
Kenzi terpaksa menghentikan pekerjaannya dan menyerahkan kepada Amar, meninggalkan pekerjaan membuat sang asisten kebingungan, "apa yang terjadi dengan tuan? tidak biasanya dia seperti ini," gumamnya sembari menyicipi makanan yang telah di pesan oleh atasan sebelum pergi.
Kenzi menarik tangan Kayla tanpa menghiraukan celotehan dari sang empunya, "lepaskan tanganku, kenapa kamu sangat kasar sekali."
"Itu hukuman untukmu kerena telah pergi dari apartemen dengan mengendap-endap seperti seorang pencuri," ucap Kenzi yang terus melangkahkan kakinya menuju mobil dan memaksa Kayla untuk masuk ke dalam mobil itu.
"Ada apa denganmu? lepaskan aku," pekik Kayla yang berusaha kabur, tapi dengan cepat Kenzi menahannya.
"Tenanglah dan jangan memberontak atau aku akan berbuat nekat kepadamu," cetus Kenzi yang menggemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berharap jika Kayla sangat takut dan merengek memohon kepadanya.
"Wah, ternyata skill pria yang menjadi suamiku boleh juga," batin Kayla yang berubah perasaan kesal menjadi tersenyum membuat Kenzi melihat dengan sekilas merasa heran.
"Kenapa wajahnya tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun?" batinnya. Dia menambah kecepatan laju mobilnya membuat Kayla menatap kagum aksi dari suaminya itu, "apa kamu tidak takut?"
"Apa yang aku takutkan, ini sangat menyenangkan."
"Menyenangkan? bukankah seorang wanita sangat takut dengan situasi saat ini?"
"Tidak semua, aku termasuk pengecualian nya," jawab Kayla dengan enteng.
"Dasar wanita aneh," gumamnya Kenzi.
"Bagaimana caraku untuk terlepas dari pria ini?" batinnya yang menatap Kenzi dengan sinis sembari memikirkan balapan motor nanti malam.
Tak butuh waktu lama untuk Kenzi mengemudikan mobil menuju apartemen miliknya, "turun atau aku akan menggendongmu," ucap Kenzi dengan penekanan membuat Kayla mendelik dan menatap Kenzi dengan sinis.
Baru saja Kenzi membuka pintu apartemen nya sudah di sambut dengan bola yang berisi tepung dan tepat mengenai wajahnya yang sekarang telah di lumuri oleh tepung, dengan cepat dia mengambil sapu tangan yang ada di dalam saku celana dan membersihkan sisa tepung yang menumpuk di wajahnya. Sementara Kayla yang kesal tertawa terpingkal-pingkal, "wajahmu seperti ulat pisang," tuturnya.
Pandangan Kenzi menyusuri ruangan itu dan melihat ada beberapa jebakan yang telah di pasang sebagai ranjau, "ck, bahkan di saat pergipun mereka telah melakukan persiapan untuk mengerjai aku," gumamnya yang menertakkan gigi juga mengeraskan rahangnya.
"Itu karma untukmu."
"Karma apanya? kelima tuyul itu sangatlah nakal dan aku akan menghukumnya nanti."
"Dan sebelum itu berhadapan dengan ku terlebih dahulu," sela seseorang yang tak lain adalah sang ayah. Kenzi dan Kayla menoleh ke asal suara.
"Kenapa Papa datang kesini?" tanya Kenzi yang menautkan kedua alisnya.
"Terserah Papa mau kemana saja, tidak ada yang melarang."
__ADS_1
"Jangan memulainya Pa, aku sangat yakin jika Papa menghampiri karena ada suatu hal."
"Haha....ternyata kamu mengenalku dengan sangat baik, jika tidak! sudah lama aku mengutukmu. Apa kita akan berbicara disini?" jawab Bara yang menatap putranya.
"Dari tadi aku ingin masuk, ayo!" ajak Kenzi yang membuka pintu apartemen nya dan melangkah masuk, di ikuti oleh Kayla dan juga Bara.
Kayla mengambil minuman dan juga cemilan untuk menyambut kedatangan ayah mertuanya secara mendadak itu, sementara Kenzi menatap Bara dengan dalam, "aku sangat yakin jika ada yang ingin Papa sampaikan."
"Kamu sangat perhatian sekali."
"Ck, katakan saja dengan jelas," cetus Kenzi dengan jengah.
"Papa ingin mengadakan pesta di Mansion."
"Pesta?" ujar Kenzi menautkan kedua alisnya.
"Kamu masih muda tapi sudah pikun, tentu saja ulang tahun kelima cucuku itu."
"Hah, aku bahkan tidak mengingatnya," gumam Kenzi yang terdengar oleh Bara.
"Itu karena kamu selalu memusuhi keponakanku."
"Aku hanya ingin menyampaikan hal itu, dan apakah kamu sudah menyicil ansuran?"
Kenzi mengerutkan kening sembari menatap ayahnya, "apa yang Papa maksud?"
"Ck, dasar bodoh. Papa hanya ingin cucu dari mu, Papa pergi dulu, " ujar Bara yang berdiri dari sofa sembari melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.
"Papa baru saja sampai, kenapa cepat sekali?" tukas Kenzi yang berdiri.
"Papa sibuk dengan tugas PENGACARA," celetuk Bara dengan sombong.
"Pengacara?"
"Pengangguran banyak acara," jawab Bara dengan bangga. "Ingat yang Papa katakan agar segera mempunyai cucu dan jangan sampai kamu menyakiti menantuku atau terima saja konsekuensi nya.
Kenzi menatap kepergian ayahnya yang menghilang dari pandangan, " kenapa Papa terburu-buru untuk pergi? aku sudah menyiapkan minuman dan juga cemilan," ujar Kayla.
"Terlambat."
__ADS_1
Kayla mengangkat bahunya dan ingin meninggalkan tempat itu, kamu mau kemana?" tanya Kenzi.
"Membuang minuman ini," jawabnya dengan santai.
"Daripada membuangnya lebih baik aku yang minum," ujar Kenzi yang belum sempat memakan apapun.
"Yasudah, minumlah. Aku akan memasak untuk makan siang dan juga malam karena aku harus pergi nanti malam," tutur Kayla yang menyuguhkan teh dan juga beberapa kue kering.
"Kemana?"
"Ck, bukan urusanmu!" cetus Kayla yang berlalu pergi, sementara Kenzi mengeluarkan ponsel dari saku celana dan menghubungi seseorang.
"Halo."
"Aku memerintahmu untuk mengikuti Kayla nanti malam, katakan kepadaku apa saja aktivitasnya di luar dan jangan sampai pihak musuh mengetahui identitasnya dan juga hubungannya dengan ku."
"Baik King." Kenzi memutuskan sambungan telfon sembari menyuapi mulutnya dengan kue kering.
Di malam hari, Kayla menyusun rencana untuk persiapan nya. Kali ini dia memasukkan pakaian untuk bertanding ke dalam tas , berusaha untuk memanipulasi Kenzi. Setelah bersiap-siap dengan penampilan feminim dan sedikit polesan make up yang memperlihatkan wajahnya lebih segar.
Kenzi menatap Kayla dari kejauhan dan terpesona akan kecantikan istrinya, "dia terlihat sangat cantik, tapi kemana dia akan pergi malam-malam begini?" gumamnya.
Kayla berjalan mendekati Kenzi yang terdiam dan menepuk pundaknya, "aku pergi dulu."
"Hem," sahut Kenzi yang menatap punggung Kayla.
Entah kenapa perasaannya menjadi tidak tenang setelah kepergian Kayla, dia terus memikirkannya. "Kenapa aku sangat mencemaskan wanita itu? masih ada Bram yang mengurusnya jika dia terkena masalah. Tapi perasaanku sangat tidak tenang sekarang ini! aaargh....lebih baik aku menyusul wanita itu, ck sangat merepotkan," monolog Kenzi yang mengusap wajahnya dengan kasar sembari mengambil jaket dan kunci motor.
Kenzi mendapatkan lokasi dari asistennya di dunia bawah, mengendarai motor sport dengan kecepatan tinggi. Apalagi dia sangat terkejut dengan fakta bahwa Kayla mengikuti balap liar melawan para pria, kecepatan penuh membuat Kenzi sampai tepat waktu sebelum pertandingan di mulai.
Kenzi menghentikan motornya menghalangi jalan Kayla, tatapan mereka saling bertemu dan juga menatap dalam. Dia melepaskan helm dan turun dari motor untuk menghampiri Kayla, tatapan mata yang tajam serta menusuk membuat semua orang gentar tapi tidak bagi Kayla yang sangat kesal.
"Singkirkan motormu dari jalanku," ucap Kayla.
"Oho, jadi ini rutinitas mu setiap malam? turun dari motor itu atau aku akan menggendongmu," tutur Kenzi dengan datar.
"Jangan mencampuri urusanku, pergilah dari sini."
Beberapa orang mendekat ke arah mereka untuk menghampiri Kenzi yang mengacau pertandingan tak membuat Kenzi pergi, dia menggendong Kayla layaknya sekarung beras di pundak, membawanya pergi dari area balapan liar.
__ADS_1