Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 36 - Permasalahan selesai


__ADS_3

Kesalahpahaman yang semakin besar, apalagi ini menyangkut masa depan Jimmy yang ada di tangan Antoni. Dita dan Naina menghampiri Kayla untuk menanyakan keadaan sari menantu keluarga Wijaya, "bagaimana dengan keadaanmu Sayang?" tanya Dita yang mengelus pucuk kepala Kayla.


"Aku baik-baik saja Bu, jangan mengkhawatirkan keadaanku," jawab Kayla yang tersenyum kaku.


"Baik apanya? Jimmy mengabarkan kepada kami jika keadaan menantuku sengat darurat, apa benar begitu?" tanya Naina yang menatap mata menantunya.


"Ini hanya salah paham saja, Ma."


"Salah paham bagaimana?" tanya Naina sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal.


"Aku sangat malu jika mengatakan hal ini," ucap Kayla yang tersenyum malu.


"Katakan saja, kami akan mendengarnya," sela Dita.


"Ini karena ketidaktahuan Kenzi mengenai noda darah yang ada di sprai, dia mengira jika aku kenapa-napa dan menghubungi dokter Jimmy."


"Oh astaga, kenapa anakku sangat polos sekali," tutur Naina yang menepuk keningnya.


"Bukan polos tapi bodoh," sela Al.


"Mana aku tau, jika selama ini aku tidak pernah belajar mengenai hal itu di sekolah," jawab Kenzi dengan enteng yang mendapatkan rewerd dari El berupa jitakan panas.


"Itu pengetahuan umum, bahkan orang buta juga tau. Dasar bodoh," cetus El.


"Jangan menjitak kepalaku Kak," protes Kenzi.


"Hah, itu artinya aku salah menduga waktu itu. Aku pikir jika kalian sudah melakukan terobosan gawang dan ternyata kalian baru melakukannya !" ucap Naina yang tampak berpikir.


"Walaupun Papa kecewa tapi juga sangat bahagia, karena sebentar lagi kecambah baru akan muncul ke permukaan," tutur Bara yang tertawa bahagia, sedangkan Kayla yang tak mengertipun hanya terdiam, "apa yang di maksud oleh Papa," batinnya.


"Keluarga yang sangat aneh," batin Jimmy yang mendapatkan cela untuk kabur dari semua orang.


"Hanya masalah itu saja? dan kalian membuat kehebohan di pagi hari," cetus Al yang mendengus kesal.


"Mau bagaimana lagi, Kayla berbohong dan mengatakan sakit hingga aku panik dan menelfon Jimmy," jawab Kenzi yang tak ingin di salahkan sendirian.


"Ya, tapi di saat itu kamu tidak mengatakannya dengan jelas. Jika saja kamu teliti, mungkin ini tidak akan terjadi dan aku juga tidak terjebak olehmu," tukas Jimmy yang sangat kesal dengan Kenzi yang menjadi akar permasalahannya.

__ADS_1


"Sudah aku katakan, jika aku tidak tahu mengenai noda itu. Aku sangat senang karena bisa mencetak gol," ucap Kenzi dengan pamer di hadapan semua keluarganya.


"Tidak perlu pamer begitu, dasar norak!" ucap Abian.


"Ck, dia sama noraknya dengan mu. Perbedaan kalian hanya sebelas dua belas saja," sela Al.


"Apa maksudmu mengatakan hal itu? jangan samakan aku dengan pria bodoh itu," protes Abian yang menatap Al dengan kesal.


"Tidak ada bedanya, kamu juga pernah melakukan hal yang sama dan memamerkan nya di saat kita video call," ucap Al yang monohok membuat Abian diam terpaku.


"Kenapa kalian sangat berisik sekali, pikirkan nasibku ini. Jika saja Kenzi tidak menghubungiku, ini tidak akan terjadi," ujar Jimmy yang menatap Al dan juga Kenzi bergantian.


"Aku tidak pernah salah dan tak akan salah, jika aku salah kembali ke pasal satu yaitu aku tidak salah," ucap Kenzi yang membela dirinya.


Pintu hotel kembali terbuka, semua orang mengalihkan perhatian dan melihat kedatangan dari Antoni, ayah dari Jimmy. Bara dan Nathan menghampiri sahabat mereka dan memeluknya dengan erat, "akhirnya kamu datang juga," tutur Nathan yang melepaskan pelukannya.


"Tentu saja, tapi kenapa El memanggilku untuk kesini?" tanya Antoni yang bingung melihat semua orang ada di sana.


"Sebelum membicarakan hal ini, alangkah lebih baik jika kita duduk dulu," ajak Bara yang mempersilahkan.


"Mari."


"Aku tidak yakin dengan hal itu," ucap Antoni membuat Jimmy menghela nafas dengan lega.


"Ck, mata kami tidak salah melihat. Lebih baik kamu menikahkan putra semata wayangmu, sebelum melakukan tidakan yang lebih parah lagi," ucap Bara.


"Dad, percayalah denganku! ini semua hanyalah kesalahpahaman saja, bahkan Dad juga tahu jika aku mempunyai banyak kekasih," tutur Jimmy yang menatap ayahnya dengan nanar.


"Ayah dan anak sama-sama playboy," gumam Bara yang membuat Antoni menyentil kepala sahabatnya itu.


"Sebelum mengatakan aku dan juga Jimmy, perhatikanlah dirimu sendiri sembari bercermin." Antoni kesal dengan Bara dan menatapnya dengan jengah.


"Aku hanya menikmati masa muda saja."


"Sebenarnya apa yang sedang kita bicarakan? aku tidak mengerti," ucap Lea yang sangat bingung dengan pembicaraan semua orang yang jauh melenceng.


"Selesaikan bagian utamanya dulu, di sini Kayla berusaha melindungi dirinya dari keganasan Kenzi. Alasan yang di buat oleh Kayla itu memicu kepanikan dari Kenzi hingga menghubungi Jimmy," seru Naina.

__ADS_1


"Kamu benar, kembali ke topik." Bara menatap ketiga tersangkan yang membuat kehebohan itu, "setelah di telusuri lebih jauh, yang bersalah adalah Kenzi yang sangat bodoh," tutur Bara.


"Aku? siapa yang memasukkan ku ke sekolah bisnis?" cetus Kenzi yang protes.


"Ck, kamu selalu saja pintar menjawab."


"Tentu saja."


"Bagaimana jika Kenzi dan Kayla pergi honeymoon, sepertinya kalian membutuhkan hal itu sekarang," ucap Nathan.


"Kamu benar, itu saran yang bagus. Bagaimana?" seru Bara yang menatap sepasang suami istri dengan antusias.


"Aku setuju," jawab Kenzi dengan cepat sembari tersenyum tipis, honeymoon adalah salah satu cara yang sangat efektif."


"Dan untuk Jimmy, kamu akan aku jodohkan," putus Antoni yang menatap putranya dengan tajam.


"Bukankah masalah ini hanya salah paham saja! jangan membesar-besarkan masalah dengan menjodohkan aku," ucap Jimmy dengan kesal.


"Mau tidak mau, kamu harus di jodohkan. Dengan begitu kamu bisa insaf dan tidak memainkan wanita lagi," titah Antoni.


"Kenapa nasibku sangat sial sekali?" gumam Jimmy.


"Jika masalah ini sudah selesai, lebih baik kita pergi saja. Karena banyak urusan yang harus di selesaikan," tutur Bara yang berdiri dari duduknya.


"Urusan apa?" tanya Antoni.


"Menjadi PENGACARA."


"Pengacara?"


"Pengangguran banyak acara," sahut Bara yang tertawa.


"Sial," umpat Antoni. Satu persatu semua orang pergi dari kamar hotel, menyisakan Kenzi dan Kayla yang menelan salivanya dengan susah payah, "kenapa kamu menatapku begitu?" tanyanya.


"Aku akan menghukummu Sayang, semua akar masalah terjadi karena mu." Kenzi melangkahkan kakinya maju mendekati sang istri dengan tatapan penuh hasrat.


"A-apa yang kamu inginkan?" tanya Kayla yang gugup.

__ADS_1


"Kita akan berolahraga siang, tapi kali ini kelipatannya menjadi dua kali lipat. Andai saja kamu tidak berbohong, mungkin saja aku tidak akan menghukummu," ucap Kenzi yang terus maju membuat Kayla tidak bisa mundur karena terhalang tembok, Kenzi tersenyum sembari memegang tengkuk leher sembari mencium bibir Kayla dengan sangat lembut dan kian menuntut.


__ADS_2