Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Aku Wanita Paling Beruntung


__ADS_3

Lintang masih setia menatap Bagas dengan tatapan tajam membuat Bagas salah tingkah dan berkali kali bahkan ratusan kali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali mungkin akan sama persis dengan monyet kalau Bagas menggaruk kepalanya namun bedanya Bagas menggaruk tengkuknya



"Sayang aku bakalan makan kalau kamu ikut mampir ke rumahnya aku" ancam Lintang masih mengeluarkan tatapan tajam ke arah Bagas sementara Bagas membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga niatnya dia mau pergi ke rumahnya Jelek untuk meminta maaf dan berbagi keringat dengan Jelek tapi kenapa malah Lintang meminta dirinya untuk mampir ke rumahnya Lintang membuat otaknya Bagas berputar putar seperti roda mobil



"Sayang tapi aku harus ketemu rekan bisnis dari luar negeri jadi aku ngga bisa mampir ke rumahnya kamu" jelas Bagas berbohong namun sebenarnya menurut Bagas tidak bohong karena sebelumnya memang Bagas bilang ke Lintang bahwa Bagas akan menemui rekan bisnisnya sehingga kini otaknya Bagas menemukan alasan itu sementara Lintang mengeluarkan senyuman licik di wajahnya entah apa yang ada di otaknya


"Sayang kalau kamu mau ketemu sama rekan bisnisnya kamu aku ikut dong kalau kamu janjian di restoran aku bisa pesan meja yang berbeda dari meja tempat kamu sama rekan bisnis soalnya takut pembicaraan kamu sama rekan bisnis kamu penting terus kalau kamu janjian di perusahaan aku bisa menunggu di ruangan kerja miliknya kamu" tegas Lintang sambil menaik turunkan alisnya ke Bagas sedangkan kedua matanya Bagas terbelalak lebar dengan mulut menganga

__ADS_1


Dalam hatinya Bagas banyak perasaan yang berkecamuk kenapa malah Lintang ikut ketemu sama rekan bisnisnya Bagas ? padahal Bagas niatnya ke rumah Jelek kalau Lintang ikut otomatis tahu kalau Bagas menemui Jelek lebih parahnya lagi Lintang akan mencium perselingkuhan Bagas dengan Jelek


"Sayang kamu lebih baik ngga usah ikut mending kamu di rumah rebahan santai dari pada ikut nanti capek apalagi tadi kita berdua habis dari butik tapi aku takut kamu kecapekan kalau tadi ngga habis dari butik buat beli jas pengantin dan gaun pengantin pasti kamu bakalan aku ajak buat ketemu sama rekan bisnisnya aku satu meja ngga perlu repot repot beda meja terus kalau aku ketemu sama rekan bisnisnya aku di perusahaan bakalan aku ajak kamu masuk ke ruangan tempat meeting sekalian aku mau mengenalkan kamu kepada semua rekan bisnisnya aku bahwa kamu adalah tunangan aku sekaligus menjadi calon istri aku dan calon ibu dari anak anak aku" rayu Bagas mencoba membujuk supaya Lintang tidak ikut dengan dirinya sementara Lintang yang mendapat gombalan dari Bagas langsung menampilkan kedua pipi yang merah merona seperti tomat matang


"Sayang tapi aku pengin ikut kamu boleh yah ? aku sudah rebahan sebelum memilih gaun pengantin dan jas pengantin buat pernikahan kita berdua aku ngga capek kan kamu obatnya buat aku supaya ngga merasakan apapun kenyataannya aku tadi habis dari butik tapi aku akan tetap ikut kamu dan aku ngga bakalan mau turun dari mobilnya kamu ternyata kamu selain romantis gentle juga jadi pria berani mengajak aku satu meja sama kamu dan rekan bisnis kamu bahkan kamu mau mengajak aku ke ruangan meeting lalu mengenalkan aku ke rekan bisnis kamu bahwa aku tunangannya kamu sekaligus calon istri kamu dan calon ibu dari anak anak kamu memang aku wanita paling beruntung bisa mendapatkan tunangan sekaligus calon suami yang paket komplit dan paket sempurna seperti kamu" jelas Lintang dengan kedua matanya yang berbinar menatap ke arah Bagas sementara Bagas tersenyum masam mendengar Lintang yang ngotot ingin ikut dirinya bahkan tidak akan mau turun dari mobilnya dan akan ikut kemanapun perginya Bagas


Setelah memikirkan matang matang melebihi matangnya buah mangga kini Bagas sudah menemukan jawabannya walaupun dengan berat hati Bagas harus melakukan dari pada Lintang mengetahui perselingkuhan Bagas dengan Jelek


"Sayang aku mampir ke rumah kamu saja lebih baik janji aku sama rekan bisnisnya aku di tunda" ucap Bagas setelah hening selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah hening selama beberapa menit sambil Bagas mengeluarkan senyum paksa sedangkan Lintang yang mendengar perkataan Bagas langsung menerbitkan senyuman lebar di wajahnya yang cantik


"Iya sayang aku lebih baik mampir ke rumahnya kamu dari pada aku ketemu rekan bisnisnya aku soalnya kamu tadi main ancam ngga bakalan mau turun dari mobilnya aku kalau aku tetap bertemu rekan bisnisnya aku jadi lebih baik aku temani kamu saja dulu buat istirahat dan jadwal aku dengan rekan bisnisnya aku di ganti hari lain" jelas Bagas yang berbohong ratusan juta persen

__ADS_1


Alasan dirinya mampir ke rumahnya Lintang adalah supaya Lintang tidak mengikuti Bagas karena tadi Lintang bilang ngga akan mau turun Bagas sudah kenal sama Lintang lama jadi sudah tahu kalau Lintang pasti beneran ngga bakalan mau turun dari mobilnya Bagas



Sehingga setelah berpikir ratusan juta kali Bagas memilih untuk mampir ke rumahnya Lintang dari pada ketahuan ke rumahnya Jelek lebih baik Bagas mampir ke rumahnya Lintang walaupun hatinya masih memikirkan Jelek yang belum balas chat darinya


"Sayang aku senang banget kamu mampir ke rumahnya aku tadinya aku kira kamu bakalan tetap ketemu sama rekan bisnisnya kamu" rajuk Lintang lalu mencebikkan bibirnya sementara Bagas tersenyum masam mendengar omongan Lintang


"Sayang aku ngga bakalan tega membiarkan kamu ikut aku ketemu sama rekan bisnisnya aku karena aku yakin pasti kamu kecapekan habis dari buat buat memilih gaun pengantin dan jas pengantin buat acara pernikahan kita berdua" elak Bagas mencoba memberikan rayuan kepada lintang membuat Lintang menaburkan senyuman yang lebar di wajahnya


"Makasih sayang kamu memang pacar aku yang paling pengertian dan perhatian ke aku sampai ngga mau aku kecapekan lebiha baik kita berdua turun sekarang" ajak Lintang tangannya sudah memegang pintu mobil namun tangannya Lintang di pegang oleh Bagas membuat Lintang mengernyit heran

__ADS_1


"Sama sama sayang kamu pacarnya aku jadi aku ngga tega kalau kamu kecapekan sebaiknya aku saja yang bukakan pintu mobilnya" timpal Bagas sambil menatap ke Lintang sementara Lintang menganggukkan kepalanya tanpa melunturkan senyuman yang menghiasi wajahnya


"Sayang aku beruntung dapat pacar dan calon suami seperti kamu oke kamu yang bulanan pintu juga boleh" jawab Lintang membuat Bagas melepaskan tangannya dari tangannya Lintang memang Bagas harus melakukan hal yang kecil seperti membukakan pintu mobil supaya Lintang tidak curiga bahwa dieuha selingkuh dengan Jelek


__ADS_2