Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Aku Memang Orangnya Pendiam


__ADS_3

Cahaya masih memberikan cubitan di pinggang Gemilang, sungguh Gemilang sampai menahan rasa sakit akibat serangan dari Cahaya, sementara Lintang masih memutar otaknya untuk membantu membebaskan Gemilang dari cubitan Cahaya.



Bagas mengamati wajah Lintang yang sedang ada di sebelahnya, jujur Bagas takut kalau perselingkuhan dirinya dengan Jelek sudah di ketahui Lintang.



Menurut Bagas kalau sampai Lintang tahu akan menjadi boomerang bagi Bagas, karena papanya Bagas tidak akan memberikan warisan kepada Bagas, kalau Bagas tak menikahi Lintang.



Mungkin lebih tepatnya Bagas memanfaatkan Lintang supaya mendapatkan warisan dari sang papa, yang Bagas takutkan setelah Lintang mengetahui perselingkuhan Bagas dengan Jelek, malah membuat Lintang menjauh dari Bagas, bukan cuma itu saja tapi takut kalau Lintang akan membatalkan pernikahan mereka berdua.



Saat Lintang sedang berpikir cara membebaskan Gemilang, koq membebaskan kayak Gemilang sedang di penjara saja, lebih tepatnya saat Lintang sedang berpikir cara menolong Gemilang, tiba tiba ada yang menepuk pundaknya membuat Lintang menoleh ke arah sumber orang yang menepuk pundaknya.


"Ada apa sayang ?" tanya Lintang lembut sambil menatap ke arah Bagas, saat tahu ternyata yang menepuk pundaknya adalah Bagas, sementara Bagas tersenyum getir sambil memikirkan topik pembicaraan yang akan di bicarakan dengan Lintang.


"Sayang kamu kenapa diam saja dari tadi ? apa kamu sedang sakit ?" cerca Bagas ingin mencari tahu penyebab Lintang yang bungkam sejak tadi.


Bagas berpikir kalau diamnya Lintang dan bungkamnya Lintang itu karena sedang marah kepada Bagas karena sudah mengetahui perselingkuhan Bagas dengan Jelek.



Lintang hanya tersenyum kikuk mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulutnya Bagas, kini Lintang menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal untuk menghilangkan rasa bingung yang tiba tiba melanda dirinya.


"A a aku ngga sedang sakit koq sayang, aku sejak tadi diam dan bungkam mungkin karena aku memang orangnya pendiam dan ngga banyak omong" dusta Lintang dengan nada terbata bata, sementara Bagas menaikkan satu alisnya ke atas.


Sungguh Bagas heran dengan jawaban dari Lintang, menurut Bagas Lintang itu merupakan orang yang bawel bukan tipe orang yang pendiam dan ngga banyak omong, tapi kenapa kini Lintang mendadak menjadi seorang pendiam.

__ADS_1


"Sayang kamu ngga sedang membohongi aku kan ?'' tanya Bagas dengan tatapan penuh selidik terhadap Lintang, sementara Lintang menggelengkan kepalanya dengan senyum yang di paksa.


Dalam hatinya Lintang tidak mungkin kalau dia bicara terus terang kepada Bagas, kalau Lintang melamun memikirkan cara supaya Gemilang sang papa terbebas dari cubitan Cahaya sang mama.



Lintang melirik ke arah Gemilang yang masih menjadi santapan tangan Cahaya, karena memang sampai saat ini Cahaya masih mencubit pinggang Gemilang.



Jangan di tanyakan rasanya cubitan Cahaya, karena itu membuat Gemilang kesakitan, ingin sekali Gemilang teriak, namun Gemilang mengurungkan niatnya, takut kalau Cahaya akan memberikan hukuman yang lebih sakit lagi, sehingga kini Gemilang meredam suaranya dan Gemilang hanya mampu berteriak dalam hati.



Bagas melihat Lintang yang sedang menatap ke arah Cahaya dan Gemilang yang ada di depan mereka, sehingga Bagas juga berniat menatap ke arah kedua orang tua Lintang.



"Sayang mending kamu tatap aku saja yang cantik jelita, jangan menatap ke arah lain" ucap Lintang sambil menebarkan senyum lebar di wajahnya, sedangkan Bagas tersenyum masam mendengar omongan Lintang.


Sungguh Bagas semakin curiga kalau Lintang mengetahui perselingkuhan dirinya dengan Jelek, karena Bagas hanya ingin menatap ke arah kedua orang tua Lintang saja seperti di larang oleh Lintang.



Bagas curiga kalau Lintang bersekongkol dengan kedua orang tua Lintang, yaitu Bagas tak di izinkan menatap ke arah kedua orang tua Lintang.


"Iya sayang wajah kamu memang cantik, tapi aku cuma ingin menatap ke arah mama kamu dan papa kamu doang ngga ke yang lain" jawab Bagas tak sepenuhnya berbohong, sementara Lintang mengusap lembut wajahnya Bagas lalu berkata.


"Sayang sebaiknya kamu menatap cuma ke aku saja, soalnya aku kan calon istri kamu, dan kamu ngga perlu menatap mama aku dan papa aku" elak Lintang berusaha mencari alasan yang tepat supaya Bagas tak menatap ke arah kedua orang tuanya.


Lintang memang tak membiarkan Bagas menatap ke arah kedua orang tuanya, karena jujur Lintang takut kalau Bagas mengetahui Cahaya sedang melakukan kdrt terhadap Gemilang papanya Lintang.

__ADS_1



Lintang takut kalau Bagas mengetahui aksi Cahaya yang seperti itu, membuat Bagas membatalkan pernikahannya dengan Lintang, gara gara Bagas takut kalau Lintang juga akan melakukan hal yang sama dengan Cahaya, yaitu Lintang akan melakukan kdrt kepada Bagas.


"Sayang aku tahu kalau kamu calon istri aku, tapi asal kamu tahu kalau mama kamu dan papa kamu juga calon mama aku dan calon papa aku juga" sahut Bagas dengan nada lembut, walaupun dalam hatinya Bagas itu dongkol dan kesal dengan perlakuan Lintang.


Lintang yang mendengar suara jawaban Bagas, membuat Lintang tersenyum kikuk, sungguh Lintang bingung mencari alasan yang tepat supaya Bagas tak menoleh ke arah sang papa dan sang mama.



Lintang kini sedang memutar otaknya mencari alasan yang tepat, sedetik kemudian sepertinya Lintang sudah menemukan ide briliant, lalu Lintang berucap.


"Iya sayang, aku tahu kalau mama aku dan papa aku juga bakalan jadi mama kamu dan papa kamu juga, tapi sebaiknya kamu minum dulu minuman kamu, aku tahu kalau kamu haus gara gara menyetir mobil dari perusahaan ke rumah aku" perintah Lintang masih betah memegang wajah Bagas, sementara Bagas tersenyum kecut mendengar jawaban dari Lintang.


Sungguh Bagas marah dan kesal dengan jawaban Lintang, namun Bagas harus bersikap baik di depan Lintang.



Apalagi di tempat itu bukan hanya ada Lintang saja namun ada kedua orang tuanya Lintang, sehingga Bagas hanya menganggukkan kepalanya mantap sebagai jawaban.



Sebenarnya Bagas ingin menjawab perkataan Lintang, dan menolak keinginan Lintang untuk meminum minuman, namun Bagas takut kalau Lintang akan membatalkan pernikahannya dengan dirinya.



Dalam hatinya Bagas pernikahannya dengan Lintang tak boleh gagal, karena menurut Bagas Lintang adalah jembatan untuk Bagas mendapat warisan dari orang tuanya.


"Iya sayang aku haus banget kamu perhatian sekali kepada aku, sungguh aku merasa sangat beruntung mendapat calon istri seperti kamu, aku akui kamu memang wanita sangat sempurna di dunia ini'' sahut Bagas sambil mengulas senyum di wajahnya.


Kedua pipinya Lintang langsung merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap, sungguh Lintang merasa tersanjung di puji seperti itu oleh pria yang di cintainya yaitu Bagas.

__ADS_1


__ADS_2