Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Dia Lebih Mementingkan Aku


__ADS_3

Lintang dan Bagas masih saling menjalankan kakinya masing masing dengan tangan yang saling bergandengan tangan setelah ada di depan pintu Lintang mencoba untuk membuka pintu namun ternyata pintu di kunci membuat Lintang menekan bel yang tersedia di sekitar pintu


TING TONG


Suara bel yang di tekan oleh Lintang membuat Cahaya yang sedang membuka majalah fashion di ruang tamu langsung meletakkan majalah fashion ke tempat semula yaitu ke atas meja bukan ke kolong meja lalu Cahaya beringsut berdiri dan berjalan ke arah pintu


"Siapa yang menekan bel suami aku juga sedang ada di ruang kerjanya mengecek pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai apa semut dan kecoa yang menekan bel memangnya semut dan kecoa bisa menekan bel ? aku jadi penasaran dengan yang menekan bel" batin Cahaya melangkahkan kedua kakinya menuju ke pintu dengan kepalanya yang di isi oleh banyak pertanyaan


Setelah sekian lama lebih tepatnya setelah Cahaya berjalan selama beberapa menit kini Cahaya telah sampai di depan pintu dan dirinya tanpa di komando dan tanpa di suruh langsung membuka pintu


CEKLEK


Pintu terbuka lebar oleh bantuan kedua tangannya Cahaya setelah membuka pintu Cahaya langsung mengeluarkan senyum lebar karena dia tahu siapa yang menekan bel rumahnya sedangkan wanita cantik yang ada di depan Cahaya juga mengeluarkan senyum yang tak kalah lebar


__ADS_1


Lintang wanita yang ada di hadapannya Cahaya membuat Cahaya langsung menyodorkan tangannya untuk di cium oleh Lintang tanpa di perintah Lintang langsung mencium punggung tangannya Cahaya



Memang sudah menjadi rutinitas kalau Lintang akan pergi ke perusahaan miliknya, pergi ke supermarket, pergi ke kampus saat masih kuliah, atau mau berangkat kemanapun pasti Lintang akan mencium punggung tangan Cahaya dan mencium punggung tangan Gemilang karena sejak kecil Cahaya sudah melatih melakukan itu kepada anak anaknya



Begitu juga sebaliknya saat Lintang baru pulang dari perusahaan miliknya, pulang dari supermarket, pulang dari kampus saat masih kuliah, atau pulang dari manapun pasti Lintang juga akan mencium punggung tangan Cahaya dan mencium punggung tangan Gemilang istilah gaulnya Lintang mencium punggung tangan kedua orang tuanya


Melihat Lintang sudah selesai mencium punggung tangan Cahaya membuat Bagas juga langsung mencium punggung tangan Cahaya karena memang semenjak kecil juga Bagas di latih oleh Farel sang papa untuk melakukan hal seperti Lintang senyuman terbit di wajahnya Cahaya mendapat ciuman di punggung tanahnya dari Bagas calon menantu dirinya


"Lintang soalnya tadi mama mau tidur terus papa kamu ada di ruang kerja makanya pintu di kunci biar ngga ada maling masuk memangnya kamu ngga bawa kunci rumah ?" tanya Cahaya sambil memicingkan satu mata ke arah Lintang sementara Lintang mengeluarkan cengirannya sedangkan Bagas tersenyum masam bukan karena perkataan Cahaya namun jujur Bagas enggan mampir ke rumahnya Lintang tapi karena paksaan dari Lintang lebih tepatnya ancaman dari Lintang membuat Bagas mau mampir ke rumahnya Lintang


"Kalau mama mau tidur kenapa ada di sini ? papa sudah pulang kerja mah ? maling masuk kan ada cctv di rumah tinggal lihat cctv tuh maling mengambil apa lagian wajahnya tuh maling sudah terekam di cctv jadi mama ngga usah cemas dan ngga usah takut tuh maling pasti gampang di lacak aku tadi belum ingat bawa kunci rumah mah soalnya buru buru" jelas Lintang sambil mengeluarkan cengirannya sedangkan Cahaya mengulum senyum sementara Bagas menatap ke arah Lintang dan Cahaya secara bergantian

__ADS_1


"Mama tadi sudah masuk ke kamar tapi mama belum bisa tidur makanya mama tadi ke ruang tamu buat membaca majalah fashion iya papa kamu sudah pulang kerja dari tadi soalnya katanya mau menemani mama karena mama sendirian di rumah kamu ke butik buat memilih jas pengantin dan gaun pengantin buat acara pernikahan kamu terus Cerdas juga sedang sibuk kuliah iya benar juga kata kamu rumahnya kan sudah di lengkapi cctv jadi tanpa mengunci pintu juga tuh maling bakalan ketahuan wajahnya karena terekam cctv langsung harusnya kamu bawa kunci sendiri supaya ngga perlu repot repot menekan bel rumah lalu menunggu pintu rumah di bukakan" perintah Cahaya menatap ke arah Lintang sementara Lintang melirik ke arah Bagas lewat ekor matanya sedangkan Bagas menebarkan senyum tipis di wajahnya


"Bagas mampir ke rumah walaupun tadi ada janji sama rekan bisnis dari luar negeri dia bela belain mampir ke rumahnya aku dan Bagas rela membatalkan janji sama rekan bisnis yang dari luar negeri karena dia lebih mementingkan aku" jelas Lintang sambil menampilkan kedua matanya yang berbinar sementara Cahaya menaburkan senyuman lebar di wajahnya sambil menatap Bagas sedangkan Bagas tersenyum masam mendengar perkataan Lintang


Ingin sekali Bagas berteriak bahwa aku mampir ke sini gara gara kamu yang memaksa aku dengan ancaman ngga akan turun dari mobilnya aku makanya aku mampir soalnya aku takut ketahuan kalau aku selingkuh dengan Jelek namun Bagas langsung menggelengkan kepalanya samar karena kalau teriak seperti itu sama saja Bagas membuka aibnya sendiri


"Bagas tante senang kalau kamu lebih mementingkan Lintang di banding rekan bisnis kamu apalagi rekan bisnisnya kamu dari luar negeri jauh banget tapi kamu tetap rela membatalkan janji dengan rekan bisnisnya kamu hanya demi mampir ke rumahnya Lintang" sahut Cahaya dengan kedua matanya yang bersinar sementara bangsa menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum paksa sedangkan Lintang menghiasi wajahnya dengan senyum lebar


"Iya tante soalnya Lintang itu calon istrinya aku sekaligus calon ibu dari anak anaknya aku jadi sangat penting buat aku di banding rekan bisnis aku yang dari luar negeri bisa mengadakan janji lagi di lain hari soalnya prioritas aku itu Lintang bukan orang lain jadi aku akan selalu berusaha membahagiakan Lintang dan tidak akan pernah memudarkan senyuman Lintang selamanya" jelas Bagas walaupun di dalam perkataannya terdapat rayuan dan gombalan maut buat Lintang


Mendengar rayuan dan gombalan dari Bagas membuat kedua pipinya Lintang merah merona seperti kepiting rebus sementara Cahaya melirik Lintang sekilas dirinya juga tahu kalau kedua pipinya Lintang merona membuat Cahaya ingin sekali tertawa namun Cahaya mampu menahan tawanya sehingga dirinya hanya tersenyum lebar


"Bagas ayo masuk" ajak Cahaya sambil menatap Bagas dan langsung mendapat anggukan kepala dari Bagas sementara, Lintang berusaha menghilangkan rona merah di pipinya namun entah mengapa Lintang tidak bisa menghilangkan rona merah di kedua pipinya


"Iya tante" jawab singkat Bagas mendapat jawaban seperti itu membuat Cahaya berkelana masuk ke dalam ruang tamu di ikuti oleh Lintang dan Bagas yang masih saling bergandengan tangan

__ADS_1


__ADS_2