
Sepasang suami-istri yang masih tertidur akibat berolahraga di malam hari yang bermandikan keringat, suasana yang sangat panas dengan gairah yang membara. Di saat pagi hari tiba, Kenzi mengerjap matanya dan menatap seluruh ruangan itu, dia menoleh ke samping dang terlihat sang istri masih terlelap dengan tidurnya akibat pergumulan panas gairah keduanya.
Kenzi mengelus pipi sang istri dengan sangat pelan sembari mengecup bibirnya dengan sangat lembut, Kayla yang tersentak kaget dan terbangun dari tidurnya. Bagaimana sang suami sedang mencium bibirnya yang semakin lama semakin menuntut, "selamat pagi!" sapa Kenzi yang kembali melu*mat bibir merah merekah milik Kayla.
"Umph....umph." Kayla yang ingin protes tertahan oleh bibir Kenzi yang masih menempel di bibirnya.
"Oh ya ampun, apa dia tidak merasa lelah sedikitpun? aku terjebak dengan ucapanku sendiri," batinnya yang terus memberontak, walaupun dia adalah pemimpin Mafia tetap tidak bisa mengalahkan hasrat dari suaminya yang sekarang tengah menindih tubuhnya.
Kenzi tak melewatkan kesempatan itu tapi mempergunakan dengan sebaik mungkin, kedua tangan yang berguna untuk menyentuh bagian sensitif sang istri.
Kayla yang hampir putus asa itu melihat sebuah cela untuk melepaskan diri dari cengkraman Kenzi, dengan cepat dia menendang tubuh Kenzi hingga mendarat ke lantai membuat sang empunya meringis sembari memegang punggungnya.
"Kenapa kamu merusak suasana romantis itu Sayang?" ucap Kenzi dengan nanar.
"Suasana romantis? Sayang? kamu sangat ganas dan juga liar, semua badanku sangat sakit dan apa ini? di pagi hari kamu juga mengambil kesempatan? dasar serakah," cetus Kayla yang menarik selimut menutupi seluruh badannya dan menyisakan bagian kepala.
"Itulah namanya pengantin baru, apa salahnya jika aku memanggil Sayang denganmu? itu menandakan jika kamu hanya milikku seorang," ucap Kenzi yang mengklaimnya sembari berusaha bangkit untuk berdiri.
"Hei ingatlah! jika kita adalah musuh," ucap Kayla yang memperingatkan Kenzi.
"Lalu?" tanya Kenzi dengan polos.
"Ck, kamu ini sangat bodoh. Itu artinya tidak ada musuh yang melakukan hubungan suami istri seperti kita ini," ungkap Kayla yang menepuk keningnya.
"Itu masalahmu sendiri, kenapa memberikan taruhan itu. Dan jujur saja, aku sangat menyukai permainan mu itu. Apa aku boleh memintanya lagi?" tanya Kenzi dengan wajah tanpa dosa. Sementara Kayla yang geram dengan Kenzi memukul lengan suaminya dengan keras hingga selimut yang menutupi tubuh polosnya melorot, Kenzi yang melihat pemandangan sempurna dan menggoda iman kembali membangkitkan hasratnya. Tanpa babibu lagi, Kenzi menindih Kayla dengan teknik kuncian agar tidak memberikan cela kepada istrinya untuk kabur.
__ADS_1
"Hei, jangan macam-macam denganku. Cepat lepaskan kuncianmu ini," pekik Kayla.
"Aku tidak macam-macam hanya satu macam saja, sepertinya papa benar." Kenzi tersenyum penuh arti membuat Kayla menelan salivanya dengan susah payah.
"Ke-kenapa kamu tersenyum begitu? apa maksud dari ucapanmu, cepat katakan kepadaku."
"Membuat anak, sesuai keinginan papa dan juga papi mu," bisiknya di telinga Kayla yang terkejut.
"Selamat Kayla, kamu terjebak dengan taruhanmu sendiri. Pria gila ini selalu saja menyudutkan aku, dia tidak tau jika di bagian sensitifku sangatlah perih," batin Kayla yang meratapi nasibnya.
Kenzi terus memainkan permainan nya, hingga tibalah bagian inti dari segalanya. Saat ingin melakukan penyatuan, dia melihat ada sisa noda darah di sprai dan juga bagian sensitif, "Sayang, kenapa itu nya berdarah? apa kamu sakit?" tanya Kenzi yang menghentikan permainannya.
Kayla tersenyum samar, "aaargh....ini sangat sakit," rintihnya membuat Kenzi kalang kabut. Walaupun Kenzi Genius dan juga Pemimpin Mafia tak menutup kemungkinan jika dia tidak mengetahui masalah wanita sedikitpun. Sekolah yang dia pelajari bukanlah dari sekolah biasa, melainkan ilmu bisnis.
"Apa pria gila ini berubah menjadi pria bodoh? masalah itu saja tidak tau, tapi itu bagus!" batin Kayla yang terus berakting dengan sempurna.
"Kenapa kamu menelfonku, ada apa?"
"Cepat datang ke Alpa Hotel, aku menunggumu dalam keadaan darurat."
"Keadaan darurat? siapa yang sakit? apa kamu tertembak musuh dan sekarang tengah sekarat?"
"Kamu menyumpahi aku mati, ini masalah sensitif. Bawalah suster perempuan karena aku tidak ingin kamu memeriksa istriku."
Kenzi memutuskan sambungan telfon dan kembali menghampiri istrinya, sementara Jimmy yang hanya mendengar separuh kebenaran itu pun mencoba untuk memahaminya. Hingga dia menelfon keluarga Wijaya dan mengatakan jika Kayla sedang sakit parah dan akan memeriksanya.
__ADS_1
Kenzi memakai pakaiannya kembali dan membantu Kayla untuk mengenakan pakaian dalam penutup bagian sensitif, walau dia sangat tergoda dengan tubuh seksi istrinya itu, "sabarlah Cici, untuk sekarang kamu bertahanlah dan kuatkan keimananmu agar tidak berdiri," lirih Kenzi yang berusaha menasehati juniornya, sedangkan Kayla berusaha untuk tetap menahan tawanya.
"Bukan hanya gila dan bodoh, ternyata dia juga sakit jiwa. Apa maksud untuk menasehati juniornya?" batin Kayla yang berbaring di atas ranjang sesuai intruksi dari sang suami.
Tak lama, terdengar suara ketukan pintu. Kenzi berjalan mendekat dan membukakan pintu, seorang pria tampan dengan setelan jas putih yang melekat di tubuhnya. Jimmy yang sangat panik itu hampir menerobos masuk, untung saja Kenzi menahan pintu karena dia mengingat jika Kayla hanya memakai pakaian bikini saja.
"Minggirlah, aku ingin memeriksa istrimu," ucap Jimmy yang berusaha membuka pintu, Kenzi berusaha untuk menutup pintu, terjadi aksi saling dorong mendorong pintu.
"Monyet, hentikan doronganmu itu. Aku tidak ingin jika istriku di periksa oleh dokter cabul sepertimu," ketus Kenzi.
"Apa yang berusaha kamu tutupi dariku?" ucap Jimmy dengan penuh selidik sambil mengintip di sela-sela pintu yang sedikit terbuka. Kenzi mengambil segelas air mineral yang tak jauh darinya, dia meminumnya sembari berkumur-kumur dan....siraman air mengenai wajah Jimmy.
"Kambing sialan, aku masih sadar dan tidak kerasukan setan," cetus Jimmy yang mengusap wajahnya yang basah karena kelakuan dari Kenzi.
"Haha....rasakan itu akibat dari keingintahuan mu, nikmati saja dan resapilah," ucapnya.
"Kenapa kamu menghalangiku untuk masuk dan apa dosaku kepadamu?"
"Itu karena kamu telah berani menerobos masuk ke dalam kamar suami istri, periksa istriku tanpa melihatnya," titah Kenzi.
"Tapi bagaimana caranya?" sahut Jimmy yang merasa bingung dengan ucapan pria tampan yang sedang menahan pintu masuk.
"Ck, Pikirkan saja sendiri."
"Dasar kambing sialan, bagaimana aku mengetahui penyakit dalam dari istrinya?" batin Jimmy.
__ADS_1
Setelah sepakat, Jimmy memanggil suster untuk membantunya memeriksa. Tapi sebelum itu sang suster menanyakannya keluhan apa yang di rasakan oleh Kayla, dia sangat gugup karena Kenzi berada di sampingnya yang sedang menutupi mata Jimmi dengan kain.
"Astaga....sepertinya aku akan ketahuan berbohong," batin Kayla yang menangis.