Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Ngga Usah Pura Pura Pikun


__ADS_3

Cahaya yang telah berjalan selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya berjalan selama beberapa puluh menit kini Cahaya sampai tepat persis di samping Gemilang yang masih tidur sibuk dan asyik menyelami mimpinya



Cahaya yang sudah ada di dekat Gemilang langsung mendaratkan tangannya menepuk nepuk punggung Gemilang berharap Gemilang akan terbangun dari tidurnya walau hanya lewat tepukan tangan namun nyatanya Gemilang tidak terbangun juga dari tidurnya



Cahaya masih mempunyai kesabaran yang cukup tebal setebal wafer yang renyah setelah Cahaya menepuk ke punggung Gemilang namun Gemilang belum juga terbangun dari tidurnya membuat Cahaya melakukan hal lainnya dengan harapan Gemilang akan terbangun dari tidurnya


"Suami aku kenapa belum terbangun juga dari tidurnya padahal sudah aku tepuk tepuk punggungnya supaya suami aku terbangun dari tidur apa aku gunakan cara lain supaya suami aku terbangun dari tidurnya aku sepertinya punya cara lain supaya suami aku terbangun dari tidurnya" gumam Cahaya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya


Cahaya mulai menjalankan aksinya yaitu menjambak rambutnya Gemilang namun jambakan dari Cahaya tidak pedas karena tidak ada cabai yang di letakkan di atas rambutnya Gemilang maksudnya Cahaya menjambak rambutnya Gemilang dengan mode lirih


Setelah Cahaya menjambak rambutnya Gemilang tetap saja Gemilang tak bergeming dan asyik tidur di sofa membuat Cahaya geram sekali melihat kelakuan Gemilang lalu tangannya Cahaya menjambak rambutnya Gemilang dengan sangat keras membuat Gemilang menyingkirkan tangannya Cahaya dengan kedua matanya yang masih tertutup rapat di sertai teriakan Gemilang karena habis jadi korban jambakan rambut dari tangannya Cahaya


"Awwwww jangan ganggu aku tidur dan jangan jambak rambutnya aku" teriak Gemilang sangat keras dan sangat lantang menggema di ruangan kerja miliknya Gemilang bahkan membuat Cahaya terlonjak kaget mendengar teriakan Gemilang yang masih dalam mode menutup kedua matanya

__ADS_1


Cahaya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga melihat aksi suaminya yang dengan tega menghempaskan tangannya Cahaya dari rambutnya Gemilang ingin sekali Cahaya menendang tubuhnya Gemilang supaya Gemilang jatuh tersungkur ke atas lantai



Keinginan Cahaya sadar bahwa statusnya adalah sebagai istri sehingga dirinya tidak boleh melawan ke suami yaitu Gemilang bukan karena Cahaya takut ke Gemilang namun Cahaya takut dosa karena melawan ke Gemilang sang suami


"Suami aku di jambak masih tetap bisa dengan santainya melanjutkan tidurnya lagi malah tega menghempaskan tangannya aku dari kepalanya suami aku awas saja kalau suami aku sudah ngga tidur bakalan aku omelin tuh suami aku pokoknya aku harus bikin suami aku terbangun dari tidurnya sepertinya aku punya ide dan di jamin dengan ide aku yang ini suami aku bakalan terbangun dari tidurnya" batin Cahaya sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya


Cahaya tak henti hentinya mengeluarkan senyum licik di wajahnya entah apa yang ada di kepalanya dan di otaknya soalnya semut dan tikus yang lewat juga ngga tahu isi yang ada di kepala dan otaknya Cahaya



"Papa" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat lantang di telinganya Gemilang membuat Gemilang yang sedang sibuk dan asyik mengarungi mimpi langsung terlonjak kaget langsung beringsut duduk di sofa sambil mengucek kedua dengan kedua tangannya bukan dengan kedua kakinya


"Siapa yang teriak teriak di telinganya aku bakalan aku beri hukuman kalau perlu bakalan aku pecat" teriak Gemilang tak kalah lantang dan tak kalah keras dari Cahaya sedangkan Cahaya tersenyum devil mendengar suara teriakan dari Gemilang lalu Cahaya melipat kedua tangannya di depan dadanya


"Mama yang teriak teriak di telinganya papa memangnya kenapa papa ?" ketus Cahaya sambil menatap nyalang ke Gemilang sementara Gemilang yang belum tersadar sepenuhnya dari tidurnya kini masih mengucek kedua matanya dengan kedua tangannya langsung menjauhkan tangannya dari kedua matanya dan Gemilang langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh dirinya sangat kaget karena Cahaya sang istri sudah ada di depan matanya seperti mimpi

__ADS_1


"Mama sejak kapan ada di sini ?" tanya Gemilang sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Cahaya mencebikkan bibirnya sedetik kemudian dirinya berkata


"Mama sejak kapan ada di sini ?" kata Cahaya menirukan perkataan Gemilang sang suami membuat Gemilang tersenyum kikuk sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal


"Mama koq ngikutin kata kata papa ?" tanya Gemilang sambil menyengir kuda sementara Cahaya menatap sinis ke arah Gemilang


"Mama koq ngikutin kata kata papa ?" lagi dan lagi Cahaya menirukan gaya perkataan yang terlontar dari mulutnya Gemilang sedangkan Gemilang menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali ingin sekali rasanya Gemilang menceburkan Cahaya ke lautan namun perasaan sayang dan cinta kepada Cahaya yang terlalu besar mampu mengurungkan niatnya


"Mama kenapa menyusul papa ke sini apa ada hal penting yang mau di bicarakan ?" tanya Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya sementara Cahaya menatap tajam ke arah Gemilang


"Papa kenapa belum jawab pertanyaan mama ?" tanya Cahaya ketus sambil kedua tangannya yang masih di lipat di depan dadanya sedangkan Gemilang menaikkan satu alisnya ke atas dalam hatinya Gemilang ingin sekali Gemilang berteriak bahwa yang tidak menjawab pertanyaan adalah Cahaya yang tidak menjawab pertanyaan dari Gemilang tapi kenapa malah Cahaya menuduh dirinya yang belum menjawab pertanyaan dari Cahaya


"Memangnya pertanyaan dari mama yang mana yang belum papa jawab ?" tanya Gemilang dengan raut bingung sedangkan Cahaya mendelik ke arah Gemilang membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali


"Papa ngga usah pura pura pikun dan ngga usah pura pura bego pakai nanya pertanyaan mama yang mana yang belum di jawab" ketus Cahaya sambil melototkan kedua matanya ke arah Gemilang sedangkan Gemilang memutar otak untuk mengingat ingat pertanyaan Cahaya yang mana yang tadi belum di jawab namun walaupun otaknya sudah di ajak bekerja sama untuk mengingat tetap saja hasilnya Gemilang belum tahu pertanyaan Cahaya yang mana yang belum di jawab oleh Gemilang


"Kenyataannya papa belum ingat pertanyaan mama yang mana yang belum di jawab oleh papa" jawab Gemilang sangat lirih namun masih dapat di dengar oleh Gemilang entah karena jaraknya Gemilang dan Cahaya yang sangat dekat sehingga Cahaya bisa mendengar perkataan lirih dari Bagas atau karena telinganya Cahaya yang sangat tajam melebihi tajamnya cangkul sehingga perkataan Gemilang yang sangat lirih masih dapat di dengar oleh Cahaya bahkan sampai membuat Cahaya menatap tajam ke arah Gemilang

__ADS_1


__ADS_2