langsung mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan sedangkan Cahaya terkekeh pelan
"Papa ngga sabaran banget iya soalnya dari pada makanannya mubazir mending di masukkan ke dalam perutnya aku saja walaupun aku nambah makanan lagi mama juga ngga keberatan bilang saja papa mau nambah makanan juga tapi jaga image di depan mama tapi aku tetap cantik dari pada kuli panggul" jelas Lintang menatap tajam ke Gemilang sementara Gemilang juga tak mau kalah ikut menatap tajam ke arah Lintang sedangkan Cahaya memijit pelipisnya sendiri
__ADS_1
"Iya Lintang sebaiknya kamu bicara hal penting sekarang saja makannya di lanjut nanti supaya kamu bisa puas makan dan bisa dengan bebas menghabiskan makanan setelah kamu cerita itu tandanya makanan mama enak dan lezat pah harusnya papa bangga soalnya makanan mama enak dan lezat membuat Lintang nambah makanannya tahu banget papa kalau kuli panggul makannya banyak iya benar kamu Lintang tapi walaupun kamu ngga sanggup menghabiskan makanan mama juga sanggup menghabiskan makanan sendirian mama ngga keberatan kalau kamu menambah makanan lagi tandanya masakan mama sangat enak sehingga bikin kamu ketagihan iya mama yakin papa juga pengin nambah porsi makan tapi malu kalau di bilang makan banyak di depan mama ingat kamu itu anaknya mama jadi kamu pasti cantik seperti mama" jelas Cahaya sambil tersenyum lebar ke arah Lintang sementara Lintang menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya sedangkan Gemilang menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal salah tingkah
"Iya mah aku bakalan bicara hal penting sekarang saja supaya aku bisa bebas menghabiskan semua makanan yang ada di meja makan setelah aku cerita iya masakan mama memang selalu enak dan lezat benar mah harusnya papa bangga punya istri yang sempurna kayak mama sudah pintar memasak cantik baik hati kaya raya kalau makanannya ngga enak dan ngga lezat aku ngga bakalan menambah makanannya jangan jangan sebelum jadi pengusaha papa dulunya menjadi kuli panggul bilang saja mama juga pengin makan banyak pakai bilang sanggup mengabiskan makanan sendirian tuh dengar pah mama ngga keberatan kalau aku menambah makanan lagi masakan mama memang sangat enak di rumah ini tapi kalau di restoran harus di adu jotos maksudnya harus di adu makanan mana yang lebih enak sama chef di restoran tersebut kalau papa malu di bilang makan banyak harusnya papa bilangnya papa juga makannya sedikit tapi sedikit sedikitnya berulang kali iya dong mah aku cantiknya seperti mama bukan seperti papa" sahut Lintang sembari menyunggingkan senyum licik ke arah Gemilang sementara Gemilang tercengang mendengar omongan Lintang sedangkan Cahaya menahan tawa yang hampir meledak melihat ekspresi wajah suaminya
"Lintang katanya kamu bicara penting kenapa belum bicara juga sekalian kamu makan piringnya dan gelasnya supaya mama kamu ngga perlu repot repot mencuci piring dan gelas iya masakan mama memang enak dan bikin selalu nambah papa juga bangga punya istri kayak mama tapi harusnya mama juga bangga punya suami yang sempurna seperti papa sudah tampan ganteng loyal ke mama baik hati setia pintar kaya raya Lintang papa tahu walaupun makanannya ngga enak dan ngga lezat pasti kamu bakalan tetap nambah makanannya dulu sebelum jadi pengusaha papa itu menjadi anak orang kaya bukan kuli panggul kalau mama makan banyak dan berat badannya nambah tetap papa akan mencintai mama memang mama ngga keberatan tapi papa heran melihat kamu yang selalu nambah porsi makan beratus ratus kali sekali santap walaupun di banding makanan yang berada di restoran menurut papa tetap masakan mama yang sangat enak dan sangat lezat walaupun beribu ribu chef saingan mama tetap mama pemenangnya sedikitnya berulang kali juga sama saja makannya banyak papa itu pria jadi ngga cantik tapi tampan dan ganteng menurut papa wanita tercantik di dunia ini cuma mama" tegas Gemilang sambil mengobral senyum lebar sementara kedua pipi Cahaya langsung merah merona seperti kepiting rebus di tambah sambal pasti mantap dan enak rasanya sedangkan Lintang mencebikkan bibirnya
"Pah aku cukup makan makanan yang ada di piring saja aku ngga suka makan piring dan gelas kalau mama ngga mau repot repot mencuci piring dan gelas setiap kita makan tinggal buang saja piring dan gelas bekas kita semua makan papa itu orang kaya raya di jamin ngga akan jadi miskin kalau cuma membuang gelas dan piring sekali pakai papa memuji mama kayak gitu paling supaya mama beri jatah ke papa nanti kalau mama hamil gimana pah rahimnya sering di isi oleh benih papa mama ngga pernah bangga punya suami kayak papa soalnya apa yang bisa di banggakan dari papa ? wajah papa jelek kadang otaknya bodoh cuma kaya raya doang papa sembarangan papa kalau ngomong benar banget soalnya perut aku apapun makanannya pasti masuk kirain papa jadi kuli panggul soalnya wajah papa mirip Kiki panggul papa bilang tetap mencintai mama walaupun berat badan mama tambah karena semua wanita ngga ada yang mencintai papa makanya papa tetap mencintai mama apaan sih pah masa sekali nambah aku langsung nambah porsi beratus ratus kali ? yang benar sekali santap aku langsung nambah porsi beribu ribu kali soalnya mama istrinya ppaa makanya papa membela mama iya aku tahu masakan mama enak makanya aku ngga boleh nambah porsi makan supaya papa yang menambah porsi makan aku juga wanita cantik papa itu ngga tampan dan ngga ganteng walaupun bercermin berkali kali tetap wajah papa jelek" jelas Lintang sembari tersenyum menyeringai sementara Gemilang mendelik ke Lintang sedangkan Cahaya menggelengkan kepalanya melihat dan mendengar pertengkaran semut maksudnya pertengkaran antara anaknya dan suaminya
"Pah mah aku mau di lamar oleh orang tua Bagas soalnya Bagas bilang ke aku dua hari lagi dia dan orang tua dia bakalan melamar aku sehingga aku berharap kalian berdua merestui hubungan aku sama Bagas dan kalian berdua menerima lamaran dari Bagas dan orang tua Bagas" ucap Lintang membicarakan hal yang dari tadi ingin di bicarakan sementara Gemilang memasang ekspresi datar sedangkan Cahaya mengulum senyum tipis
__ADS_1
"Papa sudah tahu Lintang kalau Bagas dan orang tua Bagas mau melamar kamu kirain kamu mau membicarakan hal penting apa" jawab Gemilang lalu menyendokkan makanan yang ada di piringnya ke dalam mulutnya sementara Cahaya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sedangkan Lintang melongo perasaan dirinya belum cerita ke semut maksudnya dirinya belum cerita ke papanya tapi kenapa papanya bisa tahu apa papanya tahu dari semut ? memangnya semut bisa bicara ?
"Koq papa ngga kaget aku mau di lamar sama Bagas dan orang tua Bagas kan aku belum cerita ke papa kirain papa bakalan kaget" cerocos Lintang sembari memicingkan satu mata ke Gemilang sementara Gemilang menatap ke arah Cahaya yang ada di sebelahnya dengan lirikan dagunya tapi sepertinya Lintang belum paham kode yang di berikan oleh Gemilang sedangkan Cahaya meminum minuman miliknya
"Lintang terus papa harus gimana setelah mendengar kamu mau di lamar oleh orang tua Bagas sama Bagas apa papa harus pura pura pingsan ? atau papa harus naik pohon bayam saking senangnya ? papa bukan pemain sinteron jadi papa ngga akting kayak gitu" tegas Gemilang menatap ke arah Lintang sementara Lintang memanyunkan bibirnya ke depan sepanjang lima certu sedangkan Cahaya terkikik geli
"Lintang papa sudah tahu kalau kamu mau di lamar sama Bagas dan orang tua Bagas dari mama supaya papa ngga syok dengar kabar itu" celoteh Cahaya sambil menatap ke Lintang sementara Lintang mendelik ke Cahaya sedangkan Gemilang sibuk meminum minuman yang di buatkan oleh istrinya
"Mama aku juga sudah bilang ke mama kalau aku bakalan bilang juga ke papa pas sarapan bareng kalau aku bakalan di lamar sama Bagas dan orang tua Bagas kalau tahu sudah di jelaskan lebih baik tadi aku melanjutkan makan saja dari pada repot repot menjelaskan tapi papa sudah tahu kalau aku mau di lamar" ketus Lintang lalu memulai menyantap makanan yang ada di depannya sementara Cahaya tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Gemilang tersenyum licik
__ADS_1
"Kamu lanjutkan makan lagi Lintang kirain kamu mau membicarakan hal penting bukan tentang pertunangan kamu sama Bagas makanya mama menyuruh kamu cerita dahulu" sahut Cahaya dengan rasa bersalah sementara Lintang tersenyum masam sedangkan Gemilang mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya
"Mah aku pasti bahas pertunangan aku sama Bagas lebih baik aku lanjutkan makan lagi supaya perut aku ngga kelaparan" tegas Lintang sambil menyendokkan lauk pauk lagi ke dalam piringnya sampai piring miliknya penuh semut maksudnya penuh dengan makanan kalau bisa protes pasti piringnya akan protes karena kebanyakan di isi makanan oleh Lintang sementara Gemilang dan Cahaya kompak membelalakkan matanya mereka sangat lebar