
Lintang yang habis mendapatkan gombalan maut dan rayuan maut kini masih betah menampilkan kedua pipi yang merah merona karena ulahnya Bagas padahal gombalan yang di keluarkan Bagas yang intinya walaupun kamu gendut kamu sebentar lagi akan menikah sama aku apakah semut, kecoa, dan kura kura kalau mendengar rayuan Bagas seperti itu akan bahagia, senang sampai jingkrak jingkrak di atas meja, atau akan makan sepuasnya dengan cara mentraktir sesama hewan, atau akan muntah koq malah kayak masuk angin pakai muntah segala ? intinya hewan hewan di atas juga kalau dapat gombalan dan rayuan maut akan bahagia dan sembunyi di atas meja maksudnya sembunyi di kolong meja
"Gue senang banget dan bahagia banget padahal Bagas gombalin gue dengan kata kata sepele tapi kenapa gue seneng kayak gini tapi mukanya gue ngga berubah jadi tomat kan ? maksudnya mukanya gue tetap ngga menampilkan rona merah merona seperti yang kadang ada novel novel atau di sinetron sinetron kalau Bagas tahu ekspresi wajahnya gue yang berubah jadi tomat atau kepiting rebus gimana dong pokoknya gue harus menghadap ke jendela supaya kedua pipinya gue yang berubah menjadi keping rebus dan tomat rebus atau tomat matang ngga di ketahui Bagas" batin Lintang sambil langsung memalingkan wajahnya dari Bagas dirinya menatap ke luar jendela bahkan posisi badannya Lintang memunggungi Bagas
"Lintang ngapain menghadap keluar jendela dan memalingkan wajahnya dari gue jangan jangan Lintang tahu kalau gue selingkuh dengan Jelek soalnya biasanya kalau gue gombalin Lintang dan merayu Lintang pasti Lintang tetap menghadap ke gue ngga memalingkan wajah kayak gini gimana dong padahal gue sudah kecanduan sama tubuhnya Jelek kalau ketahuan sama Lintang kalau gue selingkuh dengan Jelek apa gue masih bisa bebas berselingkuh dengan Jelek di belakang Lintang" batin Bagas sambil melirik Lintang dengan ekor buntutnya maksudnya melirik Lintang dengan ekor kepalanya saat ini Lintang masih memunggungi dirinya dan kedua matanya Lintang sibuk dan asyik menatap ke arah luar jendela
__ADS_1
Lintang masih menatap ke arah luar jendela entah apa yang dia lihat di luar jendela apakah ada gajah terbang atau gajah bertelur atau lebaran antara tikus dan kucing memangnya ada lebaran antara tikus dan kucing ? soalnya kalau tikus ketemu kucing juga tikusnya di makan oleh kucing jadi mustahil rasanya kalau ada lebaran antara tikus dan kucing melihat Lintang yang sibuk menatap ke luar jendela membuat Bagas memutar kemudi bukan memutar kemudi, soalnya mobilnya Bagas sudah ada di depan rumahnya Lintang dan memang tujuannya Bagas adalah mengantar Lintang pulang ke rumahnya maksudnya kini Bagas sedang. memutar otaknya supaya bisa mencari pembahasan lain yang membuat Lintang tersadar dari lamunannya dan seandainya Lintang sudah tahu peselingkuhan antara Bagas dan Jelek membuat Lintang melupakan perselingkuhan yang terjadi antara Bagas dan Jelek setelah satu menit berpikir kini Bagas telah menemukan ide yang bisa membuat Lintang tersadar dari lamunannya yang sangat membuat Bagas cemas dan takut ketahuan kalau dirinya selingkuh dengan wanita lain
"Sayang" panggil Bagas sambil menyandarkan kepalanya ke bahunya Lintang membuat Lintang yang sedang fokus melamun memikirkan rona merah di kedua pipinya langsung tersadar dari lamunannya dan langsung menghempaskan lamunan yang tadi hinggap di kepalanya ke lautan
"Sayang kamu koq melamun ? katanya tadi lapar mending kamu makan supaya kamu kenyang soalnya kalau hanya dengan melamun tidak menyebabkan kamu kenyang" rayu Bagas kepada Lintang supaya Lintang makan dan melupakan lamunannya soalnya Bagas takut Lintang melamun karena Lintang sudah tahu perselingkuhan antara Bagas dan Jelek makanya sebisa mungkin Bagas merayu Lintang supaya melupakan perselingkuhan antara Bagas dan Jelek dengan cara tidak membiarkan Lintang melamun dengan cara menyuruh makan supaya Lintang terhibur dengan semua makanan
__ADS_1
"Sayang aku ngga melamun aku sedang menatap ke arah luar jendela doang iya aku makan tapi kamu juga harus makan bareng sama aku soalnya kalau kamu ngga mau makan aku juga ngga mau makan" sahut Lintang sambil tersenyum licik sementara Bagas membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga dalam hatinya Bagas dirinya kini sedang memikirkan cara supaya Bagas tidak makan bareng Lintang karena dia harus menemui Jelek wanita yang selalu memuaskan dirinya dan selalu melepaskan hasratnya dalam otaknya Bagas dirinya harus mencari alasan supaya Bagas bisa marah ke Lintang tiba tiba sebuah ide muncul secara mendadak di kepalanya Bagas
"Sayang memangnya di luar jendela ada siapa ? kamu sedang menatap ke arah luar jendela untuk menatap pria lain ? aku masih kenyang lebih baik kamu makan sendiri saja kamu harus tetap makan" jawab Bagas sambil dirinya melepaskan kepalanya dari bahunya Lintang lalu Bagas menatap ke arah luar jendela sambil celingak celinguk menatap ke depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah untuk mencari sesuatu karena dirinya yakin seandainya Lintang tahu perselingkuhan dirinya dengan Jelek dari seseorang sehingga kini Bagas sibuk mencari semut memangnya semut bisa bicara ? tapi Lintang ngga mengerti bahasa semut sehingga Bagas menduga bukan semut yang memberitahu peselingkuhan Bagas dan Jelek sehingga kini Bagas mencari kecoa memangnya kecoa bisa bicara ? seandainya kecoa bisa bicara yang tahu bahasanya adalah sesama kecoa sehingga Bagas yakin bukan kecoa yang memberitahu perselingkuhan Bagas dengan Jelek sehingga kini Bagas mencari kura kura memangnya kura kura bisa bicara ? bahasa kura kura ngga bakalan bisa di mengerti oleh Lintang sehingga lebih tepatnya Bagas mencari seseorang dengan wujud manusia yang memberitahu Lintang tentang peselingkuhan antara dirinya dan Jelek namun sejauh mata memandang Bagas tidak menemukan apapun bahkan semut dan kecoa juga tidak nampak berjalan sementara Lintang tercengang dengan tuduhan yang di berikan Bagas
"Sayang di luar jendela ngga ada siapa siapa aku menatap ke arah luar jendela bukan untuk menatap pria lain koq malah kamu menuduh aku kayak gitu aku jadi curiga kamu punya wanita lain soalnya biasanya yang menuduh duluan adalah orang yang pernah mengalami jangan jangan kamu ngga mau makan bareng sama aku sekarang karena mau menemui wanita lain pokoknya aku ngga rela kalau kamu sampai sama wanita lain ingat aku sama kamu sudah pacaran selama empat tahun dan aku ngga bakalan biarkan kamu dekat apalagi menikah sama wanita lain" ketus Lintang sambil menatap nyalang ke Bagas sementara Bagas menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali dalam hatinya dirinya merutuki dirinya sendiri karena di dalam strategi Bagas tadi harusnya yang berpura pura marah Bagas menuduh Lintang menatap pria lain lain Bagas pergi menemui Jelek dan bisa berbagi keringat dengan Jelek namun kenapa malah Bagas yang di tuduh dengan wanita lain Bagas semakin yakin bahwa Lintang sudah mengetahui perselingkuhan antara dirinya dan Jelek
__ADS_1