
Lintang langsung membuka bungkus plastik yang berisi makanan lalu dirinya tanpa di komando menyantap makanan miliknya dengan lahap sementara Bagas menatap Lintang sambil dirinya juga membawa porsi makanan miliknya lalu dirinya juga menyantap makanan miliknya
"Sayang tadi Bodoh mau ke sini kan ?" tanya Lintang di sela sela kunyahannya sementara Bagas menganggukkan kepalanya satu kali sambil menyantap makanan miliknya
"Iya sayang Bodoh mau ke sini" jawab Bagas menghentikan makan untuk menatap Lintang lalu Bagas menyantap makanan miliknya sedangkan Lintang mengeluarkan senyuman licik entah apa yang dia rencanakan
Bodoh yang baru saja mendapatkan telpon dari Bagas langsung berdandan supaya kelihatan cantik dirinya sedang memberikan bedak ke wajahnya sampai berlapis lapis dirinya juga tak ragu menempelkan semua alat make up lainnya untuk berada di wajahnya karena Bodoh mengira Bagas hanya modus ingin mengatakan hal penting dan menyuruh ke ruangannya dalam pikiran Bodoh pasti Bagas sudah mulai tergoda dengannya sehingga berani menelpon Bodoh hanya untuk meminta ke ruangan miliknya Bagas untuk membicarakan hal penting biasanya Bagas menyuruh Bodoh ke ruangannya untuk mengantar berkas atau membelikan makanan untuk Bagas menurut Bodoh ini adalah kemajuan buat usahanya yang selalu mencoba memikat Bagas
"Gue yakin pasti Bagas menelpon gue karena dia sudah mulai cinta ke gue makanya dia meminta gue ke ruangannya dia berpura pura membahas hal penting padahal biasanya Bagas cuma menelpon gue buat mengantar berkas ke ruangannya gue jamin Bagas sudah mulai jatuh cinta ke gue dan gue yakin dia bakalan meninggalkan Lintang" monolog Bodoh sambil tetap memoleskan semua alat make up ke wajahnya setelah di rasa selesai Bodoh berdiri dan berjalan ke ruangan miliknya Bagas
Bagas dan Lintang sama sama diam karena sedang fokus menyantap makanan milik masing masing saat mereka berdua sedang sibuk dan asyik menyantap makanan tiba tiba terdengar suara ketukan pintu membuat Bagas dan Lintang menoleh ke pintu Lintang tahu siapa yang datang dengan cepat Lintang menyodorkan makanan ke depan mulutnya Bagas membuat Bagas tersenyum lebar sebelum menerima makanan yang di sodorkan Lintang
TOK TOK
Suara ketukan pintu masih terdengar membuat Bagas yang akan menyuapkan makanan ke mulutnya Lintang menghentikan niatnya namun dengan cepat Lintang menarik tangannya Bagas sehingga makanan yang ada di tangannya Bagas mendarat sempurna di mulutnya Lintang
"Masuk" ucap Bagas lalu menatap ke arah pintu sementara Lintang juga ikut menatap ke arah pintu sedangkan orang yang mengetuk pintu membuka pintu ruangan Bagas lalu dirinya berjalan melangkah masuk setelah dirinya menutup pintu
"Sayang ini makan lagi" perintah Lintang sambil menyodorkan makanan ke depan mulutnya Bagas sementara Bagas menerima makanan yang di sodorkan Lintang sedangkan Bodoh menatap tajam ke arah Lintang sambil mengepalkan kedua tangannya
"Sayang kamu juga makan" sahut Bagas sambil menyodorkan makanan ke depan mulutnya Lintang membuat Lintang tersenyum lebar karena rencananya berhasil sementara Bodoh menatap nyalang ke Lintang
"Bodoh kamu di sini" ucap Lintang berpura pura syok sementara Bagas memutar bola matanya malas sedangkan Bodoh menganggukkan kepalanya mantap
__ADS_1
"Iya bu soalnya pak Bagas menyuruh saya ke sini ada apa pak menyuruh saya ke sini ?" tanya Bodoh sambil menatap ke Bagas sementara Bagas menatap ke Lintang seakan bertanya untuk apa menyuruh Bodoh datang ke ruangannya sedangkan Lintang langsung menjawab
"Berarti kamu tadi melihat aku sama Bagas atasannya kamu suap suapan dong" cibir Lintang sambil tersenyum menyeringai sementara Bodoh tersenyum licik sedangkan Bagas memijit pelipisnya sendiri
"Ngga bu soalnya saya baru sampai" elak Bodoh sementara Lintang tersenyum kecut
"Bodoh masa kamu ngga lihat waktu aku suap suapan sama Bagas oke kalau kamu melihat tapi ngaku ngga melihat aku harap semua kebusukan kamu akan terbongkar cepat atau lambat termasuk niat kamu yang akan merebut Bagas" tegas Lintang menatap nyalang ke Bodoh lalu dirinya berdiri tak lupa mengambil tas yang ada di sofa setelah itu dirinya berjalan melewati Bodoh sambil dengan sengaja menyenggol bahunya Bodoh membuat Bodoh ingin sekali menjambak rambutnya Lintang namun dirinya harus menjaga sikapnya di depan Bagas
"Sayang kamu mau kemana ?" tanya Bagas lalu berdiri dari duduk dan berjalan cepat menyusul Lintang sementara Lintang menghentikan langkahnya sekilas tanpa membalikkan badannya
"Sayang aku mau pulang ke perusahaan aku" jawab Lintang lalu meraih pintu di depannya dan membuka pintu tersebut saat akan melangkah tangannya Lintang di pegang oleh Bagas membuat Bodoh mengepalkan kedua tangannya
"Sayang biar aku antar kamu" ucap Bagas lalu memeluk pinggang Lintang sementara Lintang tersenyum lebar sedangkan Bodoh menatap nyalang punggung Lintang
"Ayo sayang kamu antar aku supaya semua orang di dunia ini tahu kalau kamu pacarnya aku sekaligus miliknya aku" tegas Lintang penuh penekanan lalu mulai menjalankan kedua kakinya membuat Bagas ikut melakukan aksi yang sama sementara Bodoh dengan cepat berkata
"Saya mau antar Lintang pacar saya dulu jadi hal penting tadi ngga jadi saya bicarakan ke kamu" elak Bagas mencari alasan padahal sebenarnya ngga ada yang ingin di bicarakan dengan Bodoh itu hanya akal akalan Bagas saja supaya Bodoh mau ke ruangannya supaya Lintang tidak ngambek lagi sementara Lintang tertawa terbahak bahak dalam hati sementara Bodoh tercengang mendengar jawaban Bagas
"Sayang ayo berangkat sekarang" ajak Lintang membuat Bagas menganggukkan kepalanya tanpa menjawab dirinya langsung melangkah membuat Lintang ikut melangkah menuju ke parkiran mobil sementara Bodoh mematung di tempatnya
Saat dalam perjalanan menuju parkiran mobil tak henti hentinya Lintang tersenyum lebar sementara Bagas fokus berjalan dengan pikiran yang melayang entah kemana ingin sekali dirinya menegur Lintang namun dirinya takut Lintang salah paham dan mengambek ke Bagas
"Sayang kasihan Bodoh di suruh ke ruangan aku padahal ngga ada hal penting yang mau aku bicarakan" ucap Bagas menatap kosong ke depan mendengar itu membuat Lintang melunturkan senyuman lebar di wajahnya berganti senyum kecut
__ADS_1
"Sayang kenapa kamu kasihan sama Bodoh ? aku terpaksa lakukan ini supaya Bodoh bisa sadar bahwa aku itu pacarnya kamu dan calon istrinya kamu supaya Bodoh ngga berniat merebut kamu aku pulang sendiri saja kamu samperin tuh Bodoh kalau kamu kasihan sama dia" jelas Lintang sambil menepis kasar tangannya Bagas yang ada di pinggangnya sementara Bagas melongo apakah tadi dia salah bicara ? padahal tadi dia juga berbicara secara hati hati takut semut dengar maksudnya takut Lintang salah paham ?
"Sayang aku kasihan sama Bodoh itu cuma sebatas kasihan karena mempunyai rasa kemanusiaan Bodoh itu ngga pingsan jadi pasti dia sudah sadar bahwa aku pacarnya kamu dan suaminya kamu aku yakin Bodoh ngga ada niat merebut aku dari kamu lebih baik aku antar kamu pulang dan aku ngga samperin Bodoh" sahut Bagas lalu meraih tangannya Lintang namun sebelum tangannya Bagas meraih tangannya Lintang dengan cepat Lintang menepis tangan Bagas
"Sayang intinya aku mau pulang sendiri lebih baik kamu temani Bodoh di ruangan kamu" ketus Lintang lalu membuka pintu mobilnya yang sudah berada di sebelahnya tanpa komando Lintang menutup pintu mobilnya tak lupa Lintang memasang sabuk pengaman dan Lintang mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menghiraukan Bagas yang terus memanggil manggil namanya sementara Bagas mengepalkan satu tangannya lalu meninju ke udara setelah melihat kepergian mobilnya Lintang
Lintang telah sampai di perusahaan miliknya setelah dirinya mengemudi sekitar puluhan menit lalu Lintang langsung menginjak rem di kakinya lalu Lintang mencopot sabuk pengaman yang menempel di tubuhnya lalu Lintang membuka pintu mobilnya setelah itu Lintang keluar dari mobil sambil membawa tas yang baru di ambil dari samping kursi kemudi setelah itu Lintang menutup pintu mobilnya dan dirinya berjalan ke ruangan kerja miliknya
"Gue yakin kalau Bodoh itu punya niat jahat dan niat terselubung yaitu merebut Bagas dari gue tapi kenapa Bagas ngga percaya sama omongan gue tapi gue harap kebusukan Bodoh akan terbongkar dengan sendirinya dan gue yakin Tuhan maha adil kalau Bodoh berniat mau merebut Bagas dari gue Bodoh harus dapat karmanya" kata Lintang dalam hati sambil tetap melangkah menuju ke ruangan kerja miliknya
Bodoh masih di ruangan kerja miliknya Bagas dirinya masih melongo melihat tingkah Lintang dan Bagas lalu dirinya menatap ke arah makanan yang tadi di makan oleh Lintang dan Bagas lalu dirinya tersenyum masam dan masih berdiri mematung di tempat
"Lintang sama Bagas cuma mau pamer kemesraan sama gue oke lihat saja gue bakalan rebut Bagas dari lo Lintang yang mukanya sok cantik kenapa gue di tinggal sendirian tapi ada makanan dua porsi yang baru sedikit di makan apa gue ambil saja tapi gue pikir pikir ngapain gue mengambil makanan yang harganya murah gue mampu beli sama pabriknya sekalian gue sanggup lebih baik gue pikirkan caranya supaya gue bisa membuat Bagas jatuh cinta sama gue soalnya Bagas sumber uang buat gue lebih berharga Bagas dari pada makanan" batin Bodoh sambil menatap sinis ke makanan yang ada di sofa
Setelah beberapa puluh menit Bodoh ada di ruangannya Bagas sehingga dirinya memutuskan untuk kembali ke ruangannya namun saat dirinya akan keluar dari ruangan dirinya melihat Bagas yang sedang berjalan ke arahnya lebih tepatnya Bagas sedang berjalan ke arah ruangan miliknya Bagas lalu dengan gerakan cepat Bodoh meneteskan obat tetes mata di kedua matanya supaya kedua matanya terlihat sedang menangis supaya Bagas simpati bukan im3 ke dia setelah itu Bodoh berakting menangis sambil meraung raung sangat keras tentang semua tuduhan Lintang ke dirinya yang salah samar samar Bagas mendengar ada suara tangis membuat Bagas mempercepat langkah kakinya lalu buru buru masuk ke ruangan miliknya dirinya melihat Bodoh yang sedang menangis dan terduduk lemas di lantai ruangan kerja miliknya
"Bodoh kamu kenapa ?" tanya Bagas sambil berusaha meraih tubuhnya Bodoh untuk berdiri lalu Bodoh berdiri namun dengan berpura pura lemas sehingga dirinya menyandarkan tubuhnya ke Bagas
"Pak kenapa bu Lintang menuduh saya akan merebut bapak dari dia padahal saya ngga ada niat merebut bapak dari dia soalnya masih banyak laki laki lain yang masih sendiri belum punya pacar yang mau sama saya" jelas Bodoh berpura pura menangis sedangkan Bagas menatap ke arah Bodoh yang sedang mengeluarkan air mata buayanya di kedua matanya
"Bodoh lebih baik kamu ngga usah dengar kata kata Lintang mungkin dia cemburu sama kamu karena dekat sama saya iya saya ngga percaya kalau kamu ngga ada niat merebut saya dari Lintang" sahut Bagas sambil menepuk pundaknya Bodoh membuat Bodoh tertawa riang karena dirinya berhasil membuat Bagas percaya ke omongannya
"Iya pak tapi saya masih kepikiran dengan kata kata bu Lintang tadi kenapa dia kejam sekali sampai memfitnah saya ingin merebut bapak dari bu Lintang makasih bapak sudah percaya sama saya kalau gitu saya permisi dulu pak" ucap Lintang menjauhkan badannya dari tubuhnya Bagas sementara Bagas mengangguk anggukkan kepala
__ADS_1
"Kamu jangan pikirkan omongan Lintang mungkin Lintang cuma cemburu sama kedekatan saya dan kamu bukan memfitnah kamu sama sama ingat jangan pikirkan omongan Lintang" tegas Bagas membuat Lintang tersenyum lebar bukan karena omongan Bagas namun karena merasa dirinya berhasil membuat Bagas membenci lintang
"Kalau bu Lintang cemburu ke saya pasti bicaranya secara baik baik ngga seperti tadi tiba tiba bu Lintang menuduh dan memfitnah saya mau merebut bapak dari bu Lintang" sahut Bodoh sengaja mengompori Bagas membuat Bagas mematung di tempatnya lalu Bodoh langsung berjalan ke luar dari ruangan Bagas sambil tak henti hentinya menyebarkan senyuman lebar di wajahnya