Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Sebentar Lagi Jadi Calon Menantu Aku


__ADS_3

Cahaya masih setia melototkan kedua matanya ke arah Gemilang membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali karena ketakutan yang menyelimuti dan menghinggapi hatinya Gemilang entah mengapa Gemilang sangat takut kepada Cahaya mungkin istilah gaulnya itu suami takut istri



Sungguh Cahaya sangat marah dan kesal kepada Gemilang karena Gemilang mengaku baru memegang tangannya Cahaya padahal saat Cahaya tersadar dari lamunannya juga Gemilang sudah memegang tangannya Cahaya tetapi kenapa bilangnya ke Cahaya kalau Gemilang baru memegang tangannya Cahaya.


"Papa itu sudah sejak tadi pegang tangannya mama, pura pura bilang baru megang tangannya mama lebih baik jujur jangan bohong pah" ucap Cahaya dengan nada ketus dan menaikkan suaranya sampai ratusan juta centi maksudnya Cahaya sampai menaikkan suaranya ratusan juta oktaf sedangkan Gemilang yang sedang sibuk dan asyik melamun tak mendengar omongan dari Cahaya sehingga kini Gemilang hanya diam saja tak bergeming dan tak menjawab perkataan dari Cahaya.


Setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya menunggu selama beberapa jam namun Cahaya tak mendengar suara dari Gemilang sehingga membuat Cahaya mengerutkan keningnya heran apakah Gemilang terserang penyakit tuli dan penyakit budeg.



Cahaya menatap ke arah Gemilang yang sedang menatap ke arah depan dengan tatapan kosong, Cahaya mulia berpikir apakah Gemilang sudah mulai terserang penyakit budeg dan tuli sehingga Gemilang tidak mendengar suara dan omongan dari Cahaya

__ADS_1


"Kayaknya suaminya aku sedang melamun makanya dia ngga mendengar suara omongan aku, sebenarnya suami aku melamun kenapa ? apa jangan jangan suami aku itu mulai terserang penyakit budeg dan tuli makanya ngga mendengar omongan aku yang merdu ini, terus gimana caranya aku supaya bisa membuat suami aku ngga melamun lagi soalnya aku takut nanti Lintang selesai bikin minum tapi aku ngga menemani Bagas selaku pacarnya Lintang, aku takut Lintang kecewa lebih baik aku ke ruang tamu lagi buat menemani Bagas" batin Cahaya menatap ke arah Gemilang sambil tersenyum menyeringai.


Setelah Cahaya berpikir akan meninggalkan Gemilang untuk ke ruang tamu menemui tunangannya Lintang alias tunangan anaknya yaitu Bagas, kini Cahaya mulai melangkahkan kakinya ingin menuju ke pintu ruangan kerjanya sang suami, baru Cahaya melangkah beberapa langkah tiba tiba Cahaya menghentikan langkah kakinya setelah berhenti Cahaya lalu menoleh ke arah Gemilang.


"Aku sebaiknya mengajak suami aku buat menemani aku menemui tunangannya Lintang alias Bagas, soalnya aku takut kalau aku ngga meminta suami aku membuat Bagas canggung, soalnya aku lihat Bagas masih canggung ke aku padahal sebentar lagi menjadi menantu aku tapi kenapa masih malu dan canggung ke aku, kalau aku ngga mengajak suami aku ke ruang tamu untuk menemui Bagas di jamin Bagas bakalan canggung lagi sama aku dan sekarang yang harus aku pikirkan adalah gimana caranya supaya suami aku mendengar semua omongan aku dan ngga menjadi tuli serta budeg dadakan seperti ini" batin Cahaya sambil melangkah mendekat ke arah Gemilang sang suami.


Setelah Cahaya memutar otaknya lebih tepatnya lagi setelah Cahaya memaksa otaknya untuk berpikir bagaimana caranya menyadarkan Gemilang, supaya Gemilang mendengar omongan Cahaya kini Cahaya telah menemukan ide briliant cara ampuh untuk membuat Gemilang mendengar suara Cahaya, mendapatkan ide seperti itu membuat Cahaya menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.


Cahaya menatap ke arah Gemilang sekilas lalu tanpa ragu dan tanpa aba aba Cahaya mendekatkan tubuhnya ke Gemilang lalu Cahaya berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Gemilang membuat Gemilang terlonjak kaget, hampir saja Gemilang mengeluarkan jurus bogeman mentah ke wajahnya Cahaya namun dengan cepat Cahaya menangkap tangannya Gemilang sehingga membuat Gemilang tidak jadi mengeluarkan jurus bogeman mentah ke wajahnya Cahaya.


"Papa jangan melamun membuat suara merdunya mama terbuang sia sia gara gara teriakan mama ngga di dengar oleh papa, suaranya mama mahal pah jadi ngga usah biarkan suaranya mama terbuang sia sia dengan cara papa melamun kalau papa melamun papa ngga bakal dengar suara merdunya mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat lantang di telinganya Gemilang membuat Gemilang terlonjak kaget


Mendapat serangan mendadak berupa teriakan dari Cahaya di telinganya Gemilang membuat Gemilang hampir saja Gemilang mengeluarkan jurus kagetnya berupa bogeman mentah ke wajahnya Cahaya namun dengan gerakan cepat Cahaya menghentikan tangannya.

__ADS_1


"Papa mau ngapain jangan bilang papa mau menonjok wajahnya mama makanya tangannya papa terkepal kayak gitu" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang sambil tangannya masih menahan tangannya Gemilang yang tadi hampir saja memberikan bogeman mentah buat Cahaya.


Gemilang langsung menelan salivanya berkali kali setelah mendapat serangan pertanyaan dari Cahaya, Gemilang bingung mau jawab jujur atau tidak sebenarnya memang semua yang tadi di katakan oleh Cahaya benar ratusan milyar persen, namun kalau Gemilang berkata jujur tidak menutup kemungkinan kalau Cahaya akan bertambah marah dan murka kepada Gemilang tapi kalau Gemilang tidak jujur pasti nanti akan ada masalah besar yang akan di hadapi oleh Gemilang.



Gemilang secara refleks menganggukkan kepalanya mantap namun sedetik kemudian Gemilang menggeleng gelengkan kepalanya mantap membuat Cahaya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga melihat anggukkan kepalanya Gemilang sebagai tanda bahwa Gemilang akan menghajar wajahnya Cahaya.


"Pa pa papa ngga niat menonjok wajahnya mama koq" elak Gemilang dengan nada terbata bata karena ketakutan yang menghinggapi dan menyelimuti Gemilang sedangkan Cahaya menatap nyalang ke Gemilang.


"Papa jangan bohongi mama soalnya mama yakin papa itu tadi tangannya mau menonjok wajahnya mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang sambil Cahaya melototkan kedua matanya ke arah Gemilang.


"N n ngga mama papa ngga ada niat buat menonjok wajahnya mama" lagi dan lagi Gemilang mencoba mengelak supaya Cahaya tidak marah namun tatapan Cahaya malah semakin melototkan kedua matanya ke arah Gemilang dengan tangan yang masih memegang tangannya Gemilang dalam keadaan seperti itu membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali.

__ADS_1


__ADS_2