
Gemilang masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak entah mengapa Gemilang belum bisa menghentikan tawanya, sementara Cahaya menatap ke arah Gemilang sambil mengeluarkan senyum licik yang dia miliki
Cahaya mendekatkan tubuhnya ke arah Gemilang lalu tanpa komando dan tanpa aba aba Cahaya langsung menjalankan misinya yaitu Cahaya berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Gemilang membuat Gemilang hampir saja jatuh tersungkur ke lantai kalau Gemilang tidak bisa mengimbangi berat badannya
"Papa ngapain dari tadi tertawa terbahak bahak jangan bilang papa dari tadi menertawakan mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Gemilang sementara Gemilang yang mendapatkan serangan mendadak dari Cahaya berupa teriakan Cahaya langsung terlonjak kaget
Gemilang yang mendapatkan teriakan mendadak dari Cahaya langsung terlonjak kaget bahkan tangannya hampir saja mengeluarkan jurus kagetnya yaitu akan mendorong tubuhnya Cahaya namun dengan cepat Cahaya menghindar dan menjauh dari tubuhnya Gemilang sehingga Gemilang tidak jadi mengeluarkan jurus pamungkasnya ke Cahaya.
Kini tangannya Gemilang yang sudah ada di udara karena tadi berniat mendorong tubuhnya Cahaya, namun Cahaya yang pergi menjauhkan diri dari Gemilang membuat Gemilang menggunakan tangan yang berada di udara untuk menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali salah tingkah.
"Mama sejak kapan ada di sini ?" tanya Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya dengan tatapan di penuhi dan di selimuti oleh banyak tanda tanya sedangkan Cahaya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
__ADS_1
"Papa sejak kapan pikun ? mama sudah sejak tadi ada di sini justru yang harus bertanya itu harusnya mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang karena Cahaya sudah tidak bisa mengontrol emosi sementara Gemilang terlonjak kaget bahkan sampai Gemilang bergeser dari tempat dirinya berdiri
Gemilang bertanya dalam hatinya memangnya Cahaya mau bertanya apa ? apakah Cahaya akan bertanya penyebab Gemilang tertawa terbahak bahak ? kalau Cahaya bertanya seperti itu Gemilang harus jawab apa memikirkan itu membuat Gemilang pusing ratusan milyar entah apa yang akan di tanyakan Cahaya ke Gemilang tapi Gemilang takut kalau Cahaya akan bertanya kepada Gemilang kenapa Gemilang tertawa terbahak bahak membuat Gemilang bingung harus jawab apa kalau Cahaya bertanya seperti itu.
Sungguh Gemilang bingung harus jawab apa kalau sampai Cahaya bertanya seperti itu ke Gemilang karena penyebab Gemilang tadi tertawa terbahak bahak adalah ekspresi Cahaya yang menurut Gemilang sangat menggemaskan
Tapi kalau Gemilang menjawab jujur kalau alasan Gemilang tertawa adalah karena ekspresi wajahnya Cahaya pasti Cahaya bakalan ceramah 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda sedetikpun bukan hanya itu di jamin Cahaya akan berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang
Cahaya menatap ke arah Gemilang lalu dirinya dapat menyimpulkan bahwa Gemilang sedang melamun entah apa yang ada di otaknya Gemilang sehingga membuat Gemilang melamun dan mendadak menjadi patung
Ane mendekatkan tubuhnya ke tubuhnya Gemilang lalu tanpa aba aba dan tanpa komando dari siapapun Ane langsung berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang walaupun tanpa toa membuat Gemilang langsung terlonjak kaget mendapat serangan mendadak dari Cahaya.
"Papa kenapa belum jawab pertanyaan mama ?" teriakan Cahaya dengan suara sangat lantang dan suara sangat keras walaupun tanpa toa sedangkan Gemilang yang sedang sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri bahasa gaulnya adalah Gemilang sibuk dan asyik melamun
__ADS_1
Gemilang yang mendapatkan teriakan mendadak di telinganya langsung melototkan kedua matanya ke orang yang berteriak di telinganya namun Gemilang langsung merubah tatapannya menjadi lembut ke arah Ane bahkan Gemilang menatap ke arah lain untuk menghindari tatapan menusuk yang di berikan oleh Ane kepada Gemilang.
"Papa ngapain matanya melotot ke mama ? papa marah sama mama sampai matanya melotot kayak gitu" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa sedangkan Gemilang menelan salivanya berkali kali mendapat tuduhan seperti itu dari Cahaya
"Ma ma matanya papa lagi kelilipan mah makanya papa tadi matanya kelihatan seperti agak melotot" jelas Gemilang terbata bata sambil mengalihkan pandangannya dari Cahaya sedangkan Cahaya tersenyum masam mendengar omongan Gemilang
"Papa ngga usah bohongi mama karena mama ngga bisa di bohongi dan mama ngga bisa di bohongi" cibir Cahaya namun tetap dengan suara yang lantang dan keras sementara Gemilang membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Sungguh kini Gemilang bagaikan buah semangka maksudnya Gemilang bagaikan buah simalakama, karena Gemilang mau maju Gemilang bakal kena omelan dari Cahaya mundur juga bakal kena omelan dari Cahaya memikirkan itu membuat Gemilang pusing ratusan juta keliling.
"Pa pa papa ngga bohongi mama koq" jawab Gemilang sambil terbata bata karena ketakutan dengan perkataan Cahaya sehingga kini gemilang mereka mengeluarkan air keringat dari atas pohon memangnya ada air keringat dari atas pohon ? lebih tepatnya Gemilang mengeluarkan air keringat dari dahinya dan masih banyak lagi.
"Papa mama ngga bisa di bohongi jadi ngga usah bohongi mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi toa sedangkan Gemilang yang tiba tiba mendengar teriakan Cahaya membuat Gemilang tersadar dari lamunannya.
"Pa pa papa ngga bohongi mama koq" lagi dan lagi Gemilang menjawab dengan suara yang terbata bata membuat Cahaya usldjd Dr ke arah Gemilang dengan tatapan mengejek.
__ADS_1
"Papa mama itu sudah kenal sama papa sebelum papa lahir ke semua dan mama yakin orang yang selama ini papa itu cinta ke mama tapi gengsi dan mama sudah tahu tanda tanda kalau papa itu sedang bicara jujur atau papa sedang bicara bohong" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Gemilang langsung buru buru menghapus semua lamunan yang melanda di kepalanya
"Mama bakalan belanja di supermarket buruan papa beri majh hd chnwjjgggwn hywrbhwnh yg mama uang untuk berbelanja di supermarket sekarang juga supaya pap" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa sementara Gemilang menelan salivanya berkali kali jujur dirinya takut sekali karena Cahaya sudah seperti mengeluarkan tanduk yang di keluarkan oleh kepalanya.