Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 83 - Keadaan genting


__ADS_3

Suara yang menggema di seluruh ruangan, terdengar jelas. Alex, Niko, dan Niki lari potang panting dan mencari persembunyian yang sangat pas untuk situasi yang sangat sulit dan juga mendesak. Kenzi menaiki tangga dengan langkah besarnya, berlarian kecil menyusuri setiap ruangan untuk di periksa.


"Jangan main-main dengan ku, keluar kalian. Dasar tuyul sialan!" pekik Kenzi yang mencari sang pelaku di setiap sudut ruangan mansion.


Seseorang mengintip dari balik pintu lemari, melihat seseorang yang semakin dekat. "Aku tidak bisa membayangkan hukuman yang di berikan paman Kenzi," bisik Niko.


"Tidak ada pilihan lain lagi selain bersembunyi di dalam lemari pakaian," seloroh Alex yang juga berbisik.


"Apa kalian punya ide?" Niki mencengir kuda membuat kedua saudaranya mendengus kesal.


"Akar masalahnya adalah dirimu, pikirkan saja sendiri," cetus Niko yang memelankan suaranya.


"Tapi kalian juga menikmatinya, 'bukan?"


"Kalian tidak bisa berlari lagi, kancil kecil. Keluarlah sebelum hukuman kalian akan menjadi dua kali lipat," ancam Kenzi yang mencari setiap sudut kamar pelayan, dia mengetahui jika ketiga anak laki-laki itu masuk ke dalam lewat Cctv yang terhubung di ponselnya.


"Paman Kenzi semakin dekat, apa yang akan kita lakukan? Berpikirlah!" desak Niko yang mengetuk tangan ke keningnya. Ketiga anak itu berusaha mencari jalan keluar, mereka tampak berpikir dengan keras dan terhenti saat mendengar suara nyaring yang mengeluarkan aroma khas.


"Wuih, aromanya persis seperti bangkai ikan. Apa di sini ada bangkai ikan!" tutur Alex yang menutup hidungnya.


"Apa aku boleh muntah? Aku sangat tidak tahan dengan baunya," rengek Niko.


"Mengapa kamu hanya diam saja? Jangan katakan jika kamu sedang terkentut lagi seperti sebelumnya?" Selidik Alex yang menatap Niki dengan tajam.


"Apa? Percayalah, jika ini bukan ulahku." Elaknya yang sedikit gugup.


"Aku sudah tidak tahan lagi," sela Niko yang menerobos pintu lemari tempat persembunyian mereka,sontakk membuat Kenzi menoleh saat mendengar kebisingan di belakangnya.


"Kabur...kabur, sebelum tertangkap paman Kenzi," pekik Niko. Niki dan Alex segera berlari menerobos keluar dari lemari, langkah kecil dan juga cerdik terlihat seperti seekor kancil.

__ADS_1


"Larilah sepuasnya, sebentar lagi kalian akan di temukan," teriak Kenzi di sela-sela tawanya.


****


Di sisi lain ada Abian yang melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju mansion, rahang yang mengeras dan tatapan tajam. Mengemudikan mobil tanpa menghiraukan rambu lalu lintas, perasaan amarah dan juga jengkel menjadi satu akibat dari keponakan istrinya. Abian memegang kepala dan melepas paksa wig yang bertengker di kepalanya, melemparkan wig itu sembarangan karena dia tak peduli dengan apa kata orang lain dan juga anggapan mereka mengenai kepala plontos.


"Sial, aku tidak mengampuni mereka." Abian kembali mengingat bagaimana malunya dia saat sedang meeting penting, tapi file yang dia tunjukkan adalah fotonya bersama Kenzi yang juga tak memiliki rambut. Tentu saja perbuatan jahil tak luput dari Niki, Niko, dan Alex.


"Mereka sangat keterlaluan, hari ini tidak ada yang bisa menyelamatkan ketiga tuyul itu," gumamnya.


Mobil berhenti di depan bangunan mewah seperti istana, menuruni mobil dan menutup pintu mobil dengan keras akibat kekesalan yang menyelimuti perasaannya saat ini.


"Hei anak tuyul, keluar kalian! dasar pengacau. Aku tidak akan mengampuni setelah melihat perbuatan keterlaluan dari kalian," pekik Abian yang celingukan mencari meberadaan dari ketiga keponkannya itu.


"Hah, sepertinya kita terjebak oleh dua orang dewasa itu," celetuk Niko yang khawatir.


Mereka keluar dari persembunyian untuk mencari persembunyian baru karena merasa tidak aman jika berada di sana. Baru saja mereka melangkah, tiba-tiba Niko tak sengaja menabrak seseorang. Ketiga anak itu mendongakkan kepala, kedua pupil membesar saat melihat siapa yang di tabrak oleh Niko, dia adalah Kenzi.


"Kalian tidak bisa lari lagi," ucap Kenzi yang mengangkat tubuh Niko dan Niki layaknya seekor induk kucing yang membawa anaknya. Twins N terus memberontak berusaha memukul Kenzi dengan kepalan tangan yang kecil, sedangkan Alex berusaha ingin menyelamatka saudara dengan cara melawan, tapi tubuhnya seakan melayang ke udara.


"Uncle Abian?" Alex membelalakkan kedua mata yang hampir keluar dari tempatnya saat melihat Abian yang juga melakukan hal sama dengan Kenzi, menggantung para anak-anak nakal.


"Apa mereka juga mengerjaimu?" Kenzi menoleh ke Abian yang di balas anggukan kepala.


"Ya, mereka mempermalukan aku di hadapan orang-orang penting di saat meeting berlangsung."


"Sangat licik, benar-benar licik. Hukuman apa yang pantas untuk kalian ya?"


"Bagaimana jika kita memasukkan mereka di karung dan menggantungnya sepanjang hari," usul Abian dengan sangat antusias.

__ADS_1


"Maafkan kami Paman...Uncle, karena perbuatan kami sudah membuat kalian di permalukan," tutur Niki yang bersedih, mengedilkan kedua mata dengan puppy eyes andalan.


"Jangan menatapku begitu, tidak mempan." Kenzi tersenyum kecut saat melihat aksi Niki yang selalu membuatnya lukuh dengan tatapan imutnya.


"Kali ini, aku tidak akan mudah luluh dengan ucapanmu. Walau kalian bersujud sekalipun," sela Abian yang tersenyum smirk.


Kenzi dan Abian menggantung ketiga anak laki-laki itu di tiang jemuran yang ada di halaman belakang, mereka bertos ria saat melihat penderitaan dari ketiga anak itu yang ingin melepaskan diri.


"Kami tidak sengaja melakukannya, tolong lepaskan kami," rengek Niko yang penuh drama.


Kenzi yang kesal menyentil kening Niko karena geram melihat mereka yang penuh drama. "Hentikan drama mu itu, aktingmu sangat kuno dan tidak akan membuatku terpengaruh."


"Paman kasar sekali, jika saja aku tinggi dan pastinya aku memukul kalian berdua," tantang Alex yang menunjuk kedua pria dewasa itu.


"Huhuhu...aku takut sekali, tolong selamatkan aku dari mereka." Seketika Abian kembali tertawa saat berhasil berpura-pura takut, bertos ria dengan Kenzi.


"Tolong...tolong," pekik Niki untuk meminta bantuan.


"Lepaskan mereka, apa yang kalian lakukan kepada keponakan manisku?" Ucap seseorang yang tak lain adalah Lea yang bertolak pinggang bak dewi penolong bagi ketiga bocah malang itu.


"Sayang, kamu di sini?" Abian mengalihkan pandangannya menatap Lea.


"Kenapa? Kalian sangat kejam sekali." Lea menghampiri mereka dengan perut besar seperti ikan buntal, menatap tajam Kenzi dan suaminya satu persatu.


"Cepat turunkan mereka atau aku tidak akan berbicara dengan kalian berdua," ancam Lea membuat ketiga anak laki-laki itu tersenyum penuh kemenangan sembari memeletkan lidah ke arah dua pria tampan yang tampak kesal, dengan terpaksa mereka melepaskan Alex dan twins N.


Lea tersenyum, suasana tenang itu kembali ricuh saat air ketuban Lea merembes dengan sangat deras, membuat Abian dan Kenzi kelimpungan menangani kejadian seperti itu. Mereka seperti orang bodoh yang hanya panik tanpa melakukan apapun.


"Dasar bodoh, apa yang kalian dapatkan dengan berlarian tidak jelas begitu? Sebaiknya telfon dokter atau kalian mengantarkan ke rumah sakit, jika terjadi sesuatu kepada calon adik kami. Maka, kalianlah yang menjadi akar masalahnya," ucap Alex dengan lantang.

__ADS_1


__ADS_2