Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Tuhan Maha Adil


__ADS_3

Lintang, Cahaya, dan Gemilang kompak mengantar tamunya yaitu Bagas, Farel, dan Rachel sampai ke depan halaman rumahnya mereka berenam melangkah sambil berbincang bincang ringan setelah sampai di depan halaman Bagas, Rachel, dan Farel kompak masuk ke dalam mobilnya


"Hati hati di jalan" ucap Gemilang sambil melambaikan ke tiga orang yang ada di mobil membuat ketiga orang tersebut ikut melambaikan tangannya ke arah Gemilang


"Iya aku selalu hati hati burung yang terbang di atas pohon ngga pernah aku tabrak" canda Farel yang berposisi di kursi kemudi mendengar itu membuat tawa Gemilang, Cahaya, dan Lintang pecah tak bisa di tahan sementara Bagas tersenyum masam sedangkan Rachel mencubit pinggang Farel


"Awwww mama jangan cubit papa dong aku pulang dulu soalnya istrinya aku minta jatah sama aku malam ini" goda Farel mengedipkan mata ke Rachel membuat Rachel mendelik ke Farel sementara Bagas menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali sementara ketiga orang tersebut malah menambah volume tawanya


"Haha haha sana lebih baik kamu pulang sekarang dari pada kamu malah ngga dapat jatah kalau kelamaan di sini" ledek Gemilang masih dengan tawa yang tersisa di bibirnya mendengar omongan Gemilang membuat Farel tanpa ragu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya


Setelah mobil yang di kendarai Farel tidak kelihatan membuat Cahaya, Gemilang, dan Lintang kompak masuk ke dalam rumah dengan senyuman yang sangat lebar mengembang di wajahnya mereka bertiga karena telah menerima lamaran dari Bagas dan orang tua Bagas


"Lintang bagaimana perasaan kamu sekarang setelah resmi menjadi tunangannya Bagas sekarang ?" tanya Cahaya sambil memeluk pinggang Lintang dengan cepat Lintang menoleh ke arah Cahaya sementara Gemilang mengawal mereka berdua dari belakang


"Aku senang mah soalnya sekarang aku sudah jadi tunangannya Bagas" jawab Lintang antuasias di sertai senyum lebar di wajahnya sedangkan Cahaya mengusap pucuk kepala Lintang sambil tetap berjalan sementara Gemilang tersenyum masam karena harusnya dirinya yang di peluk oleh Cahaya tapi kenapa malah Lintang yang mendapat pelukan dari Cahaya


"Lintang lebih baik kamu tidur soalnya besok kamu harus masuk ke perusahaan" perintah Gemilang dari belakang membuat Lintang dan Cahaya kompak menoleh ke Gemilang


"Pah ngapain nyuruh Lintang tidur dia sudah dewasa bahkan baru saja dia bertunangan sama pacarnya kalau dia mengantuk pasti bakalan tidur tanpa di perintah" tegas Cahaya penuh penekanan sambil menatap nyalang ke Gemilang membuat Gemilang menganggukkan kepalanya mantap sementara Lintang terkekeh kecil karena tahu kenapa papanya menyuruh dirinya tidur

__ADS_1


"Papa itu pengin berduaan sama mama tapi malah aku yang di peluk sama mama jadi intinya papa cemburu sama aku" jelas Lintang lalu terkikik geli sedangkan Gemilang menatap tajam ke Lintang sementara Cahaya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga hampir saja kemasukan lalat mulutnya Cahaya kalau ada lalat lewat


"Apa benar papa cemburu sama Lintang ? ingat dia itu anaknya kita berdua jadi ngga usah cemburu apalagi Lintang itu wanita kayak mama ngga pantas di cemburui" kalap Cahaya di sertai delikan tajam ke Gemilang dengan cepat Gemilang menggelengkan kepalanya mantap membuat Lintang menahan air liurnya maksudnya menahan tawanya yang akan meledak


"Iya benar juga kata mama pasti Lintang akan tidur dengan sendirinya Lintang kamu jangan fitnah papa ingat fitnah lebih kejam dari pada ngga fitnah aku papa cemburu sama Lintang mah dia kan anaknya papa juga kalau ngga percaya tanya sama nyiur yang melambai atau rumput yang bergoyang" elak Gemilang sambil menampilkan senyum paksa di wajahnya sementara Lintang terkekeh kecil sedangkan Cahaya tersenyum tipis


"Mah pah ngga usah berantem ngga malu sama semut kalau kelaparan saja semut bergotong royong membawa makanannya ngga rebutan sama sekali" ledek Lintang di sertai seringaian di wajahnya sementara Gemilang dan Cahaya kompak menatap ke Lintang


"Lintang tapi papa duluan yang ngajakin berantem" adu Cahaya sambil menatap ke Lintang sementara Lintang menepuk pelan bahu Cahaya membuat Gemilang langsung tersenyum masam


"Mah walaupun papa duluan yang ngajakin berantem tapi mama harus ingat pepatah yang mengatakan kalau orang waras harus mengalah sama orang gila" jelas Lintang sambil tersenyum menyeringai sedangkan Cahaya tersenyum lebar sedangkan Gemilang membulatkan kedua matanya


"Pah terserah Lintang dong mulut mulutnya Lintang kenapa papa yang sewot" teriak Cahaya menaikkan beratus ratus juta oktaf membuat Lintang dan Gemilang kompak ingin menyumpal mulutnya Cahaya pakai cabai yang sangat banyak namun takut bukannya berhenti Cahaya malah semakin keras berteriak karena kepedesan


"Mah kalau gitu aku ke kamar dulu doakan Bagas menikahi aku dalam waktu dekat" Lintang menjelaskan keinginannya kepada Cahaya membuat Cahaya menganggukkan kepalanya mantap sementara Gemilang tersenyum lebar karena kalau Lintang menikah dengan Bagas otomatis di sini cuma tinggal dirinya, istrinya, dan adiknya namun adiknya tidak bisa mengikuti penyambutan pertunangan antara Lintang dan Bagas soalnya dirinya ada tugas di luar kota


"Iya Lintang mama doakan semoga Bagas menikahi kamu dalam waktu dekat" jawab Cahaya serius sementara Lintang mengeluarkan senyum lebar sedangkan Gemilang ingin rasanya dia bersorak gembira dan jingkrak jingkrak di atas meja atau berjoged joged di atas meja namun dirinya tahan sehingga dirinya hanya tertawa lepas dalam hati


"Aku pergi dulu ke kamar mah pah" ucap Lintang mencium pipi Cahaya sementara Cahaya membalas mencium pipi Lintang kalau seandainya Gemilang tahu pasti dia sangat terbakar cemburu akan di pastikan kepalanya dan hatinya banyak berkobaran api seperti kebakaran namun karena Gemilang sibuk melamun tidak tahu akan adegan tadi

__ADS_1


Farel, Rachel, dan Bagas masih dalam perjalanan menuju ke rumahnya keadaan mobil nampak hening hanya di temani alunan musik yang di nyalakan oleh tangannya Rachel mereka bertiga sibuk dengan pikiran masing masing lalu tiba tiba Farel berkata


"Bagas kenapa kamu ngga membahas pernikahannya Lintang sama kamu dalam waktu dekat ?" tanya Farel menatap Bagas dari kaca spion sementara Bagas menatap ke arah Farel sedangkan Rachel langsung menoleh ke arah Farel


"Pah jangan mulai ngajak ribut" tegur Rachel menatap ke Farel sementara Farel tersenyum masam sedangkan Bagas menatap ke punggung Rachel dan punggung Farel secara bergantian


"Mah papa cuma mau menanyakan kejelasan Bagas harusnya kita bertiga tadi melamar Lintang sekalian membahas pernikahannya Lintang dengan Bagas bukan malah cuma melamar doang kasihan Lintang dan orang tuanya Lintang yang sudah lama menunggu kepastian Bagas malah cuma melamar Lintang doang padahal Lintang sama Bagas sudah pacaran selama empat tahun jangan bikin malu papa soalnya semua rekan bisnis dan rekan kerja papa bahkan banyak karyawan papa yang bilang kalau kamu cuma memacari Lintang dan ngga ada niat menikahi Lintang semua orang menjelekkan kamu karena semua orang tahu kalau Lintang wanita yang setia walaupun sudah pacaran sama kamu dan banyak pria yang mau melamarnya Lintang tetap ngga mau dan tetap menunggu kamu Lintang ngga salah dan ngga di jelekkan oleh banyak orang justru yang tercemar itu nama baik kamu dan papa" teriak Farel dengan frustasi mengisi seluruh ruangan mobilnya membuat Rachel yang tahu arti sorot tatapan dan sorot mata suaminya ada kemarahan hanya diam tak menghentikan ocehan Farel sementara Bagas memalingkan wajahnya untuk menatap ke arah pintu


"Pah aku belum siap menikahi Lintang" jawab Bagas dengan suara lirih namun masih bisa di dengar oleh Farel dan Rachel


"Bagas kenapa kamu belum siap menikahi Lintang ? dia wanita sempurna jadi papa harap satu bulan ke depan dari sekarang kamu harus menikah dengan Lintang" tegas Farel penuh penekanan sementara Rachel menatap nyalang ke Farel sedangkan Bagas membelalakkan matanya sangat lebar


"Pah kalau anak kita berdua belum siap menikahi Lintang biarkan saja jangan di paksakan kalau Lintang benar benar mencintai Bagas pasti dia mau menunggu Bagas siap menikahi Lintang tapi kalau Lintang sudah bertunangan sama Bagas tiba tiba mau di lamar dan di nikahi oleh pria lain yang salah itu Lintang" teriak Rachel mengeluarkan suaranya sampai naik ratusan juta oktaf membuat Farel dan Bagas kompak hampir menendang Rachel supaya nyangkut ke genteng tapi mereka berdua sadar sekuat kuatnya tenaga kaki manusia ngga bakalan sanggup menendang Rachel sampai nyangkut ke atas genteng


"Mah kalau Bagas belum mau menikahi Lintang kita berdua selaku orang tuanya yang di jelek jelekkan oleh semua orang karena Bagas itu pihak laki laki sementara Lintang pihak wanita jadi yang mengajak melamar dan mengajak menikah itu harusnya pihak laki laki yang membahas terlebih dahulu pihaknya Lintang sebagai wanita walaupun ingin cepat di nikahi oleh Bagas dia hanya bisa diam dan berharap tanpa di suruh Bagas akan menikahinya walaupun Lintang sudah bertunangan sama Bagas lalu Lintang atau orang tua Lintang menerima pria lain untuk menikah sama Lintang yang salah dan dapat karmanya itu Bagas dan kita berdua selaku orang tuanya Bagas karena setelah melamar ngga sekalian menikahi Lintang" jelas Farel tanpa sadar menaikkan suaranya sampai jutaan oktaf membuat Rachel dan Bagas serentak tercengang pasalnya Farel baru pertama kali menaikkan suaranya sampai jutaan oktaf


"Ngga usah dengarkan semua omongan orang dong pah walaupun Bagas pihak laki laki dan Lintang pihak wanita kalau memang dia ingin di nikahi oleh Bagas pasti dia bakalan bilang ke Bagas supaya Lintang cepat di nikahi oleh Bagas buktinya dari pihaknya Lintang ngga meminta supaya Bagas menikahi Lintang dalam waktu dekat itu berarti pihaknya Lintang ngga keberatan kalau Bagas belum menikahi Lintang tetap Lintang yang salah pah kalau dia mau menerima lamaran pria lain dan mau menikah dengan pria lain karena dia sudah di lamar oleh Bagas dan kita berdua malah dia nyeleweng ke pria lain jangan jangan papa menyukai Lintang oh mama tahu jangan jangan papa malah menyukai Cahaya mamanya Lintang makanya papa dari dulu selalu belain dia dan selalu meminta Bagas untuk menikahi Lintang dalam waktu dekat karena papa ngga mau melihat Lintang dan orang tua Lintang sedih" tuduh Rachel tersenyum masam sementara Farel tercengang mendengar tuduhan Rachel sedangkan Bagas membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut melongo


"Mah omongan orang juga penting buat perkembangan perusahaan papa jadi kita bertiga harus mendengarkan omongan orang dan jangan sampai kita bertiga di jelekkan oleh banyak orang ngga semua pihak wanita kayak gitu papa yakin walaupun pihaknya Lintang ingin Bagas cepat menikahi Lintang namun mungkin pihaknya Lintang ingin berbicara takut bukannya Bagas melamar dan menikahi Lintang malah Bagas kabur menjauhi Lintang papa yakin pihaknya Lintang pasti keberatan kalau Bagas ngga langsung menikahi Lintang pasti pihaknya Lintang cuma berharap Bagas menikahi Lintang dalam waktu dekat tanpa di minta tetap Bagas dan kita berdua yang salah mah karena secara ngga langsung kita bertiga penyebab Lintang mau di lamar dan di nikahi oleh pria lain bahkan Lintang sampai nyeleweng sama pria lain karena terlalu lama menunggu Bagas menikahi Lintang papa cuma cinta sama mama dan papa ngga suka sama Lintang dan Cahaya sebagai lawan jenis paling sukanya sebagai sahabat atau anak saja ingat mah kalau kita bertiga bikin sedih orang duluan termasuk bikin sedih Lintang dan orang tua Lintang malah imbasnya kita bertiga akan dapat karmanya dari Tuhan karena Tuhan maha adil dan Tuhan juga tidak pernah tidur tahu siapa yang menyakiti orang duluan yaitu kita bertiga menyakiti Lintang dan orang tua Lintang karena membikin sedih gara gara bahas belum menikahi Lintang" jelas Farel panjang lebar dengan tegas sementara Rachel mendelik ke Farel sedangkan Bagas menatap ke arah Farel dan Rachel secara bergantian

__ADS_1


"Mah pah ngga usah berantem" tegur Bagas membuat Rachel dan Farel saling diam sambil tetap melanjutkan perjalanan ke rumah


__ADS_2