
Cahaya membelalakkan matanya sangat lebar melihat Gemilang yang melenggang pergi menjauh dari Cahaya, tanpa Gemilang apapun perkataan Cahaya malah Bagas langsung pergi dari hadapan Cahaya, kini Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang.
Karena Cahaya tersulut emosi membuat Cahaya berteriak sangat keras dan sangat kencang, bahkan suara teriakan dari Cahaya mampu membuat Gemilang berhenti di tempat, bukan hanya berhenti lebih tepatnya Gemilang sampai terlonjak kaget namun gerakan berhenti di tempat itu gerakan refleks dari Gemilang yang mendengar suara teriakan dari Cahaya.
"Papa mau kemana kenapa papa langsung pergi ninggalin mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang, membuat Gemilang yang sedang melangkah menuju ke kamar mandi langsung menghentikan langkah kakinya di tempat bukan hanya itu tapi Gemilang sampai terlonjak kaget mendengar suara teriakan dari Cahaya.
"Pa pa papa mau ke kamar mandi kan mama yang tadi menyuruh papa cuci muka ke kamar mandi" jawab Gemilang sambil terbata bata setelah dirinya membalikkan badan menghadap ke sang istri sedangkan Cahaya yang mendengar jawaban dari Gemilang langsung tersenyum mengejek sambil menatap tajam ke arah Gemilang.
"Memamg mama menyuruh papa buat cuci muka ke kamar mandi, tapi mama ngga menyuruh papa supaya langsung melenggang pergi dari hadapan mama tanpa menjawab omongan mama walaupun satu patah dua patah kata, bahkan satu huruf juga papa ngga jawab langsung pergi begitu saja" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan kedua matanya Gemilang terbelalak lebar dengan mulut yang menganga.
__ADS_1
Gemilang bingung dengan perkataan Cahaya, bukan kah tadi Cahaya yang menyuruh Gemilang cuci muka kenapa saat Gemilang akan cuci muka malah Cahaya berteriak teriak melebihi kerasnya toa, sungguh rasanya Gemilang ingin membalas teriakan Cahaya dengan teriakan yang lebih keras dan lebih dan lebih kencang dari suara teriakan yang di keluarkan Cahaya, namun Gemilang takut Cahaya akan membalas teriakan dari Gemilang dengan beratus ratus milyar kali lipat.
Kalau Cahaya sampai membalas teriakan Gemilang beratus ratus kali milyar dari teriakan yang di keluarkan Gemilang gimana nasib gendang telinga Gemilang, di jamin gendang telinga Gemilang akan langsung rusak.
Cahaya yang telah menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh menit, namun Cahaya tidak mendengar jawaban yang keluar dari mulut Gemilang, membuat Cahaya geram ingin sekali Cahaya menggantung tubuhnya Gemilang ke pohon bayam, namun Cahaya tidak akan mampu melakukannya karena Cahaya tidak bisa membopong tubuh Gemilang, dan yang paling penting adalah Cahaya sangat menghormati Gemilang yang statusnya sebagai seorang suami sehingga Cahaya takut durhaka kepada Gemilang kalau melakukan itu semua.
__ADS_1
"Papa kenapa diam saja, jangan jangan papa sedang berakting tuli dan budeg di depan mama, ingat mama ngga bisa di bohongi dan mama ngga bisa di tipu, mama yakin papa ngga terserang penyakit tuli dan budeg karena saat mama teriak waktu tadi papa mau ke kamar mandi juga papa mendengar teriakan mama sehingga dapat di simpulkan kalau papa itu ngga terserang penyakit budeg dan tuli" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang sambil kedua matanya menatap ke arah Gemilang bahkan kedua tangannya Cahaya di letakkan di depan dadanya, sedangkan Gemilang yang mendengar teriakan dari Cahaya langsung terlonjak kaget bahkan bukan hanya itu saja tapi Gemilang membuyarkan dan membubarkan semua lamunan yang tadi ada di kepalanya.
Kini Gemilang menatap ke arah Cahaya yang sekarang sedang melototkan kedua matanya ke arah Gemilang, melihat itu membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali, kini Gemilang sangat ketakutan gara gara ulah Cahaya, bukan karena pelototan yang di keluarkan oleh Cahaya namun Gemilang takut karena tadi tidak mendengar suara teriakan Cahaya, sebenarnya Gemilang mendengar tapi Gemilang tidak tahu tadi Cahaya berteriak tentang apa, karena yang telinga Gemilang tangkap adalah Cahaya berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang.
"Sebenarnya istri aku tadi teriak teriak apa sih aku belum dengar teriakan dari istri aku, karena yang aku dengar itu istri aku tadi teriak tapi belum jelas teriak apa, aku harus gimana dong ini, aku yakin pasti istri aku bakalan nanya ke aku tadi istri aku teriak apa, terus aku harus jawab apa nanti, masa aku bilang jujur kalau aku belum mendengar teriakan dari istri aku bisa bisa istri aku akan semakin marah dan semakin mengamuk, tapi kalau ngga jujur pasti istri aku akan terus bertanya kepada aku tentang apa yang tadi di teriakkan oleh istri aku sampai aku menjawab, tapi kalau aku diam saja pasti istri aku sudah bisa menyimpulkan bahwa aku ngga mendengar suara teriakan istri aku, gimana dong ini bingung deh" batin Gemilang memikirkan cara yang tepat untuk menghadapi Cahaya bahkan tanpa sadar malah sekarang Gemilang melanjutkan lamunannya yang tadi tiba tiba terhenti dan di bubarkan serta di buyarkan.
Cahaya kini semakin melototkan kedua matanya karena Cahaya yang sejak tadi menunggu jawaban dari Gemilang sang suami, namun sampai sekarang Gemilang tidak menjawab perkataan lebih tepatnya teriakan dari Cahaya, malah kini Cahaya melihat tatapan Gemilang yang kosong menatap ke arah depan, dari situ Cahaya sudah dapat menebak dan sudah dapat menyimpulkan bahwa Gemilang sedang asyik dan sibuk dengan dunianya alias Gemilang sedang sibuk dan asyik melamun.
"Suami aku keterlaluan bukannya menjawab semua omongan aku, malah suami aku melanjutkan melamun dan bengong, aku heran apa sebenarnya yang membuat suami aku melamun, aku dan suami aku punya banyak harta yang ngga akan habis sampai ratusan milyar turunan, suami aku juga ngga punya hutang ke siapapun aku juga ngga punya hutang ke siapapun, bahkan Lintang anaknya aku juga ngga punya hutang ke siapapun, jangan jangan suami aku melamun dan bengong gara gara tidak mendengar semua omongan aku, makanya suami aku malah sibuk dan asyik bengong serta melamun sambil memikirkan kira kira apa yang tadi di katakan oleh aku, karena suami aku tidak mendengar suara merdunya aku" batin Cahaya sambil menatap ke arah Gemilang dengan tatapan tajam sedangkan Gemilang masih diam di tempat dengan tatapan kosong mengarah ke depan.
Ternyata benar benar otaknya Cahaya cerdas karena bisa menyimpulkan dan bisa menebak, bahwa Gemilang melamun dan bengong gara gara tidak mendengar omongan lebih tepatnya teriakan dari Cahaya.
__ADS_1