Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Paling Sempurna Dan Paket Komplit


__ADS_3

Cahaya masih saja menginjak kakinya Gemilang, membuat Gemilang menahan rasa sakit akibat perbuatan Cahaya, sementara Bagas tersenyum tipis dalam hatinya dirinya merasa aman karena Gemilang dan Cahaya masih mengajak dirinya berkomunikasi seperti biasa.



Gemilang ingin sekali berteriak sekencang kencangnya, akibat ulah dari Cahaya yang masih setia menginjak sepatu alias menginjak kakinya Gemilang, namun Gemilang meredam suaranya sehingga Gemilang hanya berteriak sekencang kencangnya di dalam hati.



Cahaya menahan tawanya karena melihat Gemilang alias sang suami menurut kepadanya, Cahaya juga masih ingat bahwa Gemilang masih di injak sepatunya oleh kakinya, memang Cahaya sengaja masih melakukan hal itu untuk memberi pelajaran buat Gemilang.


"Aaahhh aaahhh kenapa istri aku masih menginjak kaki aku, gimana caranya menghentikan supaya istri aku ngga menginjak kaki aku terus menerus, kalau aku berteriak pasti nanti istri aku bakalan semakin kesal dan marah gara gara ada Bagas, tapi kalau aku ngga berteriak takutnya istri aku masih betah menginjak kaki aku, pokoknya aku harus cari akal supaya istri aku ngga menginjak kaki aku terus menerus" batin Gemilang sambil menahan rasa sakit yang di ciptakan oleh Cahaya dengan cara Cahaya menginjak kakinya Gemilang.


Sementara Cahaya tersenyum licik karena berhasil menginjak kakinya Gemilang, sungguh Cahaya sangat kesal dan emosi terhadap Gemilang, sehingga Cahaya dengan sengaja menginjak kakinya Gemilang, entah sampai kapan Cahaya menginjak kakinya Gemilang, mungkin sampai Cahaya bosan.



Gemilang yang sudah berpikir selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Gemilang berpikir selama beberapa puluh menit, namun Gemilang tak menemukan cara supaya Cahaya tak menginjak kakinya Arjuna lagi.

__ADS_1



Sungguh Gemilang sangat kesakitan, lebih tepatnya Gemilang menahan rasa sakit akibat injakan kakinya Cahaya, ingin sekali rasanya Gemilang berteriak, namun Gemilang tak berani melakukan itu, karena Gemilang takut akibatnya Cahaya akan marah kepadanya, dan Gemilang tak mendapatkan jatah dari Cahaya, sehingga Gemilang hanya berteriak sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya di dalam hati.



Gemilang mencoba memikirkan cara lagi, maksudnya Gemilang berpikir dan memaksa otaknya untuk berpikir cara supaya kakinya Cahaya tidak menginjak kakinya Gemilang lagi, entah keajaiban datang darimana sedetik kemudian Gemilang telah menemukan ide briliant supaya Melisa tak menginjak kakinya Gemilang lagi.



Kini wajahnya Gemilang mengeluarkan senyum lebar, gara gara ide briliant yang tadi di keluarkan oleh otaknya dan kepalanya membuat Gemilang menampilkan wajah yang berbinar, lalu Gemilang menatap ke arah Cahaya dan berkata.


Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang, sungguh Cahaya emosi dan kesal dengan Gemilang, karena Cahaya berpikir kalau Gemilang sedang modus ke Cahaya, lebih tepatnya Gemilang berpura pura berkata seperti itu karena ingin mengobrol dengan Cahaya.


Dalam otaknya Cahaya kini Gemilang sedang mencari kesempatan di depan Bagas, alasan membuatkan minum buat Bagas cuma untuk mengajak ngobrol kepada Cahaya, apalagi dari tadi Gemilang tahu kalau Cahaya ketus dan marah serta emosi ke Gemilang, sehingga Cahaya pikir kini Gemilang sedang berusaha meluluhkan Cahaya.


Sungguh Cahaya kini ingin sekali berteriak sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya, Cahaya kini tersulut emosi dan terbakar emosi, gara gara melihat tingkah Gemilang yang menurut Cahaya hanya modus belaka kepada Cahaya.

__ADS_1


"Papa mama juga tahu kalau ada tamu, lagian mama itu ngga buta jadi tahu kalau ada tamu, papa lagi menyuruh mama buatkan minum buat tunangan Lintang yaitu Bagas, alias calon mantu kita berdua, harusnya papa saja yang buatkan minuman" cibir Cahaya sambil menatap nyalang ke arah Gemilang, sedangkan Gemilang langsung berkali kali menelan salivanya ketakutan melihat tatapan yang di keluarkan oleh Cahaya, sementara Bagas menatap ke arah Cahaya dah Gemilang secara bergantian.


Dalam hatinya Gemilang heran sendiri, bisa bisanya Cahaya malah menyuruh Bagas membuatkan minum buat tamunya tunangan Lintang yaitu Bagas, padahal Cahaya sedang menginjak kakinya Gemilang, bagaimana caranya Gemilang pergi ke dapur untuk membuatkan minuman kalau kakinya masih setia di injak oleh Cahaya.


Gemilang kini memutar otak lagi untuk memikirkan jawaban yang tepat buat Cahaya, kalau seandainya Gemilang jujur ngga bisa ke dapur karena di injak kakinya oleh Cahaya di depan Bagas, takutnya Cahaya malu dan berakibat marah dan emosi kepada Gemilang


Sebenarnya bukan hanya itu saja yang di takutkan oleh Gemilang, yang lebih di takutkan adalah Gemilang tak akan mendapat jatah dari Cahaya, sehingga Gemilang mengurungkan niatnya untuk berkata seperti itu di depan Bagas.


Gemilang sempat berpikir akan berbisik bisik ke telinga Cahaya, namun Gemilang takut belum sempat Gemilang berbisik bisik di telinga Cahaya, malah Cahaya menghindar duluan dan menjauhkan badan dari Gemilang, kalau seperti itu di jamin tak bisa berbisik bisik.


"Seb seb sebenarnya papa ingin sekali membuatkan minuman buat tamu tunangan Lintang alias calon menantu kita berdua, tapi tadi kakinya papa terkilir sehingga kakinya papa sekarang sedang sakit, sebenarnya papa tadi ngga menyuruh mama tapi cuma sedang bilang saja kalau ada tamu, papa juga tahu kalau mama itu ngga buta, mama itu makhluk Tuhan paling sempurna dan paket komplit di mata papa" jelas Gemilang dengan nada terbata bata, bahkan di akhir perkataan Gemilang membuat rayuan maut buat Cahaya, sementara kedua pipinya Cahaya sudah bersemu merah seperti kepiting rebus, sedangkan Bagas menahan tawa yang hampir meledak mendengar perkataan Gemilang.


Cahaya merubah ekspresi wajahnya menjadi sedatar mungkin, karena Cahaya tersadar bahwa kini Cahaya sedang mode marah dan ngambek ke Gemilang, sehingga kini Cahaya berusaha menghilangkan kepiting rebus yang ada di kedua pipinya.


Gemilang mengeluarkan senyum tipis saat tahu kalau kedua pipinya Cahaya tersipu malu, tapi walaupun Gemilang mengetahui pipinya Cahaya yang seperti kepiting rebus, tapi Gemilang tetap saja merasakan sakit di kakinya, akibat injakan kaki Cahaya yang belum pergi dari kakinya Gemilang.


Gemilang pikir melihat wajah sang istri yaitu wajah Cahaya merona seperti kepiting rebus, bisa membuat Gemilang menghilangkan rasa sakit akibat injakan kakinya Cahaya, tapi entah mengapa tetap saja Gemilang merasa sakit di kakinya.

__ADS_1


Sungguh Gemilang ingin sekali menghindar dari injakan kakinya Cahaya, namun Gemilang tak bisa melakukan itu semua, karena Gemilang tak punya botol Aladin pengabul permintaan, Gemilang juga tak punya sajadah yang bisa terbang, sehingga saat ini Gemilang hanya bertahan sambil meringis kesakitan akibat injakan kakinya Cahaya.


__ADS_2