
Lintang masih berjalan dengan gerakan kakinya yang sedang dirinya melakukan itu supaya Cahaya sang mama dan Bagas dapat akrab seperti dirinya yang sangat dekat dan bisa akrab dengan papanya Bagas dan mamanya Bagas
"Lebih baik gue jalannya di perlambat kalau perlu gue harus berjalan lebih lambat dari kura kura supaya mama gue dan Bagas calon suaminya gue bisa akrab dan ngga merasa canggung lagian gue heran sama Bagas kenapa masih canggung sama mama gue padahal mama gue itu orangnya baik banget dan ngga gampang marah kalau ngga di sakiti duluan tapi sebaiknya gue nanti buatkan minuman sekalian buat mama gue bukan cuma Bagas doang" batin Lintang sambil berjalan ke arah dapur dengan gerakan kakinya yang di perlambat
Cahaya dan Bagas yang sudah tidak melihat bayangan Lintang dan tubuhnya Lintang karena Lintang sudah jauh melangkah sampai tidak terlihat di pandangan matanya Cahaya dan Bagas setelah Lintang tidak terlihat lagi kini Cahaya menatap ke arah Bagas yang menatap ke jejak kakinya Lintang membuat Cahaya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sambil menatap Bagas
"Bagas ayo duduk" ajak Cahaya sambil kedua matanya tak pernah lepas dari Bagas sementara Bagas yang fokus menatap ke arah jejak kakinya Lintang langsung menoleh ke arah sumber suara setelah dirinya mendengar suara Cahaya
"Iya tante" jawab Bagas sambil tersenyum kikuk membuat Cahaya menahan tawanya yang akan meledak melihat tingkah dari Bagas tunangan anaknya sekaligus sebentar lagi akan berganti status menjadi suami anaknya
Cahaya menjatuhkan bokongnya ke sofa yang terletak di ruang tamu sementara Bagas juga mengikuti jejak Cahaya yaitu mendaratkan bokongnya di sofa yang terletak di depan Bagas membuat Cahaya mengumbar senyum lebar di wajahnya sambil menatap Bagas
__ADS_1
Bagas yang canggung dengan keadaan apalagi melihat tatapan Cahaya yang mengarah kepadanya terus menerus membuat Bagas menundukkan kepalanya membuat Cahaya mengernyitkan keningnya heran
"Bagas lagi ngelihatin apa di bawah apa ada uang yang jatuh di atas lantai atau Bagas melihat semut yang berbaris di lantai dengan rapi tapi ngga mungkin kalau ada semut soalnya aku tadi sudah menyapu bahkan mengepel lantai sehingga lantainya di jamin bersih dan terbatas dari debu apalagi semut juga ngga akan menempel di lantai soalnya lantainya kan licin membuat semut akan terpeleset kalau menginjak di lantai rumah miliknya aku oh aku tahu apa Bagas canggung sama aku apalagi aku dari tadi melihat Bagas terus membuat Bagas menundukkan kepalanya" batin Cahaya sambil menggelengkan kepalanya samar dengan senyuman lebar yang terbit di wajahnya
"Kenapa mamanya Lintang dari tadi memperhatikan gue jangan jangan mamanya Lintang sudah tahu perselingkuhan gue sama Jelek makanya dia menatap gue terus gimana dong ini sebenarnya Lintang yang dari mana kalau gue selingkuh sama Jelek dan sejak kapan Lintang tahu perselingkuhan gue sama Jelek apa gue bicarakan ke Jelek kalau Lintang dan mamanya Lintang tahu perselingkuhan gue sama Jelek tapi kalau gue bicara sama Jelek yang ada nanti Jelek ngga mau selingkuh sama gue lagi dan yang lebih parahnya lagi Jelek ngga mau hubungan intim sama gue lagi terus nanti siapa yang menuntaskan hasrat gue soalnya gue yakin kalau Lintang pasti belum pengalaman dan gue yakin Jelek lebih pengalaman di banding Lintang sebaiknya gue sembunyikan ini dari Jelek" batin Bagas sambil menundukkan kepalanya dengan perasaan yang cemas dan khawatir
"Bagas tante mau ngomong sesuatu" ucap Cahaya mengawali pembicaraan setelah sekian puluhan jam saling diam kelamaan dong maksudnya setelah beberapa puluh menit saling diam karena sibuk dan asyik berkelana dengan pikiran masing masing sementara Bagas tidak mendengar suara Cahaya entah karena suara Cahaya yang begitu lembut melebihi lembutnya kain sutera atau karena Bagas yang asyik dan sibuk melamun
Setelah Cahaya menunggu selama beberapa jam kelamaan dong maksudnya setelah menunggu selama beberapa menit namun Bagas tidak menjawab pertanyaan dari Cahaya membuat otaknya Cahaya traveling kemana mana apa Bagas tuli dan budeg ? sejak kapan Bagas tuli dan budeg ?
__ADS_1
"Bagas" panggil Cahaya menambahkan volume ratusan juta rupiah maksudnya ratusan juta oktaf hampir berteriak sedangkan Bagas yang sedang melamun langsung terlonjak kaget bahkan hampir saja Bagas jatuh dan mencium wanginya lantai kalau saja Bagas tidak berpegangan kepada sofa yang dia duduki lalu Bagas menatap ke arah Cahaya sambil tersenyum kikuk
"Ada apa tante ?" tanya Bagas sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal salah tingkah namun hatinya Bagas yakin kalau Cahaya mengetahui perselingkuhan Bagas dengan Jelek karena Cahaya juga mengeluarkan suara emasnya memangnya emas bisa bersuara ? bukannya banyak yang bilang kalau diam itu seperti emas jadi emas ngga bisa bicara maksudnya mendengar suara Cahaya yang sangat keras bahkan hampir berteriak
Cahaya yang melihat dan mendengar kalau Bagas sudah sadar dari lamunannya langsung mengulum senyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dia sedang tersenyum
"Bagas tante mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Cahaya mengulangi perkataannya yang tadi belum terdengar di kedua telinganya Bagas sementara Bagas langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga bahkan dari tubuhnya Bagas mengeluarkan keringat dingin padahal ngga di letakkan di kulkas dengan keringat yang bercucuran sebesar biji semangka tapi kalau semangka terlalu kecil lebih baik Bagas mengeluarkan keringat sebiji biji jagung
Dalam hatinya Bagas di liputi rasa cemas dan khawatir kalau Cahaya mau membahas sesuatu yang penting itu berhubungan dengan perselingkuhannya dengan Jelek di belakang Lintang
"Jangan jangan mamanya Lintang mau ngomong sesuatu yang penting ke gue untuk membahas perselingkuhan gue sama Jelek tapi gue yakin kalau mamanya Lintang sudah mengetahui perselingkuhan gue sama Jelek ketahuan dari gerakan kedua matanya yang terus menatap gue terus sekarang tiba tiba mamanya Lintang bilang mau ngomongin sesuatu yang penting ke gue terus nanti gue harus jawab apa dong kalau mamanya Lintang sudah tahu perselingkuhan gue sama Jelek masa gue harus mengakui kalau gue selingkuh sama Jelek yang ada nanti gue bakalan di marahin habis habisan oleh papa gue dan bukan cuma itu doang papa gue akan mencabut semua fasilitas yang di berikan ke gue termasuk perusahaan tempat gue jadi ceo juga bakalan di cabut dan menjadi miliknya papa pokoknya gue harus menutupi perselingkuhan gue sama Jelek supaya semua fasilitas gue ngga di cabut papa gue dan perusahaan tempat gue jadi ceo juga harus jadi perusahaan miliknya gue jangan di ambil oleh papa gue lebih baik gue bilang Jelek yang menggoda gue" batin Bagas sibuk dan asyik melamun dengan dunianya sendiri
__ADS_1