
Cahaya sampai di tempat kemeja di salah satu supermarket terkenal dan termahal di negara tersebut karena semua yang ada di supermarket tersebut merupakan barang barang limited edition lalu tanpa di komando tangan Cahaya memilah milah lebih gaulnya membolak balikkan kemeja satu persatu dengan kedua tangannya setelah kedua tangannya berkelana mencari kemeja yang cocok untuk suaminya dirinya langsung mengambil kemeja tersebut lalu dirinya membolak balikkan kemeja dengan kedua tangannya lagi setelah kemeja yang di pilih di letakkan ke tas belanja yang tadi sempat di ambil sebelum ke tempat kemeja apakah Cahaya akan membelikan kemeja buat semut atau Cahaya ingin membelikan kemeja untuk tikus yang berterbangan maksudnya tikus yang berkeliaran hanya Cahaya yang tahu jawabannya setelah kedua matanya melihat ada kemeja yang sesuai dengan kemeja yang di cari buru buru tangannya Cahaya langsung mengambil kemeja tersebut dan memasukkan ke dalam tas belanja
"Aku beli kemejanya dua soalnya satu buat suami aku yang satu lagi buat Pintar anaknya aku masa Lintang kakaknya Pintar bertunangan sama Bagas tapi Pintar ngga pakai kemeja baru lebih baik aku belikan sekalian paling nanti juga Pintar bakalan ganti uang aku yang buat membeli kemeja untuk Pintar aku beruntung dapat dua anak yang pengertian ke aku Lintang pengertian ke aku dan selalu memberikan jatah uang bulanan buat aku lalu Pintar juga pengertian ke aku selalu memberikan jatah bulanan ke aku sehingga aku mendapatkan uang bulanan dari tiga orang sekaligus yaitu dari suami aku, dan kedua anak aku yang sudah menjadi CEO di perusahaan terkenal Tuhan baik banget sama aku" batin Cahaya sambil melangkah menuju ke salah satu pelayan supermarket yang sedang sibuk menata kemeja ke gantungan baju
"Mba saya mau ambil dua kemeja ini" ucap Cahaya sambil menyodorkan tas belanja yang ada di tangannya sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ramah ke Cahaya
"Apa ada yang mau di beli lagi bu ?" tanya pelayan supermarket sambil menerima tas belanja yang di sodorkan oleh Cahaya sedangkan Cahaya nampak berpikir sebentar lalu menggelengkan kepalanya mantap
"Ngga ada mba cuma itu saja yang mau saya beli soalnya saya mau beli jas" jelas Cahaya sambil tersenyum lebar sedangkan pelayan supermarket menganggukkan kepalanya satu kali
"Tempat untuk jas ada di sana bu" ungkap pelayan supermarket sambil menunjukkan tempat jas dengan tangannya sementara Cahaya tak melunturkan senyuman lebar di wajahnya
"Iya mba saya ke sana dulu terima kasih" ucap Cahaya menatap ke arah tempat jas sedangkan pelayan supermarket tersenyum ramah ke arah Cahaya
__ADS_1
"Sama sama bu" jawab pelayan supermarket sedangkan Cahaya hanya tersenyum lebar sebagai jawaban lalu tanpa di perintah Cahaya menjalankan kakinya ke tempat jas membuat pelayan supermarket berjalan untuk membungkus kemeja yang di pesan Cahaya
Lintang yang ada di mobilnya Bagas mengambil tas yang ada di pangkuannya lalu membuka tas tersebut setelah itu Lintang mengambil bedak yang tergeletak di tas lalu Lintang tanpa basa basi langsung menancapkan bedak ke wajahnya yang cantik sementara Bagas yang sedang mengemudi mobilnya melirik lewat ekor matanya ke arah Lintang yang masih sibuk dan asyik dengan bedak yang ada di tangannya
"Sayang muka kamu sudah cantik jadi ngga perlu pakai bedak lagi juga sudah cantik" ucap Bagas menatap ke Lintang sekilas lalu kembali fokus menatap ke arah depan sementara Lintang yang mendengar suara yang tak asing di matanya lebih tepatnya suara yang tak asing di telinganya langsung menoleh ke Bagas
"Sayang walaupun muka aku sudah cantik tanpa memakai bedak tetap saja aku harus memakai bedak supaya kamu cuma cinta sama aku dan ngga kecantol sama wanita lain" jelas Lintang menatap ke Bagas sebentar lalu melanjutkan lagi menaburkan bedak ke wajahnya sementara Bagas terkekeh kecil
"Sayang kamu gombal banget belajar gombal darimana ? memangnya pohon pakai ada kata nyangkut segala beneran ngga ada wanita lain di hati kamu ?" cerca Lintang sambil memicingkan satu mata sedangkan Bagas dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap sambil tetap fokus mengemudi
"Sayang aku serius ngga gombal jadi jangan bawa bawa gombal kamu juga seperti pohon karena aku bisa menanam benih di rahim kamu iya beneran masa kamu ngga percaya ? aku sudah sering berani sumpah sama kamu kalau aku bohong sama kamu kalau aku mengkhianati kamu atau selingkuh dengan kamu atau kalau aku dekat sama wanita lain aku berani sumpah mati ketabrak mobil dan mati kesambar geledek terserah kamu mau percaya dengan aku atau ngga yang jelas sumpah itu sudah di saksikan oleh Tuhan dan sudah di catat oleh malaikat jadi sumpah itu ngga boleh buat main main soalnya kalau sampai mengingkari sumpahnya sendiri akibatnya orang yang sumpah itu akan dapat karmanya dari Tuhan karena menyakiti hati orang lain duluan" jelas Bagas sambil mengucapkan sumpah lagi kepada Lintang karena dari sejak awal pacaran sama Lintang pasti Bagas berani sumpah supaya Lintang percaya soalnya sebelum pacaran sama Bagas dulunya Lintang pernah di selingkuhi oleh pria yang saat itu jadi pacarnya sehingga saat Bagas selalu mendekati Lintang membuat Lintang tidak percaya dengan cintanya Bagas terhadap Lintang padahal Bagas serius namun di anggap oleh Lintang bahwa Bagas sedang merayu dirinya supaya mau menjadi pacarnya Bagas setelah Lintang mau menjadi pacarnya Bagas dengan tega Lintang di tinggalkan oleh Bagas seperti cinta pertamanya yang selingkuh dan mengkhianati Lintang walaupun Bagas juga pernah cerita ke Lintang bahwa Bagas pernah di khianati dan di selingkuhi oleh pacarnya Bagas sendiri di depan matanya Bagas apalagi selingkuhan dari pacarnya Bagas adalah teman dekat Bagas sendiri mendengar tuduhan Lintang membuat Bagas berani bersumpah kalau Bagas membohongi Lintang, kalau Bagas mengkhianati dan menduakan Lintang kalau Bagas dekat dengan wanita lain selain Lintang Bagas berani sumpah mau mati ketabrak mobil dan mati kesambar geledek setelah mendengar Bagas berani sumpah seperti itu membuat hatinya Lintang luluh dan menerima Bagas menjadi pacarnya butuh pengorbanan untuk meluluhkan hatinya Lintang sehingga Lintang mau menjadi pacarnya Bagas
"Sayang aku ngga bawa bawa gombal dari tadi aku cuma bawa bedak dan tas kenapa jadi menyangkut pautnya aku seperti pohon yang bisa di tanami oleh kamu iya aku percaya soalnya kalau sumpah itu ngga boleh buat main main kalau orang yang sumpah tidak menepati sumpahnya pasti mau ngga mau akan kena sumpahnya sendiri karena Tuhan maha adil termasuk kamu kalau kamu bohongi aku kalau kamu mengkhianati aku kalau kamu selingkuh dari aku kalau kamu menduakan aku kalau kamu dekat sama wanita lain selain aku pasti aku yakin kamu bakalan kena sumpahnya kamu sendiri yaitu mati ketabrak mobil beneran dan mati kesambar geledek beneran aku percaya sama kamu makanya aku mau jadi pacar kamu setelah kamu berani sumpah ke aku iya aku tahu Tuhan tidak pernah tidur dan semua kata kata manusia sudah di catat oleh malaikat jadi kalau kamu membuat sakit hati aku duluan yang sudah setia sama kamu pasti aku jamin kamu bakalan menderita dan sengsara bahkan yang lebih parahnya lagi kamu bakalan mati ketabrak mobil beneran dan mati kesambar geledek beneran" ocehan Lintang sambil menampilkan kedua matanya yang berbinar sementara Bagas tersenyum lebar karena Lintang percaya padanya
__ADS_1
"Sayang walaupun kamu ngga bawa bawa gombal tapi kamu bilang aku gombal sama saja kamu bawa bawa gombal soalnya aku jamin kalau aku menanam benih di rahim kamu pasti akan muncul anak kita berdua sebagai tanda bahwa itu bukti buah hati kita berdua makasih kamu sudah percaya sama aku pintar banget kamu jadi semakin cinta aku sama kamu aku bakalan jaga kepercayaan kamu dan aku ngga bakalan buat sakit hati kamu duluan, aku juga ngga mau membohongi kamu karena aku ngga mau di bohongi aku ngga mau mengkhianati kamu karena rasanya sangat sakit aku ngga mau selingkuh dari kamu soalnya rasanya di selingkuhi sakit banget aku sama kamu dulunya pernah sama sama merasakan di selingkuhi di khianati dan di duakan oleh pacar kita berdua masing masing jadi aku tahu rasanya di selingkuhi di khianati dan di duakan oleh orang yang aku sangat cintai maka dari itu aku ngga mau menyakiti hati kamu duluan" tegas Bagas sambil mengusap pucuk kepala Lintang yang duduk di sebelahnya sementara Lintang sedang sibuk menaburkan bedak ke rambutnya maksudnya sibuk menaburkan bedak ke wajahnya
"Sayang soalnya aku kira kamu sedang gombal dan merayu ke aku makanya aku bilang kayak gitu ke kamu ih kamu otaknya mesum banget dan otaknya kotor banget harus di cuci pakai air bekas mengepel lantai sama sama aku memang dari dahulu paketnya komplit sudah cantik baik hati tidak sombong pintar rajin menabung di supermarket lucu pokoknya masih banyak lagi lainnya iya aku pegang kata kata kamu ingat laki laki yang di pegang adalah kata katanya iya kita berdua sama sama punya masa lalu yaitu pacar yang kita berdua cintai dan sayangi malah mengkhianati kita berdua, selingkuh dari kita berdua menduakan kita berdua sehingga aku harap kita berdua bisa sampai ke jenjang pernikahan amin sama aku juga ngga mau menyakiti hati kamu duluan soalnya aku ngga mau dapat karmanya" tegas Lintang sambil menatap Bagas sekilas lalu meletakkan bedaknya ke dalam tas
"Sayang aku serius dan ngga sedang merayu kamu otak aku mesumnya dan otak aku kotornya cuma sama kamu ngga ada yang lain kalau di cuci sama air bekas mengepel lantai di jamin bukannya bersih tuh otaknya malah semakin kotor iya kamu memang paketnya komplit dan aku beruntung bisa mendapatkan kamu orang yang mengkhianati kamu duluan dengan banyak alasan orang yang selingkuh dari kamu duluan dengan banyak alasan akan mendapat hukuman karmanya dari Tuhan iya aku tahu kalau laki laki yang di pegang kata katanya kalau kamu mau kamu bisa memegang kata kata aku kalau kamu bisa amin berarti kita berdua tidak mau menyakiti duluan" tegas Bagas menatap ke Lintang sementara Lintang dengan mantap menganggukkan kepalanya mantap di sertai senyum lebar
"Iya sayang toko perhiasannya masih jauh ?" tanya Lintang mengalihkan topik pembicaraan sedangkan Bagas menggelengkan kepalanya samar
"Sayang toko perhiasannya sebentar lagi sampai" jawab Bagas sambil mengulum senyum sementara Lintang menyandarkan kepalanya ke kursi yang di dudukinya
"Sayang hati hati menyetir mobilnya jangan sampai menabrak burung yang sedang terbang" omel Lintang sementara Bagas ingin sekali memeluk Lintang tapi Bagas sedang sibuk mengemudikan mobilnya
"Sayang mobil itu ada di jalan kalau burung terbang itu adanya di atas sehingga aku jamin mobilnya ngga pernah akan menabrak burung terbang" tegas Bagas ingin sekali dirinya menyumpal mulutnya Lintang sementara Lintang mengambil blush on yang ada di tasnya dia sedang mengaplikasikan blush on di kedua pipinya bergantian setelah Lintang menebarkan lipstik di bibirnya sementara Lintang juga tadi sudah memberikan eye shadow ke kedua atas matanya secara bergiliran
__ADS_1