
Cahaya menatap tajam ke arah Gemilang membuat Gemilang harus mengeluarkan keringat dingin yang keluar dari pohon lebih tepatnya keringat dingin yang terpancar dan keluar dari dahinya Gemilang, karena rasa grogi dan rasa ketakutan yang di rasakan oleh Gemilang gara gara kelakuan Cahaya, lebih tepatnya gara gara tatapan Cahaya yang sangat menusuk dan menguliti seluruh tubuhnya Gemilang.
Cahaya masih setia menatap ke arah Gemilang dengan tatapan tajam membuat Gemilang semakin merasakan ketakutan yang sangat menyiksa dan menyelimuti tubuhnya, di dalam keadaan seperti ini sangat mencekam bagi Gemilang membuat Gemilang ingin sekali berlari dari kenyataan, namun Gemilang tak punya sayap yang bisa untuk terbang bebas, Gemilang juga tak punya kantong doraemon kantong yang biasa di gunakan untuk mengabulkan permintaan, sehingga kini Gemilang hanya diam dan mengeluarkan keringat dingin yang bercucuran dari dahinya.
"Aku harus gimana ini kenapa istri aku tatapannya seakan tajam banget seperti silet yah aku heran, padahal aku ngga salah apa apa tapi tatapan istri aku kayak aku punya salah ke dia, gimana dong ini aku harus gimana, pokoknya aku harus cari cara supaya istri aku ngga marah lagi soalnya aku ngga mau di marahin oleh istri aku, soalnya kalau istri aku marah bisa istri aku ceramah 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda malah lebih tepatnya istri aku teriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang tanpa pakai toa, bukan hanya itu saja bahkan yang lebih parah lagi istri aku bakalan membuat peraturan aku ngga dapat jatah dari istri aku, gimana dong ini, pokoknya aku harus bikin istri aku ngga marah lagi sama aku" batin Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya yang masih menatap dirinya dengan tatapan tajam
Sungguh Cahaya emosi dan marah sekali kepada Gemilang, karena secara tidak langsung Gemilang memfitnah Cahaya membuat Cahaya geram ingin sekali mencambik cambik Gemilang, namun Cahaya sadar siapa sebenarnya Gemilang yang tak lain dan tak bukan adalah suami dari Cahaya, membuat Cahaya mengurungkan keinginannya untuk mencambik cambik Gemilang, karena Cahaya takut dengan dosa kepada sang suami yaitu Gemilang jika Cahaya tidak ingat status yang dia sandang yang merupakan istri dari Gemilang mungkin Cahaya akan mencambik cambik Gemilang bukan hanya itu Cahaya juga akan membuat Gemilang tersiksa sebagai resiko atas apa yang dia perbuat, namun kenyataannya Gemilang adalah suami dari Cahaya sehingga Cahaya harus menghormati apapun yang di lakukan Gemilang termasuk Cahaya juga tidak berani walau hanya menampar pipi Gemilang.
Gemilang yang mendapat istri yang seperti itu membuat Gemilang sangat bahagia, karena Gemilang sudah ingin sekali membuat Cahaya bahagia seumur hidup Cahaya itu janji Gemilang yang tertanam di dalam hati bukan yang tertanam di dalam tanah, Gemilang kini dalam keadaan ketakutan.
__ADS_1
Sungguh Gemilang sangat ingin kabur dari depan Cahaya namun Gemilang takut, bukan takut karena Gemilang tak bisa berlari namun yang Gemilang takutkan adalah Cahaya akan semakin marah kepada Gemilang, memikirkan itu membuat Gemilang ketakutan tak mendapat jatah dari Cahaya, Gemilang juga ingin terbang ke angkasa tapi Gemilang tidak punya sayap untuk terbang ke angkasa, kalau Gemilang mau pakai sarung atau sapu lidi buat terbang pasti Gemilang akan di cap sebagai orang gila, sehingga kini Gemilang hanya bisa mematung di depan Cahaya.
Cahaya masih betah menatap ke arah Gemilang lebih tepatnya Cahaya masih betah menatap tajam ke arah Gemilang, namun Cahaya harus melunturkan semua emosinya demi Lintang, karena Cahaya kini berpikir dirinya dan sang suami harus secepatnya kembali ke ruang tamu sebelum Lintang selesai membuatkan minuman untuk Bagas calon menantunya.
Bahkan saking kagetnya Gemilang sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri, sedetik kemudian Gemilang membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga, Gemilang bingung dengan perkataan dari Cahaya yang katanya bebas, memangnya Gemilang kenapa koq Cahaya bilang Gemilang bebas apa Cahaya kira Gemilang masuk sel penjara, memikirkan hal itu membuat Gemilang pusing ratusan milyar keliling.
Gemilang memberanikan diri menatap ke arah Cahaya yang kini sedang melototkan kedua matanya ke arah Gemilang, melihat hal itu membuat Gemilang sangat takut bahkan Gemilang menelan salivanya berkali kali, namun ada suatu hal yang harus di tanyakan oleh Gemilang kepada Cahaya.
__ADS_1
Gemilang berkali kali menarik nafas untuk meredakan rasa ketakutan yang menyelimuti dan menghinggapi hatinya, setelah beberapa puluh jam kemudian kelamaan dong maksudnya setelah beberapa puluh menit kemudian kini Gemilang langsung bertekad untuk bertanya hal penting kepada Cahaya.
"Ma ma mama papa itu ngga di penjara jadi papa memang sudah bebas dari awal papa lahir sampai sekarang" jelas Gemilang terbata bata bahkan keringat dingin terus mengucur dari dahinya sementara kedua matanya Cahaya langsung terbelalak lebar mendengar jawaban dari Gemilang.
Sungguh rasanya ingin sekali Cahaya menenggelamkan Gemilang ke dasar lautan bahkan Cahaya juga ingin Gemilang di masukkan ke tempat ikan hiu supaya menjadi santapan ikan hiu, sungguh Cahaya sangat emosi gara gara mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya Gemilang tadi.
Kini Cahaya mendelik ke arah Gemilang sedangkan Gemilang yang mengetahui tatapan dan delikan mata dari Cahaya langsung membuat nyalinya Gemilang ciut, bahkan dalam hati Gemilang dirinya berpikir apa yang salah dari Gemilang kenapa Cahaya langsung mendelik ke arah Gemilang setelah mendengar jawaban dari Gemilang.
"Papa maksudnya mama bukan itu, makanya bego jangan di pelihara bikin emosi, mama juga tahu kalau papa itu ngga di penjara jadi ngga usah di jelaskan karena mama ngga buta jadi mama lihat dengan mata rambut mama sendiri, maksudnya mama lihat dengan mata kepala mama sendiri bahwa papa itu ngga masuk ke penjara, maksudnya mama itu papa bebas karena papa ngga bakalan dapat omelan dari mama selama 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda karena sekarang ada calon menantu kita berdua di ruang tamu jadi lebih baik papa sekarang ke kamar mandi buat cuci muka supaya muka papa jadi bersih walaupun mukanya papa ngga ada bedanya setelah cuci muka sama sama jelek" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa sedangkan Gemilang membulatkan kedua matanya setelah mendengar perkataan yang keluar dari mulutnya Cahaya.
__ADS_1