Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Supaya Suami Aku Tidak Melakukan Drama


__ADS_3

Gemilang tak menyia nyiakan kesempatan yang ada, Gemilang ikut memegang tangannya Cahaya yang sedang bertengger di lengannya, namun begitu Gemilang menatap ke arah Cahaya, wajahnya Cahaya sangat tak bersahabat karena kini Cahaya menatap tajam ke arah Gemilang.



Mendapatkan serangan tatapan tajam seperti itu membuat nyali Gemilang menciut, sehingga Gemilang langsung melepaskan tangannya dari tangan Cahaya yang sedang bersarang di lengannya.


"Papa ngga usah pegang pegang tubuhnya mama, dan papa jangan cari kesempatan kepada mama" bentak Cahaya sambil menatap tajam ke arah Gemilang, sementara Gemilang menganggukkan kepalanya mantap.


"Baik mama" sahut Gemilang singkat, setelah itu Cahaya melangkahkan kedua kakinya ke arah ruang tamu dengan tangan yang menggandeng lengannya Gemilang, sementara Gemilang juga ikutan melangkahkan kakinya mengikuti langkah Cahaya.


Setelah Gemilang dan Cahaya melangkah selama beberapa menit kini Cahaya dan Gemilang sudah sampai di ruang makan, Bagas yang mendengar suara sepatu langsung mendongakkan kepalanya menatap ke arah sumber suara.


__ADS_1


Kini Bagas melihat ke arah Gemilang dan Cahaya yang sedang berjalan ke arahnya, dengan tangan Cahaya yang masih betah bertengger di lengan Gemilang, kini Cahaya mengeluarkan senyum manis kepada Bagas saat Bagas menatap ke arah Cahaya.


"Maaf ya Bagas kalau tadi tante ngga bilang dulu waktu mau pergi" ucap Cahaya setelah menjatuhkan diri ke sofa ruang tamu, sedangkan Bagas menganggukkan kepalanya mantap sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, sementara Gemilang juga ikutan mendaratkan bokongnya ke sofa di sebelah Cahaya sang istri.


"Lintang kemana Bagas kenapa ngga menemani kamu ?" tanya Gemilang setelah dirinya celingak celinguk menoleh ke kiri, kanan, depan, belakang, atas, dan bawah namun tak melihat kehadiran Lintang, sedangkan Bagas kini menatap ke arah Gemilang sambil mengulum senyum di bibirnya, sementara Cahaya menyikut perut Gemilang membuat Gemilang meringis kesakitan gara gara ulah Cahaya.


Lalu Gemilang menatap ke arah Cahaya yang menyikut perutnya Gemilang, kini Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang, membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali, sungguh Gemilang bingung kenapa Cahaya menatap dirinya seperti itu, Gemilang sangat tahu arti tatapan itu, tatapan Cahaya itu tanda bahwa Cahaya sedang marah dan emosi ke Gemilang.


"Papa mama kan tadi sudah bilang kalau Lintang itu sedang membuatkan minuman buat Bagas, makanya Lintang menyuruh mama buat menemani Bagas, tapi karena mama rasa Bagas canggung cuma dengan mama doang, mama memutuskan untuk meminta papa ikutan menemani Bagas juga, bukannya tadi di ruang kerjanya papa sudah mama jelaskan panjang lebar melebihi panjangnya rel kereta api" bisik Cahaya dengan nada ketus di telinganya Gemilang, sementara Gemilang manggut manggut sambil mendengarkan penjelasan dari sang istri, sedangkan Bagas yang melihat Cahaya berbisik di telinganya Gemilang membuat Bagas menautkan kedua alisnya bingung, karena jujur memang Bagas tak mendengar bisikan dari Cahaya untuk Gemilang.


Cahaya yang merasakan bahwa Gemilang sedang mencari kesempatan dengan cara memegang bahunya dengan tangannya, kini Cahaya langsung menepis secara kasar tangan Gemilang di bahunya, di sertai pelototan kedua matanya Cahaya ke arah Gemilang, yang membuat Gemilang ketar ketir di landa ketakutan.


"Papa mama itu sedang kegerahan jadi papa ngga usah sentuh tubuhnya mama dengan tangannya papa" pinta Cahaya dengan nada lembut dan senyum yang di paksakan, Cahaya sengaja melakukan itu semua karena di depan Cahaya ada tunangan Lintang yaitu Bagas, sementara Gemilang mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman, sedangkan Bagas berusaha menahan tawanya yang hampir meledak.

__ADS_1


Gemilang kini tahu mengapa Cahaya sang istri berkata lembut padanya, walaupun cara tadi Cahaya menepis tangannya Bagas itu sangat kasar, Gemilang tahu bahwa Cahaya berkata lembut seperti tadi karena di depan mereka berdua ada Bagas calon menantu mereka berdua.


"Oh aku tahu kenapa istri aku berkata lembut ke aku, karena di depan aku dan istri aku ada tunangannya Lintang yaitu Bagas, pantas istri aku berkata lembut ke aku walaupun cara menghempaskan tangannya aku dari bahunya istri aku sangat kasar, bukan cuma itu saja istri aku juga tadi memaksakan diri untuk tersenyum, lebih baik aku cari kesempatan supaya aku bisa dekat dan membuat istri aku ngga marah lagi sama aku, mumpung ada Bagas lebih baik aku gunakan kesempatan untuk merayu istri aku supaya ngga marah lagi ke aku" batin Gemilang tanpa sadar menerbitkan senyum tipis di wajahnya, sedangkan Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tatapan yang tak bisa di artikan, sementara Bagas menatap ke arah Gemilang dan Cahaya secara bergantian.


Kini keadaan hening, karena ketiga manusia yang ada di ruang tamu saling diam dan saling bungkam, namun Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tatapan nyalang, karena setelah Cahaya tunggu selama beberapa puluh jam, kelamaan dong, maksudnya setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh menit namun Gemilang tak menjawab omongan Cahaya membuat Cahaya geram dan tersulut emosi.



Gemilang memang sekarang sedang sibuk dengan dunianya sendiri, alias Gemilang sibuk melamun memikirkan cara apa supaya Cahaya tak marah lagi kepada Gemilang, kini Gemilang sedang memutar otaknya dengan keras melebihi kerasnya baja.


Cahaya kini paham kenapa Gemilang diam dan seperti patung tak menjawab omongan Cahaya, karena Cahaya yakin Gemilang sedang melamun memikirkan cara supaya Cahaya tak marah kepada Gemilang, entah mengapa dugaan Cahaya tepat seratus milyar persen dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Gemilang.


"Pasti suami aku kini sedang mencari kesempatan dalam kesempitan supaya aku ngga marah lagi sama suami aku, makanya suami aku hanya diam saja sampai sekarang tak menjawab omongan aku, lebih baik aku harus cari cara supaya suami aku tidak melakukan drama di depan tunangannya anak aku, tapi cara apa kira kira yang aku lakukan supaya suami aku ngga modus ke aku, aku harus memaksa otaknya aku supaya berpikir dan menemukan ide yang cemerlang untuk menggagalkan niat terselubung dari suami aku" batin Cahaya sambil menatap ke arah Gemilang yang hanya diam dengan tatapan kosong ke arah depan.

__ADS_1


Sementara Bagas hanya diam sambil menatap ke arah Cahaya dan Gemilang secara bergantian, jujur Bagas juga bingung kenapa kedua orang tuanya Lintang saling diam dan tak mengajak Bagas mengobrol, dalam hatinya Bagas di landa ketakutan, kalau kedua orang tuanya Lintang telah mengetahui perselingkuhan antara Bagas dan Jelek.


__ADS_2