
Lintang menatap ke arah Bagas dengan tatapan penuh curiga ingin sekali Lintang bertanya ke Bagas kenapa dari tadi dia sibuk melamun namun Lintang tidak mau mencari keributan dengan Bagas karena Lintang lebih suka mencari ikan supaya bisa di goreng buat lauk pauk atau mencari uang yang banyak supaya bisa berbelanja di supermarket sementara hatinya Bagas ada rasa ketakutan bukan karena takut ketahuan oleh Lintang yang sering melamun namun Bagas takut kalau Jelek marah kepadanya karena sampai tadi Bagas belum mendapatkan chat whatsapp balasan dari Jelek banyak pikiran yang menari nari di otaknya Bagas
"Mba pacarnya saya yang akan membayar gaun pengantin dan jas pengantin yang tadi di pesan" ucap Lintang memecahkan keheningan karena melihat Bagas yang hanya diam saja tanpa inisiatif untuk bertanya ke penjaga butik sementara penjaga butik langsung menganggukkan kepalanya dengan mantap
"Iya mba" jawab singkat penjaga butik sambil tersenyum ramah ke arah Lintang membuat Lintang membalas senyuman penjaga butik dengan senyuman yang tak kalah ramah sedangkan Bagas melamun lagi melanjutkan lamunannya tadi yang belum kelar
"Sayang" panggil Lintang sambil memegang pundaknya Bagas yang sejak tadi masih melamun sementara Bagas langsung melempar semua lamunannya dan menatap ke arah sumber tangan yang memegang pundaknya sedangkan pelayan butik ingin sekali protes ke Bagas buruan ambil bungkus gaun pengantin dan jas pengantin kalau mau melamun di tengah jalan saja jangan di sini namun dirinya hanya menelan semua perkataannya hanya di tenggorokan mengingat status dirinya hanya sebagai pelayan butik jadi dia tidak mau menanggung resiko yaitu di pecat dari tempat kerjanya
"Ada apa sayang ?" tanya Bagas sambil tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sementara Lintang memicingkan satu mata ke arah Bagas sedangkan penjaga butik ingin sekali melemparkan bungkus gaun pengantin dan jas pengantin yang ada di tangannya tapi dirinya takut itu tidak menyebabkan sakit ingin sekali penjaga butik melemparkan batu ke arah Bagas namun takut baunya merusak lantai tempat dirinya bekerja
__ADS_1
"Sayang katanya kamu yang mau bayarin gaun pengantin dan jas pengantin kenapa kamu belum mengeluarkan ATM apa kamu ngga bawa ATM mending aku saja yang bayar biar kamu ganti uangnya aku besok atau pas sampai di rumahnya aku kasihan penjaga butiknya nungguin kita berdua dari tadi" saran Lintang sambil melepaskan tangannya dari pundak Bagas namun tangannya Lintang tidak jadi pergi dari pundaknya Bagas karena dengan cepat tangannya Bagas langsung menyambar tangannya Lintang supaya tetap ada di pundaknya
"Iya sayang aku bayar sekarang gaun pengantin dan jas pengantin aku bawa ATM tapi aku belum ingat tadi mau mengambil apa karena aku banyak pikiran dan banyak kerjaan biar aku saja yang bayar aku ngga mau merepotkan kamu dan aku ngga mau di cap pria matre oleh orang karena kamu membayar belanjaan walaupun aku bakal beri uang ke kamu dan mengembalikan uang ke kamu tetap saja aku takutnya di cap pria matre iya berapa total semuanya mba ?" cerocos Bagas panjang lebar sambil menatap ke penjaga butik yang sedang menatap ke arahnya entah apa yang di pikirkan oleh penjaga butik tersebut yang penting dirinya merasa muak mendengar jawaban dan ocehan Bagas sementara Lintang tersenyum lebar mendengar jawaban Bagas
Lintang mengeluarkan senyum lebar di wajahnya soalnya dirinya tidak jadi mengeluarkan uang buat membeli gaun pengantin dan jas pengantin walaupun Bagas akan meliru uangnya tetap saja Lintang ngga mau membayar barang yang di beli saat bersama Bagas bukan karena Lintang takut bangkrut karena orang tuanya Lintang kaya raya dirinya hanya takut Bagas akan di fitnah menjadi pria yang seperti Bagas sebutkan tadi yaitu pria matre kini tangannya Bagas sedang mengambil dompet yang ada di saku celananya setelah dompet di ambil dari saku celananya lalu Bagas mengambil kartu ATM yang ada di dompetnya
"Total semuanya delapan puluh dua juta mas" jawab penjaga butik sambal tak henti hentinya mengeluarkan senyum ramah sementara Bagas menganggukkan kepalanya sedangkan Lintang menoleh ke arah Bagas
"Ini mba" jawab Bagas singkat sambil menyodorkan kartu ATM ke penjaga butik sementara penjaga butik menganggukkan kepalanya satu kali sedangkan Lintang menerbitkan senyuman lebar di wajahnya yang cantik
__ADS_1
"Sebentar mas" jawab singkat penjaga butik lalu Bagas dan Lintang kompak menganggukkan kepalanya mereka berdua dengan mantap sebagai jawaban lalu setelah menerima dan melihat anggukkan kepala dari mereka berdua kini penjaga butik langsung melenggang pergi untuk mengurus administrasi pembayaran dengan cara kartu ATM sambil membawa bungkus yang berisi gaun pengantin dan jas pengantin yang di pilih oleh Lintang dan Bagas
Bagas dan Lintang serentak menatap ke arah punggung pelayan butik yang berjalan semakin menjauh dari mereka berdua lalu mereka berdua sibuk dengan pemikiran masing masing Lintang memikirkan mengapa Bagas sering melamun dan Bagas juga jarang ke rumahnya dengan alasan banyak pekerjaan apakah banyak pekerjaan membuat Bagas banyak melamun sementara Bagas sedang mengarungi lamunannya lagi tentang Jelek yang belum membalas chat whatsapp dari dirinya
"Bagas kenapa sering melamun apa dia punya masalah berat tapi kenapa Bagas ngga pernah cerita ke gue terus setiap gue tanya masalah Bagas pasti Bagas ngga bakalan jawab malah dia jadi marah jadi lebih baik gue cari infonya lewat papanya Bagas atau mamanya Bagas untuk mengetahui Bagas punya masalah apa dan sebisa mungkin gue bantu masalahnya Bagas tanpa sepengetahuan Bagas" batin Lintang sambil menatap kosong ke arah depan
Bagas memikirkan kenapa Jelek belum membalas chat whatsapp dari dirinya saat Bagas punya masalah dengan lintang atau Bagas ribut dan bertengkar sama Lintang bahkan Lintang dulu juga pernah ngga balas chat whatsapp dari Bagas selama dua hari namun Bagas tidak segalau dan tidak sesedih ini namun kenapa Bagas punya masalah dengan Jelek Bagas memikirkan banyak hal lebih tepatnya Bagas merasa takut kalau Jelek marah kepadanya lalu Jelek tidak mau berhubungan dengan Bagas lagi karena marah dan kesal dengan Bagas
"Gue heran kenapa Jelek belum balas chat whatsapp dari gue apa Jelek sedang sibuk sehingga tidak sempat membalas chat whatsapp dari gue tapi gue takut kalau Jelek belum membalas chat whatsapp dari gue karena dia marah sama gue gara gara gue sama Lintang pergi ke butik buat membeli gaun pengantin dan jas pengantin buat pernikahan gue sama Lintang semoga saja Jelek ngga marah sama gue supaya gue bisa melakukan hubungan intim sama Jelek" batin Bagas sambil menatap nanar ke arah depan
__ADS_1