Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 51 - Penyesalan Rayyan


__ADS_3

Kedatangan Melodi membuat Kayla tidak menyukai hal itu, dia hanya diam seraya melihat aksi wanita yang ada di sampingnya. Kenzi telah menghabiskan makanannya dan kembali fokus dengan dua orang wanita di hadapannya, "ada perlu apa kamu datang kesini?" tanya Kenzi yang meliriknya.


Melodi berdiri dari kursi dan mencondongkan tubuhnya, mengeluarkan tisu dan mengelap sisa-sisa makanan yang menempel di mulut Kenzi. "Sudah selesai, sekarang mulutmu sudah bersih," ucap Melodi tanpa menghiraukan ucapan Kenzi, dia kembali duduk dengan raut wajah tanpa dosa.


Kenzi sangat terkejut itupun melihat istrinya yang terlihat sangat tenang bagai air mengalir, tapi satu hal yang pasti, air yang tenang terdapat bahaya di dalamnya.


"Kamu ini istrinya, kenapa hal-hal yang sepele tidak kamu perhatikan dengan baik?" ucap Melodi yang seolah-olah menasehati Kayla.


"Baiklah, akan aku perhatikan lagi. Tapi bagaimana denganmu? apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Kayla dengan tatapan menyelidik.


"Hah, hampir saja aku melupakannya. Ini masalah mengenai kesembuhan Lea dan ingin membicarakan ini dengan Kenzi. Apakah kamu bisa keluar?" ucap Melodi seakan membuat darah Kayla mendidih, tapi dia tetap tenang.


"Wanita ini sepertinya mengusirku, lihat bagaimana aku akan membalasnya," gumam Kayla di dalam hatinya.


"Bagaimana aku bisa pergi dari ruangan ini, kamu bisa membicarakannya dan aku tidak akan menganggu." Kayla berdiri dari kursi dan berjalan mendekati Kenzi, dengan santainya duduk di pangkuan suaminya sembari membelai dada dan juga mencium bibir Kenzi.


Melodi meremas tangannya, berusaha untuk tidak memperlihatkan amarahnya, "apa tidak sopan jika kamu duduk di sana, masih ada orang di sini."


Kayla yang di sibukkan dengan kegiatannya menoleh, "ups....aku hampir saja melupakanmu!" jawab Kayla yang menyentuh mulut menggunakan tangannya.


Jangan tanyakan bagaimana perasaan Kenzi, sentuhan yang menggoda dari istrinya membuat sesuatu di bawah sana mengeras. Kenzi yang terbuai dengan cepat mencium bibir Kayla dan menikmati setiap detik ciuman itu tanpa memikirkan jika di sana masih ada Melodi.


"Kenapa juniornya cepat sekali beraksi?" batin Kayla yang sedikit mengkhawatirkan dirinya sembari menikmati ciuman dari sang suami.


Melodi yang tidak tahan dengan perasaan sakit hati, amarah, dan kekesalan yang bercampur aduk, meninggalkan ruangan itu. Di pintu keluar, Amar melihat Melodi dengan penuh amarah, "ada apa dengannya?" gumam Amar yang membuka pintu masuk.


"Sial, mereka berciuman di hadapan seorang jomblo sepertiku," batin Amar yang kembali menutup pintu dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Ck, mereka menodai mataku yang suci," umpat Amar yang bergegas kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Kenzi menghentikan permainannya sembari dengan tatapan dalamnya, "aku, KENZI WIJAYA menyatakan perasaanku kepadamu. Bahwa aku sangat-sangat mencintaimu Kayla Dirgantara, apakah kamu juga mencintaiku?"


"Seperti yang kamu lihat, jujur saja aku sangat nyaman jika berdekatan denganmu. Hanya saja...."


"Hanya saja apa?" potong Kenzi yang sangat penasaran.


"Kita ini adalah pemimpin Mafia dan tentunya mempunyai banyak musuh."


"Kita pikirkan itu saja nanti, tapi jawab pertanyaanku dulu."


"Tidak!"


Seakan dunia ini kiamat, begitulah penggambaran dari perasaan Kenzi yang sangat terkejut. Seketika dia diam terpaku, "cinta ataupun tidak, kamu harus mencintaiku," titah Kenzi yang tak ingin kalah.


"Kenapa kamu memaksaku? perasaan tidak bisa di bohongi, lagi pula aku mempunyai orang yang aku sukai," ucap Kayla dengan enteng.


"APA? katakan siapa pria itu," ucap Kenzi yang meninggikan suaranya.


"Tentu saja ingin membunuhnya, tidak ada yang boleh memilikimu selain diriku. Cepat katakan siapa pria yang kamu cintai itu," desak Kenzi yang menahan amarahnya. Seketika Kayla tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi Kenzi yang sangat khawatir, "kamu sangat lucu sekali."


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Kenzi dengan kesal.


"Tunggu, aku akan mengatur nafasku dulu," tutur Kayla yang menghirup nafas dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan, "pria yang aku cintai adalah....SUAMIKU sendiri."


Kenzi yang mendengar penuturan dari Kayla menghela nafas dengan lega, "kamu membuat aku takut saja," ujar Kenzi yang memeluk erat istrinya. Suara gebrakan pintu membuat suasana romantis itu terganggu, dengan cepat mereka melepaskan pelukan dan menatap siapa yang mengusik keromantisan mereka.


"Bisakah mengetuk pintu terlebih dulu, kamu merusak suasana keromantisan ku," ketus Kenzi yang menatap sang pelaku dengan tajam.


"Bagaimana denganku? aku sangat kesal dengan pria bernama Vero itu dan kenapa kamu membebaskan dia untuk keluar masuk Mansion Wijaya?" tanya Rayyan yang meninggikan suaranya karena terbawa emosi.

__ADS_1


"Kenapa kamu yang marah? seharusnya aku yang marah kepadamu karena menganggu ritual suci yang baru saja aku mulai," sahut Kenzi yang juga meninggikan suara tanpa tau malu, dengan cepat Kayla mencubit pinggang suaminya.


"Sayang, kenapa kamu mencubitku?" tanya Kenzi dengan sangat lembut.


"Jangan mengatakan itu lagi."


"Baiklah, apapun demi mu. Tapi aku ingin jatahku menjadi 2 kali lipat," tutur Kenzi yang tersenyum nakal tanpa menghiraukan seseorang menatap mereka.


"Baiklah, aku pergi dulu," pamit Kayla yang berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.


"Tapi kamu mau kemana?" pekik Kenzi.


"Ke markas," sahut Kayla tanpa menoleh.


"Apa dramanya sudah selesai?" sindir Rayyan.


"Jika saja kamu tidak mengangguku, sudah pasti aku menikmati siang panasku! cepat katakan kenapa kamu datang kemari?" gerutu Kenzi yang duduk di sofa.


"Suasana hatiku sangat buruk saat melihat pria itu," kata Rayyan yang memilih duduk di sofa.


"Apa yang di lakukan olehnya sehingga kamu sangat marah?" tanya Kenzi dengan penuh selidik.


"Pria itu sangat menyebalkan sekali dan tumben sekali Vivian tidak mengejarku lagi, apa mereka mempunyai hubungan spesial?" ujar Rayyan.


"Tunggu dulu, jangan katakan jika kamu menyukai adikku itu?"


"Aku? menyukainya? itu tidak mungkin, aku hanya ingin memastikan saja," kilah Rayyan.


"Ck, jangan membohongiku. Aku sangat mengetahui sifatmu itu, jika kamu menyukai Vivian dan cemburu saat melihatnya bersama Vero," tegas Kenzi yang membuat Rayyan bungkam karena apa yang di katakan oleh Kenzi benar adanya.

__ADS_1


Seketika Kenzi tertawa dengan sangat keras dan menatap Rayyan, "aku sangat yakin jika kamu menyukai Vivian, sah-sah saja jika kamu merasa kehilangan. Sekarang kamu tau bagaimana rasanya berada di posisi adikku, jika kamu menyukainya kejarlah. Tapi aku tidak akan ikut campur tangan dengan urusan kalian, lagi pula aku sekarang mulai mengubah pendapatku mengenai Vero."


Rayyan terbenam dengan lamunannya, karena apa yang di katakan oleh Kenzi benar adanya. Seketika dia mengingat perkataan dari Vivian yang menjauh seperti orang asing, "aku pikir dia hanya mengatakan saja, tapi ternyata dia juga melakukannya. Sial, apa yang harus aku lakukan?" gumam Rayyan sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


__ADS_2