
Bara meminta Kenzi untuk mengantarkan kelima keponakannya ke sekolah dan juga mengantar Kayla ke kampus, tidak ada obrolan antara sepasang suami istri itu, mereka hanya terdiam. Triple A dan twins N bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di antara kedua orang dewasa itu, "suasana persis seperti kuburan," ucap Niki.
"Kenapa Paman dan Bibi terlihat seperti sedang bermusuhan?" tanya Lexa yang sangat peka.
"Tidak, kenapa berpikir begitu?" sahut Kenzi yang menutupi segalanya dari kelima keponakannya, tapi dia lupa akan kepintaran Iq triple A dan twins N yang tidak mudah untuk di tipu.
"Terlihat jelas di wajah kalian berdua," ungkap Lexi.
"Astaga, kedua anak perempuan itu sangatlah jeli," batin Kayla yang sangat mengagumi Lexa dan juga Lexi.
"Benarkah? tapi Paman tidak merasa begitu," kilah Kenzi.
"Ck, tidak perlu menutupinya. Terlihat jelas di wajahmu Paman dan juga Bibi," tutur Niki. Kenzi hanya diam tanpa menjawab mereka, begitupun dengan Kayla.
Mobil berhenti tepat di depan sekolah, triple A dan twins N turun dari mobil nerpamitan dengan Kenzi dan juga Kayla. Kenzi kembali mengemudikan mobilnya menuju universitas kedokteran yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan, dan selama itu mereka hanya diam tanpa ingin membuka suara.
Suasana yang awalnya sepi menjadi riuh saat mobil mereka di tembak hingga kaca mobil pecah, mereka sangat terkejut dan dengan cepat Kayla mengeluarkan senjata api di dalam tas yang selalu dia bawa.
Pistol yang di gunakan oleh Kayla berjenis Raging Bull 454, asli buatan perusahaan Taurus yang berlokasi di Brasil ini mampu melakaukan tembakan sampai kecepatan 580 meter per detik. Energi yang dilontarkan pistol ini juga tak main-main, hingga 2700 joule. Pistol ini sengaja dibuat untuk berburu dan untuk perlombaan olahraga. Namun ada beberapa polisi di dunia yang menggunakan senjata luar biasa ini untuk melawan kejahatan.
Kayla segera pindah posisi ke belakang dengan cepat, mengintai musuh setelah menarik pelatuk pistolnya. Kayla memfokuskan sasaran dan menembaknya bagian roda depan mobil musuh hingga kehilangan keseimbangannya, "rasakan itu," gumam Kayla yang meniup ujung pistol. Sedangkan Kenzi terus mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, "siapa mereka? apa kamu mengenalnya?" tanya Kayla yang kembali duduk dan memindahkan posisinya ke samoing sang suami.
"Aku pikir itu adalah anggota mu yang ingin menyerangku," cetus Kenzi yang menoleh beberapa detik ke samping.
"Ck, bisanya kamu berpikir dangkal, dasar otak udang! jika mereka adalah anggota ku, tidak mungkin mereka juga mengintaiku juga," sahut Kayla yang sangat kesal dengan tuduhan yang tak berujung.
"Bisa saja kamu merekayasa semua ini dan seolah-olah kamu juga menjadi korban," tuduh Kenzi tanpa menoleh, dia sangat terkejut saat ada tangan di pahanya sembari mencapit dengan kekuatan penuh.
__ADS_1
"Berani sekali kamu menyalahkan aku tanpa bukti, maka rasakan kemarahanku." Kayla mencubit paha suaminya dengan keras, sedangkan sang empunya meringis kesakitan.
"Semua itu adil dalam permusuhan."
"Perhatikan kemudi mobilnya, aku tidak ingin mati sia-sia dan tidak bisa melihat roti sobek dari pria tampan," ketusnya.
"Sial, aku masih hidup, apakah kamu mendoakan aku mati? Tidak akan ada pria yang berani melawanku, walaupun kamu adalah musuh tapi tidak menutup kenyataan jika kita adalah sepasang suami-istri. Jadi jangan coba-coba untuk melakukan hal itu," ucap Kenzi.
"Ck, tapi sikapmu tidak menunjukkan seorang suami yang baik," cetus Kayla yang menatap suaminya dengan sinis. Kenzi menghentikan mobilnya secara mendadak membuat Kayla kesal, "apa maksudmu berkata seperti itu, hah?" protesnya.
"Kenapa? itulah kenyataannya, serahkan wilayah yang telah kamu rebut itu dan barulah aku mengakuimu sebagai suamiku," tukas Kayla yang mengadahkan tangannya sembari menatap Kenzi dengan kesal.
"Apa kamu pikun? sudah aku katakan tidak tau mengenai hal itu, kenapa kamu tidak percaya denganku."
"Tentu saja aku tidak percaya denganmu, karena kamu adalah musuhku."
"Sama saja," cetus Kayla.
Perdebatan di antara keduanya terhenti saat mereka melihat granat melayang dari arah depan, dengan cepat Kayla dan Kenzi melompat keluar dari mobil dan berlari menjauh dan melompat dengan posisi tiarap. Ledakan mobil yang tak dapat di hindari, penampilan yang berantakan membuat mereka menahan amarah yang sebentar lagi akan meledak.
"Sial, siapa yang menyerangku dengan pelontar?" ucap Kenzi yang segera bangkit dan berdiri, dia berjalan mendekati Kayla dan membantunya untuk berdiri, "apa kamu tidak apa-apa?" tanyanya.
"Aku tidak apa-apa, sepertinya ada yang mengintai dan juga menargetkan kita berdua," praduga Kayla yang menyelusuri pandangannya menatal jalanan sunyi, hingga tatapannya terhenti saat melihat seseorang memegang sniper di atas pohon dan menargetkan mereka.
Kayla menepuk pundak suaminya, "ada seseorang yang menargetkan kita, orang itu sedang menyamar dan duduk di atas pohon arah jarum jam 12," bisik Kayla.
"Kamu benar, aku juga melihat sniper di arah jarum jam 3," balas Kenzi yang juga berbisik, mereka tidak ingin melakukan tindakan gegabah dan berpura-pura tidak mengetahuinya.
__ADS_1
"Tunggu dulu, sepertinya kita mempunyai musuh yang sama," ujar Kayla.
"Sepertinya begitu, sudah aku katakan jika ini ada hubungannya dengan wilayah selatan?"
"Sial, kita telah di kepung," umpat Kayla yang menatap pandangannya di dua sisi dan benar saja, ada melihat ada beberapa mobil yang mengepung mereka di berbagai sisi.
"Oh ya tuhan, siapa mereka?" gumam Kenzi yang menggaruk pangkal hidungnya yang tidak gatal itu.
"Itu karena dirimu yang melewati jalanan sunyi dan juga sepi," cetus Kayla.
"Aku tidak ingin terjebak macet dan aku tidak ingin di salahkan sepenuhnya," balas Kenzi. Mereka saling bertikai dengan hebat, saling menyalahkan dan juga menyerang satu sama lainnya. Para sniper itu sedikit lengah dan membuat cela bagi keduanya, Kayla dan Kenzi saling tersenyum smirk sembari menempelkan punggung mereka. Menembak para sniper yang menyamar di atas pohon, tembakan yang tepat sasaran dan melumpuhkan para sniper.
Mereka tersenyum dan bertos ria, dan langkah ke dua melumpuhkan musuh dari jarak dekat. Kenzi menganggukkan kepalanya dengan cepat membuat Kayla beraksi dengan sangat ahli dalam beladiri, kombinasi dari dua pemimpin Mafia.
Tangkisan dan membalas serangan musuh di lakukan dengan cekatan dengan gerakan cepat, berguna untuk membuat musuh lengah.
"Ck, apa kemampuan dari pemimpin dari Black Wolf hanya segitu?" ejek Kayla yang menoleh dengan sekilas dan kembali menyerang musuhnya.
"Heh, akan aku buktikan bagaimana kekuatan dari Kenzi Wijaya."
"Mau taruhan?" ucap Kayla yang menantang suaminya.
"Apa yang aku dapatkan dari taruhan itu?" jawab Kenzi.
"Mematuhi yang menang."
"Deal."
__ADS_1