
Vivian duduk di pinggir Danau sembari memikirkan perkataan yang di lontarkan oleh pria yang di cintainya, perasaan dan sakit hati membuatnya sangat terluka. Seseorang mengulurkan sebuah sapu tangan dan dengan cepat di ambil oleh Vivian yang mengelap ingusnya.
"Jangan bersedih, aku ada di sini bersama dengan mu. dan aku akan menemanimu," tutur pria itu yang tak lain adalah Vero yang menyaksikan kejadian secara langsung.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Vivian.
"Jangan pikirkan itu, ada satu hal yang ingin ku beri tahu kepadamu. jangan pernah merubah dirimu dan kehilangan jati diri hanya untuk mendapatkan perhatian kepada seorang pria."
"Jadi kamu mengikuti aku lagi?" cetus Vivian.
"Tidak juga, kebetulan aku ada pekerjaan di sana dan tak sengaja melihatmu dan aku mengikutimu," jawab Vero dengan enteng.
"Aku sangat malu sekali, apa kamu melihat bagaimana dia menolakku?"
"Ya, aku melihatnya dengan jelas. Seharusnya bukan kamu yang menangis tapi pria bodoh itu, menangislah sepuas hatimu. Kamu juga boleh meminjam bahuku untuk bersandar," tutur Vero yang tersenyum.
Vivian mengikuti perkataan dari Vero, pria bagaikan bayangan yang selalu mengikutinya hanya untuk memastikan keamanan dan juga keselamatannya.Vero datang bak penyelamatnya di saat keadaan genting yang di alami oleh gadis pujaan hatinya.
Vivian menangis sepuasnya di bahu Vero, perasaan yang sangat berat itu terasa lebih lega dan juga plong. Rasa nyaman yang Vivian rasakan saat bersandar di bahu pria tampan itu membuatnya tertidur. Vero menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Vivian dan tersenyum lembut.
"Aku berharap ini tangisanmu yang terakhir dan aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi," lirih Vero yang mencium kening Vivian dan kembali menatap suasana Danau yang sangat indah.
****
Sepasang suami istri menginjakkan kakinya ke Paris untuk Honeymoon, sebenarnya Kenzi tidak ingin kesana karena sudah bosan, tapi Kayla bersikeras untuk kesana dan menikmati liburan selama 1 minggu.Mereka masuk ke dalam mobil dan membawanya ke penginapan, baru saja mereka masuk ke dalam mobil tiba-tiba ada sekelompok mengikuti mereka. Awalnya mereka tidak menghiraukannya, tapi mereka mulai curiga.
"Sepertinya mereka mengikuti kita," ucap Kayla.
"Benar, tapi siapa mereka? sangat menganggu sekali," tutur Kenzi.
"Yang jelas mereka adalah musuh."
"Sial, kehidupanku akan selalu di ganggu oleh para kecoa apalagi Kayla juga seorang Mafia," batin Kenzi yang mengumpat.
Kayla mengambil pistol dari tasnya dna ingin menargetkan beberapa mobil yang mengikuti mereka, Kenzi sangat syok saat melihat sebuah pistol yang mengarah ke kepala Kayla yang tak lain adalah sang supir bersekongkol dan ternyata salah satu dari musuh yang menyamar.
__ADS_1
Sang supir mengerem mendadak membuat sepasang suami istri menatap supir itu dengan tajam, "jadi kamu bersekongkol dengan mereka?" ucap Kenzi dingin.
"Ya begitulah, cepat lemparkan senjata yang telah kalian bawa atau timah panas ini akan bersarang di otakmu," ucap pria itu.
"Sial, ternyata ini telah di rencanakan," batin Kayla dan Kenzi dengan tenang, mereka saling melirik dan dengan cepat merebut senjata dari pria yang menyamar menjadi supir.
"Cepat katakan, dengan siapa kamu bekerja?" ucap Kenzi yang mengintrogasi.
"Aku hanyalah suruhan dari tuan X," ucap pria itu yang tersudutkan.
"Siapa tuan X yang kamu maksud?" desak Kayla dengan tatapan tajamnya, pria yang ingin membocorkan rahasia itu dengan cepat di tembak oleh orang lain dan melarikan diri. Seketika pria itu mati di tempat, sedangkan Kenzi melihat sebuah mobil yang baru saja pergi dari tempat itu.
"Sial, siapa yang melakukan ini?" tukas Kayla.
"Aku tidak tau siapa dia dan aku sangat yakin jika yang melakukan ini adalah orang yang sama saat penyerangan itu," praduga Kenzi.
"Aku rasa juga begitu, ini bukanlah hal yang sepele. Dia bahkan mengetahui lokasi kita saat ini."
"Ck, mereka sangat merepotkanku," gerutu Kenzi yang melihat beberapa mobil mengelilingi mobil yang mereka tumpangi.
"Lebih baik kita melarikan diri, karena musuh kali ini sangatlah berbahaya," ucap Kenzi yang membuat Kayla menolaknya.
"Bersikaplah gentleman," cibir Kayla.
"Akan aku buktikan kepadamu." Kenzi memutuskan untuk keluar dari mobil seraya melawan para musuh, tak tinggal diam Kayla juga turut bergabung dalam menyerang beberapa musuh.
"Ingin bertaruh?" ucap Kenzi di tengah-tengah pertarungannya.
"Tidak, aku tidak ingin di rugikan," tolak Kayla.
"Baiklah, katakan kepadaku jika kamu berubah pikiran."
"Dan itu tidak akan terjadi," jawab Kayla yang dengan cepat menghindar dari serangan musuh.
Suara tembakan saling bersahut-sahutan, musuh yang sangat banyak membuat mereka sedikit kewalahan menghadapi jika hanya berdua, "kita tidak bisa melawan mereka yang bertambah jumlah," ucap Kayla.
__ADS_1
"Lebih baik kita mundur atau mati sia-sia," sahut Kenzi yang setuju dengan pendapat suaminya. Mereka terpaksa mundur dan menghindari beberapa serangan musuh yang semakin bertambah jumlah.
Kenzi dan Kayla berhasil melarikan diri, seseorang memberikan mereka tumpangan,"terima kasih," ucap Kayla dengan tulus dan menatap sang penyelamat yang tak lain adalah Robert.
"Paman di sini?" seru Kayla dengan mata yang berbinar, Kenzi melihat hal itu menjadi tidak suka. Apalagi melihat Robert yang datang sebagai penyelamatnya, "aku pikir Robert itu hanyalah pria yang berusia paruh baya, tapi aku salah. Sepertinya dia seumuran denganku?" batin Kenzi.
"Ya, aku kebetulan ada di sini. Kenapa kamu di Paris dan siapa pria di sampingmu?" tanya Robert.
"Dia adalah suamiku dan kami kesini untuk honeymoon, tapi sayangnya ada beberapa musuh menyerangku dan juga suamiku."
"Apa? suami? kenapa kamu tidak mengundangku di acara sakral muridku sendiri? apa kamu melupakanku?" ucap Robert sedih sembari mengemudikan mobilnya.
"Itu hanya pernikahan mendadak," sahut Kayla dengan enteng. "Tapi kenapa Paman bisa ada di sini?" tanya Kayla dengan oenuh selidik.
"Ada penelitian yang harus aku selesaikan di Paris dan butuh waktu lama untuk tinggal di sini," jawab Robert yang hanya di balas oh ria saja.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu Paman, ini menyangkut nyawa seseorang."
"Katakan saja, aku akan mendengar mu!"
"Apa penyakit seperti kejang saat hamil bisa di sembuhkan?"
"Eklampsia?" ulang Robert yang di benarkan oleh Kayla.
"Itu benar, apa kamu mempunyai obatnya?" desak Kenzi.
"Tentu saja, hanya saja butuh waktu untuk membuatnya karena beberapa komposisi yang sangat sulit untuk di cari."
"Bisakah Paman membuatkan ramuan itu untukku? please!" bujuk Kayla yang menyatukan kedua tangannya.
"Boleh, hanya saja kalian harus tinggal di rumahku," sabut Robert.
"TIDAK! kami kesini untuk honeymoon," tolak Kenzi yang seketika kesal dengan persyaratan yang di berikan Robert kepadanya.
"Tidak akan aku biarkan pria ini mendekati istriku," batin Kenzi yang mengibarkan bendera tanpa peperangan di mulai.
__ADS_1