
Al dan El mencari dokter terbaik di seluruh dunia, mereka menggunakan semua akses yang bisa di jangkau dengan mudah, "bagaimana? apakah kamu menemukan dokter terhebat?" ucap Al yang menatap adik kembarnya.
"Sedang aku usahakan, dan bagaimana dengan tugasmu?" tanya El yang menatal Al.
"Aku telah menemukannya, hanya saja sedikit sulit untuk menghubungi dokter itu."
"Apa kalian masih mengingat melodi?" ujar Dita yang di angguki kepala oleh Al dan El.
"Memangnya kenapa?"
"Hubungan Ibu dan Kinan masih berjalan dengan baik, putrinya bernama Melodi lulusan terbaik jurusan kedokteran di luar negeri," ucap Dita yang penuh antusias.
"Tapi dia masih baru dan tidak akan bisa mencari solusinya," ucap Kenzi yang menatap Bibinya.
"Jangan menilai seseorang dari senior ataupun junior, bukankah kita harus mencoba segala cara agar kesembuhan Lea," balas Dita.
"Terserah Bibi saja dan aku akan memberi Jimmy pekerjaan tambahan untuk merawat Lea dengan memberikan gaji 3 kali lipat dari biasanya," ujar Kenzi dengan penuh keyakinan.
"Aku meragukan kemampuan dari si bodoh itu, lebih baik aku mencoba beberapa ramuan yang bisa membantu kesembuhan Lea," usul El yang berdiri meninggalkan tempat itu.
"Aku akan membantumu," sambung Al yang juga berdiri dan berjalan meninggalkan semua orang.
"Aku baru mengingat jika Rayyan dan paman Zean pasti bisa membantuku," batin Kenzi yang juga pergi dari sana.
Kenzi keluar dari mansion dan berjalan menuju mobilnya terpakir bebas, masuk ke dalam mobil seraya mengemudikannya dengan kecepatan sedang menuju mansion Rayyan. Kenzi menghubungi Rayyan terlebih dahulu untuk memastikan sang empunya mansion ada di tempat.
"Halo."
"Hem, ada apa menelfonku?"
"Aku butuh bantuanmu saat ini dan sekarang aku menuju mansion mu."
"Aku sedang ada rapat penting dan tidak bisa di tinggalkan."
"Ck, jika ini bukan masalah darurat aku juga tidak akan menganggu waktumu."
"hubungi aku satu jam lagi."
__ADS_1
"Itu sangat lama, sebentar lagi aku sampai di mansionmu. Ini menyangkut masalah Lea."
"LEA?"
"Hem."
"Apa yang terjadi dengannya? apakah Abian menyakitinya? atau adanya KDRT?"
"Ck, sangat berlebihan, ucapanmu tidak ada yang benar satu pun. Aku akan menunggumu di mansion dan menceritakan segalanya."
"Baiklah, aku akan kesana sebentar lagi."
Kenzi memutuskan sambungan telfon dan menggelengkan kepalanya dengan perlahan, "aku harap dia sudah move on atau aku akan mencekiknya," gumam Kenzi.
Di sepanjang perjalanan, mata Kenzi tak sengaja melihat interaksi dua orang dan salah satunya sangat dia hafal, "apa yang di lakukannya dengan pria itu?" gumam Kenzi yang menepikan mobilnya di pinggir jalan.
Sorot mata yang tajam dengan rahang yang mengeras, Kenzi terus melihat interaksi dari dua orang itu yang tertawa lepas sembari memakan cemilan di tangan mereka. "Aku sudah memperingatkan dia untuk menjauh dari pria lain, tapi apa ini? berani sekali pria itu menyentuh Kayla," monolog Kenzi yang seperti cacing kepanasan. Karena tidak tahan lagi, dia keluar dari mobil dan mendekati dua orang yang menjadi tersangka saat ini.
"Sudah lama kita tidak bertemu, sekali bertemu kamu terlihat sangat cantik," puji pria itu.
"Kamu juga sangat tampan, hanya saja...." ucap Kayla yang terpotong oleh seseorang yang tak lain adalah Kenzi yang berdiri di belakang mereka, "ehem."
Kayla menghela nafas dengan kasar sembari menatap Kenzi dengan jengah, "kenapa kamu seperti hantu saja, selalu saja mengikuti ku."
"Siapa pria itu?" tanya Kenzi tanpa mempedulikan ocehannya.
"Dia adalah temanku, namanya Zio."
Zio mengulurkan tangan kanannya sembari tersenyum, aku Zio, teman dari Kayla. Tapi siapa dirimu?" tanya Zio yang menatap Kayla untuk menjelaskan.
"Aku adalah su...." baru saja Kenzi memperkenalka dirinya sebagai seorang suami dari gadis cantik di sampingnya, tiba-tiba mulutnya di bekap oleh Kayla.
"Dia adalah Kenzi Wijaya," ucap Kayla.
"Kenzi Wijaya? oh tidak, aku tak menyangka jika bertemu dengan idolaku," tutur Zio yang sangat bersemangat.
"Aku tidak tertarik dengan perkenalan ini, dan untukmu ikutlah denganku," ucap Kenzi yang melirik Kayla.
__ADS_1
"Ini hidupku dan jangan mengangguku," ketus Kayla.
"Ikut denganku atau ingin ku gendong?" ancam Kenzi.
"Hei, tidak bisa begitu. Kami baru saja bertemu setelah sekian lama," protes Zio yang tidak terima.
"Jangan ikut campur."
Kenzi menarik tangan Kayla dan berniat untuk membawanya masuk ke dalam mobil, tapi Zio menghalangi niatnya dan membuat Kenzi gelap mata. Dia memukul wajah Zio hingga meninggalkan bekas, di saat dia menatap Zio yang berusaha bangkit dan meluapkan emosinya dengan cara menghentakkan kedua kakinya seraya merengek kepada Kayla.
"Siapa dia? ini penghinaan untukku, kamu pasti tau jika aku sangat membenci kekerasan," rengek Zio.
"Apa maksudmu memukul temanku?" ujar Kayla yang menolak pinggang menatap Kenzi dengan mengibarkan bendera perang, sedangkan Zio bersikap manja sembari memeluk tubuh Kayla.
"Itu hukuman untuknya karena berani menghalangiku. Lepaskan pelukan itu atau nyawamu akan melayang di sini," tegas Kenzi.
"Walaupun Kayla sangat cantik tapi tak membuat aku menyukainya, hanya sebatas teman saja."
"Jangan berbohong!" cetus Kenzi yang menyipitkan kedua matanya. Kayla menyeret lengan Kenzi dan menjauhi Zio yang kebingungan dengan situasinya.
"Kenapa kamu menyeretku kesini? apa kamu takut jika identitas kita terbongkar?" ujar Kenzi dengan menyelidik.
"Apa kamu sedang cemburu?" tutur Kayla yang tersenyum terpingkal-pingkal sembari memegang perutnya.
"Aku tidak cemburu, hanya tidak bisa melihat sesuatu yang menjadi milikku di sentuh oleh orang lain."
"Ck, sangat berlebihan. Asal kamu tahu, jika Zio tidak menyukaiku tetapi dirimu."
"Apa maksudmu?" ucap Kenzi yang sangat penasaran.
"Karena dia wanita setengah pria, jadi harap jangan bersifat kasar kepadanya. Butuh waktu lama untuk mendiamkan boneka mapang itu."
Mendengar penuturan Kayla, tiba-tiba dia merasakan seluruh bulu kuduknya berdiri. Apalagi Zio memeluknya dengan sangat erat membuatnya terus meronta, sedangkan Kayla tertawa terbahak-bahak.
"Penampilannya sangat menipu mataku, tapi ternyata dia pria bertulang lunak," batinnya.
Kenzi melakukan perlawanan dan berhasil kabur dengan menyeret tangan sang istri dan pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan wajah Kenzi yang sangat mirip dengan kepiting rebus sembari menatap Kayla sangat kesal dengan pria tampan di sebelahnya, "dia bahkan tidak ingin aku bahagia?" batin Kayla yang mendengus kesal.
__ADS_1
Kenzi mengemudikan mobilnya dengan tataan fokus yang mengarah ke depan, dia tidak menghiraukan ucap Kayla yang sewot. Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di mansion milik Rayyan, lebih tepatnya milik sang ayah yang bernama Zean. Kenzi dan Kayla masuk ke dalam mansion, baru saja mereka melangkah tetapi di sambut dengan sorot mata tajam Rayyan.