
Bagas diam dan tak menjawab sama sekali perkataan Lintang karena Bagas malah mengarungi lamunannya kembali membuat Lintang yang sadar bahwa Bagas melamun lagi ingin sekali melemparkan Bagas ke tempat ikan hiu namun di urungkan karena dirinya akan menikah dengan Bagas dan yang paling penting adalah Lintang sangat mencintai Bagas, Lintang juga ingin sekali mendamparkan Bagas ke pohon namun Lintang tidak telaten kalau harus membopong Bagas buat di bawa ke atas pohon tidak mungkin Bagas mau dengan sendirinya dan dengan suka rela memanjat pohon sendiri apalagi kalau di suruh manjat pohon bayam di jamin Bagas bakalan mengalah dan menyerahkan diri sebelum memanjat ke pohon bayam yang bentuknya mungil dan imut
"Sayang kamu melamun lagi ?" tanya Lintang gemas sambil menaikkan suaranya sampai ratusan juta oktaf sementara Bagas yang sedang menyetir mobil sambil sedang melamun langsung tersentak kaget buru buru dirinya mengerem mendadak supaya tidak menabrak sepeda motor yang ada di depannya
CIT
__ADS_1
Bagas dengan gesit mengerem mobil supaya tidak memakan korban jiwa paling hanya membuat kepalanya Lintang terbentur dashboard mobil dan matanya Lintang langsung melotot ke arah Bagas yang langsung mengemudi lagi dengan kecepatan sedang
"Sayang kamu melamun lagi ?" tanya Lintang dengan nada ketus sementara Bagas menoleh ke arah Lintang lalu menatap ke arah depan lagi
"Sayang aku ngga melamun" elak Bagas dengan nada lebih ketus dari Lintang sedangkan Lintang tersenyum masam mendengar jawaban Bagas yang sama sekali tidak jujur sebenarnya Lintang sangat yakin kalau Bagas sedang melamun tapi yang jadi pertanyaan buat Lintang Bagas itu melamun masalah apa ? memangnya Bagas melamun memikirkan kenapa tidak ada yang namanya gajah bertelur kenapa semua gajah di dunia ini semuanya beranak bukan bertelur, atau Bagas melamun memikirkan kenapa gajah tidak ada yang bisa terbang jawabannya mungkin kalau gajah bisa terbang nanti saingan sama Nawang Wulan istri dari Joko Tarub bahkan Joko Tarub saja yang punya istri bisa terbang Joko Tarub tidak bisa terbang masa gajah yang ngga tahu Nawang Wulan di suruh bisa terbang
__ADS_1
"Sayang aku tadi mengerem mendadak bukan karena aku melamun tapi karena tadi sepeda motornya tiba tiba ada di depan mobilnya aku mungkin sepeda motor itu tadi habis menyalip kendaraan lain dan langsung berada di depan aku" Bagas masih berusaha mengelak dan tidak mau mengakui bahwa dirinya tadi melamun bahkan Bagas menyalahkan sepeda motor yang ada di depannya sedangkan Lintang menatap nyalang ke Bagas yang sibuk menatap ke arah depan
"Sayang aku tahu itu sepeda motor sudah dari tadi di depan mobilnya kamu mungkin kamu yang sibuk dan asyik melamun sehingga tidak tahu kalau sepeda motor itu sudah ada di depan mobilnya kamu seingatnya aku itu sepeda motor memang sudah ada di depan kamu dan tidak menyalip kendaraan lain sebenarnya matanya kamu yang harus di periksa karena matanya kamu penglihatannya kabur atau kepalanya kamu yang harus di periksa karena kebanyakan pikiran" cibir Lintang sambil mendelik ke Bagas sementara Bagas tersenyum kikuk tanpa menoleh ke Lintang dirinya yakin tatapan Lintang ke Bagas sudah bisa di pastikan akan sangat tajam melebihi tajamnya silet dan tajamnya cangkul
"Sayang setahu aku malah sepeda motor itu tiba tiba ada di depannya aku asal kamu tahu aku ngga sibuk dan asyik melamun kecuali kalau aku sama kamu sedang melakukan hubungan intim baru aku sibuk dan asyik bikin anak sama kamu masa sudah ada sepeda motor di depan mobilnya aku ? hah yang benar yang mana soalnya aku yakin sepeda motor itu tiba tiba ada di depan mobilnya aku gara gara menyalip kendaraan lain matanya aku masih tajam dan awas serta penglihatan aku ngga kabur jadi ngga perlu di periksakan kepalanya aku ngga kebanyakan pikiran" jelas Bagas sambil mengumbar senyum tipis sementara Lintang menyandarkan kepalanya di jok kursi yang dia duduki sambil memalingkan wajahnya dari Bagas untuk menatap ke arah luar jendela menikmati pemandangan yang ada di jalanan bukan karena kesal dengan Bagas namun sekarang kedua pipinya Lintang menampilkan merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap
__ADS_1
"Sayang aku tahu persis kejadiannya kalau sepeda motor itu memang dari tadi ada di depan mobil kamu bukan sepeda motor itu menyalip kendaraan lain oke lebih baik kamu fokus dan sibuk konsentrasi untuk menyetir mobil ih kamu mesum bahas hubungan intim segala sama aku padahal aku belum jadi istri kamu malah kamu bahas melakukan hubungan intim sama aku dan kamu pakai bahas sibuk dan asyik bikin anak sama aku iya aku tahu sendiri kalau sudah ada sepeda motor di depan mobilnya kamu yang benar itu aku karena aku wanita ingat poin pertama wanita selalu benar kalau wanita salah ingat poin pertama aku yakin sepeda motor itu memang sudah ada di depan mobilnya kamu oh kalau kamu matanya masih awas dan tajam serta penglihatannya kamu ngga kabur berarti tadi kamu tidak fokus menyetir mobil karena sedang melamun aku juga sudah menduga kalau kamu tadi mengerem mendadak mobilnya kamu karena di kepalanya kamu banyak pikiran lebih baik kamu fokus menyetir dari pada melamun" perintah Lintang tanpa menoleh ke arah Bagas supaya kedua pipinya yang merah merona tidak terlihat oleh Bagas karena biasanya kalau tahu kedua pipinya Lintang merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap atau tomat yang di sambal pasti Bagas akan senang menggoda Lintang bahkan membuat porsi kedua pipinya Lintang merah merona lagi namun sekarang karena pikirannya Bagas sedang kalut sehingga dirinya tidak memperhatikan wajahnya Lintang karena dirinya fokus dengan lamunannya kenapa Jelek belum membalas chat whatsapp darinya ? apakah terjadi apa apa dengan Jelek ? lalu siapa yang akan melayani Bagas untuk melakukan hubungan intim kalau Jelek kenapa napa ? atau Jelek marah kepada Bagas karena Bagas hari ini ke butik untuk mempersiapkan pernikahan dirinya dengan Lintang banyak pikiran buruk yang ada di kepalanya Bagas terhadap Jelek karena biasanya malah Jelek yang selalu chat whatsapp Bagas duluan namun kini Bagas sudah mengirimkan berkali kali pesan whatsapp kepada Jelek namun chat whatsapp dari Bagas belum di balas oleh Jelek
"Iya sayang aku mau fokus menyetir mobil kamu tenang saja kita berdua ngga akan kecelakaan walaupun aku menyetir mobil dalam keadaan melamun" tegas Bagas sambil menatap fokus ke depan dengan kedua tangan yang masih setia mengemudikan mobilnya sementara Lintang yang tadi menampilkan kedua pipi yang merah merona bahkan memalingkan wajahnya dari Bagas langsung menatap nyalang ke Bagas