Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 24 - Cemburu


__ADS_3

Kayla sangat bersemangat datang ke pesta ulang tahun triple A dan twins N, pesta yang sangat mewah membuatnya berdecak kagum dengan dekorasi yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Apalagi dia melihat banyaknya pria tampan berlalu lalang di depannya, "oh astaga, apakah ini yang namanya surga dunia?" gumamnya.


Aktivitas yang menatap para pria yang menurutnya sangat tampan terhenti saat melihat tatapan Kenzi yang sangat tajam membuatnya sedikit terkejut, "kenapa dia menatapku bagai seorang tersangka?" batinnya.


Kayla yang tak menggidahkan tatapan dari suaminya malah melanjutkan aktivitas nya yang sempat terhenti membuat Kenzi mendelik, "ck, berani sekali dia tak mempedulikan aku," geramnya.


Seorang pemuda tampan datang menemui Kayla, dia sangat tertarik dan juga terpesona dengan kecantikan wanita itu, membawa dua gelas minuman di tangannya sembari mendekati Kayla. "Ini untukmu," ucap pria itu sembari menyerahkan segelaa minuman soda kepada Kayla yang sedikit ragu.


"Tidak, terima kasih."


"Ayolah, jangan menolaknya. Aku menjamin minuman itu bersih," bujuk pria itu.


"Aku tetap tidak ingin meminumnya."


"Baiklah, terserah padamu. Bagaimana jika kita berkenalan, namaku Felix dan siapa namamu?" ucap Felix yang menatap Kayla.


"Kayla, itu namaku."


"Nama yang indah, apa kamu bersama seseorang di sini?" tanya Felix yang celingukan sembari tersenyum manis menebarkan jala, sementara seseorang di sana sedang kebakaran jenggot.


"Kenapa pria itu tersenyum begitu? aku akan membuat pelajaran kepadanya," gumam Kenzi yang terdengar oleh Niki di sebelahnya, Niki juga menatap ke arah yang sama dan mengerti situasinya saat ini.


"Huff....orang dewasa selalu buat masalah, untung saja urusan dengan si monyet sudah selesai dan sekarang si onta arab," celetuk Niki.


"Hah, hampir saja aku melupakanmu. Apa kamu mendengar gumaman ku?" Kenzi menoleh ke samping menatap keponakannya itu.


"Siapa saja pasti mendengarnya jika Paman berkata dengan keras, aku mendengarnya karena duduk di samping Paman," sahut Niki yang menatap Kenzi dengan jengah.


"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan?"


"Kesepakatan?" ulang Niki yang menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Hem, pergunakan kejahilanmu ke arah yang lebih bermanfaat."


"Katakan dengan jelas Paman, jangan memujiku begitu," tukas Niki dengan kesal.


"Bantu Pamanmu yang sangat tampan ini," ucap Kenzi.


"Boleh, hanya saja Paman harus membayar mahal mengenai hal ini."


"Baiklah, katakan apa yang kamu inginkan."


Niki tersenyum penuh arti membuat Kenzi menatap curiga, "aku ingin 20 persen saham perusahaan Paman menjadi milikku," tuturnya dengan raut wajah dosa.


"Sialan, apa kamu ingin memerasku?" cetus Kenzi yang meninggikan suaranya menatap keponakannya yang mata duitan.


"Yes or No?" ucap Niki yang tersenyum simpul.


"Kenapa kamu memerasku begitu? perusahaan daddy mu bahkan jauh lebih besar 10 kali lipat, minta saja kepadanya."


"Hidup itu realistis, semua butuh uang." Kenzi mengepal kedua tangannya karena kesal dengan Niki, "sial, aku di peras oleh ubur-ubur ini. Apa aku boleh mencekiknya?" batin Kenzi.


"Untuk masa depanku nanti, aku ingin mengumpulkan uang sebanyak mungkin dan menjadi orang kaya," tutur Niki yang tertawa jahat, Kenzi yang sangat geram menoyor kepala keponakannya itu.


"Apa kamu lupa siapa orang tuamu?"


"Itu tidak menjamin segalanya, aku hanya ingin menabung sejak dini. Menabung pangkal kaya dengan cara memulai bisnis investasi, apa itu salah Paman?" jawaban Niki sukses membuat Kenzi sangat jengkel.


"Dasar matre, lebih baik aku langsung turun tangan." Kenzi berdiri dari duduknya dan merapikan jasnya yang sedikit berantakan.


"Ck, dasar pelit!" umpat Niki yang menatap punggung Kenzi yang mulai menjauh. Kenzi berjalan dengan penuh elegan menghampiri kedua orang yang sedang bercengkrama layaknya teman dekat.


Kayla beranggapan jika Felix adalah pria yang membosankan tetapi terpatahkan, ternyata Felix orang yang humoris membuat Kayla selalu tertawa lepas. "Oh ya ampun, aku pikir kamu hanyalah pria dingin dan juga kaku seperti dirinya," celetuk Kayla di sela-sela tawanya, dia menunjuk Kenzi tanpa sadar yang berdiri di sampingnya dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam saku celana samping.

__ADS_1


1 detik....2 detik dan hitungan ke 3 detik membuat Kayla kembali menoleh dengan membelalakkan matanya melihat tatapan elang milik sang suami, "jadi kamu bersenang-senang tanpa aku?" ucap Kenzi yang membuat Felix kebingungan.


"Apa yang kamu maksud?" tanya Felix yang menatap Kenzi dengan kerutan di dahinya.


"Lupakan itu, dia hanyalah penganggu. Sebaiknya kita pergi dari tempat ini karena aku mencium kebakaran," tutur Kayla yang melihat dengan jelas jika Kenzi sedang cemburu.


"Kebakaran?"


"Ya, lihatlah wajah pria di Sampingku ini." Kayla melirik Kenzi dan di ikuti oleh Felix. Kenzi saat ini berusaha menahan gejolak amarah yang sebentar lagi akan meledak, "berani sekali kamu mengatakan hal itu kepadaku."


"Memangnya kenapa? aku hanya mengatakan apa yang aku lihat saja," ujar Kayla dengan enteng.


"Ayo ikut denganku dan kamu pergilah dari hadapanku sebelum aku menghancurkan perusahaan mu dengan jentikan jari saja," ucap Kenzi yang tak main-main. Felix menelan salivanya dengan susah payah, karena dia sangat memahami karakter Kenzi yang tidak bermain-main dengan ancamannya.


"Seperti nya aku harus pergi," seloroh Felix yang pamit dan berlalu pergi, tinggallah Kenzi dan juga Kayla. Dia menelan saliva yang seakan tersendat di kerongkongan nya. Tanpa babibu lagi, Kenzi menggendong Kayla seperti biasa layaknya sekarung beras dan seperti biasa pula Kayla terus meronta dan berteriak agar terlepas dari pria yang telah sah menjadi suaminya.


"Hei, lepaskan aku. Kenapa kamu selalu memikulku layaknya sekarung beras? cepat lepaskan aku atau aku akan menghajarmu," pekik Kayla yang tidak di hiraukan oleh Kenzi. Melangkahkan kakinya dengan menaiki tangga menuju kamar di Mansion, "diam atau aku akan memukul pantat mu," tukas Kenzi.


"Dasar pria mesum," umpat Kayla yang pasrah dan berhenti berteriak.


Kenzi membuka pintu kamar dan menguncinya dengan pin, berjalan mendekati ranjang sembari melempar tubuh Kayla, "aku sudah kehilangan batas kesabaranku untuk menghadapimu."


"Oh ya tuhan....apa malam ini menjadi hari terakhir keperawanan ku?" batin Kayla yang menatap Kenzi yang mulai melepaskan bajunya.


"A-apa yang kamu lakukan? cepat lepaskan aku atau junior mu tidak bisa bekerja lagi," ancam Kayla yang sangat gugup dengan posisi Kenzi yang menindih tubuh Kayla.


"Aku peringatkan kepadamu, maka dengarkan ini baik-baik. Jika aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh milikku termasuk dirimu, cukup sekali ini kamu mendekati para pria jelek di luaran sana," tegas Kenzi.


"Apa kamu sedang cemburu?" ucap Kayla yang membuat Kenzi kelimpungan dan tampak berpikir sejenak.


"Kenapa aku begini? cemburu? mana mungkin aku cemburu, itu terjadi karena aku tak rela ada orang lain yang mencoba untuk menyentuh milikku," batin Kenzi.

__ADS_1


"Jangan salah paham, aku melakukan hal itu karena sesuatu yang telah aku miliki tidak boleh di miliki orang lain." Kenzi berdiri dan mengambil baju yang ada di lemari, berlalu pergi meninggalkan Kayla.


"Ada apa dengannya?" gumam Kayla.


__ADS_2