Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 59 - Sembuh


__ADS_3

Di detik terakhir sebelum operasi, Kenzi datang dengan membawa ramuan yang sudah mereka buat dan menghentikan aksi Jimmy yang ingin mengoperasikan Lea, "hentikan," titah Al yang menerobos masuk. Sesuai perkataan darinya, Jimmy menghentikan aktivitas nya.


"Ada apa?" ujarJimmy yang menoleh ke asal suara. El menghampiri sang dokter dan memberikan ramuan, "ini akan membantu kesembuhan adik dan calon keponakanku."


"Apa yang kamu lakukan? jangan menyalahi aturan yang ada, di sini akulah dokternya!" Jimmy menghalangi niat El.


"Ck, kamu sebagai dokter hanya tau operasi saja. Menyingkirlah dari hadapanku," Ketus El yang mendorong tubuh Jimmy hingga kepalanya terbentur dengan suster di belakangnya.


"Kamu selalu saja berbuat seenaknya," keluh Jimmy yang sedikit kesal. El tidak menghiraukan orang lain dan berfokus dengan kesembuhan adiknya, membantu menuangkannya ramuan itu kedalam mulut Lea dengan menggunakan mulutnya. Tapi Kenzi mencekal El, "apa yang kamu lakukan?"


"Aku ingin memberikan ramuan ini kepada adikku."


"Biar aku saja yang melakukannya." Abian merebut ramuan dari tangan El dan memasukkan ke dalam mulutnya, dia melakukannya dengan penuh hati-hati. El berjalan menghampiri Jimmy dan menutup mata pria berjas putih itu, "ini adegan 18+."


"Sial, kamu pikir aku ini masih anak-anak?" gerutu Jimmy.


"Jika kamu melihatnya akan berhasrat, sedangkan posisimu sekarang adalah jomblo abadi dan bisa di katakan besi berkarat," cibir El.


"Dasar unta sialan."


Abian yang telah selesai melakukan tugasnya, menatap wajah Lea dengan penuh harapan. 30 detik kemudian, ramuan itu menimbulkan reaksi dengan tubuh Lea yang bergetar hebat. Mereka sangat khawatir dengan kondisi Lea yang malah bertambah parah, "apa yang terjadi? kenapa reaksinya sangat besar?" tanya Abian yang menatap Kenzi, Al, dan juga El.


Seluruh tubuh Lea mulai membiru, keringat yang bercucuran membasahi tubuhnya akibat reaksi obat. Keadaan semakin tegang, takut terjadi hal yang tidak di inginkan. Jimmy melihat reaksi obat dengan sangat serius, "astaga....semoga saja Lea baik-baik saja," batinnya.


Tubuh membiru perlahan mulai menghilang, getaran hebat juga sudah kembali normal. Al tersenyum saat mengetahui jika penawarnya bekerja dengan sangat baik, Jimmy hampir tak percaya apa yang di lihatnya , mendekati Lea dan mulai memeriksa.


"Ini tidak mungkin," gumamnya pelan yang masih terdengar oleh orang di sekitarnya.


"Apa yang tidak mungkin?" tukas Abian.


"Tubuh Lea kembali normal dan janinnya juga baik-baik saja," ungkap Jimmy yang tercengang.

__ADS_1


Al memeluk El dengan penuh haru, "akhirnya Lea dan anaknya selamat." Dengan cepat Al menyembunyikan air matanya yang menetes mengenai bahu adik kembarnya, "kamu benar, biar aku tebak jika kamu sedang menangis sekarang ini."


"Karena aku sangat menyayangi adikku."


"Baiklah, aku percaya itu."


Abian memeluk Lea dengan air mata kebahagiaan, usaha yang di lakukan tidak mengkhianati hasil. Jimmy merasa terharu dan melihat pemandangan romantis di depannya, sebuah cinta tulus dan juga murni.


Twins L dan Kenzi keluar dari ruangan itu dan menghampiri keluarga yang sudah menunggu kabar mengenai keadaan Lea.


"Bagaimana keadaan Lea?" desak Dita yang menghampiri Al.


"Syukurlah, Lea dan kandungannya baik-baik saja dan sudah di pastikan sembuh."


Mereka bahagia saat mendengarkan kabar baik itu, Nathan menoleh ke samping kanannya. "Terima kasih karena telah menolong putriku," ucapnya tulus.


"Kita ini sahabat dan mengenai pengobatan Lea itu semuanya berkat Kayla, jika saja dia tidak memberikan pil biru dan juga tanaman langka, ini tidak akan terjadi." Zean tersenyum tulus.


"Akhirnya keluarga kita kembali bahagia," seloroh Naina yang memeluk Dita dengan haru.


Sementara Abian tidak ingin keluar dari ruangan tempat Lea di rawat, dia lebih memilih untuk menunggu dan berharap jika istrinya segera sadar. Abian seakan menyesal dengan kata-kata yang pernah dia lontarkan kepada calon anaknya dan tidak percaya dengan perjuangan Lea yang ternyata tidak sia-sia.


"Maafkan aku yang hampir saja melenyapkan anak kita, aku berharap jika kamu mau memaafkan kesalahanku. Kamu tau? jika aku hampir saja gila karena memikirkan kondisimu yang parah itu," racau Abian.


Air matanya menetes mengenai wajah Kayla dan membangunkannya, "bagaimana kondisi anak kita?" lirihnya.


"Sayang, akhirnya kamu sadar. Aku akan memanggilkan dokter," seru Abian yang sangat antusias.


"Nanti saja, katakan bagaimana kondisi kehamilanku?"


"Syukurlah, kondisi kalian berdua sehat tanpa satu kekurangan apapun. Maafkan aku yang hampir saja berpikiran buruk mengenai calon anak kita," ucap Abian yang menundukkan kepala.

__ADS_1


"Jangan bilang jika kamu ingin menggugurkan janinku?" tutur Lea dingin. Sedangkan Abian menganggukkan kepalanya dengan pelan, "aku tidak berdaya dan tak ingin kehilanganmu."


Lea menghela nafas dengan kasar, "Dan jika itu terjadi, kamu akan melihat pemakaman ku." Sontak Abian terkejut, mendekap sang istri.


"Apa yang kamu katakan? jangan mengatakan hal itu, sebaiknya kamu istirahat saja."


Lea mematuhi ucapan Abian, dan menutup kedua matanya. Tertidur dengan cepat karena reaksi obat yang memiliki efek samping, Abian menatap wajah yang masih terlihat pucat dan mencium pucuk keningnya hingga juga ikut tertidur.


****


Nathan dan Bara berencana untuk membuat pesta, merayakan hari buruk yang sudah di lewati dengan rintangan yang ada. Sedangkan Kenzi membawa Kayla untuk pulang ke mansion karena dia tau jika istrinya kelelahan.


Di perjalanan pulang, Kenzi terus saja mencuri-curi pandang. Kayla yang tau menjadi risih, "jangan menatapku begitu," ketusnya.


"Kamu terlihat sangat cantik hari ini," puji Abian yang fokus mengendarai mobil.


"Apa menurutmu sebelumnya aku sangat jelek?" cetus Kayla yang sangat tidak menyukai ucapan yang keluar dari mulut suaminya.


"Maksudku bukan begitu, hanya saja...."


"Hanya saja apa?" ketus Kayla yang memotong pembicaraan Kenzi dengan tatapan tajamnya.


"Lupakan saja."


"Kenapa dia selalu marah-marah, aku hanya memujinya saja," batin Kenzi yang tidak mengetahui penyebab dari kekesalan Kayla.


Sampailah mereka ke Mansion, Kayla turun dari mobil dan berlalu pergi meninggalkan Kenzi yang ingin membukakan pintu, "apa kesalahan ku kali ini?" gumamnya yang mengekori istrinya.


Baru beberapa langkah dia masuk ke kamar, tiba-tiba Kayla mendorong tubuh Kenzi untuk tidak masuk, "tunggu di sini," tutur Kayla.


Kenzi sangat bersemangat dan berpikir jika Kayla akan membuat kejutan menyenangkan, "pasti dia telah bersiap-siap menggunakan baju dinas yang menambah sensasi dalam bercinta," gumamnya yang dengan pikiran kotor dan juga liar.

__ADS_1


Pintu kamar hanya setengah terbuka, ekspetasi yang dia pikirkan ternyata berbanding terbalik saat Kayla memberinya selimut dan juga bantal, "kamu tidurlah di luar dan jangan mengangguku yang sangat lelah." Kayla menutup pintu dengan keras membuat Kenzi tersentak kaget.


Sementara di sisi lain terdengar suara tawa yang terdengar di telinga Kenzi, "sepertinya ada yang menertawaiku?" gumamnya yang melihat sekeliling.


__ADS_2