Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Semut Dan Kecoa Langsung Jantungan


__ADS_3

Gemilang nampak berpikir dengan menggunakan otak cerdasnya dan otak pintarnya namun entah mengapa otak cerdasnya dan otak pintarnya sangat bingung menentukan pilihan



Cahaya menerbitkan senyuman tipis di wajahnya sangat tipis sehingga tidak ada yang tahu kalau Cahaya sedang tersenyum hampir saja Cahaya mengeluarkan tawa yang dari tadi di sembunyikan oleh Cahaya namun Cahaya mampu menahan tawa yang akan keluar dari bibirnya Cahaya


"Papa gimana keputusan papa mau memberi hukuman ke mama atau papa mau memecat mama menjadi istrinya papa ?" tanya Cahaya sambil menatap tajam ke arah Gemilang sedangkan Gemilang masih tak bergeming karena sedang sibuk dan asyik melamun memikirkan kira kira Gemilang harus berbuat apa


Setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh menit namun tetap saja belum ada kata yang keluar dari bibirnya Gemilang membuat Cahaya yakin bahwa Gemilang sedang asyik dengan dunianya sendiri



Cahaya tahu kalau Gemilang sekarang sedang melamun sehingga kini Cahaya berkelana mendekat ke arah Gemilang yang sedang duduk di sofa setelah Cahaya sampai di samping Gemilang tanpa ragu Cahaya mendekatkan mulutnya ke arah telinganya Gemilang berteriak dengan sangat kencang dan sangat keras sampai membuat Gemilang terlonjak kaget gara gara perbuatan Cahaya


"Papa buruan jawab pertanyaan mama jangan malah melamun" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang menusuk ke telinganya Gemilang sementara Gemilang yang mendapat serangan mendadak berupa teriakan mendadak dari Cahaya langsung terlonjak kaget sampai bergeser menjauh dari tempat dirinya duduk

__ADS_1


Beruntung Gemilang tidak mengeluarkan jurus kagetnya berupa mendorong tubuhnya Cahaya kalau tadi Gemilang mengeluarkan jurus kagetnya pasti akan membuat Cahaya semakin marah kepada Gemilang



Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang membuat Gemilang berkali kali menelan salivanya karena tatapan yang di keluarkan oleh Cahaya membuat Gemilang mengeluarkan banyak keringat seperti habis mengikuti lomba maraton


"Ada apa mah ?" tanya Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya sementara Cahaya melototkan kedua matanya ke arah Gemilang sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya


”Papa kenapa malah melamun ?" tanya balik Cahaya dengan nada ketus sambil mengarahkan tatapan matanya yang tajam ke arah Gemilang membuat Gemilang banyak meremas kedua tangannya sendiri karena panik dan cemas


Sebenarnya Cahaya ingin sekali menonjok wajahnya Gemilang namun di urungkan niatnya karena Gemilang yang berstatus menjadi suaminya Cahaya membuat Cahaya tidak berani melakukan itu bukan tidak berani lebih tepatnya Cahaya takut dosa karena melakukan kekerasan pada suami


"Papa jangan bohongi mama soalnya mama tahu kalau papa itu melamun karena mama ajak mengobrol papa diam saja tandanya papa sedang melamun" teriak Cahaya dengan kobaran api yang menyala di kepalanya bahkan di sertai tanduk


Gemilang gelagapan mencari alasan sehingga Gemilang salah tingkah dan menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali

__ADS_1


"Papa ngga bohongi mama dan papa ngga melamun mungkin tadi papa belum dengar suara mama karena suaranya mama sangat lirih sehingga papa tidak dengar" kilah Gemilang berusaha menutupi lamunannya tadi serapat rapatnya kalau perlu di letakkan di bawah kolong meja supaya semua orang tidak mengetahui kalau Gemilang tadi melamun sedangkan Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang


Sungguh Cahaya heran dan bingung kenapa Gemilang tidak mengakui kalau Gemilang itu tadi melamun dalam hatinya Cahaya berpikir apakah Gemilang habis melamun ada gajah yang bisa terbang atau ada gajah yang bertelur


"Papa bohongi mama lagi ? kalau papa ngga mengakui kalau tadi papa melamun artinya papa membohongi mama lagi oh jadi papa menyalahkan mama yang bersuara sangat lirih sehingga papa belum dengar omongan mama asal papa tahu suaranya mama juga tadi sudah sangat keras dan sangat kencang bahkan kalau ada semut dan kecoa yang lewat pasti semut dan kecoa langsung jantungan mendadak" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Gemilang merutuki kebodohannya karena menuduh suara Cahaya sangat lirih


Cahaya sekarang sangat marah dan kalau di ibaratkan kedua kepalanya Cahaya mengeluarkan tanduk yang sangat panjang dan api yang berkobar kobar



Gemilang mengeluarkan banyak keringat karena panik dan salah tingkah bahkan kini Gemilang sibuk mengelap keringatnya sendiri dengan telapak tangannya karena panik dan cemas serta di selimuti rasa ketakutan yang menyerang tubuhnya Gemilang


"Papa ngga bohongi mama iya tadi memang papa melamun, memikirkan nasibnya papa yang bingung mendengar omongan mama masa papa di suruh memberi hukuman ke mama atau memecat mama jadi istrinya papa sudah jelas ngga ada yang di pilih karena papa sangat mencintai mama, papa ngga menyalahkan mama, mungkin papa di sini yang salah karena melamun sehingga tidak mendengar semua omongan mama bukan karena suara mama yang sangat lirih, iya papa percaya kalau suaranya mama tadi sangat keras dan sangat kencang memangnya semut dan kecoa bisa jantungan mah ?" jelas Gemilang sejujur jujurnya sedangkan Cahaya mengeluarkan senyuman tipis di wajahnya sangat tipis sehingga tidak ada orang yang tahu termasuk Gemilang bahwa saat ini Cahaya sedang tersenyum


Setelah Gemilang menimbang nimbang dirinya baru berpikir bahwa sebaiknya dirinya jujur dari pada berbohong kalau Gemilang habis melamun tapi bilangnya ngga habis melamun itu akan membuat Cahaya semakin marah dan semakin murka kepada Gemilang

__ADS_1


"Tuh kan papa mengaku juga kalau papa tadi melamun pakai bilang ngga melamun segala mama ngga bisa di bohongi, kan yang pertama ngomong kayak gitu papa waktu baru terbangun dari tidur papa bilangnya siapa yang teriak teriak di telinganya aku bakalan aku beri hukuman kalau perlu bakalan aku pecat tapi kenyataannya yang tadi teriak di telinganya papa itu mama jadi papa pilih mau memberi hukuman ke mama atau papa mau memecat mama menjadi istri papa ? tetap papa harus memilih salah satu antara kedua pilihan tersebut memang kenyataannya mama ngga salah kan yang salah di sini itu papa bukan mama memang kenyataannya papa ngga mendengar suara mama karena papa melamun bukan karena suaranya mama yang sangat lirih papa harus percaya dong ke mama karena mama berbicara jujur kalau mama tadi berteriak sangat keras dan sangat kencang, masa papa belum tahu kalau semut dan kecoa jantungan ? mama juga kalau semut dan kecoa bisa jantungan bingung kalau semut atau kecoa sedang berjalan di atas kursi, di atas meja, atau di atas pohon pasti semut dan kecoa akan jatuh dari atas kursi, dari atas meja, dan dari atas pohon itu tanda semut dan kecoa jantungan" cerocos Cahaya sambil mengeluarkan senyum licik karena bisa mengerjai Gemilang sang suami sedangkan Gemilang membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


__ADS_2