
Kenzi menghentikan laju mobilnya tepat di hadapan mansion kediaman keluarga Zean, dia membuka pintu mobil dan membantu Kayla. "Kenapa kita kesini?" tanya Kayla yang menatap suaminya itu.
"Aku ada urusan dengan Rayyan, ikut aku dan jangan protes," ucap Kenzi yang mulai memahami sifat istrinya itu.
"Wah, baru saja aku ingin protes tapi kamu mengetahuinya," ucap Kayla yang takjub dengan pria yang ada di hadapannya. Kenzi yang gemas itupun menyentil kening Kayla, "dasar bodoh, karena kamu selalu melakukannya."
"Auhh....keningku tidak salah dalam hal ini, kenapa kamu menyentilnya?" gerutu Kayla yang mengusap keningnya sembari menggembungkan kedua pipinya dan terlihat sangat mengemaskan.
"Ingin sekali aku menggigit kedua pipi itu," batin Kenzi.
"Ayo kita masuk," ajak Kenzi yang terus memegang tangan istrinya tanpa berniat untuk melepaskannya.
Baru saja mereka melangkah masuk ke dalam mansion itu, terlihat seorang pria tampan mengenakan kemeja berwarna putih sembari menyilangkan kakinya dan menyenderkan punggungnya di sofa empuk, "ck, kenapa sangat lama sekali?"
"Maafkan aku, ada sedikit kendala," jawab Kenzi.
Rayyan menatap seorang gadis yang ada di samping Kenzi, "ada kemajuan," sindir Rayyan.
"Hei, apa maksudmu dengan itu?" protes Kenzi.
"Sesuai yang aku katakan, ini kali pertama aku melihatmu mengandeng seorang wanita dan kali pertama mu datang terlambat."
"Ck, kamu ini sedang memujiku atau menghinaku."
"Mungkin salah satunya," jawab Rayyan dengan enteng. Kenzi berjalan mendekati mendekati Rayyan dan mendudukkan tubuhnya di sofa empuk, di ikuti oleh Kayla yang menatap dekorasi indah dari mansion itu.
"Katakan bagaimana dengan kondisi Lea," ucap Rayyan yang sangat tidak sabar itu.
"Lea berusaha untuk mempertahankan kandungannya, padahal itu sangat berbahaya karena sebelumnya Lea juga mengalami hal yang sama, dia menderita Eklampsia," lirih Kenzi yang menundukkan kepala.
"Bagaimana mungkin itu terjadi? bukankah selama ini Lea belum hamil," ucap Rayyan yang sontak terkejut mendengar perkataan dari Kenzi.
"Pria itu menutupinya dari semua orang, karena ulahnya ini membuat kondisi bibi Dita menurun," tutur Kenzi yang kembali menatap lawan bicaranya.
"Hah, jangan pikirkan itu tapi pikirkan bagaimana menyembuhkan Lea."
__ADS_1
"Kamu benar," seloroh Kenzi.
"Ayo ikut denganku ke laboratorium," ajak Rayyan.
"Baiklah, kamu jangan kemana-mana. Tunggu di sini dan jangan membuat kekacauan," ucap Kenzi yang membalikkan badan sembari menunjuk Kayla.
"Ya baiklah, aku akan menunggumu di sini."
Kenzi dan Rayyan berlalu pergi meninggalkan Kayla di ruangan itu yang sedang memainkan ponselnya.
Tak lama, seorang wanita cantik dengan mengenakan jas putih membuatnya sangat mempesona siapa saja yang melihatnya, "ehem, aku baru melihatmu di sini?" tanya wanita itu. Kayla mendongakkan kepala sembari menatap wanita yang berjas putih dan di yakini adalah seorang dokter, "aku hanya tamu di sini, kamu ingin mencari siapa?" tutur Kayla.
"Aku ingin mencari Rayyan dan juga Kenzi. Aku baru melihatmu, siapa kamu?" tanya wanita itu yang celingukan mencari dua pria tampan yang sekarang tengah di sibukkan membuat penemuan baru.
"Aku Kayla, dan siapa kamu?"
"Panggil saja aku Melodi, apakah kamu seorang tamu Rayyan atau kekasihnya?" tukas Melodi dengan tatapan menyelidik.
"Tidak, aku di bawa kesini oleh Kenzi."
"Ada apa dengan dokter itu?" gumam Kayla yang menatap kepergian Melodi yang menghilang di balik pandangannya.
Melodi memikirkan siapa wanita itu, karena selama ini dia tidak pernah melihat Kenzi bersama dengan seorang wanita di saat kuliah dulu, "apa hubungan wanita itu dengan Kenzi? hingga Kenzi membawanya, ini sangat aneh," gumamnya yang menjadi iri dengan wanita yang datang bersama dengan Kenzi, karena hingga detik ini dia memendam perasaan kepada Kenzi saat pertama kali bertemu. Hanya saja Kenzi tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman.
"Aku akan menanyakan hal ini kepada Kenzi," batinnya yang masuk ke dalam laboratorium tanpa mengetuk pintu membuat kedua pria yang sibuk dengan eksperimen ramuan untuk kesembuhan Lea menoleh ke asal suara dan menghentikan kegiatan mereka.
"Ketuk pintunya sebelum masuk," ketus Rayyan kesal dengan sifat Melodi yang masuk tanpa permisi.
"Maaf, aku kesini ingin membantu kalian."
"Hem."
"Oh ya, siapa wanita yang ada di luar? apa itu kekasihmu?" tanya Melodi yang menatap Kenzi.
"Bukan, dia hanya temanku," jawab Kenzi yang tidak ingin jika semua orang mengetahui hubungannya dengan Kayla.
__ADS_1
"Benarkah? aku rasa lebih dari itu, ini pertama kalinya kamu membawa seorang wanita."
"Sudah aku katakan jika dia hanya temanku, berhentilah bertanya layaknya polisi, cepat bantu kami."
Melodi mengulas senyum tipisnya, "bagus, setidaknya aku masih berpeluang untuk mendapatkan cinta dari seorang Kenzi Wijaya," batinnya.
Melodi terus menempeli Kenzi saat membuat ramuan itu, bahkan Rayyan yang melihat interaksi kedua orang yang ada di sampingnya hanya menggaruk pangkal hidung yang tidak gatal, "ck, dia selalu saja begitu," lirih pelannya.
3 Jam kemudian, ketiga orang itu keluar dari laboratorium dengan perasaan hampa karena tidak menemukan obat untuk Lea, "aku akan membicarakan ini dengan Dad Zean," tutur Rayyan yang berusaha mengurangi kekesalan Kenzi.
"Rayyan benar, nanti kita akan mencobanya lagi." Melodi mengusap punggung Kenzi dengan perlahan dan tersenyum, Kayla menatap semua yang terjadi di hadapannya itu.
"Siapa sebenarnya wanita itu? dan sepertinya dia menyukai Kenzi," gumamnya yang kembali melanjutkan game online yang sempat tertunda. Kenzi tersenyum tipis saat melihat Kayla yang masih duduk di sofa, dia melangkahkan kakinya menuju sang istri.
"Akhirnya kamu mematuhi aku," ucapnya membuat Kayla menoleh.
"Kenapa sangat lama sekali? perutku sangat lapar dari tadi," gerutu Kayla membuat Kenzi tersenyum memperlihatkan gigi putih nan rapi.
"Ayo kita makan di restoran terdekat," ajak Kenzi yang menarik oelan tangan Kayla membuat seseorang yang tak jauh dari sana mendengus kesal.
"Apa aku boleh ikut? aku juga sangat lapar, " ucap Melodi yang tersenyum, sedangkan Kenzi tidak menghiraukannya.
Di restoran, suasana itu di rusak oleh Melodi yang selalu saja mencari perhatian Kenzi. Kayla menyantap makanannya sembari menatap Melodi, "wanita ini mempunyai topeng, dia terlihat lugu tetapi sangat licik. Ck, dia memainkan permainan lama di hadapanku yang sangat ahli dalam bidang itu," batin Kayla yang terus menatap Melodi.
"Oh iya, bagaimana dengan keadaan tante Dita? sudah lama sekali aku tidak berkunjung ke mansion dan bagaimana kabar semua orang?"
"Mereka sangat baik, aku tidak bisa mengantarmu karena aku ada urusan penting," jawab Kenzi yang telah selesai dengan makanannya.
"Secepat itu? kita baru saja bertemu dan kamu ingin pergi? ayolah, luangkan waktumu untukku," rengek Melodi dengan manja. Kenzi memperhatikan raut wajah Kayla yang sepertinya tidak menyukai Melodi, hingga terbesit di pikirannya untuk membalas perbuatan Kayla tadi.
"Apapun untukmu," sahut Kenzi yang membuat Melodi tersenyum, sementara Kayla hanya tercengang, "jika kalian pergi bagaimana denganku?" protes Kayla.
"Kamu bisa pulang sendirikan? berikan aku waktu untuk pergi dengan temanku," sarkas Melodi.
"Baiklah," sahut Kayla yang menghela nafas sembari menatap Melodi dengan jengah.
__ADS_1