
Triple A dan twins N sedang melacak keberadaan semua orang, karena tidak ada kegiatan yang mereka lakukan. Apalagi kelima anak-anak itu di hukum karena membuat onar di sekolah, bukan tanpa sebab mereka melakukan itu.
Di saat itu, Lexa dan Lexi tengah memakan makanan di saat jam istirahat, ada beberapa anak laki-laki yang menganggu mereka. Ke 5 bocah laki-laki yang brandalan itu mengerjai mereka dengan cara menendang kotak makannya. Kedua anak perempuan kembar itu merepalkan tangan dengan sempurna dan denan cepat Lexa melayangkan pukulan di wajah sang pelaku bernama Setta.
"Sial, berani sekali kamu memukul wajahku," ucap Setta yang memegang sudut bibirnya yang terasa kaku akibat pukulan Lexa.
"Itu akibatnya jika kamu menendang kotak makan siangku," jawab Lexa dengan enteng. Kelima anak laki-laki itu mengkroyok Lexa dan Lexi secara bersamaan, terjadilah aksi serang menyerang. Seseorang yang melihat hal itu memberi informasi kepada Niko dan Niki yang sedang membersihkan halaman belakang sekolah, "a-ada yang i-ingin aku sampaikan," tutur sang informan dengan nafas tersenggal-segal.
"Kenapa kamu seperti di kejar anjing?" tanya Niko yang terus menyelesaikan hukumannya tanpa menghiraukan ucapan dari teman sebayanya.
"Geng kapak itu kembali berulah lagi," ucapnya dengan sangat antusias.
"Kamu tidak lihat aku sedang apa! lebih baik kamu membantu agar hukuman ini selesai. Aku tidak tertarik dengan gosip mu itu," ucap Niki yang juga tidak tertarik.
"Ini mengenai Lexa dan juga Lexi," seru anak laki-laki itu bernama Bimbom yang berjalan mendekati Niki.
"Sial, mereka mencari mati!" kata Niki yang menggebu-gebu sembari menjatuhkan sapu di tangannya dengan kasar, Niki melihat wajah Bimbom yang meringis dan hampir menangis.
"Hei bonbon, kenapa kamu menangis. Tenanglah, kami akan membantu mereka. Terima kasih karena kamu sudah memberitahu kami," ucap Niki yang tersenyum tulus seraya menepuk pundak Bimbom.
"Aku hampir menangis bukan karena sepupumu, tapi kamu menjatuhkan sapu tepat mengenai kaki ku," cetus Bimbom yang menatap kakinya yang sedikit bengkak akibat ulah anak di hadapannya. Niki tersenyum memperlihatkan gigi putih dan rapinya, "ck, kamu itu sangat cengeng sekali. Maafkan aku yang tidak sengaja melakukannya," ucap Niki dengan wajah tanpa dosa.
Niko yang melihat adik kembarnya itu hanya menepuk keningnya dengan pelan, "kenapa aku mempunyai kembaran seperti dia, andai saja ada pasar loak tempat penukaran orang, pasti aku akan menukarnya!" batin Niko.
"Apakah Alex sudah tau mengenai ini?" tanya Niko.
"Alex sedang mengikuti pelajaran tambahan, dia adalah siswa teladan dan juga cerdas. Tidak seperti kalian yang selalu di hukum," cibir Bimbom membuat darah Niki mendidih dan dengan cepat menjepit kepala Bimbom menggunakan tangannya.
"Bonbon sialan, apa kamu bosan hidup hah? atau kamu ingin jika aku menusuk tubuhmu hingga kempes?" ancam Niki.
__ADS_1
"A-ampun, maafkan aku yang keceplosan."
"Apa? berarti kamu ingin menyindirku lewat batinmu?" cetus Niki yang memukul pantat Bimbom dengan keras.
"Hehe....maaf aku tidak akan mengulanginya lagi."
"Akan aku maafkan, tapi katakan dulu jika aku yang paling tampan di sekolah ini," ucap Niki yang membusungkan dadanya.
"Baiklah, Niki yang paling tampan seantero sekolah, bahkan tidak ada yang lebih tampan selain dirinya. Ku mohon lepaskan aku," ucap Bimbom.
"Nah, begitu baru bagus." Niki melepaskan jepitan di leher Bimbom denga tersenyum seperti tidak terjadi apapun.
"Lupakan itu! apakah kamu bisa menunjukkan tempatnya?" desak Niko yang menatap wajah temannya yang juga tampan, hanya saja tubuh Bimbom lebih padat dan juga berisi.
"Baiklah, ikuti aku!" ajak Bimbom.
"Dasar Setan pengecut, berani sekali geng kapak mu menganggu saudariku," pekik Niki sembari menunjuk Setta dan kawan-kawan. Sementara Niko dan Bimbom menutup kedua telinga mereka karena merasa terganggu dengan suara lengkingan Niki.
"Suaramu membuat gendang telingaku rusak," ketus Niko.
"Aku terbawa suasana," sahut Niki yang menoleh ke asal suara dan menjawabnya dengan enteng.
"Oho, ternyata yang datang adalah twins N. Aku tidak takut dengan kalian," tantang Setta membuat Niko dan Niki berlari dan menghajar geng kapak itu.
"Ayo kita lihat siapa yang menang," kata Niko. Lexa dan Lexi tersenyum saat melihat bantuan dari kedua saudara kembarnya.
"Kalian datang?" tanya Lexa tanpa menoleh karena fokus dalam menangkis dan membalas serangan dari kelima brandalan kecil.
Alex yang baru saja selesai dengan pelajaran tambahannya berniat untuk menemui para keempat saudaranya, hingga langkahnya terhenti saat melihat twins N, Lexa, dan Lexi sedang menghajar geng kapak.
__ADS_1
Seketika matanya memerah, kedua tangan di kepal dengan sempurna, rahang yang mengeras, dan juga mengertakkan gigi.
Tanpa babibu lagi, Alex ikut bergabung dan menghajar geng kapak dan membuat salah satu dari mereka masuk ke rumah sakit. Itulah yang menyebabkan mereka di hukum saat pulang sekolah, untung saja cedera di tubuh Setta bisa tertolong saat para guru melerai perkelahian dengan membawa Setta ke rumah sakit dengan cepat. Tidak ada rasa penyesalan di wajah Alex yang tersenyum tipis saat melihat Setta terbaring di rumah sakit akibat ulahnya.
"Hukuman ini membuat aku sesak, tidak bisa keluar dari ruangan ini," ujar Niko yang mendengus kesal.
"Tapi setidaknya ponsel ini masih bersamaku," sambung Niki yang mencium ponsel mahalnya.
"Jadi apa yang akan kita lakukan? aku sangat bosan," racau Lexi.
"Aku akan melacak keberadaan paman Kenzi," sela Niki yang mengutak-atik ponsel mahalnya dan di ikuti oleh ke empat saudaranya.
Tak butuh waktu yang lama bagi Niki menemukan lokasi Kenzi, dia tersenyum bahagia saat berhasil menemukan lokasi Kenzi.
"Bagaimana kamu melacaknya? bukankah paman Kenzi telah mengetahui tentang GPS yang kamu selipkan di sepatunya?" tanya Niko.
"Mudah saja, aku memasang GPS di setiap pakaian dalamnya," jawan Niki dengan enteng.
"APA?" ucap mereka serempak sembari menatap Niki dengan raut wajah yang terkejut.
"Kenapa kamu bisa berpikir kesana?" ucap Lexa.
"Kenapa kamu memasangnya di kolor paman?" sambung Niko.
"Aku akui jika kamu memang gila," tambah Alex.
"Antara pintar dan juga gila," imbuh Lexi.
"Itu namanya kreativitas, jangan menatapku begitu! seakan aku ini seorang penjahat saja. Aku akan meretas tempat paman Kenzi dan juga bibi Kayla berada, hanya untuk melihat situasi saja." Niko meretas semua Cctv yang ada di mansion milik Robert, hingga mereka membelalakkan mata saat mengetahui sebuah fakta yang ada di layar ponsel.
__ADS_1