Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 15 - Identitas baru (Arya)


__ADS_3

Keesokan harinya, Kenzi mengerjapkan mata dan mengucek kedua matanya sembari meregangkan otot-otot nya yang kaku akibat tidur di sempat yang sangat sempit. Untuk pertama kalinya dia merasakan menderita akibat keluarga nya sendiri, dia melihat suasana di luar dengan setengah kesadarannya.


"Syukurlah aku sekarang menjauh dari Mansion terkutuk itu," gumam Kenzi yang tersenyum dengan setengah kesadaran. Suara langkah kaki yang mendekat tak terdengar oleh Kenzi yang sangat kelelahan itu di tambah dengan tidurnya yang sangat tidak nyaman.


Orang itu membelalakkan mata saat menatap Kenzi yang tidur di antara keranjang buah, "siapa dia? kenapa bisa tidur di mobil ku? sepertinya pria ini pengemis, pengemis kelas elit yang memakai setelan jas," gumam orang itu yang tersenyum smirk.


Orang itu memukul bodi mobil dengan sangat keras dan berteriak layaknya ada seorang maling, "maling....maling jangan teriak maling, jika kau maling jangan berisik eak," teriak orang itu yang berjoget riang tanpa memikirkan Kenzi yang gelagapan.


"Mana maling nya?" ujar Kenzi yang spontan melompat keluar dari mobil pikap sembari celingukan.


"Halo, aku di sini!" ucap orang itu yang tersenyum saat melihat Kenzi yang menoleh ke arahnya.


Kenzi mengumpulkan nyawanya yang tertinggal separuh di alam mimpi, dia mengontrol reaksi tubuhnya dan hasilnya tak sia-sia. Dia menatap seorang pria yang tersenyum memperlihatkan giginya yang putih dan rapi, "kamu siapa?"


"Aku Dito, kenapa kamu tidur di mobilku? dan jika di lihat dari kacamata kuda, kamu bukanlah orang sini. Apa kamu menghindari razia atau di kejar satpol pp?" ucapan dari Dito yang melihat penampilan Kenzi yang sangat berantakan.


Kenzi mengerutkan dahinya menatap Dito, "ini dimana?"


"Dasar pengemis elit, Ini di desa Kuok."


"Butuh berapa lama sampai ke kota?"


"Tidak lama, hanya 10 hari perjalanan!" sahut Dito dengan enteng.


"10 hari?"


"10 hari jika berjalan kaki, jika naik mobil hanya 4 jam perjalanan saja."


Kenzi menghela nafas, "itu bagus dan aku sangat yakin jika keluarga aneh itu tidak menemukanku," batinnya yang tersenyum tipis.


"Kenapa kamu melamun? jangan katakan jika kamu kerasukan," praduga Dito yang ancang-ancang ingin meninggalkan tempat itu.


"Jangan berlebihan," ucap Kenzi yang mendelik.


"Sedia payung sebelum hujan, siapa namamu?"

__ADS_1


"Lebih baik aku menyamar dengan nama samaran saja atau keluarga laknat itu akan mengetahui jika aku berada di sini," batin Kenzi mengan mengangguk dengan pelan.


"Arya, itu namaku." Kenzi mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Dito.


"Bisakah kamu membantuku untuk mengangkat keranjang jeruk ini? ya hitung-hitung kamu tidur di mobilku."


"Astaga....sejak kapan Leader Mafia bekerja mengangkat keranjang?" gumam Kenzi yang menatap Dito bekerja dengan sangat cekatan.


Setelah melakukan pekerjaan selesai Dito mengajak Kenzi ke rumahnya untuk beristirahat karena dia tau jika seorang pengemis elit tidak mempunyai tempat tinggal.


"Ini rumahku, bagaimana? besar bukan?" ujar Dito dengan sombong.


"Besar apanya? ukurannya hanya sebesar dapur di Mansion," batin Kenzi yang hanya mengangguk pelan.


"Aku tahu jika kamu tidak pernah melihat rumah sebesar ini di tempatmu berasal, masuklah dan jangan sungkan. Aku mengizinkanmu untuk tinggal sementara waktu di sini."


"Terima kasih," sahut Kenzi dengan elegan.


"Anggap saja rumah sendiri," ucap Dito yang berjalan menuju dapur untuk membuat minuman dingin untuk tamunya.


Seseorang masuk ke dalam kamar itu seraya melepaskan pakaian luarnya, tinggallah pakaian ketat dan membuat lekuk tubuhnya terbentuk, kulit putih bersih dan tubuh yang sangat ideal seperti model.


"Aku sangat gerah sekali, lebih baik membersihkan diri dan tidur," monolog pemilik kamar itu yang bernama Kayla.


Kayla melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi, dengan pakaian ketatnya. Dua pasang mata yang saling menatap itu sangat kaget dengan situasi saat ini, "aaaargh....dasar mesum, siapa kamu?" pekik Kayla yang dengan cepat menutup mata menggunakan kedua tangannya sembari membelakangi Kenzi yang sangat seksi dengan perut kotak-kotak dan dada yang bidang.


"Sial," umpat Kenzi yang menutupi tubuh atletisnya dengan handuk.


"Keluar kamu dari kamarku, dasar tidak sopan."


Dito yang sedang di dapur membuat cemilan untuk tamunya dan mendengar suara keributan, "itu seperti suara Arya dan juga Kayla," gumamnya yang dengan cepat menghampiri asal suara.


"Apa yang terjadi?" tanya Dito yang sangat khawatir


"Kenapa ada pria di dalam kamarku?" gerutu Kayla sembari menatap Dito.

__ADS_1


"Sepertinya ada kesalahpahaman disini, pria yang kamu maksud adalah teman kakak. Namanya Arya dan dia mungkin salah masuk kamar," ujar Dito yang menengahinya.


"Apapun itu, dia sudah bertindak tidak sopan."


"Aku hanya melakukan sesuai keinginan ku, dan masalah hal ini tanyakan langsung kepada Dito karena dia sendirilah yang mengatakan anggap saja rumah sendiri."


Kayla menatap Dito dengan kesal, " kenapa kakak sangat ceroboh? hampir saja pria mesum ini melihat segalanya dan dia akan di untungkan dengan itu," protes Kayla.


"Hehe....lupakan kesalahpahaman ini," bujuk Dito.


"Mesum? aku bukan pria mesum," ucap Kenzi yang membela diri.


"Apapun itu dan sekarang pergilah dari kamarku." Usir Kayla menatap kedua pria itu dengan jengah.


Kayla menatap kepergian kedua pria itu dari kamarnya, dia yang ingin membersihkan diri terhenti karena nada dering ponselnya. Kayla mengangkat telfon yang bertulis nama Ayah di sana.


"Pa-papi."


"Dasar anak nakal, berani sekali kamu kabur dari rumah dan pergi ke desa."


"Hehe....aku tidak salah, bukankah aku sudah mengatakan jika tak ingin di jodohkan. Papi selalu saja memaksakan kehendak!"


"Mau di taruh kemana wajah papi?"


"Tentu saja di tempatnya."


"Dasar anak kurang ajar."


"Jika papi hanya memarahiku di tunda nanti saja, aku ingin membersihkan tubuhku dulu yang sangat lengket oleh keringat."


Kayla menutup sambungan telfon dan melemparnya sembarang arah, dia berjalan menuju kamar mandi dan melupakan segalanya tanpa memikirkan hukuman apa yang akan di berikan oleh sang ayah kepadanya.


Sedangka di sisi lain, pria paruh baya itu sangat kesal dengan tingkah laku putrinya yang sangat ajaib. Hingga dia menerima perjodohan dari teman seperjuangannya dulu dan berharap jika suatu hari nanti kayla berubah menjadi lebih baik lagi.


Karena semenjak kematian sang istri membuatnya sedikit kesulitan untuk mengendalikan anak semata wayangnya.

__ADS_1


Lain halnya dengan Kenzi yang sangat bahagia karena bisa menghindari perjodohan itu, walaupun sekarang dia hidup sebagai pria biasa tanpa status kekayaan yang dia miliki. Kenzi mengubah identitasnya untuk mengelabui keluarga dan memantau pergerakan musuh dengan identitasnya yang sekarang.


__ADS_2