Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 37 - Rencana untuk kesembuhan Lea


__ADS_3

Seorang gadis cantik terbangun dari tidur dan juga mimpi indahnya, menggeliatkan tubuh sembari menguap. Berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk pergi, Vivian berpenampilan sederhana dengan celana panjang dan kaos lengan pendek.


Menuruni tangga dengan riang gembira sembari bersiul, "kamu mau kemana?" tanya Kenzi dengan tatapan menyelidik.


"Aku sangat bosan di Mansion, lebih baik aku ke Danau."


"Apa kamu pergi sendiri?"


"Hem, memangnya kenapa Kakak menanyakan itu?"


"Untuk memastikan saja."


"Kapan Kakak dan kakak ipar pergi honeymoon?"


"Tiga hari lagi, masih banyak urusan yang harus di selesaikan."


"Serahkan saja tugas Kakak dengan Amar."


"Kamu benar."


"Aku pergi dulu," ucap Vivian yang berlalu pergi sebelum sang kakak berubah pikiran.


Baru saja dia melangkah keluar Mansion, tiba-tiba tangannya di cekal oleh orang yang tak lain adalah Vero yang berhasil sampai ke Mansion tanpa sepengetahuan Kenzi. Vivian yang melebarkan kedua matanya dan berusaha untuk melepaskan diri, "kamu di sini? bukankah kak Kenzi telah mengirimmu ke Amerika?" tanyanya.


"Heh, walaupun dia telah mengembalikan aku ke Amerika tak menghalangi niatku untuk menemuimu," ucap Vero dengan penuh keyakinan.


"Apa masalahmu sebenarnya? kenapa kamu selalu mengangguku, bukankah sudah aku katakan, jika aku sudah mempunyai kekasih!"


"Hatiku sangat perih saat kamu mengatakan hal itu, sebelum janur kuning melengkung aku akan mengejarmu karena Vivi hanya milik Vero seorang," tutur Vero yang memegang dagu Vivian sembari mengedipkan kedua matanya.


Dengan cepat Vivian menepis kasar tangan pria tampan itu, "iss jangan menyentuhku atau aku patahkan jati-jarimu itu," desisnya.


"Maafkan aku yang selalu khilaf jika berada di dekatmu, mau bagaimana lagi? aku sangat tergila-gila denganmu."


Vivian tak mengidahkan ucapan Vero dan lebih memilih pergi, baru saja dia membuka pintu mobil, tak sengaja matanya menatap pria tampan yang menghiasi hatinya. "Rayyan di sini? oh ya tuhan, sadboy ku ada di sini," gumam Vivian yang melompat kegirangan, sedangkan Vero yang melihat hal itu tidak menyukainya.


"Sial, dari mana pria itu datang? dia mengacaukan semuanya," batin Vero yang mengepalkan kedua tangannya dengan sempurna.

__ADS_1


Vivian berlari mengejar Rayyan dan mendekatinya membuat Vero terbakar api cemburu, "kamu di sini?"


"Aku ada perlu dengan Kenzi dan apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rayyan yang menatap Vivian.


"Aku sangat bosan di Mansion, apa aku boleh ikut denganmu?" tanya Vivian yang bersemangat.


"Tidak boleh," sela Vero yang sudah berdiri di belakang Vivian, mereka menoleh ke asal suara.


"Apa hak mu? dia ini kekasihku, pergilah dari sini!" usir Vivian.


"Kekasih belum tentu menjadi suami mu nantinya, aku mengizinkanmu untuk mempunyai kekasih tapi posisi suamimu kelak hanyalah aku seorang," tutur Vero yang perlalu pergi sembari memegang dadanya yang seakan sakit melihat wanita yang dia cintai bersama pria lain.


"Kenapa dia bicara seperti itu? memangnya dia siapa? hingga aku harus meminta izin, dasar pria aneh," batin Vivian yang menatap punggung Vero yang hampir menghilang dari pandangan nya. Sedangkan Rayyan tak menghiraukan hal itu dan lebih memilih masuk ke mansion dan mencari Kenzi.


"Hei, kenapa kamu meninggalkan seorang gadis cantik sepertiku?" pekik Vivian yang di tinggalkan sendiri oleh Rayyan.


Kenzi melihat Rayyan datang, "kamu di sini? ada apa?" tanya Kenzi dengan antusias mendekati Rayyan.


"Ada yang ingin aku bicarakan dan ini masalah Lea," ucap Rayyan yang sangat serius.


Rayyan mengikuti perkataan Kenzi, raut wajah yang terlihat serius, "cepat katakan mengenai Lea!"


"Begini, dad Zean berusaha untuk mempelajari kasus Lea. Sangat sulit untuk kami menemukan ramuan yang dapat menghilangkan penyakitnya."


"Lalu?"


"Maafkan kami yang tidak bisa menemukan ramuan yang cocok untuk Lea, bahkan dad Zean tidak menemukan komposisi yang benar."


"Apa itu artinya istriku tidak bisa di sembuhkan?" ucap Abian yang bergabung mendekati mereka.


"Tidak ada cara lain selain menggugurkan janin itu," jawab Rayyan dengan pelan sembari menggelengkan kepala dengan pelan.


Terlihat tatapan kecewa yang dia rasakan, apalagi sang istri tetap ingin mempertahankan kandungannya yang masih seumur jagung itu. Kenzi yang mengerti menepuk pelan bahu Abian, "tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kuatkan dirimu dan yakinkan Lea."


"Tapi bagaimana ini bisa terjadi? bukankah Paman Zean sangat ahli dalam membuat racun dan juga penawarnya?" sela Vivian yang menatap Rayyan dengan serius.


"Itu benar, hanya saja masalah yang di hadapi oleh Lea cukup sulit. Hanya keajaiban saja yang bisa kita harapkan sekarang, aku dan dad sudah melakukan semaksimal mungkin."

__ADS_1


"Memangnya apa yang terjadi dengan Lea?" tanya Kayla yang menutuni tangga dan mendengar pembicaraan itu, seketika semua mata menyorotnya.


"Lea mengalami eklampsia, kejang yang di alami oleh ibu hamil dan sangat berbahaya untuk nya dan juga janin," jelas Vivian.


"Eklampsia? sepertinya aku mengetahui sedikit mengenai pengobatannya," ucap Kayla yang membuat raut wajah Abian berbinar, "benarkah?"


Kayla berjalan mendekat dan bergabung dengan mereka, "itu benar, hanya saja..."


"Hanya saja kenapa?" ucap Abian.


"Itu sangat sulit untuk menyembuhkannya, butuh waktu lama dan juga rutin mengobatinya."


"Apa kamu sangat yakin?" tanya Kenzi yang menatap istrinya.


"Keyakinanku hanya setengah saja, tergantung dari kondisi si penderitanya."


"Tapi darimana kamu tau? bahkan kamu masih mahasiswi kedokteran," ujar Vivian yang menatap Kayla dengan seksama.


"Aku mengetahui cara pengobatan dari Pamanku, dia mengajari semua ilmunya kepadaku."


"Baiklah, aku akan mempercayakan semuanya kepada. Tolong buat Lea ku sembuh dan juga calon anak kami," seru Abian.


"Pamanmu yang mana? bukankah papi hanya anak semata wayang saja?" tanya Kenzi dengan penuh selidik.


"Namanya Robert dan dia ahli dalam hal pengobatan itu," jawab Kayla.


"Robert?" ulang Rayyan sambil menatap Kayla yang mengangguk dengan cepat.


"Aku baru ingat, jika dad pernah mengatakan akan menemui temannya itu dan namanya adalah Robert. Pria itu berasal dari Rusia, tapi bagaimana kamu mengenalnya?" tanya Rayyan yang sangat penasaran, karena tidak ada yang tidak bisa menemui pria paruh baya itu, bahkan dirinya tidak pernah melihat wajah pria itu secara langsung.


"Karena dia adalah pemimpin Sky Blood," jawab Kenzi dengan enteng membuat Rayyan dan Vivian tercengang.


"Astaga....aku tidak menduga jika kakak ipar juga pemimpin Mafia yang terkenal itu, kakak tau? jika aku fans terberat dari pemimpin Sky Blood dan aku tak menyangka jika itu adalah kakak iparku sendiri," tutur Vivian yang berlari memeluk Kayla dengan sangat erat membuat sang empunya sesak nafas.


"Sekarang kamu sudah menemuiku, bisa lepaskan pelukan ini? aku tidak bisa bernafas," ucap Kayla.


"Baiklah, maafkan aku yang sangat bersemangat." Vivian melepaskan pelukannya, sedangkan ketiga pria tampan itu hanya melihat interaksi dari keduanya.

__ADS_1


__ADS_2