
Dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi kepadanya, selalu menyukai wajah kesal Amar. Perasaan nya menjadi amat bahagia karena berhasil mengerjai asistennya, sangat menghibur dan bisa di jadikan pelampiasan pekerjaan yang selalu membuatnya pusing. "Dasar asisten bodoh, tapi aku sangat senang melihatnya begitu," gumam Kenzi tersenyum samar
Sedangkan kelima pasang pasang mata melihat hal itu dari kejauhan, siapa lagi jika bukan triple A dan twins N yang sedang menggelengkan kepala melihat tingkah Kenzi yang kekanak-kanakan. Bahkan mereka sedikit merasa kasihan dengan Amar.
"Ada apa dengan paman?" celetuk Lexi yang menatap kakak kembarnya, Alex.
"Tidak biasanya dia begitu." Sambung Lexi yang juga menatap Alex. Karena sifat Kenzi sangat bertolak belakang dengan Kenzi yang dulu.
"Kenapa kalian menatapku begitu? tanyakan kepada orangnya secara langsung," jawab Alex yang tak suka di tatap oleh kedua adik perempuannya.
"Ck, selalu saja begitu. Lebih baik aku pergi saja!" ketus Lexi yang jengah dan berlalu pergi sembari menarik tangan Lexa agar menjauh dari ketiga saudara laki-lakinya.
"Apa yang sedang kalian lihat?" celetuk Baby yang juga ikutan mengintip dari balik pintu.
"Mengawasi target, kenapa kamu ada di sini? Menjauh dariku!" ketus Alex yang menjauh dari Baby.
"Ada apa denganmu? aku hanya berdiri saja di sampingmu tanpa berbuat apa pun." Baby menatap Alex dengan bingung.
"Menjauhlah, aku tak ingin berdekatan dengan gadis sepertimu," ucap Alex yang monohok, sedangkan Baby hanya menatap Alex dengan jengah dan bergeser ke sebelah Lexi.
"Ya, lebih baik kalian pergi saja. Dasar wanita," ucap Niki yang mengusir Lexa, Lexi, dan Baby karena sangat bosan mendengar keluh kesah para perempuan, apalagi di tambah dengan Baby, adiknya Rayyan dan juga Abian yang tinggal di mansion Wijaya untuk beberapa hari ke depan.
"Tanpa kamu usirpun kami juga akan pergi," ketus Lexa yang memelet lidahnya mengarahkan kepada Niki.
"Pergi saja."
"Sudahlah, kenapa kamu memperpanjang masalah? lebih baik kita mencari tau kenapa paman Kenzi sangat aneh!" tutur Niko yang menarik tangan Alex agar fokus dengan layar ponselnya.
__ADS_1
"Untuk apa mencari tau? sangat tidak penting dan juga membosankan, lebih baik aku ke kamar saja." Alex berlalu pergi meninggalkan twins N yang menatap kepergiannya. Alex tidak tertarik dengan semua itu, dia lebih menyukai beberapa eksperimen untuk menghilangkan Mysophobia yang di deritanya selama ini. Alergi akan wanita yang pernah di alami oleh sang kakek, sekarang menular kepadanya. Hanya saja, reaksi tidak menunjukkan kepada para anggota keluarga Wijaya. Tidak ada yang tau jika Alex penderita Mysophobia yang sangat menyukai kebersihan, kerapian, dan alergi jika di dekati wanita.
"Ada apa dengannya? akhir-akhir ini dia sangat aneh!" tutur Niko yang mengerutkan keningnya.
"Entahlah, aku juga tidak tau dan tak ingin tau. Aku sangat ingin mengerjai paman Kenzi, tapi sepertinya perutku tidak berkompromi, sebaiknya aku harus makan untuk memulihkan perut kecilku ini." Niki mengelus perutnya dan membatalkan niatnya untuk mengerjai Kenzi.
"Apa kamu akan meninggalkan aku sendiri?" ucap Niko yang meninggikan.
"Ikutlah dengan ku jika kamu lapar," tutur Niki tanpa menoleh dan terus melangkahkan kaki kecilnya menuju meja makan di ikuti oleh Niko.
Niki menarik kursi, mata berbinar saat melihat makanan yang di suguhkan di atas meja. Seakan air liurnya hampir menetes, makanan di atas meja makan memang mengundang selera. Niki sangat bersemangat, mengambil piring yang tak jauh darinya. Niko melakukan hal yang sama, mata yang bersinar dengan perut semakin meronta-ronta untuk di isi.
"Aku sangat lapar sekali, ada ayam bakar juga di sini."
"Tapi ini makanan siapa?" tanya Niko yang menatap saudara kembarnya dengan kedua alis yang menyatu.
"Lupakan saja siapa pemiliknya, ini sangat menikmati lezat sekali. Coba kamu rasakan makanan ini aman dan tidak beracun," ucap Niki. Awalnya Niko tidak ingin memakan makanan itu, tapi saat melihat Niki makan dengan sangat lahap juga membuatnya semakin bersemangat dalam menghabiskan lauk pauk yang ada di atas meja.
"Makanan ini sungguh nikmat, aku bahkan menambah untuk ketiga kalinya," seru Niko. Tak butuh waktu lama menghabiskan makanan yang tersisia di atas meja makan, "mantap."
"Oh astaga, kenapa kalian menghabiskan makanan itu? sisakan sedikit untuk Daddy," pcapan seseorang terdengar oleh twins N yang sekarang melihat ke sumber suara.
"Daddy!" ucap mereka dengan kompak.
"Ya, itu makanan daddy dan kalian menghabiskan tanpa mencari tau siapa pemiliknya. Dasar tidak sopan!" tukas El yang mengambil ayam bakar yang ada di tangan Niko dan memakannya, tatapan mata yang menyelidik tak luput saat memandangi kedua putra kembarnya itu.
Makanan di atas meja makan habis tak bersisa sedikitpun, m ayah dan anak itu sangat menyukai masakan yang membuat ketagihan. El sangat senang saat perut terisi sempurna, berpamitan dengan kedua anaknya, "sebaiknya Daddy pergi dulu, ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan hari ini juga."El berdiri dari kursi sembari tersenyum tipis."Makanan itu sangat lezat, tapi itu bukanlah makananku!" batinnya.
__ADS_1
Twins N hanya mengangguk pelan dan masih ingin bersantai, perut kekenyangan membuat mereka malas bergerak. El berdiri dari duduk seraya pergi meninggalkan kedua anakkanya, twins N hanya menatap kepergian sang ayah dengan senyum mengembang.
"Kenapa kalian memakan makananku?" terdengar suara dengan jelas, orang itu yang segera bergegas berjalan menghampiri mereka, Niko dan Niki sedikit terkejut dan menoleh saat melihat siapa yang datang.
"Memangnya kenapa? ada yang salah dengan itu?" balas El dengan santai.
"Setelah kamu memakan makanan ku? dan bertanya apa kesalahan mu?" Kenzi mengusap wajahnya dengan kasar sembari mendengus kesal.
"Makanan yang mana?!" tanya Niko dengan wajah polosnya.
"Makanan yang ada di atas meja makan, semuanya milik ku, memakan makanan ku tanpa meminta izin. "
"Apa Paman sedang bercanda? semua makanan ini di belikan oleh daddy El."
"Tapi aku tidak merasa memakan makanan mu, Paman." Dengan santainya Niki mengatakan hal itu membuat Kenzi sedikit kesal, butuh waktu untuk memesan makanan itu kembali, perutnya sekarang terasa sangat lapar.
"Lihat ini baik-baik, aku memesan makanan itu untuk diriku sendiri." Kenzi memperlihatkan nota makanan, twins N yang tak percaya mengambil nota dan membacanya dengan sangat teliti.
"Oh ya tuhan...ternyata ini benar." Batin Niki dan Niko yang tersenyum pepsodent memperlihatkan gigi yang putih dan juga rapi.
"Bagaimana? apa kalian percaya sekarang?" tanya Kenzi seperti mengintrogasi para penjahat.
"Kami percaya," jawab mereka kompak.
"Cepat ganti makanan ku atau kalian akan aku lempar ke kandang buaya," ancam Kenzi.
"Kabuurr!!" seru Niko dan Niki yang memasang langkah seribu, tak ingin mendapat hukuman membuat mereka terpaksa berlari dari amukan Kenzi. Perut yang kekenyangan membuat langkah mereka sedikit terhambat.
__ADS_1
"Dasar tuyul, jangan lari kalian!" pekik Kenzi. "Mereka selalu saja membuat aku kesal saja," gumamnya yang sangat kesal dengan kedua keponakannya itu.