Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 14 - kabur


__ADS_3

Karena luka yang ada di lengan kanan Niki tidak begitu dalam dan tidak perlu di rawat inap, mereka pulang dari rumah sakit di hari itu juga. Tangan yang di balut dengan perban membuat Niki bagaikan seorang raja, bagaimana tidak? karena akting yang sangat baik darinya membuat Kenzi menyetujui perjodohan itu. Bara sangat memanjakan Niki membuat semua orang menggeleng-gelengkan kepala.


Bara menatap putranya dengan senyum samar, "kenapa kamu hanya berdiri saja, cepat ganti pakaianmu dan kita akan melihat gadis itu," tutur Bara dengan perintah.


Kenzi menghela nafas dengan kasar, berjalan menaiki tangga menuju kamarnya dan bersiap-siap.


Kenzi membersihkan diri dan menenangkan pikiran nya yang sangat kacau di bawah shower, aliran air yang mengenai kepala membuatnya sedikit tenang. "Apa aku harus menikah saat ini? apakah pernikahan ku berakhir bahagia karena perjodohan itu?" batin Kenzi yang melamun.


Semua orang telah bersiap-siap, begitupun dengan Kenzi yang terlihat sangat tampan dengan menggunakan pakaian casual dan rambut yang rapi. Bara sibuk dengan menghitung anak dan cucunya takut akan tertinggal, "semuanya lengkap kecuali Al dan El beserta istri mereka," ucap Bara yang sangat bersemangat.


"Apa kalian melupakan kami?" ucap seseong dari arah belakang membuat semua orang menoleh. Triple A dan twins N membuka matanya dengan lebar karena kedua orang tua mereka hanya di sini, mereka berlari dan saling memeluk erat.


"Kenapa Dad tidak pernah menelfon? apa di Swiss tidak ada jaringan telfon?" ucap Niko yang memeluk ayahnya dengan haru, sementara Niki memeluk ibunya.


"Mom sangat merindukan kalian, untung saja ini berjalan dengan cepat. Lain kali, jika bertarung fokuslah pada lawanmu dan jangan sampai lengah," tutur Anna yang melihat lengan Niki yang di balut dengan perban.


"Eh, bagaimana Mom mengetahui semua ini?" ucap Niki dengan kaget.


"Dasar bodoh, apa kalian melupakan siapa Daddy?"


"Yaya....nanti saja jika ingin menyombongkan diri mu Dad, sekarang dimana oleh-oleh untukku dari Swiss?" ucap Niki yang mengadahkan kedua tangannya seraya menatap El dengan penuh harap.


"Hehe....sebenarnya Daddy dan Mommy tidak pergi ke Swiss, hanya pergi ke Villa yang tak jauh dari Mansion, hanya menempuh perjalanan 2 jam saja," jujur El.


"Apa? jadi kalian berniat liburan tanpa mengajak kami?" sela Niko yang di anggukan kepalanya oleh El.


"Dasar tidak adil," gerutu Niko.

__ADS_1


"Kita akan jalan-jalan nanti, bagaimana?" tawar Anna yang berusaha membujuk anak-anaknya yang cemberut, Niko dan Niki kembali ceria setelah mendengar tawaran dari ibunya.


"Setuju," sahut mereka setuju.


Sedangkan Alex, Lexa, dan Lexi memeluk kedua orang tua mereka secara bergantian untuk melepaskan rindu karena tidak bertemu beberapa hari saja.


"Kenapa kalian berbohong dan mengatakan pergi ke Swiss?" tanya Lexi yang bertolak pinggang sambil menatap kedua orang tuanya dengan kesal, Shena tersenyum menatap putrinya yang tampak menggemaskan.


"Mau bagaimana lagi? jika Ibu mengatakan yang sebenarnya kalian akan ikut dan mengagalkan usaha dari kakek Bara," ucap Shena yang memegang dagu putrinya dengan menarik ke atas secara perlahan.


"Tapi kanapa?" tukas Alex yang menatap Ibunya dengan penasaran.


"Kalian masih kecil, jika sudah dewasa kalian akan mengerti segalanya," jawab Al.


kedua keluarga kecil itu bergabung dengan semua orang, mereka sangat bahagia dengan kabar baik mengenai Kenzi yang menerima perjodohan itu. Yah, walaupun perjodohan secara pemaksaan tetap saja mereka sangat bahagia.


Kenzi menatap semua interaksi yang ada di hadapannya dan mulai mengerti jika ini hanya jebakan saja, "aku mengerti sekarang, jadi kalian semua bersekutu dan bekerjasama mengenai rencana Papa? sungguh aku tak menduga ini, kalian memanfaatkan kepolosanku," celetuk Kenzi yang tak terima dengan semua yang menimpanya.


"Itu artinya perjodohan ini di batalkan karena kalian semua menjebakku," ucap Kenzi yang sangat merdeka.


"Tadinya memang begitu, tapi karena musuhmu melukai lengan kanan Niki membuatmu tidak bisa lari lagi. Seorang pemimpin Mafia bahkan tidak bisa melindungi cucuku yang sangat tampan itu," jawab Bara.


Kenzi yang merasa tidak adil itu mencari celah untuk kabur dari keluarganya, "jangan lari kamu, dasar anak nakal!" teriak Bara karena Kenzi berhasil kabur.


Semua orang mengejar Kenzi yang lari dari Mansion, dia sangat senang karena berhasil kabur dari keluarga anehnya, "akhirnya aku bisa terbebas dari keluarga itu, tapi kemana aku harus pergi? cepat atau lambat mereka akan menemukan keberadaanku," gumam Kenzi yang mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


Kenzi berjalan menurut instingnya, hingga dia melihat sebuah mobil dan menyelinap masuk ke dalam mobil pikap angkutan buah, "setidaknya aku aman di sini dan menghindar dari keluarga aneh itu," batin Kenzi.

__ADS_1


Bara sangat kesal dengan kaburnya Kenzi, "kerahkan seluruh kemampuan dan cari bocah itu hingga dapat," titah Bara dengan tegas.


"Berhentilah memerintah seperti itu, kamu bukanlah tentara sekarang. Hanya pensiunan saja," cibir Nathan.


"Tetap saja aku dulunya seorang tentara, berhentilah berdebat dengan ku. Aku serahkan tugas ini kepada Al dan juga El," tutur Bara.


"Baiklah," jawab mereka dengan kompak.


"Hiks....itu artinya aku tidak akan mempunyai adik," racau Lexi yang sedih.


"Tenanglah, apa kamu meragukan Ayah?" ucap LexaLexa yang mengelus punggung adiknya.


"Kamu benar juga."


Bara sangat kesal dengan Kenzi yang berhasil kabur di saat mereka akan berangkat menuju rumah sang gadis, "apa kesalahanku? lihat saja bagaimana aku akan menghukum anak kecambah itu," gumam Bara.


Naina menatap suaminya, "tenanglah, twins L akan menemukan Kenzi dan kita akan menghukumnya bersama-sama," ucap Naina dengan penuh semangat.


"Kamu benar."


Sedangkan Abian dan Lea hanya terdiam tanpa tau apa yang akan mereka lakukan, "kita harus apa?" tanya Abian yang menoleh menatap istrinya.


"Tentu saja mencari Kenzi hingga dapat." Lea meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.


"Itu ide yang sangat buruk dan aku tidak tertarik melakukan pencarian itu, Kenzi sangat kekanakan sekali. Aku tidak menduga dia bisa melakukan hal sekonyol ini," ucap Abian yang mengikuti langkah istrinya.


Semua orang pergi meninggalkan tempat itu dan masuk ke dalam Mansion. Sedangkan Al dan El memanfaatkan seluruh kekuasaan mereka untuk mencari keberadaan Kenzi.

__ADS_1


"Sialan, berani sekali dia kabur di saat-saat seperti ini," celetuk Al.


"Heh, untuk sekarang biarkan dia kabur dan tidak lama lagi dia akan dapat. Kemanapun dia bersembunyi sekarang, sampai ke lubang neraka pun dia akan di temukan," sahut El yang tertawa jahat hingga dia tersedak membuat El batuk-batuk.


__ADS_2