
Lintang melangkah ke kamarnya sementara Bagas mengekorinya ke kamarnya Lintang setelah itu Lintang membuka pintu kamarnya membuat Bagas tanpa komando masuk ke dalam kamarnya Lintang untuk meletakkan semua cincin yang ada di tangannya lalu Lintang melangkah menuruni anak tangga untuk menuju ke dapur tanpa meletakkan tasnya sementara Bagas langsung keluar tanpa menutup pintu pasti dirinya akan sibuk mengurus mengantarkan semua cincin pesanan Lintang walaupun dirinya habis di kuras uangnya dengan total triliunan tidak membuat Bagas murung bahkan sekarang dirinya menebarkan senyum lebar di wajahnya yang tampan tak terasa Lintang sampai di dapur tanpa aba aba Lintang meletakkan tasnya di atas meja dapur lalu dirinya melangkah ke rak piring untuk mengambil gelas, sendok, dan nampan karena dirinya berniat membuatkan minuman untuk sang kekasih setelah sampai di sebelah rak piring tanpa ragu tangannya Lintang dengan gesit mengambil semua yang di perlukan oleh Lintang setelah semuanya menempel di tangan Lintang tanpa perintah kedua kaki jenjangnya Lintang menuju ke meja dapur
"Lebih baik gue buatkan minuman buat Bagas pasti dia capek banget membawa semua cincin yang gue pesan soalnya cincin yang gue pesan mungkin ada sekitar ratusan juta makanya harganya sampai triliunan gue suka banget sama model model cincin yang ada di sana jadi gue borong semua cincin tapi ada yang gue tinggal beberapa biji buat tunggu tuh toko perhiasan tapi Bagas ngga melarang gue beli cincin sebanyak itu malah dia juga ngga keberatan waktu gue minta belikan dia cincin apa segitu cintanya Bagas sama gue jadi makin cinta dan makin sayang sama Bagas berarti gue termasuk orang yang beruntung di dunia ini karena mendapatkan pria yang sempurna seperti Bagas" gumam Lintang sambil tetap berjalan ke arah meja dapur
Bagas sudah membawa beberapa bungkus plastik yang berisi cincin yang Lintang pesan namun Bagas sudah berkali kali naik dan turun pohon maksudnya sudah naik dan turun dari genteng lebih tepatnya Bagas sudah berkali kali naik dan turun tangga namun kedua matanya belum menangkap tubuhnya Lintang jangankan tubuh batang hidungnya saja belum terlihat oleh Bagas entah kemana Lintang soalnya entah di ruang makan, ruang tamu, atau di kamarnya membuat Bagas heran namun tetap melanjutkan pekerjaannya yaitu membawa semua cincin yang Lintang pesan ke kamarnya
"Gue dari tadi bolak balik ke kamarnya Lintang buat mengantar cincin koq gue belum melihat Lintang entah di ruang makan, di ruang tamu, atau di kamarnya apakah Lintang berubah menjadi semut masa memangnya bisa manusia berubah menjadi semut, atau Lintang berubah menjadi tikus memangnya bisa manusia berubah menjadi tikus tapi cerita maling kerudung maksudnya malin kundang manusia di sihir dan di sulap menjadi batu maksudnya manusia menjadi batu" monolog Bagas sambil tetap membawa semua cincin yang Lintang beli ke kamarnya Lintang
Lintang telah sampai di meja dapur lalu Lintang meletakkan dua gelas, satu sendok, dan nampan ke atas meja dengan posisi nampan di atas meja lalu gelas di letakkan di atas nampan sementara sendok terletak di atasnya gelas setelah itu Lintang mengambil sirup yang tergeletak di kulkas samping meja dapur karena Bagas tidak suka teh, kopi, atau susu yah panas atau hangat sehingga tangganya Lintang langsung membuka pintu kulkas setelah itu Lintang mengambil sirup rasa melon lalu dirinya menutup kulkasnya kembali setelah itu Lintang menuangkan sirup tersebut ke dalam dua gelas secara bergantian karena Lintang mengimbangi selera Bagas walaupun Lintang meminum teh, kopi, dan susu hangat atau panas sanggup namun dirinya berusaha mengikuti kesukaan Bagas supaya setelah menikah banyak kesamaan antara dirinya dan Bagas setelah itu Lintang menaruh sirup ke atas nampan setelah itu Lintang menambahkan air ke dalam gelas yang di tuangi sirup lalu air dalam wadah itu di letakan ke dalam nampan mungkin supaya kalau Bagas masih kehausan tinggal meracik sirup yang ada di nampan lalu tangannya Lintang langsung mengaduk sirup tanpa di beri apapun cuma di tambahkan dengan air doang karena Bagas ngga terlalu suka manis mungkin karena mukanya batas sudah manis sehingga tidak suka manis lalu tangannya Lintang mengambil kue yang ada di kulkas setelah dirinya membuka kulkas tanpa ragu dirinya mengambil kue yang sudah di letakkan di piring setelah itu Lintang menutup pintu kulkasnya lagi lalu Lintang meletakkan kue tersebut ke nampan mungkin kue itu buat menemani minuman sirup lalu tangannya Lintang langsung membawa nampan ke ruang tamu dirinya melangkah dengan hati hati karena takut menginjak semut lebih tepatnya Lintang takut mencium wanginya lantai dengan nampan dan teman temannya melayang entah kemana
"Gue buatkan minuman buat Bagas soalnya gue haus apalagi Bagas yang menyetir mobil dan membawa cincin gue dengan jumlah banyak pasti hausnya pakai banget beruntung mama gue semalam buat kue jadi kue bisa di jadikan teman buat minuman sirupnya" kata Lintang sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya
__ADS_1
Setelah beberapa menit melangkah Lintang telah sampai di ruang tamu lalu tanpa di komando dirinya langsung melemparkan nampan berisi isinya kalau di lempar akan jadi acak acakan dan berantakan dong maksudnya Lintang langsung meletakkan nampan yang berisi sirup, kue, dan pelengkap lainnya ke atas meja dengan sangat hati hati mungkin Lintang takut nanti kedengaran oleh semut dan semut bakalan rebutan sirup dan kue yang dia bawa lalu Lintang menjatuhkan bokongnya di sofa empuk yang berada di ruang tamu celingak celinguk mencari Bagas yang belum kelihatan batang hidungnya
"Gue yakin pasti Bagas belum menyelesaikan tugasnya yaitu memindahkan semua cincin yang gue beli ke kamar gue lebih baik gue buka sosial media atau buka email siapa tahu ada berkas masuk dari karyawan gue soalnya kalau gue bantuin Bagas ngga bakalan di bolehin" gumam Lintang lalu mengambil handphone yang di simpan di saku roknya setelah itu Lintang berselancar dengan handphone miliknya
Bagas telah selesai mengerjakan pekerjaan yang sangat membuatnya mandi berkeringat namun sayangnya Bagas bukan berkeringat karena ulahnya di atas ranjang yang melakukan hubungan intim namun karena ulahnya di atas tangga bukan melakukan hubungan intim namun naik turun tangga membawa semua cincin yang di pesan oleh Lintang dengan perlahan Bagas menutup pintu kamarnya Lintang setelah dirinya ada di atas pohon maksudnya setelah dirinya ada di luar kamarnya Lintang lalu kedua kakinya Bagas berjalan ke ruang tamu satu persatu menuruni tangga namun saat baru satu kali menuruni tangga Bagas menangkap ada bayangan yang sedang bergoyang di pelupuk matanya maksudnya bayangan yang sedang diam di tempat lalu Bagas menoleh ke bawah sambil kakinya tetap melangkah ke bawah ternyata Bagas melihat Lintang sedang duduk manis melebihi manisnya madu setelah itu Bagas langsung mempercepat langkah kakinya kalau dirinya sedang naik mobil atau sepeda motor dirinya menambah gas untuk mempercepat laju mobil atau sepeda motor yang di kendarai setelah sampai di sisi Lintang dirinya menatap Lintang dari atas sampai bawah tanpa Lintang sadari karena dirinya sedang asyik dan sibuk memainkan handphone di tangannya
"Sayang kamu ada di sini ?" tanya Bagas sambil mendekap tubuhnya Lintang dari samping sementara Lintang menoleh ke sumber tangan yang mendekap tubuhnya
"Sayang kamu kemana saja ? apa dari tadi kamu ada di sini ? tapi kenapa aku tadi bolak balik membawa cincin pesanan kamu ke kamarnya kamu di sini kamu belum kelihatan ?" cerca Bagas meloncatkan pertanyaan bertubi tubi membuat Lintang tersenyum simpul lalu menarik tangan Bagas yang sedang mendekap tubuhnya supaya duduk di sampingnya mendapatkan tarikan di tangannya membuat Bagas langsung jatuh di samping Lintang namun jatuhnya itu posisi duduk sementara Lintang meletakkan handphone miliknya ke saku roknya
"Sayang aku habis dari dapur aku baru sampai sini gimana mau kelihatan aku saja baru sampai sini soalnya aku tadi ke dapur buat membuatkan minuman buat kamu silahkan di minum di jamin segar" jelas Lintang lalu mengambilkan gelas yang berisi sirup ke tangannya Bagas membuat Bagas menerima gelas yang di sodorkan lintang dengan senang hati
__ADS_1
"Sayang kamu perhatian banget sama aku jadi makin cinta sama kamu iya lihat wajah kamu yang cantik saja bisa bikin aku segar dan bugar" goda Bagas sambil mengedipkan mata ke Lintang sedangkan Lintang menampilkan kedua pipi yang merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap tangannya Lintang langsung mengambil minuman untuk dirinya sendiri lalu memalingkan wajahnya menutupi rona pipi merah di wajahnya takutnya malah di kira badut oleh Bagas
"Sayang aku perhatian ke kamu karena aku cinta sama kamu koq malah aku di samakan sama makanan bisa bikin kamu segar dan bugar setelah kamu konsumsi" ledek Lintang lalu mengerucutkan bibirnya jutaan centi ke depan sementara Bagas terkikik geli
"Sayang aku juga cinta sama kamu makanan sama kamu beda koq soalnya makanan itu buat di makan kalau kamu buat di tanami rahimnya sama aku supaya bisa menghasilkan buah cinta di antara kita berdua" jelas Bagas tanpa dosa lalu meminum minuman yang ada di tangannya sedangkan Lintang langsung menatap nyalang ke Bagas
"Sayang kamu mesum banget lebih baik kamu makan kue itu supaya otak mesumnya kamu berganti ke otak makanan" ketus Lintang meletakkan gelas yang ada di tangannya ke nampan lalu tangannya Lintang langsung mencomot kue yang tersaji di atas piring lalu memasukkannya kue tersebut ke dalam mulutnya
"Sayang mending aku punya otak mesum dari pada punya otak makanan kalau otak mesum menjamin aku punya anak dari rahim kamu tapi kalau otak makanan memangnya bisa menjamin punya anak dari rahim kamu ?" goda Bagas lalu tertawa kecil namun berganti sebuah ringisan kesakitan saat tangannya Lintang mencubit pinggang Bagas beruntung Bagas tidak melemparkan gelasnya ke mukanya Lintang atau Bagas tidak membanting gelasnya ke lantai kalau itu terjadi di jamin Lintang malah semakin mengomel ke Bagas
"Awwww sayang kamu kenapa mencubit aku kalau kamu minta jatah harusnya bilang secara langsung jangan pakai kode kayak gini apa kamu ingin kita berdua melakukan hubungan intim sekarang soalnya mobilnya mama kamu, mobilnya adik kamu, dan mobilnya papa kamu ngga ada di halaman itu artinya mereka sedang berada di luar ngga ada di rumah jadi kita berdua ngga bakalan ketahuan kamu tenang saja aku bakalan menikahi kamu" jelas Bagas sambil memegang pinggangnya yang tadi di cubit oleh Lintang sedangkan Lintang menatap tajam ke Bagas
__ADS_1
"Sayang aku ngga minta jatah ke kamu aku minta kamu diam jangan bicara soal ranjang lagi soalnya aku mau makan kue yang lezat dan enak walaupun aku statusnya pacar kamu dan sebentar lagi status kita berdua bertunangan tapi aku tetap ngga mau melakukan hubungan intim sama kamu sebelum aku menikah secara sah sama kamu jadi jangan harap kamu bisa melakukan hubungan intim sama aku sebelum kamu menikahi aku lebih baik kamu menikahi aku dulu baru kita berdua bisa bebas melakukan hubungan intim" tegas Lintang penuh penekanan lalu Lintang memakan kue yang ada di piringnya sementara Bagas menampilkan wajah yang masam mendengar omongan Lintang ternyata Lintang tidak mau melakukan hubungan intim dengan Bagas walaupun mereka berdua telah bertunangan padahal Bagas berharap mungkin setelah Bagas bertunangan dengan Lintang dirinya bisa melakukan hubungan intim sama Lintang namun seakan Lintang tahu maksud dan tujuan Bagas bahwa ingin melakukan hubungan intim sama Lintang setelah Lintang dan Bagas bertunangan