Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Non Stop Tanpa Jeda Iklan


__ADS_3

Gemilang menatap ke arah Cahaya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena dirinya sudah menemukan ide yang tepat untuk menyadarkan lamunannya Cahaya tanpa Gemilang harus berteriak teriak di telinganya Cahaya



Kalau Gemilang berteriak di telinganya Cahaya di jamin Cahaya bakalan mengeluarkan teriakan teriakan yang sangat kencang dan sangat keras 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda itu pasti akan membuat telinganya Gemilang kesakitan lebih parahnya lagi gendang telinganya Gemilang rusak


"Aku yakin istrinya aku sekarang sedang melamun jadi lebih baik aku gunakan cara yang tadi di keluarkan oleh otaknya aku dan kepalanya aku yaitu menyadarkan istri aku tanpa aku harus berteriak teriak di telinganya istri aku dan tanpa aku mendorong tubuhnya istri aku soalnya di jamin kalau aku berteriak di telinganya istri aku dan mendorong tubuhnya istri aku di jamin istri aku bakalan marah marah berteriak teriak 24 jam non stop tanpa jeda iklan walaupun hanya satu detik dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang" batin Gemilang sambil mengeluarkan senyum lebar di wajahnya


Cahaya masih memikirkan nasibnya dan memikirkan keputusan apa yang sudah di ambil oleh Gemilang sang suami apakah Gemilang akan memberi hukuman ke Cahaya atau Gemilang akan menceraikan Cahaya memikirkan itu membuat Cahaya pusing ratusan juta keliling

__ADS_1


"Kira kira keputusan suami aku itu apa jangan jangan suami aku lebih memilih menceraikan aku dari pada harus memberikan hukuman ke aku soalnya suami aku itu bucin akut ke aku pasti ngga akan mau memberikan hukuman ke aku apalagi suami aku selalu menurut ke aku, tapi kalau suami aku lebih memilih memberi hukuman ke aku itu tanda baik karena suami aku mau mempertahankan aku sebagai istrinya itu baru bisa di katakan bucin akut ke aku karena tetap ingin selalu bersama dengan aku, tapi kalau suami aku lebih memilih menceraikan aku dengan alasan suami aku tidak tega memberikan hukuman ke aku itu tandanya suami aku belum bucin akut ke aku kalau suami aku bucin akut ke aku pasti lebih baik memberikan hukuman ke aku dari pada menceraikan aku" batin Cahaya sambil tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum


Gemilang menatap ke arah Cahaya yang masih sibuk dan asyik melamun entah apa yang di bayangkan oleh Cahaya, Gemilang sendiri juga tidak tahu intinya tugasnya Gemilang saat ini adalah menyadarkan Gemilang dari lamunannya tanpa membuat Cahaya marah dan emosi sampai mengeluarkan jurus andalan Cahaya berupa ceramah 24 jam non stop tanpa iklan sambil berteriak ceramahnya



Gemilang mendekat ke arah Cahaya lalu Gemilang menatap wajah Cahaya sekilas sebelum Gemilang menjalankan misinya, Gemilang mulia melaksanakan aksinya berupa tangannya Gemilang memegang tangannya Cahaya yang tak tertutup oleh pakaian


__ADS_1



Gemilang yang telah memegang tangannya Cahaya yang tak tertutup pakaian selama beberapa puluh menit namun belum ada aksi dari Cahaya yang membuyarkan lamunannya membuat Gemilang berpikir bahwa cara yang di lakukan saat ini belum berhasil membuat Gemilang tersenyum masam melihat hasil yang di peroleh


"Aku sudah megang tangannya istri aku selama beberapa puluh menit tapi istri aku belum ada tanda tanda mengehentikan lamunannya gimana dong cara supaya istrinya aku ngga melamun masa aku harus berteriak di telinganya istri aku, kayaknya kalau aku berteriak di telinganya istri aku di jamin pasti akan membuat istri aku tersadar dari lamunan tapi gimana nasibnya aku dong setelah aku berteriak di telinganya istri aku di jamin istrinya aku bakalan nyerocos terus tanpa henti tapi kalau aku belum berteriak di telinganya istri aku dari tadi istri aku belum membubarkan lamunannya padahal aku sudah berkali kali berusaha dari mulai memegang pundak istri aku lalu setelah lama menunggu istri aku belum tersadar dari lamunannya kini aku berusaha lagi dengan cara aku memegang tangannya istri aku tetap saja istri aku belum tersadar dari lamunannya" batin Gemilang sambil tetap memegang tangannya Cahaya namun kedua matanya Gemilang menatap ke arah wajah Cahaya


"Aku heran sama semut yang ada di tangannya aku kenapa dari tadi betah banget ada di tangannya aku, sebenarnya aku mau menghilangkan semut yang ada di tangannya aku tapi aku sedang sibuk melamun dan sedang asyik melamun memikirkan keputusan yang akan di ambil oleh suami aku nanti tapi ngomong ngomong kenapa semutnya kayak bentuknya besar bukannya biasanya semut itu bentuknya kecil dan walau ada semut yang besar tapi ngga ada semut yang sebesar ini apa itu semut sering makan banyak sehingga semut yang ada di tangannya aku itu termasuk semut yang bentuknya besar kenapa aku jadi heboh memikirkan semut tadi aku kan sedang memikirkan nasibnya aku ke depannya apa suami aku cuma bakalan memberikan hukuman doang ke aku lalu aku dan suami aku melanjutkan pernikahan kita berdua sampai tua apa suami aku lebih memilih menceraikan aku" batin Cahaya sambil menatap ke arah sembarang arah


Setelah Gemilang berpikir selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Gemilang berpikir selama beberapa puluh menit namun Gemilang masih belum bisa menemukan ide lain lagi untuk menyadarkan istri Gemilang dari lamunannya selain berteriak di telinganya Cahaya memikirkan itu membuat Gemilang pusing ratusan juta keliling

__ADS_1


"Istri aku pasti masih melamun gimana dong caranya menyadarkan istri aku dari lamunannya selain berteriak kenapa sampai sekarang otaknya cerdasnya aku dan otak pintarnya aku belum menemukan cara dan ide lain selain berteriak di telinganya istri aku, kalau aku berteriak di telinganya istri aku pasti bakalan membuat istri aku emosi dan marah 24 jam non stop tanpa henti sambil berteriak-teriak sangat keras dan sangat kencang, bahkan istri aku bisa melempar sepatu yang dia pakai kepada orang yang bikin emosi istri aku duluan, berteriak teriak sangat keras dan sangat kencang" batin Gemilang dengan sangat keras dan sangat kencang di dalam hati


Gemilang menatap ke arah Cahaya dengan ekor matanya dirinya melihat bahwa Cahaya masih tak bergeming di dalam hatinya Gemilang, dirinya sudah bisa menyimpulkan bahwa istri dari Gemilang itu melamun entah apa ? Gemilang yang di selimuti rasa cemburu langsung memberanikan diri bertanya kepada Cahaya apakah ada pria lain selain Gemilang di hatinya Cahaya namun perkataan yang akan di keluarkan oleh Gemilang hanya mampu berhenti di tenggorokan Gemilang sehingga semua teriakan Gemilang tidak di dengar oleh Cahaya


__ADS_2