
Mereka bergegas pergi menuju titik lokasi yang sesuai di arahkan oleh ponsel Niki, mengikuti tanpa ragu sedikitpun. Pencarian itu terhenti karena jalanan buntu, "Ini sangat membingungkan, tidak ada jalan. Hanya ada tembok putih saja," tutur Abian yang mencoba mengetuk tembok itu.
"Apa Gps itu akurat? hanya ada jalan buntu di sini," tutur Rayyan.
"Apa kalian meragukan anakku? bahkan dia lebih pintar dari kita, aku rasa ada jalan rahasia di sini," celetuk El yang mencari petunjuk di ruangan itu.
"Aku tidak meragukan kemampuan Niki, bisa jadi Gps dia memasang Gps rusak," sanggah Al.
Mereka sangat kebingungan mengenai jalan buntu, hingga Alex, dan twins N datang untuk melihat keadaannya, "bagaimana? kenapa kalian hanya berdiri tanpa melakukan apapun? dasar lamban," cetus El yang sedang menikmati lolipop.
"Apa Gps mu itu rusak? memberikan lokasi yang tidak valid," ujar Kenzi.
"Jangan salahkan Gps yang tidak bersalah itu, kalian para orang dewasa sangat tidak berguna. Setidaknya pergunakanlah otak dan bukannya mulut," cibir Niki sembari mengemil lolipop.
"Kenapa aku merasa jika kamu menghina kemampuan kami," sarkas El yang sangat kesal mendengar ucapan anaknya sendiri.
"Aku bukan menghina, hanya saja membicarakan faktanya."
"Jika kamu sangat pintar dari kami, maka temukan pria itu hari ini juga," tantang Abian.
"Oke, minggir!" ucap Niki yang penuh percaya diri saat melewati para pria dewasa yang ada di hadapannya. Niki meraba tembok dan menemukan tekstur yang lembek, dengan cepat dia menendang dan berhasil menemukan jalan rahasia.
"Aku akan meminta hadiah kepada kalian semua," ucap Niki dengan senyum terpesona.
"Pikirkan saja itu nanti, tanganku sangat gatal untuk membuar Xavier menjadi asam pedas ikan patin," tutur El yang berlalu pergi, di ikuti oleh Al, Abian, Rayyan, dan Kayla.
"Bagaimana kamu tau itu?" tanya Alex yang sangat takjub dengan kemampuan Niki yang ada di atasnya.
"Dengan cara mengisi perutku," sahut Niki enteng seraya mengunyah lolipop besar yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Apa maksudnya itu?"
"Jika perutku ternutrisi dengan baik, membuat otakku bekerja dengan lebih cepat."
Xavier yang sedang bersembunyi sangat kaget melihat kedatangan musuh yang telah mengepungnya, dengan cepat Abian menyeret pria itu dan melayangkan pukulan, "ck, ternyata selama ini kamu masih hidup, tapi aku pastikan jika kamu akan mati sekarang," kata Abian dengan tegas.
"Tentu saja aku masih hidup, apa kamu merindukan untuk bertarung dengan ku? jangan terlalu kasar kepadaku atau kamu akan menerima ganjarannya," jawab Xavier yang tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa kamu tertawa, cepat katakan!" Abian menarik kerah leher Xavier dengan sangat kuat.
"Karena ulahmu yang telah membunuh istri dan juga anakku yang bahkan belum lahir, semua itu akan berbalik kepadamu sendiri," jawab Xavier penuh arti seraya meludahi wajah Abian. Karena pekerjaan Abian yang sebagai pembunuh bayaran menargetkan Xavier dan keluarga kecilnya. Kematian istri dan calon anak yang belum lahir membuat Xavier ingin membalaskan dendamnya kepada Abian yang tersangka, dengan cara memalsukan kematiannya dan merebut beberapa aliansi Mafia untuk bisa membunuh Abian dan membalaskan rasa sakit hatinya.
"Jadi ini hanya dendam masa lalu saja? tapi apa urusanmu menyekap Kenzi dan juga Kayla?" tanya El.
"Tentu saja aku ingin menjadi penguasa dan membunuh Abian adalah harapan terbesarku."
"Itu artinya kamu menentang keluarga Wijaya," tutur Al yang berlari sembari melayangkan pukulan hingga Xavier terjatuh.
Terjadilah aksi pertarungan antara Abian dan Xavier yang ingin melampiaskan dendam masa lalu, tidak ada yang ikut campur dan membiarkan Abian untuk menghajar Xavier, "aku akan membuatmu menyesal dengan melenyapkan istri dan juga calon anakku," ketus Xavier.
"Bukan salahku jika kamu dan juga istrimu telah mengkhianatiku, menikamku dari belakang. Tapi tenang saja, aku akan mengakhiri hidupmu dan juga masalah yang ada," kata Abian yang menatap musuhnya dengan tajam.
Tak lama tubuh Xavier membuat reaksi gatal yang sangat luar biasa akibat sentuhan anak panah dari Niki, pertarungan sengit di menangkan oleh Abian. Kenzi yang juga kesal bergantian dengan Abian untuk menghajar Xavier hingga tewas di tempat.
"Sebaiknya kita pergi dari sini," ajak Al yang membawa anggota keluarnya untuk meninggalkan mansion dengan cepat. Sekitar jarak 100 meter, Al menekan sebuah remote dan sekali tekan membuat bangunan megah itu hancur. Ledakan yang besar akibat beberapa ranjau yang telah di rakit oleh Al sendiri.
Abian menangis membuat semua orang menatapnya, "pekerjaan masa laluku membuat dampaknya, sekarang tuhan sedang mengujiku lewat Lea," racaunya.
"Tenanglah, Lea akan sembuh. Kita semua ada bersamanya," ucap El yang menepuk pundak adi iparnya itu.
__ADS_1
****
1 bulan kemudian....
Kenzi sedang fokus dengan pekerjaan kantornya yang menumpuk, mengerjakan berkas dengan sangat teliti. Suara ketukan pintu membuat Kenzi menoleh dan terlihat wanita cantik sedang berjalan ke arahnya dengan wajah yang tersenyum, "kamu di sini?"
"Tentu saja, aku membawakan makan siang untuk suamiku ini," sahut Kayla yang membuka kotak makan yang telah dia persiapkan. Kenzi menghirup aroma masakan yang membuat perutnya semakin lapar, Kayla tersenyum melihat Kenzi yang tidak sabar dengan makanan di atas meja, "sabarlah sedikit," ucapnya sembari mengambilkan nasi dan juga lauk pauk ke atas piring dan memberikannya kepada sang suami, "ini makanlah!"
Kenzi sangat beruntung mempunyai istri yang perhatian kepadanya, hingga seketika pikiran nya kembali berubah saat Kayla mempunyai maksud dan tujuan tertentu.
"Ada yang ingin aku katakan kepadamu?" ucap Kayla.
"Katakan saja."
"Kamu sudah tau dengan aktivitas dan juga identitasku yang sebenarnya, aku ingin menyelesaikan masalah yang ada di Sky Blood. Untuk itu aku akan pergi selama 2 hari keluar kota!"
Kenzi yang makan dengan lahap seketika terbatuk, dengan cepat Kayla memberinya segelas air mineral, Kenzi menggeguknya hingga habis, "aku tidak mengizinkanmu," tolak Kenzi.
"Ini sangat penting, aku pemimpin mereka. Hanya 2 hari saja, ku mohon!" bujuk Kayla yang memasang puppy eyes miliknya.
"Itu sangat lama dan aku tidak mengizinkanmu."
"Hei, itu hanya 2 hari saja. Aku tidak tinggal di sana selama setahun," cetus Kayla yang protes, melihat jika membujuk Kenzi sangatlah sulit.
"Dua hari sama dengan 48 jam, 2880 menit, 172800 detik dan aku tidak akan membiarkanmu untuk pergi selama itu," ucap Kenzi sembari menyuapi makanan lezat itu ke dalam mulutnya. Kayla menepuk kening melihat tingkah Kenzi yang tidak ingin jauh darinya, "kenapa aku mempunyai suami sepertinya?" batin Kayla yang kesal.
Suara ketukan pintu membuat mereka mengalihkan perhatian menuju asal suara, Kenzi mengizinkan orang itu yang tak lain adalah Melodi.
"Hai, apa aku menganggu acara kalian berdua?" tanyanya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Tentu saja," jawab Kayla, sedangkan Kenzi tak menghiraukan kedua wanita itu dan lebih memilih makanan lezat yang di masak oleh istri tercinta.