Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 45 - Bujukan Twins N dan Alex


__ADS_3

Semua orang di dalam pesawat menatap ketiga anak laki-laki yang juga menatap mereka satu persatu, "oh ya tuhan, bukankah kalian masih di hukum? kenapa kalian bisa ada di dalam peti?" tanya El yang menatap kedua putra kembarnya yang hanya cengengesan.


Dia tidak tau lagi untuk mengajari Niko dan Niki yang sangat ajaib itu.


"Mau bagaimana lagi? mungkin saja Daddy butuh bantuan dari ku," jawab Niki yang mendongakkan kepala menatap sang Ayah.


"Kalian hanya anak kecil dan tidak boleh ikut dalam misi yang sangat berbahaya," tutur Al yang menatap Alex dan kedua keponakannya.


"Ayolah Ayah, kami sudah sejauh ini dengan persiapan yang matang," bujuk Alex yang menatap Al dengan memelas.


"Jangan memandang kami dengan remeh, aku bahkan bisa merontokkan gigi Uncle Abian," tujun Niki.


"Aku hanya diam saja dari tadi, kenapa kamu menunjukku?" protes Abian yang tidak terima.


"Intinya kami akan ikut berperang, sepertinya sangat seru," tukas Alex yang tersenyum bahagia.


"Tidak boleh," tolak Al yang menatap putranya dengan tajam, bukan tanpa alasan. Dia melakukan hal itu karena sangat mencemaskan putranya yang juga terlibat. "Apa Ibumu tau mengenai hal ini?" tanya Al menyelidik.


"Tidak ada yang tau, kami menyelinap masuk ke dalam peti," jawan Alex yang menundukkan kepala karena takut dengan tatapan ayahnya.


"Ayah akan menghukum mu setelah masalah ini selesai," tutur Al yang meninggalkan tempat itu.


Abian, dan Rayyan menatap ketiga anak kecil itu dengan remeh, membuat yang di tatap sangat jengkel. "Hentikan tatapan itu!" cetus Niko yang di angguki kepala oleh Niki dan juga Alex.


"Kalian tidak akan mengerti, ini misi yang sangat berbahaya untuk anak seusia dengan kalian," tutur Abian yang sangat mencemaskan ketiga anak laki-laki itu.


"Ayolah Paman, ajak kami juga. Sebentar lagi pesawat akan mendarat, kami janji tidak akan mempersulit kalian nanti," bujuk Niki dengan yang memohon dan juga berakting, di ikuti oleh Niko dan juga Alex. Mereka berakting dengan sangat bagus, membuat para pria dewasa mengangguk pasrah.


"Baiklah, tapi jangan menyusahkan kami nanti!"


"Janji," jawab mereka dengan serempak.


Pesawat mendarat dengan sangat baik, perjalanan yang sangat menyenangkan bagi Alex, Niko, dan Niki.


Tapi tidak bagi Rayyan dan Abian yang sangat bosan dengan pertanyaan yang keluar dari mulut ketiga anak laki-laki.

__ADS_1


"Senjata apa yang Paman Rayyan pakai?" tanya Alex yang penasaran.


"Lawan seperti apa yang akan kita hadapi Uncle Abian?" tanya Niko.


"Apakah tidak ada sesuatu yang bisa aku makan?" tanya Niko membuat Rayyan dan Abian menyorotnya.


"Ck, di sini bukanlah restoran. Dan kamu menanyakan hal ini di saat mendesak?" tukas Abian yang tidak percaya dengan semua itu.


"Mau bagaimana lagi? bukankan dalam peperangan membutuhkan energi dan asupan makanan?" jawan Niki dengan enteng.


"Porsi makanmu sangat mirip dengan Lea," tutur Rayyan yang tersenyum sembari mengusap pucuk kepala Niki.


"Hei, dia itu kakak iparmu sekarang. Jangan mencoba untuk mengingatnya," celetuk Abian yang sewot.


"Memangnya kenapa? aku sudah move on!"


"Benarkah?" tanya Abian dengan menyipitkan kedua matanya.


"Tentu saja, aku bukanlah tipe pria yang menyukai istri orang. Apalagi dia adalah istri KAKAK ku," tekan Rayyan.


Tak butuh waktu lama untuk pesawat mendarat dengan sempurna, semua orang turun dan melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam mobil yang telah di persiapkan oleh anggota Mafia Tiger milik Rayyan. Beberapa mobil mewah yang mengikuti mobil yang mereka gunakan.


Perjalanan menuju apartemen milik Rayyan membutuhkan waktu 20 menit dan akhirnya mereka sampai di lokasi. "Horee....akhirnya sampai," tutur Niki yang berlari masuk ke dalam apartemen setelah Rayyan membukakan pintu. Ketiga anak kecil itu sangat senang seperti mendapatkan permainan baru, ke empat pria dewasa itu tersenyum tipis saat mengenang masa lalu mereka yang juga sama nakalnya.


Suasana terhenti saat terdengar nada dering di ponsel El yang beberapa kali berbunyi. El sangat mengetahui siapa yang menelfon, dia hanya cuek dan tidak menghiraukannya. Al menatap adiknya yang penasaran, "ponselmu sedari tadi berdering, angkatlah. Sangat menganggu pendengaran ku," cetus Al.


"Ini ponselku, kenapa kamu yang repot. Terserah padaku ingin mengangkatnya atau tidak," balas El dengan sewot. Dengan cepat si empunya mengambil ponselnya di balik saku celana, tertera nama istriku. "Matilah aku," gumam El yang menelan saliva dengan susah payah. Dia sangat takut untuk mengangkat ponsel itu dan mengakibatkan jatah malamnya berkurang.


"Halo."


"Kamu dimana? apa sudah sampai ke Paris?"


"Baru saja aku sampai, kenapa kamu menelfonku?"


"Aku sudah mencari anak-anak di seluruh sudut Mansion, tapi tidak menemukannya di manapun. Niko dan Niki tidak ada di tempat, semua orang tengah mencari mereka dan juga Alex. Bagaimana ini? tidak ada yang tau mereka pergi kemana," ucap Anna yang berteriak di seberang sana karena sangat khawatir dengan keadaan anak-anaknya.

__ADS_1


"Tenangkan pikiranmu, jangan terlalu mencemaskannya!"


"Hei, mereka itu anak-anakku dan aku adalah Mommynya. Bagaimana kamu bisa mengatakan hal itu?"


"Sebenarnya mereka ada di sini."


"APA?"


"Kenapa kamu membawa putra-putraku pergi?"


"Bukan aku yang membawa mereka tapi merekalah yang dengan nekat masuk ke dalam peti senjata."


"Aku mempercayakanmu, jika mereka tergores sedikit saja, maka aku akan memotong Junior mu."


Sambungan telfon terputus membuat El mendengus kesal, apalagi istrinya Anna akan mengancam memotong benda pusaka yang dia miliki. "Sial, mereka selalu saja memberiku masalah. Apa kesalahan ku? bahkan aku tidak pernah membuat orang lain begitu!" gumam El yang memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing akibat kelakuan kedua putra kembarnya.


"Ada apa?" tanya Abian yang menepuk bahu El.


"Gara-gara kedua anak ku itu membuat benda pusaka ku terancam," lirih pelan El yang meratapi nasibnya.


"Sudah aku katakan jika mansion wijaya terkena kutukan," potong Rayyan yang mendapatkan reward berupa sepatu terbang dari El, tepat mengenai kepala Rayyan. Sedangkan ketiga anak itu menertawai nasib Rayyan dan harga diri yang jatuh akibat El, "sialan, berani sekali kamu melakukan itu padaku," tuturnya dengan kesal.


"Diamlah, ayo kita buat rencana penyerangan." Lerai Al dengan penuh bijaksana di bandingkan yang lainnya.


Keempat pria tampan sedang menyusun rencana, twins N dan Alex ingin mengetahui rencana itu, tapi Abian dan Rayyan selalu saja mengusir mereka untuk menjauh.


"Pergilah bermain ketempat lain," usir Rayyan.


"Jangan menganggu," sambung Rayyan.


Alex, Niko, dan Niki terpaksa menjauh dengan raut wajah yang cemberut. Mereka hanya bisa melihat dari kejauhan, "kenapa para pria dewasa itu sangat menjengkelkan?" tanya Niki yang menatap Alex.


"Aku juga sangat kesal, mereka bahkan meremehkan kita," sambung Niko.


"Mau bagaimana lagi? mereka menganggap kita hanyalah anak-anak," jawab Alex.

__ADS_1


"Sepertinya aku punya ide," tutur Niki yang tersenyum smirk, Alex dan Niko juga ikut tersenyum. Ya, kali ini Niki berencana membuat serangan secara terang-terangan.


__ADS_2