Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Sedang Duduk Manis Di Sini


__ADS_3

Lintang dan Bagas kompak menatap ke arah Cahaya dan Gemilang secara bergantian, mereka berdua heran apa yang sedang di bisikkan Cahaya kepada Gemilang.



Gemilang yang mendengar bisikkan setan, maksudnya mendengar bisikan yang keluar dari mulut sang istri kini hanya diam seribu bahasa.



Sungguh Gemilang sudah paham dengan maksud dari bisikan sang istri, walaupun Gemilang ingin berceramah kepada Lintang, namun sepertinya Gemilang akan mengurungkan niatnya.



Cahaya menerbitkan senyum tipis di wajahnya, senyuman itu sangat tipis, bahkan senyuman itu hanya bisa Cahaya yang tahu saking tipisnya senyuman itu.


"Mama papa kalian berdua lagi bisik bisik apa ?" tanya Cahaya dengan menaikkan satu alisnya ke atas.


Cahaya dan Gemilang sontak serentak langsung menatap ke arah sumber suara yaitu Lintang, mereka berdua bingung mau menjawab apa kepada Lintang.



Bagas menatap ke arah Cahaya dan Gemilang secara bergantian, Bagas juga kepo dengan perbincangan yang di bicarakan oleh Cahaya dan Bagas sampai bisik bisik seperti itu.


"Lin Lin Lintang tadi mama annu" jawab Cahaya terbata bata, bahkan Cahaya kini kelimpungan mau menjawab apa.


Lintang kini memancarkan wajah yang merah merona seperti tomat, sungguh Lintang juga malu mendengar jawaban yang begitu ambigu keluar dari Cahaya.



Lintang berpikir kalau annu yang Cahaya maksud itu hubungan intim layaknya suami istri, entah itu pikiran Lintang yang terlalu cerdas atau pikiran Lintang yang mesum sampai berpikir sejauh itu.


"Mama mau aa aa aanu mau sekarang memangnya nnga gerah ?" kini Gemilang bertanya dengan nada terbata bata.


Entah mengapa Bagas juga pikirannya traveling, entah traveling ke luar negeri atau traveling kemana.



Sementara Lintang membulatkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut menganga, kini Lintang menutup mulutnya dengan satu tangannya.



Kedua matanya Bagas langsung terbelalak lebar mendengar pertanyaan yang keluar dari Gemilang, sungguh pikiran Bagas mesum membayangkan annu yang di katakan oleh Gemilang dan Cahaya.

__ADS_1



Cahaya langsung menatap nyalang ke arah Gemilang, sungguh Cahaya tersulut emosi mendengar omongan Gemilang.



Gemilang yang melihat tatapan tak bersahabat yang di layangkan istrinya untuk dirinya, membuat Gemilang menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Mama mending annu sama papa malam saja, siang siang gini gerah kalau annu" jawab Lintang tentunya dengan wajah yang menahan malu.


Sungguh Lintang ingin menenggelamkan dirinya ke dalam ember, dirinya begitu malu mendengar omongan kedua orang tuanya yang membahas annu.



Lintang pikir annu itu perbuatan annu, intinya Lintang berpikir annu yang di maksud adalah proses membuat adonan bayi.



Cahaya langsung menoleh ke arah Lintang, sungguh Cahaya kesal karena Lintang juga sepertinya otak dan pikirannya sejalan dengan pemikiran Gemilang.



Saat Cahaya akan menjawab bahkan sudah membuka mulutnya tiba tiba terdengar suara yang tak asing di telinganya, membuat Cahaya menutup mulutnya rapat rapat.



"Lintang, om, tante saya mau pulang soalnya banyak pekerjaan yang menumpuk" pamit Bagas kepada ketiga orang yang ada di sekitarnya.


Lintang menatap ke arah Bagas sekilas lalu tangannya memegang lengan Bagas, seakan Lintang tak membiarkan Bagas pulang.



Cahaya dan Gemilang saling pandang, dalam hati mereka berdua kenapa Bagas buru buru ingin pulang.



Namun sedetik kemudian otaknya Cahaya dan Gemilang serentak memikirkan hal yang sama, dalam hati mereka berdua berpikir mungkin memang Bagas sibuk, maklum dia seorang CEO apalagi Bagas juga punya banyak cabang perusahaan.


"Sayang kamu belum minum minuman yang aku bikin, masa kamu mau pulang, lebih baik kamu minum dulu minuman yang aku buatkan" saran Lintang seakan protes saat Bagas akan pulang.


Bagas menatap ke arah Lintang sekilas, lalu tatapan Bagas beralih ke minuman manis yang diam di tempat di depannya.

__ADS_1



Sebenarnya Bagas juga haus dan ingin meminum minuman yang di buat Lintang, namun Bagas harus menelan keinginannya gara gara Gemilang tadi protes tak di buatkan minuman oleh Lintang.



Apalagi sekarang Bagas mendengar obrolan tentang annu antara Lintang, Cahaya, dan Gemilang, hal itu sukses membuat rasa dahaga dan rasa haus Bagas hilang bak di telan bumi.


"Sayang aku ngga haus, maaf jadi aku mau langsung pulang saja sekarang" jawab Bagas dengan nada tenang.


Saat Bagas akan beringsut berdiri, tiba tiba Bagas mendengar suara yang sangat familiar di telinga Bagas.


"Sayang kamu jangan bohong, aku tahu kamu haus, bahkan tadi kamu juga bilang kalau kamu haus" jelas Lintang sembari memegang tangannya Bagas, menahan Bagas supaya tidak jadi pergi.


"Sayang jangan jangan kamu ngga mau meminum minuman yang aku bikin, gara gara kamu ngga enak sama papa aku karena tadi dia protes ngga di buatkan minuman" tebak Lintang seakan mengetahui isi hati dari Bagas.


Bagas tersenyum kikuk mendengar tuduhan yang keluar dari mulutnya Lintang, sementara Gemilang membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.



Cahaya kini sudah menatap nyalang ke arah Gemilang, Cahaya kesal dan emosi ke Gemilang.



Dalam hatinya Cahaya juga dia berpikir kalau Gemilang tak mau menyentuh minuman yang di buatkan Lintang, akibat protes yang tadi di keluarkan oleh Gemilang.


"Lintang papa sedang duduk manis di sini, jadi jangan bawa bawa papa penyebab Bagas ngga meminum minuman yang kamu buat" ketus Gemilang melotot ke arah Lintang.


Lintang hanya tersenyum kecut menanggapi Gemilang lalu dia berkata.


"Tapi aku yakin Bagas ngga mau meminum minuman yang aku buat gara gara ulah papa" jawab Lintang tak kalah ketus.


"Lintang bukan papa yang menyebabkan Bagas ngga meminum minuman yang kamu bikin, tapi papa yakin gara gara minuman kamu yang rasanya tidak enak" sahut Gemilang masih kekeh kalau dia tak menyebabkan Bagas tak meminum minuman yang di buat Lintang.


"Papa jangan mengelak dan jangan cari alasan, aku sangat yakin papa yang menyebabkan Bagas ngga meminum minuman yang aku bikin, minuman aku rasanya enak dan manis kayak aku, jadi papa jangan menuduh minuman bikinan aku ngga enak" tanpa sadar Lintang berteriak karena geram kepada Gemilang.


Cahaya dan Bagas sebenarnya ingin menengahi dan melerai perdebatan antara Gemilang dan Lintang, namun belum sempat Cahaya dan Bagas mengeluarkan suara sudah ada suara lagi dari Gemilang dan Lintang.


"Lintang papa ngga mengelak dan ngga mencari alasan, papa yakin penyebab Bagas ngga meminum minuman yang kamu buat gara gara rasa minuman kamu ngga enak, apalagi papa belum mencicipi minuman yang kamu buat, jadi papa menjamin minuman yang kamu buat rasanya ngga enak" jelas Gemilang panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api.


Lintang mendelik ke arah Gemilang yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Lintang papa kalian berdua ngga usah ribut dan berdebat, malu di dengar Bagas" bentak Cahaya membuat Gemilang dan Lintang kompak tersadar kalau ada Bagas di sekitar mereka.


Bagas tersenyum tipis sembari menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal.


__ADS_2