Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 99 - Pernikahan


__ADS_3

Pernikahan yang di gelar di malam hari, di buat dengan sangat sederhana. Perasaaan yang bercampur aduk membuat semua orang hanyut ke dalam pikiran masing-masing, jangan tanyakan bagaimana perasaan yang di miliki oleh Rayyan, selalu memperlihatkan wajah yang tersenyum.


"Hah, akhirnya Vivian sudah menjadi milikku," batinnya.


Tak lama, Kenzi datang dengan memeluk sahabatnya dengan suka cita, mempercayakan adiknya kepada pria yang sangat mencintai Vivian dengan sangat dalam.


"Semoga kamu bisa menaklukkan adikku," bisiknya di tengan pelukan itu.


"Apa kamu meragukan aku? Lihat saja, aku akan membuatnya bertekuk lutut nanti," balas Rayyan yang juga berbisik dan melepaskan pelukan itu.


Selanjutnya Abian berjalan mendekati adiknya, dia bersama Lea yang menggendong putri mereka. "Gara-gara kebodohanmu membuat mobil terbaruku melayang, dasar adik sialan!" umpat Abian yang mengeratkan pelukannya.


"Dasar Kakak yang suka menindas, yang penting aku bisa merasakan malam pertama," balas Rayyan yang berbisik dengan bangga.


"Selamat untukmu, jangan bersedih dan terimalah kenyataan jika Rayyan adalah suamimu," ucapnya dengan pelan dan menghapus air mata Vivian.


"Aku akan mencoba untuk menerimanya, Kak?!" jawab Vivian yang tersenyum tipis.


"Sayang, kenapa kamu memeluk Rayyan dengan sangat erat?" Tanya Lea yang menatap suaminya dengan curiga.


"Aku hanya terharu saja, jika adikku ini sekarang tidak sendiri lagi." Abian melepaskan pelukannya agar tidak membuat istrinya curiga.


"Hem, baiklah."


Bara memeluk putrinya dengan haru, dia tak menyangka jika Vivian menikah dengan cara seperti ini. Beberapa saat kemudian, Bara melepaskan pelukannya menatap menantu yang membuatnya rugi besar. "Jangan harap aku akan memelukmu, karena ulahmu yang sangat nekat membuat sahamku lima belas persen lenyap begitu saja," ketus Bara yang melewati menantunya.


"Ingat ini Sayang, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. Jalankan kewajibanmu tanpa mengeluh sedikit pun, dan terimalah Rayyan sebagai suamimu." Nasehat Naina yang memeluk putrinya sepersekian detik dan melepaskannya. Di saat Naina ingin memeluk menantunya, dengan cepat Bara menarik tangan istrinya.


"Tidak boleh memeluk pria lain selain aku," cetus Bara yang membuat Zean dan Nathan menggelengkan kepala.


Giliran Caroline, Zean, dan Baby memeluk anak dan menantunya. "Semoga kehidupanmu menjadi lengkap setelah menikah," tutur Zean yang melepaskan pelukannya.


"Tentu Dad."

__ADS_1


"Selamat untukmu, Sayang!" ucap Caroline yang melepaskan pelukannya.


"Terima kasih, Mom."


"Wah, akhirnya Kakakku tidak sendiri lagi dan akhirnya Kak Vivian menjadi kakakku. Aku sangat senang dengan ini," tutur Baby.


"Sekarang kamu tidak perlu risau lagi, karena kak Vivian akan tinggal di mansion," sahut Rayyan.


"Benarkah Kak?" Kedua mata Baby seketika berbinar saat mendengar ucapan dari kakaknya.


"Tentu saja," sahut Rayyan dengan enteng.


"Hah, tak aku sangka jika kayu berjamur menikahi bibiku," celetuk seseorang yang tak lain adalah Niki.


"Hei Niko, dia itu kakakku. Minta maaf dengan kakakku?!"


"Apa? Aku di sini hanya diam saja, kenapa kamu selalu melibatkan namaku," cetus Niko yang kesal.


"Eh, apa aku salah orang lagi?"


"Jangan salahkan aku untuk itu, wajah kalian sangat mirip."


Rayyan hanya menatap jengah ke arah para bocah itu, dia tidak ingin merusak suasana hatinya dengan hal itu dan lebih memikirkan malam pertamanya.


Satu persatu semua orang mulai meninggalkan ruangan itu dan beristirahat di kamar mereka, tinggallah Rayyan dan Vivian. "Kenapa kamu melakukan itu padaku?" Tanya Vivian yang menatap pria yang sudah menjadi suaminya.


"Maaf, aku tidak bisa menunggunya lagi. Tapi satu hal yang aku katakan kepadamu, jika aku tulus mencintaimu."


"Dasar pria licik," ketus Vivian yang berlalu pergi meninggalkan suaminya.


"Aku akan mendapatkan kepercayaanmu lagi, maafkan aku!" gumamnya yang menatap kepergian istrinya dengan nanar.


****

__ADS_1


Kamar yang di desain dengan sangat mewah dan juga berkelas, beberapa lilin yang terpasang dengan sangat indah. Kelopak bunga bunga mawar yang berbentuk love hadir dalam menghiasi kamar pengantin itu.


Vivian duduk di salah satu sudut ranjangnya seraya memeluk kaki, dia terlihat sedih mengenai apa yang terjadi.


"Pria itu sangat licik sekali, berani sekali dia menjebakku!" lirihnya pelan sembari menghapus air matanya.


Beberapa saat kemudian, pintu kamarnya terbuka dan dia melihat Rayyan yang telah mengganti pakaiannya. Berjalan menuju ke sisi kamar dan membaringkan tubuhnya tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Ada apa dengannya? biasanya dia selalu banyak bicara, apa karena aku terlalu kasar padanya?" Vivian menatap suaminya dengan menautkan kedua alis matanya.


"Hehe...malam ini juga kamu akan menjadi milikku," batin Rayyan yang tersenyum tipis saat menjalankan rencananya.


Vivian yang sangat penasaran, menyentuh bahu suaminya dengan lembut. "Apa kamu marah dengan ucapanku tadi?" Tanyanya dengan lembut.


"Menurutmu?" Rayyan berbalik dan menatap mata Vivian yang terlihat sembab.


"Maaf, karena sekarang kamu adalah suamiku. Aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik."


"Apa itu artinya kamu telah menerimaku sebagai suami mu?" Tanya Rayyan dengan mata yang berbinar, berusaha untuk menutupi perasaan bahagianya.


"Walau kamu mendapatkan aku dengan cara licik, tapi kamu tetaplah suamiku dan itulah kenyataannya," tutur Vivian yang bijak.


Seakan mendapat lampu hijau, Rayyan tersenyum bahagian dan dengan cepat berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. "Aku mau ke kamar mandi dulu," ujar Rayyan yang di angguki kepala oleh Vivian.


Di dalam kamar mandi, Rayyan bersiul dengan beberapa melodi lagu yang dia hafal. Memikirkan jika Vivian telah menerimanya, pikirannya selalu tergiang saat mengingat tubuh polos Vivian tadi pagi. "Hah, tak aku sangka jika rencanaku berjalan dengan mulus. Tubuh mulusnya benar-benar membuatku hampir kehilangan akal, dan sebentar lagi aku bisa menikmatinya," batinnya.


"Eh, apa itu artinya aku akan melakukan hubungan intim dengan Rayyan? Oh tidak, pasti itu sangat sakit sekali. Apa yang harus aku lakukan? Aku terjebak karena rasa simpatiku kepadanya," gumam Vivian yang sangat takut dengan malam pertama.


Tak butuh waktu lama untuk Rayyan membersihkan tubuhnya, keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk sebagai penutup bagian sensitif. Vivian menelan salivanya saat melihat tubuh suaminya dengan perut sixpack dan dada yang bidang, sangat terlihat seksi di matanya, dengan cepat dia mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Sebaiknya kamu membersihkan tubuhmu," celetuk Rayyan yang bercermin sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Hem." Vivian masuk ke kamar mandi dan sedikit gugup saat melihat otot-otot perut Rayyan yang sangat menggoda. Sepuluh menit kemudian, Vivian keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang sangat pendek. Rayyan menelan salivanya yang seakan tersangkut di tenggorokannya.

__ADS_1


"Dia terlihat sangat seksi," gumamnya yang berjalan menuju istrinya yang ingin mengganti pakaian, dengan cepat dia memeluk sang istri dari belakang dan mencium aroma sabun yang membuatnya semakin bergairah.


__ADS_2