
Cahaya telah sampai di samping mobilnya lalu tanpa ragu Cahaya membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobil bukan ke dalam kolong meja setelah itu Cahaya menutup pintu tak lupa Cahaya menelantarkan tas ke samping kemudi setelah Cahaya memakai sabuk pengaman setelah semua siap Cahaya mengambil tas dan mengambil botol parfum tanpa komando Cahaya menyemprotkan parfum itu ke seluruh pakaiannya setelah itu Cahaya langsung meletakkan botol parfum itu ke dalam tas setelah itu Cahaya menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke supermarket
"Aku sekarang badannya sudah wangi melebihi wanginya semut dan tikus pantes suami aku tergila gila sama aku lebih baik semua keperluan Lintang dan suami aku biar aku yang belikan semua nanti aku tinggal minta uang lagi ke suami aku" batin Cahaya tetap fokus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang
Setelah beberapa puluh menit mengendarai mobilnya Cahaya sekarang telah sampai di supermarket dengan gesit tangan Cahaya mencari tempat parkir yang kosong setelah menemukan Cahaya langsung menginjak rem mobil setelah mobil berhenti Cahaya mengambil tas yang terdampar di sebelah kursi kemudi lalu Cahaya membuka pintu mobilnya dan seluruh anggota tubuhnya keluar dari mobil lalu Cahaya menutup pintu mobilnya setelah itu Cahaya melangkahkan kakinya menuju ke dalam supermarket
"Aku harus cepat belanja sekalian aku beli sepatu untuk aku suami aku dan kedua anak aku semoga Lintang anaknya aku bahagia akan di lamar oleh Bagas pria yang di cintai dan semoga Lintang cepat menikah sama Bagas supaya kebahagiaan Lintang makin komplit" kata Cahaya tetap melangkah menuju ke dalam supermarket
Bagas telah sampai di sebelah pintu ruangan kerja miliknya dengan masih menggendong Lintang lalu tangan Bagas membuka pintu setelah berusaha selama berpuluh puluh jam maksudnya berpuluh puluh menit pintu terbuka lalu Bagas keluar dari ruangan kerja miliknya sambil menggendong tubuhnya Lintang sementara Lintang masih sibuk dan asyik menangkup kedua wajahnya dengan kedua tangannya lalu Bagas menutup pintu ruangan kerja miliknya dengan kakinya soalnya kedua tangannya masih sibuk menggendong Lintang setelah pintu tertutup Bagas berjalan melangkah menuju ke mobilnya saat akan menuju ke parkiran Bagas dan Lintang berpapasan dengan karyawan Bagas tanpa Lintang sadari namun semua karyawan Bagas yang berpapasan sudah menduga kalau wanita yang di gendong Bagas adalah semut maksudnya yang di gendong Bagas adalah Lintang saat di dalam perjalanan menuju ke parkiran Bagas memberhentikan langkahnya lalu berkata
"Sayang kita berdua sudah sampai di parkiran" ucap Bagas pelan membuat Lintang melepaskan kedua tangannya yang bertengger dari tadi di kedua pipinya lalu Lintang menoleh ke tempat yang sedang dia dan Bagas pijak lalu Lintang tercengang karena dirinya dan Bagas belum sampai parkiran mobil
"Sayang kamu ngerjain aku buruan turunkan aku atau lanjutkan ke parkiran sekarang" ancam Lintang menatap tajam Bagas sekilas lalu menenggelamkan kepalanya ke dada bidang miliknya Bagas sungguh saat ini dirinya ingin sekali menghilang dari perusahaan Bagas soalnya saat tadi dia menatap ke ruangan dirinya tak sengaja beradu tatap dengan karyawan Bagas membuat dirinya ingin sekali loncat dari pohon bayam sedangkan Bagas terkekeh kecil lalu melanjutkan misinya menuju ke parkiran mobil
__ADS_1
Cahaya telah sampai di dalam supermarket lalu dirinya melangkah menuju ke tempat pakaian yang memajang berbagai model pakaian dan dress untuk wanita soalnya dirinya berniat untuk membeli pakaian untuk dirinya dan Lintang setelah sampai di tempat pakaian wanita tanpa basa basi Cahaya langsung mengobrak ngabrik semua pakaian dan dress yang terpasang di supermarket kalau mengobrak ngabrik di jamin Cahaya akan di suruh membeli semut maksudnya membeli pakaian atau dress itu apalagi kalau pakaiannya dan dress sampai sobek pasti tetap akan di suruh membeli terus pakaian atau dress sobek itu di pakai oleh siapa masa di pakaikan buat semut nanti kelonggaran dan semua badannya semut masuk semua atau di pakaikan buat tikus tapi di jamin tikus akan kegerahan jadi Cahaya hanya membolak balikkan pakaian dan dress untuk memilih dress yang paling di minati oleh Lintang karena Cahaya sekarang berniat untuk membelikan pakaian dan dress buat Lintang jadi harus tahu warna dan model pakaian dan dress yang di inginkan Lintang setelah menemukan yang cocok Cahaya memanggil pelayan supermarket membuat pelayan supermarket langsung menghampiri ke Cahaya
"Ada yang bisa saya bantu bu ?" tanya pelayan supermarket sambil tersenyum ramah sementara Cahaya membalasnya dengan tak kalah ramah
"Mba saya mau ambil pakaian dan dress yang ini" jawab Cahaya sambil menyodorkan dua batang satu berupa dress dan satunya lagi pakaian yang mewah juga sedangkan pelayan supermarket menganggukkan kepalanya sambil menerima kedua barang yang di sodorkan oleh Cahaya
"Tunggu sebentar bu saya bungkuskan terlebih dahulu" sahut pelayan supermarket sambil menebar senyum lebar di wajahnya sementara Cahaya mengangguk anggukkan kepalanya
"Mba saya mau ke tempat pakaian pria berupa jas dan kemeja jadi kalau sudah selesai membungkus barang yang saya pilih bisa antar ke sana" jelas Cahaya sambil menatap pelayan supermarket sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya satu kali
Bagas sampai di samping mobilnya masih dengan posisi yang sama yaitu menggendong tubuhnya Lintang dengan posisi Lintang yang masih menyembunyikan kepalanya di dada bidang miliknya Bagas saat di parkiran Bagas melihat ada salah satu karyawannya lalu meminta tolong dengan gerakan bahasa tubuh membuat karyawan Bagas yang sedang menatapnya langsung harus di lakukan dan paham akan apa yang harus di lakukan lalu karyawan tersebut membuka pintu mobilnya Bagas yang terletak di samping kemudi lalu Bagas menyuruh karyawan tersebut untuk pergi dari hadapannya membuat karyawan tersebut langsung membungkukkan badannya sebagai tanda hormat ke Bagas lalu karyawan Bagas langsung pergi meninggalkan Bagas dan Lintang membuat Bagas meletakkan tubuhnya Lintang di kursi samping kemudi setelah itu Bagas memasangkan sabuk pengaman ke badannya Lintang dengan sangat hati hati sementara Lintang yang merasa dirinya duduk menganggap kalau dirinya jatuh ke dasar lantai karena Bagas yang merasa berat menggendong dirinya
"Sayang aku kan sudah bilang turunkan aku kamu ngga nurut sama aku jadi kita berdua jat" perkataan Lintang tidak di selesaikan setelah Lintang membuka kedua matanya dan matanya menangkap bahwa dirinya sekarang ada di kursi mobil di samping kemudi soalnya Lintang mengira dirinya dan Bagas tadi itu jatuh di atas pohon maksudnya jatuh di atas lantai sementara Bagas tertawa terbahak bahak tahu apa yang akan di katakan oleh Lintang tadi
__ADS_1
"Haha haha sayang aku itu hebat jadi ngga keberatan kalau cuma menggendong kamu cuma dari ruangan kerja aku ke parkiran bahkan aku menggendong kamu dari lantai satu sampai lantai seribu tanpa bantuan lift dan eskalator juga aku sanggup jadi ngga usah meremehkan aku karena aku pria perkasa sanggup menggoyang kamu dari malam sampai pagi tanpa istirahat pasti kamu mengira kalau kita berdua jatuh di lantai tapi dugaan kamu salah karena kamu jatuh di kursi yang empuk di samping kursi kemudi" cerocos Bagas masih dengan tawa terbahak bahak membuat atensi semua orang yang berlalu lalang langsung menoleh ke arah Bagas tanpa Bagas sadari mungkin kalau Bagas bukan atasan mereka pasti mereka semua akan mengira Bagas gila karena tertawa dengan sangat keras sementara Lintang menyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal salah tingkah
"Sayang kamu memang hebat aku ngga nyangka kamu makan apa sampai sanggup mengangkat tubuhnya aku masa kamu sanggup menggendong aku dari lantai satu sampai lantai seribu tanpa bantuan lift dan eskalator ? apaan sih koq malah jadi bahas menggoyang padahal tadi bahasnya kamu sanggup menggendong aku iya kirain kita berdua tadi terdampar di atas lantai tapi ternyata malah aku terdampar di kursi empuk samping kemudi" jelas Lintang sambil tersenyum kikuk sementara Bagas belum selesai menghabiskan tawanya yang keluar dari mulutnya
"Haha haha sayang aku memang hebat dan aku jamin kalau aku sama kamu melakukan hubungan intim walaupun satu kali kamu langsung bisa hamil aku makan makanan yang lezat iya aku sanggup menggendong kamu dari lantai satu sampai lantai seribu tanpa bantuan lift atau eskalator kalau dalam mimpi kalau kenyataan bisa sakit pinggang masa menggendong tubuhnya kamu dari lantai satu sampai seribu tanpa bantuan lift atau eskalator soalnya tadi ada kata yang menyenggol ke arah menggoyang kamu tenang saja kita berdua ngga bakalan terjerumus dan mencium wanginya lantai" jelas Bagas dengan tawa yang tersisa di bibirnya sementara Lintang melototkan kedua matanya ke Bagas
"Apaan sih sayang kenapa jadi bahas hubungan intim kalau semut di goreng dan di crispy rasanya juga enak kirain kamu sanggup beneran mengangkat tubuh aku datang lantai satu sampai lantai seribu tanpa bantuan lift atau eskalator malah dalam mimpi doang kalau menyenggol nanti pecah dong tuh piring sama gelasnya ayo berangkat ke toko perhiasan sekarang dari tadi banyak yang ngelihatin kamu" tegas Lintang sambil menatap ke arah orang yang berlalu lalang di sekitarnya sedangkan Bagas dengan cepat menghentikan tawanya lalu menoleh dan celingak celinguk ke arah kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah ternyata ada orang yang ketahuan menatapnya namun orang itu memalingkan wajahnya begitu mendapatkan serangan tatapan tajam dari Bagas
"Sayang ngga papa kita berdua bahas hubungan intim bahkan kalau kamu mau kita berdua bisa melakukan hubungan intim sekarang juga makanannya aku itu daging sapi daging ikan daging kerbau daging bebek bukan daging semut soalnya semut juga ngga ada dagingnya walaupun piring dan gelasnya pecah aku sanggup membayar bahkan aku juga sanggup membayar sama supermarket dan seisinya kamu baru tahu kalau aku banyak yang ngelihatin wajar dong aku kan ganteng dan tampan makanya banyak yang terkesima sama kegantengan dan ketampanan aku" celetuk Bagas sambil mengerlingkan mata ke Lintang sementara Lintang langsung mendelik ke Bagas bahkan tangannya sudah ada di udara bersiap untuk menyerang Bagas namun sebelum Bagas mendapatkan serangan Bagas langsung menahan tangannya Lintang lalu memberikan kecupan di pipinya Lintang lalu berkata
"Sayang kamu ngga usah khawatir karena aku cuma cinta sama kamu dan aku bakalan setia sama kamu sumpah aku ngga akan duakan kamu dan ngga akan mengkhianati kamu bahkan kalau aku dekat sama wanita lain selain kamu aku berani sumpah mau mati ketabrak mobil dan mati kesambar geledek" janji Bagas sambil menatap lekat wajahnya Lintang sementara Lintang menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum lebar karena selama pacaran dengan Bagas selama empat tahun Bagas selalu berani sumpah mati ketabrak mobil dan mati kesambar geledek kalau sampai Bagas membohongi Lintang, atau kalau Bagas mengkhianati Lintang, atau kalau Bagas menduakan Lintang pasti Bagas selalu bersumpah berani mati ketabrak mobil dan mati kesambar geledek membuat Lintang percaya dengan sumpah yang Bagas ucapkan
"Iya sayang aku percaya sama kamu bahwa kamu bakalan setia sama aku apalagi kamu selalu berani sumpah kalau kamu menduakan aku dan mengkhianati aku bahkan kalau kamu dekat sama wanita lain selain aku kamu berani sumpah mati ketabrak mobil dan mati kesambar geledek jadi aku percaya sama kata kata kamu asal kamu jaga kepercayaan yang aku beri buat kamu" tegas Lintang sambil menoel hidung Bagas sedangkan Bagas menganggukkan kepalanya mantap
__ADS_1
"Iya sayang aku bakalan jaga kepercayaan kamu makasih sudah percaya sama aku" kata Bagas menatap lekat wajah Lintang sementara Lintang menganggukkan kepalanya satu kali
"Sama sama sayang" sahut Lintang singkat lalu Bagas menutup pintu mobil yang ada di sebelah Lintang lalu Bagas berlari menuju ke pintu sebelah kemudi lalu Bagas membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya lalu Bagas menutup pintu mobilnya dan Bagas menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang