Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 48 - Kelebihan Niki


__ADS_3

Xavier mengepalkan tangannya dengan sempurna, amarah yang tak terbendung akibat kedatangan bala bantuan dari pihak Kenzi. Apalagi dia melihat bagaimana ketiga anak kecil dengan aksi yang sangat memukau. "Sial," umpatnya yang kembali menjalankan rencana lainnya. Rayyan dan Kenzi juga ikut bergabung untuk membantu, apalagi sekitar setengah dari hewan buas itu tewas.


"Apakah kamu ingin melompat dari motor ini?" pekik El yang terus mengemudikan motor trail.


"Tidak, itu hanya akan membuat tenagaku berkurang dengan sia-sia. Jika ada yang mudah, kenapa memilih jalan yang sulit. Dan kenapa Daddy juga tidak ikut bergabung dengan mereka?" ucap Niki.


"Itu akan membuang tenaga dan kemampuan mereka juga tak kalah hebatnya," jawaban El yang juga sama dengan Niki.


Kenzi dengan cepat melindungi Alex yang hampir di terkam oleh singa dari arah belakang, Kenzi mendorong tubuh singa dengan sekuat tenaganya. Terjadi pertarungan sengit antara Kenzi dan juga singa yang tampak kelaparan, lengan Kenzi terluka akibat cakaran dari singa itu akibat pertarungannya menggunakan tangan kosong.


Singa yang ingin menerkam mangsanya, Kenzi yang tidak bisa melawan akibat kedua lengannya terluka hanya pasrah. Tapi nasib baik datang kepadanya saat singa itu mati karena terkena peluru, Kenzi tersenyum saat melihat kedatangan Kayla bak pahlawan kesiangan.


"Kenapa sangat lama sekali? jika aku mati, kamu akan menjadi janda kembang," sewot Lenzi yang berusaha bangkit.


"Perutku bermasalah akibat memakan makanan yang pedas sebelum berperang dan mengenai aku menjanda tak masalah bagiku, menjanda lebih menggoda," jawaban Kayla yang di sertai tawa mambuat darah Kenzi mendidih.


"Dan jika itu terjadi, aku akan menghantui suami barumu dan mencekiknya saat tidur."


"Bisakah kalian serius sedikit? kita sedang melawan hewan buas yang kelaparan," ketus Rayyan yang menembak harimau dengan beberapa tembakan menebus kulit harimau hingga tewas di tangannya.


"Ck, lebih baik kamu segera menikah dan tidak menganggu ke romantisan kami," sambut Kenzi.


"Apa Paman tidak tau malu? jika ada dua anak kecil disini yang mendengarkan ucapan kalian," tegus Niko yang terus saja sembunyi seraya mengunyah permen karet di mulutnya.


"Tutup saja matamu, kenapa kamu berlindung di belakang Abian? apa kamu takut? ck, keberanianmu hanya di awalnya saja," cibir Kenzi yang tertawa. Niko kesal saat mendengarkan ucapan Kenzi, berniat untuk menendang kaki Kenzi tapi terpeleset hingga jatuh dengan tangan yang mendarat tepat mengenai junior sang paman.


"Maaf, aku tidak sengaja, " ucap Niko dengan wajah tanpa dosa.

__ADS_1


"Dasar setan kecil, ini masa depanku dan juga benda keramatku," ketus Kenzi yang menjerit, sedangkan Kayla bingung dengan situasinya antara sedih dan juga ingin tertawa.


"Akhirnya aku terbebas dari olahraga malam dan bisa tidur dengan nyenyak," batin Kayla yang membantu Kenzi untuk mengobati luka akibat cakaran hewan buas.


Alex dan Al tak menghiraukan mereka dan lebih memilih untuk menghajar para hewan buas. Hingga semua singa, harimau, dan serigala tewas di tempat akibat oleh ayah dan anak itu.


Niko berlari dan menaiki tubuh harimau yang tewas dengan penuh keangkuhan, "harimau yang malang, mati di tangan saudaraku Alex. Jika di tanganku, mungkin mati dengan lebih kejam," tutur Niko membuat orang yang mendengarnya menatap jengah.


Niki mengambil panah kecil yang terselip di punggungnya seraya membidik Xavier, dua panah sekaligus. Refleks dari Xavier sangatlah bagus, dia berhasil menangkap anak panah kecil itu dan mematahkannya, "dasar anak kecil, kamu tidak akan bisa melukaiku," ucapnya dengan sombong.


El dan Niki berhasil sampai ke lantai dua, "anak panah itu bukan untuk membidikmu, Paman. Lihat saja reaksinya dalam waktu 30 menit lagi," sarkas Niki yang tersenyum jika sebelumnya anak panah itu telah di olesi bubuk gatal pada kulit yang seperti kurap.


El berlari mendekati Xavier dan melompat dengan tinggi bertumpuan dinding di sebelah, menghajar musuhnya dengan sekali pukulan maut dan membuat Xavier jatuh ke lantai, "itu akibatnya jika berani melawan keluarga Wijaya."


Xavier berusaha berdiri dan menyentuh darah yang keluar dari salah satu sudut bibirnga, dia tertawa mengelegar mambuat ayah dan anak kebingungan. "Apa dia pasien dari rumah sakit jiwa?" gumam El.


"Paman gila itu melarikan diri Dad, bagaimana ini?" tanya Niki yang membuka bungkusan cemilan yang ada di saku celananya sembari memakan dengan sangat tenang.


"Bahkan di saat ini kamu masih memikirkan makanan?" ucap El yang tak habis pikir dengan anaknya itu.


"Pertarungan ini membuat perutku sangat lapar," jawabnya dengan enteng.


Baru saja mereka bernafas lega, tapi kelegaan itu menghilang saat El dan Niki mengatakan kelapa semua orang jika musuh melarikan diri.


"Kenapa itu bisa terjadi?" tanya Al yang menatap El.


"Mau bagaimana lagi? mereka melemparkan bubuk ke wajah kami hingga penglihatan menjadi terganggu," sahut El.

__ADS_1


"Lebih baik kita berpencar dan menuntaskan hari ini juga," titah Rayyan dengan penuh ketegasan.


"Paman gila itu seperti belut, tidak akan mudah menangkapnya." Niki terus memakan cemilan tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang mengorotnya.


"Bisakah kamu berhenti makan," ketus Alex yang sangat kesal dengan kebiasaan Niki yang selalu memikirkan makanan di dalam keadaan terdesak.


"Ini salah satu kelebihanku, walau aku paling gemar makan bukan berarti otakku berhenti bekerja, malah sebaliknya. Perut yang kenyang membuat otakku kembali terisi," jawab Niki dengan enteng.


"Sebaiknya kita berpencar," celetuk Abian.


"Sudah aku katakan, itu tidak akan bekerja Uncle. Serahkan kepadaku!" Niki yang telah menyelesaikan mengisi perut mulai mengeluarkan ponselnya dari saku celana, berusaha melacak keberadaan dari Xavier. Mengutak-atik ponsel dengan gerakan jari yang sangat celat, pikiran yang fokus tak mengkhianati hasil.


"Dapat!" tutur Niki dengan tersenyum bangga.


Semua orang menatap titik lokasi yang berhasil di lacak oleh Niki dengan begitu mudahnya, "bagaimana kamu melakukan hal itu?" tanya Rayyan yang sangat takjub dengan kepintaran Niki.


"Itu rahasiaku dan tak akan aku katakan, musuh sedang bersembunyi di titik ini. Kalian cari saja di sana!"


Kelima pria dewasa itu segera berlari mengikuti petunjuk di ponsel Niki, Kayla juga mengikuti mereka. Sedangkan Niko dan Alex menatap saudaranya dengan tatapan menyelidik.


"Katakan apa rahasia itu?" desak Alex yang sangat penasaran.


"Tentu saja dengan bantuan sebuat GPS kecil."


"Kali ini dimana kamu meletakkannya?" tanya Niko.


"Gps yang tertancap di sepatunya, aku sudah melakukan hal itu sebelum Daddy menyerang pria gila itu. Tapi jangan katakan ini kepada para orang dewasa itu," bisik Niko yang di setujui oleh niko dan Alex.

__ADS_1


__ADS_2