Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Pria Paling Ganteng


__ADS_3

Gemilang mengeluarkan senyum licik sambil menatap ke arah Cahaya sementara Cahaya berkali kali menelan salivanya setelah mendengar bahwa Gemilang sudah menentukan pilihan yang akan di pilihnya Cahaya sudah berpikir bahwa Gemilang akan menceraikan dirinya karena Cahaya tadi hanya memberikan dua pilihan ke Gemilang pertama Gemilang memberi hukuman ke Cahaya atau Gemilang menceraikan Cahaya



Namun Cahaya yakin kalau Gemilang pasti akan memilih menceraikan Cahaya karena Gemilang bucin akut ke Cahaya membuat Cahaya yakin Gemilang tidak akan tega memberikan hukuman ke Cahaya karena rasa cinta dan sayang dari Gemilang ke Cahaya membuat Cahaya selalu mengalah kepada Gemilang


"Aku tadi iseng mau mengerjai suami aku dengan beralasan suami aku di suruh memilih mau memberikan hukuman ke aku atau suami aku memecat aku jadi istrinya suami aku tapi kenapa malah suami aku sudah menentukan pilihan jangan jangan suami aku menentukan pilihan dengan menceraikan aku soalnya aku yakin suami aku tidak akan berani memberikan hukuman ke aku karena suami aku penakut dan takut ke aku gimana nasib anak anaknya aku kalau aku dan suami aku bercerai, apa aku minta bantuan anaknya aku supaya suami aku tidak jadi menceraikan aku" batin Cahaya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya


Gemilang menatap ke arah Cahaya yang sedang menampilkan senyum lebar di wajahnya membuat Gemilang bingung sebenarnya apa yang di rasakan oleh Cahaya kenapa sampai tersenyum lebar karena Gemilang penasaran dirinya langsung bertanya kepada Cahaya


"Mama kenapa senyum lebar kayak gitu apa mama melihat papa yang terlihat semakin tampan dan ganteng ?" tanya Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya sementara Cahaya masih tak bergeming hanya diam di tempat seperti patung namun bedanya kalau patung tidak bisa tersenyum sementara Cahaya bisa tersenyum bahkan saat ini Cahaya tersenyum lebar


Setelah Gemilang menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Gemilang menunggu selama beberapa puluh menit namun Cahaya masih sibuk dengan dunianya sendiri sehingga Cahaya belum menjawab pertanyaan dari Gemilang

__ADS_1



Gemilang kini tahu bahwa Cahaya sedang melamun sekarang Gemilang memutar otaknya supaya bisa menyadarkan Cahaya dari lamunannya yang sedang menyerang otaknya Cahaya namun setelah berpikir berkali kali Gemilang belum menemukan ide yang cocok untuk menyadarkan lamunannya Cahaya


"Kayaknya istri aku sedang melamun soalnya aku nanya tapi istri aku belum jawab pertanyaan aku pasti istri aku melamun tapi gimana caranya menyadarkan lamunan istri aku sebenarnya gampang cara menyadarkan orang melamun yaitu dengan cara berteriak sangat kencang dan sangat keras tapi kalau aku harus menggunakan cara itu berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Cahaya aku takut malah istri aku marah ke aku teriak teriak 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa henti yang paling penting aku ngga bakalan dapat jatah malam dari istrinya aku" batin Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya


Gemilang masih memutar otak supaya bisa menyadarkan Cahaya sang istri tanpa harus berteriak di telinganya Cahaya setelah beberapa menit berpikir Gemilang mempunyai ide briliant membuat Gemilang menaburkan senyuman lebar di wajahnya


Gemilang berjalan mendekat ke arah Cahaya sang istri dengan sangat hati hati supaya suara sepatunya Gemilang tidak kedengaran oleh semut dan kecoa maksudnya supaya sepatunya Gemilang tidak kedengaran oleh Cahaya



Setelah Gemilang berjalan selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Gemilang berjalan selama beberapa puluh menit Gemilang sudah sampai di sebelah Cahaya lalu tangannya Gemilang terulur untuk menepuk pundak Cahaya dengan sangat lembut mendapatkan tepukan di pundak tak lantas membuat Cahaya membuyarkan lamunannya karena Cahaya masih sibuk dan asyik melamun

__ADS_1



Setelah Gemilang melakukan aksi menepuk pundak Cahaya selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Gemilang menepuk pundak Cahaya selama beberapa puluh menit namun belum ada reaksi dari Cahaya karena Cahaya masih tak bergeming walaupun sudah berkali kali Gemilang menepuk pundak Cahaya


"Kayaknya istri aku masih sibuk melamun sebenarnya istri aku kenapa dan melamun tentang apa sampai tersenyum lebar apa jangan jangan istri aku melamun berondong ini ngga boleh terjadi aku sama istri aku sudah punya anak besar lagian juga aku yakin aku sama berondong lebih pengalaman aku tapi cara aku menyadarkan istri aku gimana dong aku belum tahu caranya masa aku harus berteriak di telinganya istri aku nanti yang ada malah istri aku marah sama aku 24 jam non stop gimana dong aku pokoknya aku harus cari akal supaya istrinya aku tersadar dari lamunannya" batin Gemilang sambil mengajak otaknya untuk memberi saran cara menyadarkan Cahaya dari lamunannya


Setelah Gemilang memutar otak selama puluhan jam kelamaan dong maksudnya setelah Gemilang memutar otak selama beberapa puluh menit sepertinya Gemilang sudah menemukan ide yang pas dan cocok untuk menyadarkan Cahaya


"Aku ada ide supaya istri aku tersadar dari lamunannya tadi aku kan menepuk pundak istri aku yang di lapisi dengan pakaian mungkin sentuhan tangannya aku belum berasa di punggungnya istri aku karena sentuhan tangannya aku terhalang oleh pakaian yang menutupi pundak istri aku lebih baik aku pegang tangannya istri aku yang tak tertutup kain supaya istri aku akan tersadar dari lamunannya ternyata otaknya aku cerdas juga bisa kepikiran sampai sana" batin Gemilang sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya


Cahaya masih memikirkan nasibnya, Cahaya berpikir keputusan yang di ambil oleh Gemilang sang suami adalah menceraikan dirinya membuat Cahaya galau sekali dan merutuki kebodohannya karena Cahaya baru tersadar kalau cara Cahaya memberikan pilihan ke Gemilang sangat keterlaluan


"Kira kira keputusan suami aku apa katanya suami aku sudah memutuskan pilihan lebih baik suami aku memberikan hukuman ke aku dari pada aku harus di ceraikan oleh suami aku lagian niat aku cuma becanda kenapa malah suami aku tidak peka malah sudah menentukan pilihan lagian aku yakin suami aku ngga bakalan memberikan hukuman ke aku karena suami aku sangat menyayangi aku dan sangat mencintai aku jangan jangan suami aku lebih memilih menceraikan aku gimana dong ini" batin Cahaya berteriak sangat keras dan sangat kencang

__ADS_1


__ADS_2