
Setelah kakinya Cahaya di ajak berkelana tiba tiba Cahaya sampai di tempat jas tanpa menunggu lama tangannya Cahaya langsung membuka jas satu persatu dengan kedua mata Cahaya yang menelisik kira kira jas mana yang akan di beli setelah berpuluh puluh ribu menit kelamaan maksudnya setelah beberapa puluh menit membolak balikkan jas membuat Cahaya langsung mengambil dua jas satu persatu yang di incar oleh kedua matanya lalu Cahaya celingak celinguk mencari pelayan supermarket setelah itu dirinya melambaikan tangan membuat pelayan supermarket langsung menghampiri dirinya
"Ada apa bu ?" tanya pelayan supermarket dengan menampilkan senyum lebar sementara Cahaya ikut membalas senyum itu tak kalah lebar
"Saya ambil yang ini mba tolong bungkuskan" perintah Cahaya sambil menyodorkan dua jas yang ada di tangannya sedangkan pelayan supermarket menganggukkan kepalanya mantap sembari menerima dua jas yang di sodorkan oleh Cahaya
"Baik bu apa ada lagi yang mau di beli ?" tanya pelayan supermarket ramah sementara Cahaya mantap menggelengkan kepalanya
"Ngga ada mba" jawab singkat Cahaya sedangkan pelayan supermarket menganggukkan kepalanya samar
"Kalau gitu saya bungkuskan dahulu bu" sahut pelayan supermarket sedangkan Cahaya hanya membalas dengan anggukan kepala lalu dirinya melenggang pergi ke tempat sepatu sedangkan pelayan supermarket ikut membubarkan diri bersiap untuk membungkus pesanan Cahaya
Setelah beberapa puluh menit melangkah Cahaya sampai di tempat sepatu tempat berkumpulnya semut maksudnya tempat berkumpulnya tikus lebih tepatnya tempat berkumpulnya sepatu dirinya mendorong sepatu maksudnya dirinya melihat dan memegang sepatu untuk dirinya dan Lintang setelah memegang semua sepatu yang ada di tempat tersebut Cahaya langsung menentukan pilihan untuk dua sepatu yang ingin dia buang lebih tepatnya ingin dia buang dari supermarket untuk di letakkan ke rumahnya tanpa ragu Cahaya mengambil dua sepatu yang di inginkan setelah sepatu ada di tangannya lalu Cahaya memanggil pelayan supermarket yang sedang lewat membuat pelayan supermarket tersebut berhenti dan bertanya ke Cahaya
"Apa ada yang bisa saya bantu bu ?" tanya pelayan supermarket menampilkan senyum ramah sementara Cahaya menganggukkan kepalanya ikut tersenyum ramah
"Saya mau ambil dua sepatu ini tolong di bungkuskan" perintah Cahaya sambil menyodorkan kedua sepatu tersebut ke pelayan supermarket membuat pelayan supermarket menerima sepatu yang di sodorkan oleh Cahaya
__ADS_1
"Baik bu apa ada lagi yang mau di pesan ?" tanya pelayan supermarket dengan nada tanah sedangkan Cahaya menggeleng gelengkan kepalanya samar
"Ngga ada mba" jawab Cahaya singkat sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya mantap
"Tunggu sebentar saya bungkuskan dahulu" sahut pelayan supermarket tak melunturkan senyum ramah di wajahnya sedangkan Cahaya membalas dengan gumaman lalu dirinya melenggang ke tempat sepatu untuk pria karena dirinya akan memilihkan sepatu untuk semut maksudnya memilihkan sepatu untuk tikus lebih tepatnya memilihkan sepatu untuk anaknya dan suaminya sementara pelayan supermarket yang tahu Cahaya pergi dari hadapannya tak menyia nyiakan kesempatan yang ada yaitu melangkah pergi untuk membungkus kedua sepatu yang ada di tangannya
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa bulan maksudnya beberapa puluh menit Lintang dan Bagas sudah sampai di toko perhiasan membuat dirinya menginjak rem di kakinya lalu Bagas membukakan sabuk pengaman untuk Lintang membuat Lintang tersipu malu setelah sabuk terbuka Bagas juga ikut membuka sabuk pengaman dirinya lalu Bagas membuka pintu mobilnya lalu keluar dan menutup pintu mobil yang ada di sebelah kemudi setelah itu Bagas berlari mengitari mobilnya lalu membuka pintu mobilnya yang ada di sebelah Lintang membuat Lintang terkekeh pelan lalu turun dari mobil Bagas dengan membawa tas yang ada di tangannya lalu Bagas menutup pintu mobilnya
"Silahkan turun bidadari aku" ucap Bagas setelah Lintang turun dari mobil sementara Lintang terkikik geli mendapat perlakuan dari Bagas karena memang semenjak pacaran Bagas selalu membukakan pintu untuk Lintang walaupun Lintang berkali kali menolak tapi Bagas tetap melakukannya membuat Lintang hanya pasrah menerima perlakuan Bagas
"Terima kasih raja aku" canda Lintang sambil mencubit gemas hidung Bagas sedangkan Bagas tersenyum masam
"Sayang kalau kamu ngga mau di cubit kamu maunya di apakan apa mau di tendang atau mau di pukul dan di jotos ? tuh cium ayam yang lewat kalau kamu mau mencium" jelas Lintang dengan candaan sedangkan Bagas mengerucutkan bibirnya lima ratus centi ke depan membuat Lintang menahan tawanya yang akan meledak
"Sayang masa di tendang memangnya bola, di pukul memangnya kasur yang sedang di jemur, di jotos memangnya sedang ada di ring tinju ngga mau aku nguber nguber ayam yang lewat buat di cium nanti aku di kira maling ayam padahal aku punya banyak uang dan mampu membeli jutaan pabrik ayam" tegas Bagas lalu mencebikkan bibirnya sementara Lintang tersenyum lebar mendengar ocehan Bagas
"Sayang aku peluk sini ayo kita berdua
__ADS_1
masuk aku sudah ngga sabar pengin melihat cincin untuk pertunangan kita berdua aku juga tahu kalau kamu pacarnya aku itu punya banyak uang dan banyak harta jadi ngga usah merajuk kayak gini" rayu Lintang sambil kedua tangannya memeluk tubuh Bagas yang kekar sementara Bagas tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya saja yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum
"Sayang masa cuma peluk cium di pipi aku dong atau aku yang cium kamu nanti kamu pilih cincin yang kamu sukai soalnya aku mau membeli cincin buat pertunangan kita berdua sesuai keinginan kamu biar ngga merajuk upahnya dulu cium" goda Bagas sambil mengerlingkan matanya ke Lintang sementara Lintang yang sedang memeluk Bagas langsung melepaskan pelukannya lalu celingak celinguk menatap ke arah depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah melihat apakah ada semut terbang, atau ada tikus terbang lebih tepatnya melihat apakah ada orang yang terbang maksudnya apakah ada orang yang lewat
"Sayang kamu apa apaan sih di sini banyak orang yang melihat masa minta cium sama aku iya nanti aku yang memilih cincin buat pertunangan kita berdua tapi kamu juga ikut memilih supaya sesuai dengan selera kita berdua cincinnya di sini banyak orang nanti saja kalau sudah ada di dalam mobil" tegas Lintang sambil menatap tajam ke arah Bagas sementara Bagas tersenyum devil
"Sayang walaupun banyak orang ngga papa soalnya kamu sama aku statusnya sudah pacaran dan sebentar lagi aku sama kamu akan berganti status menjadi tunangan jadi ngga masalah kalau kamu cium aku atau aku cium kamu di depan banyak orang kamu saja yang memilih cincin untuk pertunangan kita berdua apapun pilihan kamu aku bakalan suka soalnya selera aku sama kamu sama soalnya kita berdua sehati apa perlu kita berdua ke mobil lagi supaya aku dapat mencium kamu atau kamu bisa mencium aku ?" canda Bagas sambil mengedipkan mata ke Lintang sedangkan Lintang langsung tercengang mendengar omongan Bagas
"Sayang walaupun aku pacar kamu dan statusnya aku akan berganti menjadi tunangan kamu tetap saja aku malu kalau mencium kamu dan di cium oleh kamu di depan banyak orang oke nanti aku pilihkan cincin yang keren buat pertunangan kita berdua apaan sih ayo kita berdua langsung masuk ke toko perhiasan saja jangan mengobrol di sini" jawab Lintang memang Lintang kadang di cium pipinya oleh Bagas dan Lintang juga kadang memberikan ciuman di pipinya Bagas namun kalau di tempat sepi seperti di rumah yang orangnya sedang pada pergi, di ruangan kerjanya Lintang atau di ruangan kerjanya Bagas, di mobil sebelum turun sementara Bagas tanpa komando langsung mencium pipinya Lintang sekilas membuat Lintang mematung akan ulahnya Bagas
"Ayo sayang katanya mau masuk ke toko perhiasan" ajak Bagas sambil menggenggam tangan Lintang sedangkan Lintang mendelik ke Bagas
"Sayang apa apaan sih kenapa kamu mencuri ciuman aku" ketus Lintang di sertai tatapan yang sangat menusuk ke Bagas sementara Bagas hanya menyengir kuda
"Sayang cuma ciuman di pipi koq apa mau di cium di bibir" goda Bagas sambil mengedipkan mata sedangkan Lintang melototkan kedua matanya ke Bagas
"Sayang ngga usah cium di bibir sekarang kalau sudah menikah sama aku baru kamu boleh melakukannya" tegas Lintang penuh penekanan sedangkan Bagas hanya tersenyum kecut lalu Lintang menjalankan kakinya dengan posisi tangan masih di genggam Bagas membuat Bagas ikut menjalankan kakinya mereka berdua berjalan ke dalam toko perhiasan dengan tangan yang bergandengan
__ADS_1
Bodoh - sekertaris Bagas sedang berada di ruangan miliknya dirinya sekarang sedang bercermin dan menatap pantulan dirinya di depan cermin bahkan tanpa ragu Bodoh menaburkan bedak ke wajahnya sampai bedaknya sangat tebal, mengaplikasikan lipstik merah menyala ke kedua pipinya nanti malah seperti badut dan ondel ondel maksudnya lipstik ke bibirnya, memberikan kedua blush on ke kedua pipinya, eye shadow ke atas kedua matanya, memberikan pensil alis kepada kedua alisnya setelah itu Bodoh tersenyum lebar lalu membawa berkas di atas meja untuk di bawa pergi ke ruangan miliknya Bagas tanpa ragu Bodoh membuka pintu ruangan miliknya lalu melangkah keluar tak lupa menutup pintu ruangan kerjanya setelah itu dirinya berjalan ke arah ruangan Bagas dengan berjalan lenggak lenggok setelah sampai di ruangan Bagas dirinya mengetuk pintu berkali kali namun tidak terdengar suara Bagas menyahut membuat Bodoh bertanya ke salah satu karyawan yang lewat dan karyawan tersebut bilang bahwa Bagas pergi dari ruangannya dengan Lintang sang pacar membuat Bodoh mengepalkan tangannya dan tersenyum licik
"Gue bakalan rebut Bagas dari Lintang soalnya Bagas cuma cocok sama gue dan ngga cocok sama Lintang siap siap saja lo menangis darah gara gara Bagas gue rebut soalnya Bagas itu pria tampan dan kaya raya sangat cocok dengan gue yang cantik melebihi cantiknya bidadari ngga cocok sama lo yang mukanya sangat jelek Lintang tunggu tanggal mainnya" batin Bodoh sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya lalu dirinya melangkah untuk kembali ke ruangan kerja miliknya