
Lintang menggenggam tangannya Bagas berjalan menuju ke pelayan butik tanpa di sadari oleh Lintang Bagas mengeluarkan senyuman liciknya karena bisa membuat Lintang langsung mau pulang tanpa bertanya terus menerus masalah apa yang di hadapi oleh Bagas
"Sebenarnya Bagas ada masalah apa kenapa dia ngga cerita ke gue apa dia punya masalah di kantor dan dia ngga mau membagi ke gue karena dia ngga mau membebani gue lebih baik gue hilangkan saja pikiran buruk gue tentang Bagas bukannya tadi Bagas sudah bilang kalau dia ngga punya masalah apapun" batin Lintang tetap berjalan sambil menggenggam tangannya Bagas
Bagas berjalan mensejajarkan diri dengan Lintang tapi tak henti hentinya dirinya mengeluarkan senyuman licik yang dia punya dia bahagia karena dengan membahas kalau Lintang tidak percaya dengan Bagas membuat Lintang mau langsung di ajak pulang dari butik
"Gue senang banget karena gue bisa ajak Lintang balik dari butik dan ngga bertanya masalah apa yang gue hadapi cuma gara gara gue menuduh Lintang ngga percaya sama gue ternyata Lintang di tuduh kayak gitu langsung mau pulang ke rumah dan ngga membahas masalah lagi" batin Bagas sambil mengeluarkan senyuman seringai dan berjalan ke arah pelayan butik
Setelah Bagas dan Lintang telah melangkah selama beberapa menit kini mereka berdua sampai di depan pelayan butik yang sedang menerbitkan senyuman ramah ke arah Bagas dan Lintang secara bergantian membuat Lintang membalas dengan senyuman lebar yang mengembang di wajah cantiknya
"Mba saya mau ambil gaun yang ini dan jas yang ini" ucap Lintang sambil mengambil gaun pengantin miliknya dan jas pengantin miliknya Bagas dari tangannya Bagas lalu tanpa ragu Lintang menyodorkan gaun pengantin dan jas pengantin tersebut ke pelayan butik sementara pelayan butik menganggukkan kepalanya mantap sambil tak henti hentinya mengeluarkan senyuman ramah yang di miliki
__ADS_1
"Sebentar mba mas saya bungkus dulu" jawab pelayan butik sambil menerima gaun pengantin dan jas pengantin yang di sodorkan oleh Lintang sementara Lintang dengan cepat menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
"Jangan lama lama mba soalnya saya mau ada meeting sebentar lagi" perintah Bagas sambil menatap ke arah pelayan butik sementara pelayan butik menganggukkan kepalanya satu kali sedangkan Lintang menoleh ke arah Bagas dengan kening yang berkerut
"Sayang bukannya kamu hari ini ngga ada meeting sama sekali kan kamu bilang kamu izin sehari ini buat memilih gaun pengantin dan jas pengantin buat kita berdua" jelas Luntang sambil memicingkan satu mata ke Bagas sementara Bagas nampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan pelayan butik hanya tersenyum tipis
"Sayang memang aku tadi bilang sekarang ngga ada meeting sama sekali setelah memilih gaun pengantin dan jas pengantin buat acara pernikahan kita berdua tapi ini meeting mendadak dari rekan bisnis aku yang dari luar negeri" elak Bagas menutupi kebohongan sambil memaksakan diri untuk tersenyum sementara Lintang menautkan kedua alisnya sedangkan pelayan butik menatap ke arah Rembulan dan Bagas secara bergantian
"Mba mas saya pamit dulu mau membungkus gaun pengantin dan jas pengantin yang di pilih" pamit pelayan butik hati hati sementara Bagas langsung menganggukkan kepalanya mantap sedangkan Lintang hanya tersenyum tipis sebagai jawaban
"Iya mas saya akan membungkus semua ini secepatnya saya permisi dulu" pamit pelayan butik sambil menatap ke Bagas dan Lintang secara bergiliran sementara Bagas dan Lintang kompak menganggukkan kepalanya mereka berdua dengan mantap
__ADS_1
Pelayan butik pergi berjalan meninggalkan Lintang dan Bagas membuat Lintang dan Bagas serentak menatap ke arah pelayan butik yang perlahan menjauh dari mereka berdua setelah pelayan butik tidak terlihat lagi Lintang langsung menoleh ke arah Bagas sementara Bagas sedang mengeluarkan senyum lebar karena membayangkan Jelek sudah membalas chat whatsapp dari dirinya lalu nanti malam sesuai rencana Bagas dan Jelek akan pergi ke hotel untuk melakukan hubungan intim karena dirinya sudah berjanji akan melakukan hubungan intim saat malam hari setelah membeli gaun pengantin dan jas pengantin dengan Lintang
"Sayang kamu kenapa ?" tanya Lintang dengan menaikkan satu alisnya ke atas sementara Bagas yang sedang menebarkan senyum lebar di wajahnya lansung melunturkan senyuman dalam sekejap sebelum menoleh ke arah Lintang
"Sayang aku ngga kenapa napa" jawab Bagas tersenyum tipis sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sedangkan Lintang memicingkan satu mata ke arah Bagas dalam hatinya Lintang dirinya berkata kenapa sikapnya Bagas aneh pertama saat dirinya memilih jas dia melihat Bagas tersenyum sangat lebar sementara saat dirinya di sebelah Bagas duduk di sofa ekspresi wajah Bagas menekuk wajahnya dan kini secara mendadak lagi ekspresi Bagas berubah menjadi tersenyum lebar lagi
"Sayang memangnya kamu setelah dari butik ini kamu mau kemana ?" Lintang memberanikan diri untuk bertanya kepada Bagas sementara Bagas tersenyum masam mendengar pertanyaan Lintang
"Sayang bukannya aku sudah bilang tadi bahwa aku mau ketemu dan meeting sama rekan bisnis aku yang ada di luar negeri kenapa kamu nanya lagi ke aku ? oh aku tahu pasti kamu curiga dan ngga percaya sama aku ?" cerca Bagas menatap tajam ke Lintang dalam hatinya Bagas pasti cara ini akan berhasil membuat Lintang merasa bersalah karena menuduh Bagas sementara Lintang dengan gerakan cepat menggeleng gelengkan kepalanya mantap
"Sayang aku cuma nanya ke kamu soalnya tadi kamu bilang bahwa kamu ngga ada meeting hari ini karena kamu sengaja meliburkan diri setelah kamu sama aku memilih gaun pengantin dan jas pengantin untuk kita berdua aku ngga curiga dan aku selalu percaya sama kamu" jelas Lintang sambil memegang pundak Bagas sementara Bagas langsung menepis tangannya Lintang yang ada di pundaknya
__ADS_1
"Sayang bukannya tadi aku sudah bilang bahwa ini itu dadakan walaupun aku sengaja meliburkan diri tapi rekan bisnis aku yang dari luar negeri mengajak aku buat meeting hari ini jadi aku meeting soalnya kasihan dia jauh jauh dari luar negeri masa ngga jadi meeting sama aku kalau kamu ngga curiga sama aku dan kalau kamu percaya sama aku harusnya kamu ngga banyak nanya ke aku karena kalau kamu banyak nanya ke aku kesannya kamu malah curiga dan ngga percaya sama aku" ketus Bagas sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sementara Lintang menelan air ludahnya sendiri dengan perasaan ketar ketir
"Iya sayang aku percaya sama kamu kalau rekan bisnis kamu dari luar negeri mengajak kamu meeting hari ini benar juga kasihan rekan bisnis kamu yang dari luar negeri kalau kamu ngga meeting sekarang maaf aku cuma nanya ke kamu bukan berarti aku curiga dan ngga percaya sama kamu" jawab Lintang sambil menatap wajah Bagas sementara Bagas melengoskan wajahnya lalu dirinya mengeluarkan senyum licik di wajahnya tanpa di sadari oleh Lintang