Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 52 - Suasana Mansion


__ADS_3

Kemarahan Melodi membuatnya gelap mata, barang-barang berserakan di mana-mana bagai kapal pecah. Hatinya sangat sakit melihat kebersamaan pria yang dia cintai dengan wanita lain, walau kenyataannya jika Kayla adalah istri sahnya.


"Apa kurangnya aku? aku sudah lama dan lebih dulu mencintai Kenzi, kenapa ini terjadi padaku!" pekik Melodi yang melempar vas bunga yang ada di atas meja. Dia terus menangis dan berteriak seperti orang gila, seluruh polesan di wajahnya menjadi luntur saat mengusap nya dengan kasar.


"Ini tidak adil, kenapa nasibku sangat tidak beruntung?" pekiknya dengan histeris sembari memecahkan cermin yang ada di hadapannya.


Kinan yang sedang mengangkat telfon sangat terkejut dengan suara kegaduhan yang ada di dalam kamar putrinya, dia mempercepat langkah kakinya dan menggedor pintu karena perasaannya sangat cemas, "Sayang, buka pintunya. Apa yang terjadi?"


Tak ada sahutan membuat perasaan Kinan semakin kalab dan meminta penjaga rumah untuk mendobrak pintu, setelah berhasil membuka pintu Kinan berjalan masuk mendekati sang putri yang sedang duduk di sudut kamar dengan memeluk kakinya.


"Ada apa denganmu? apa yang terjadi?" tanya Kinan yang mengguncang tubuh anaknya. Kinan mendongakkan kepalanya sembari memandangi sang ibu, "apa aku tidak pantas untuk bahagia?" lirihnya pelan.


"Tentu saja kamu pantas bahagia, katakan apa yang terjadi?" tanya Kinan cemas.


"Ada wanita asing yang mencuri cintaku," jawab Melodi dengan separuh kebenaran.


"Jika begitu raihlah cintamu, jangan mudah menyerah." Kinan tidak tau jika sang anak mencintai pria beristri, Melodi memeluk ibunya dengan sangat erat, "makasih Mom, aku akan memperjuangkan cintaku dan menyingkirkan penghalangnya," tuturnya yang tersenyum devil.


"Aku tau apa yang harus aku lakukan," batinnya.


****


Di sisi lain Rayyan tidak bisa fokus bekerja, pikirannya terus terbayang saat melihat Vivian bergandengan tangan dengan dengan pria lain. Perasaan yang sangat terluka dan baru menyadari jika dia sebenarnya mencintai Vivian. Kemarahan dan rasa sakit hati yang dia rasakan berimbas kepada karyawan di kantor, "seluruh pekerjaanmu tidak ada yang benar, ulangi semuanya atau kamu akan di pecat!" kata Rayyan yang menatap salah satu karyawan nya.


"Baik Tuan, akan saya perbaiki. Tapi tolong jangan pecat saya," ucap sang karyawan tertunduk.


"Cepat kerjakan sekarang dan pergilah dari ruanganku," usir Rayyan.


Dengan cepat karyawan itu pergi meninggalkan ruangan sang atasan, "sepertinya mood tuan Rayyan sedang tidak baik, tidak seperti biasanya," gumamnya.


Rayyan memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa sakit kepala dan dia baru menyadari mengenai sikapnya yang sangat kasar kepada karyawan nya sendiri, "ada apa denganku?" gumamnya.


"Bagaimana perasaanmu sekarang setelah dia tidak mengejarmu lagi?" ucap seseorang yang menyenderkan punggung di pintu masuk, Rayyan menoleh ke asal suara.

__ADS_1


"Kenapa Kakak ada di sini?"


"Aku hanya ingin mengunjungi saudaraku saja, apa itu salah?" jawab Abian dengan enteng sembari masuk ke dalam ruangan, mendudukkan dirinya di atas sofa yang tersedia di sana.


"Aku mengenalmu dengan sangat baik, katakan tujuanmu sebenarnya."


"Melihat dari raut wajahmu yang sangat kesal ini, apa kamu sedang patah hati?" tebak Abian di sela-sela tawanya.


"Jika Kakak hanya datang untuk menertawai aku, maka pergilah dan jangan ganggu aku," cetus Rayyan dingin.


"Sebenarnya tujuanku kesini hanya mengundangmu untuk perjamuan makan malam yang akan di adakan oleh keluarga Wijaya, aku sudah mengundang Dad Zean dan Mom Caroline."


"Acara apa?" tanya Rayyan yang mengerutkan keningnya.


"Reunian ke empat sahabat itu, dan jangan lupa ajak adik kecil dan juga cerewet mu itu," tutur Abian.


"Hei, dia bukan adikku saja tapi juga adikmu."


"Yaya.... mau bagaimana lagi? itulah kenyataannya sekarang."


"Sepertinya kamu sangat patah hati ya? aku harap kamu bisa menerimanya yang kedua kalinya," kata Abian yang berlari meninggalkan ruangan itu sembari tertawa, membuat Rayyan sangat kesal.


"Sial, dia selalu saja mengejekku, kenapa takdirku sangat buruk? hingga memiliki kakak sepertinya?" gumam Rayyan yang kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda.


****


Kediaman Mansion Wijaya..


Seluruh anggota keluarga sangat sibuk, terutama Shena dan juga Anna yang berperan menjadi menantu yang baik. Hanya saja pekerjaan itu menjadi terhambat karena suami mereka selalu datang untuk menganggu acara memasak.


"Kamu tidak mengerti caranya memasak, jadi pergilah dari sini," usir Shena.


"Kenapa? memasak itu sangat mudah bagiku, dan aku ahlinya," ujar Al yang sombong.

__ADS_1


"Urus saja pekerjaanmu dan jangan ganggu aku yang sedang kerepotan ini," tutur Shena yang melanjutkan memasaknya.


"Tidak, aku akan membantumu."


"Kita tidak kekurangan pelayan untuk itu, pergilah atau aku tidak memberimu jatah," ancam Shena.


Al menghela nafas dengan kasar, "hah, kamu selalu saja mengancamku," tutur Al yang meninggalkan dapur, sedangkan El menertawai nasib saudara kembarnya.


"Pergilah diri sini, kenapa kamu selalu saja menganggu ku?" cetus Anna yang bertolak pinggang sembari menunjuk suaminya dengan sendok penggorengan.


"Mau bagaimana lagi? istriku sangatlah cantik," jawab El yang memeluk istrinya dengan sangat erat. Tapi suasana itu tidak bertahan lama saat Niko membidik El dengan sebuah ketapel tepat mengenai pantat sang ayah.


"Auh," rintih El yang melepaskan pelukannya sembari melihat apa yang terjadi kepadanya.


"Ada apa?" tanya Anna yang menautkan kedua alisnya.


"Ada yang mengerjaiku, aku sangat yakin jika ini pekerjaan dari Niki." El yang sangat kesal mencari keberadaan Niki dan meninggalkan dapur. Hingga langkahnya terhenti saat melihat Niki yang sedang bermain game online, "dasar anak kurang ajar, berani sekali kamu menembak pantat Daddy!" ucap El yang menarik telinga Niki dengan kesal, sedang kan Niki sangat terkejut dengan serangan yang mendadak itu.


"Lepaskan tangan Dad dari telingaku, aku tidak tau dengan tuduhan itu dan bukan aku orangnya," protes Niki.


"Jangan berbohong, Dad sangat yakin jika ini semua adalah ulahmu. Karena hanya kamulah yang sangat nakal di sini," tutur El yang terus menjewer telinga anaknya.


Sementara seseorang yang melihat hal itu cekikikan, "rasanya aku sangat puas bisa mengerjai Niki, memangnya dia saja yang selalu jahil," gumam Niko yang sedang bersembunyi dari balik pintu.


"Ehem," deheman seseorang membuat Niko mengalihkan perhatian ke asal suara.


"Oho, jadi kamulah penyebabnya. Dasar nakal," ujar Kenzi yang melihat semua aksi dari Niko.


"Hehe....Paman di sini?" sahut Niko yang tersenyum pepsodent.


"Dan mengetahui semua aksimu itu," sambung Kenzi yang menggeleng-gelengkan kepala.


"Jangan katakan apapun Paman, aku hanya membalas perbuatan Niki saja."

__ADS_1


"Aku tidak bisa menjamin semua itu," sahut Kenzi yang berlalu pergi dari tempat itu.


Niki sangat kesal, karena dia tidak tau apapun tetapi El tetap menghukumnya. Sedangkan Niko menahan tawanya karena berhasil mengerjai adiknya, "Itu akibatnya jika dia selalu mengerjaiku," gumamnya yang berlalu pergi.


__ADS_2