Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 46 - Arti


__ADS_3

Niki melempar petasan yang selalu tersedia di dalam saku celananya, membuat keempat pria itu sangat terkejut mengenai aksi Niki. "Dasar tuyul kecil, kemari kalian!" tutur El mengejar putra bungsunya yang memasang langkah seribu.


Ketiga pria dewasa juga ikut membantu El, hingga terjadi aksi kejar-mengejar di dalam apartemen. Abian dan Rayyan mengejar Alex berniat untuk mengepungnya, tapi nasib sial menimpa kedua pria tampan itu. Bagaimana tidak? jika Alex melempar balon air mengenai tubuh mereka, badan yang basah serta sabun cair membuat mereka terjatuh ke lantai.


"Hehe....tersenyum," tutur Alex yang memotret Abian dan Rayyan, dia kembali berlari untuk mengembalikan kamera milik Niki.


"Apa kamu sudah mendapatkan objek bagus?" tanya Niki yang sangat antusias.


"Tentu saja, dua orang sekaligus. Lebih baik kita berpisah sebelum mereka menangkap kita," seru Alex dengan prestasi yang dia miliki.


"Kamu benar." Mereka berlari berlawanan arah agar tidak tertangkap, baru saja beberapa langkah Niki berlari tak sengaja menabrak tubuh seseorang hingga dia terjatuh, "dasar anak nakal, berani sekali kalian mengerjai orang tua," ucap El yang mendaratkan tangannya untuk menjewer telinga putra bungsu nya.


"Daddy, lepaskan jeweran ini. Aku hanya bercanda saja tadi," ucap Niki dengan wajah tanpa dosa.


"Bercanda dengan melemparkan petasan, siapa yang mengajari kalian kurang ajar, hah?" ucap El yang meninggikan suaranya dan masih menjewer anaknya.


"Mau bagaimana lagi, kalian mengusir kami. Padahal kami hanya ingin melihat rencana tanpa merusaknya."


"Dad tetap menghukum mu," seloroh El yang membawa anaknya menuju sofa empuk.


Sementara Alex di tangkap oleh Rayyan dan mengikat tubuh anak itu, membawanya untuk mendekati Niki. Begitupun dengan Niko yang juga tertangkap oleh Al.


Kini tatapan keempat pria dewasa yang sangat tampan itu sedang menatap ketiga anak kecil yang juga tak kalah tampannya, sorot mata yang di lontarkan oleh Al membuat Alex, Niko, dan Niki sedikit takut, hanya sedikit saja.


"Apakah kita sedang melakukan kontes menatap mata?" ucap Alex yang menatap pria dewasa satu persatu.


"Ck, seharusnya kalian takut. Tapi apa ini? raut wajah kalian tidak ada penyesalan setelah mengerjai kami," cetus Abian yang memegang pantatnya yang seakan tersentrum.


"Diamlah, kalian sudah tertangkap sekarang dan tidak bisa lari," ucap El.

__ADS_1


"Tolong maafkan kami yang hanyalah anak-anak," ucap Niki dengan penuh dramatis, mendekati ayahnya sembari meneteskan air mata buaya.


"Dad tau jika kamu hanya berpura-pura," sela El yang menatap Niki dengan jengah, karena dia tidak ingin terjebak dan termakan bujuk rayu dari anak kandungnya sendiri.


"Seharusnya Dad percaya kepadaku, apakah aku adalah anak panti asuhan yang di pungut?" tutur Niki yang mengelap air matanya, sedangkan Niko dan Alex tersenyum samar dengan akting Niki yang sangat sempurna.


"Jika dia seorang aktor, pasti memenangkan banyak penghargaan," batin Alex.


"Adik kembarku memang the best," gumam Niko.


"Ck, kalian lahir ke dunia atas kerja kerasku, " cetus El yang kesal itu memukul pantat Niki dengan keras, hingga membuat reaksi tak terduga berupa gas beracun yang sangat bau. "Sial, badanmu sangat kecil, tapi kenapa bisa mempunyai kentut besar dan juga bau," seloroh Abian yang menjauh dari sumber bau.


"Apa yang kamu makan, baunya membuatku ingin muntah," sambung Rayyan yang juga menjauh.


"Bulu hidungku seakan rontok," tambah Al yang juga menjauh.


"Dia bukan anakku," seloroh El yang juga menjauh.


Niko dan Alex berjalan mendekat sembari menutup hidung, "jika kamu melakukannya lagi, aku pastikan lubang tempat keluar kentutmu aku segel dengan lem setan," ketus Alex yang menutup hidungnya bkarena bau menyenga yang di hasilkan dari gas alami


"Kamu pikir aku ini keramik?" sahut Niki yang tidak ingin di salahkan.


"Ingin sekali aku menendang pantatmu itu, tapi aku akui jika kentutmu membawa berkah dan terhindar dari hukuman, " sambung Niko yang menutup hidungnya.


****


Kayla dan Kenzi sedang menyusun rencana dengan sangat baik, mereka bersatu karena Robert menjadi dalang permasalahan yang mereka hadapi.


Robert menyelinap masuk kamar Kayla dan Kenzi dengan senjata yang ada di tangannya, dia ingin memeriksa keadaan tawanannya di saat malam hari, dan selalu memerikaa Cctv yang terhubung di ponsel mahalnya. Tapi dia tidak tau jika Kenzi telah mengalihkan Cctv agar tidak bisa memantau pergerakan mereka, "sebaiknya kamu mencari jalan keluar dari Mansion ini dan aku akan menyerangnya," titah Kenzi yang menatap wajah istrinya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Itu ide yang sangat buruk, kita akan hadapi bersama-sama. Hidup atau mati!" ucap Kayla yang bertekad.


"Aku tidak tau bagaimana nasib kita kedepannya, hanya saja aku ingin memlngungkapkan perasaanku kepadamu." Kenzi memegang kedua tangan istrinya sembari menatap fokus mata istrinya yang lembut.


"Kayla, AKU MENCINTAIMU. Maukah kamu menemani hari-hari bersama denganku?" tanya Kenzi yang menatap dalam.


"Apa kamu sedang bercanda?" ucap Kayla spontan.


"Tidak, aku mengatakan apa yang aku rasakan. Walau aku tidak tau kapan aku mulai mencintaimu!" jawab Kenzi dengan jujur.


"Sangat tidak romantis, kamu mengungkapkan perasaan di saat mau berperang?"


"Aku hanya ingin kamu tau mengenai perasaanku sesungguhnya." Kayla terdiam saat melihat ekspresi suaminya yang tidak main-main, sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama, berdekatan dari Kenzi serasa candu baginya.


"Aku akan menjawabnya jika kamu hidup, tapi jika terjadi sebaliknya aku akan mencari suami pengganti," ujar Kayla yang bercanda, Kenzi membelalakkan kedua matanya yang hampir terlepas dari tempatnya saat mendengar dan menanggapinya dengan sangat serius.


"Kamu jahat sekali, apa kamu menyumpahi aku mati dan bisa menikahi pria lain?" ucap Kenzi yang sangat emosi, dia kedua tangannya menghalagi pergerakan Kayla yang ingin terlepas.


"Selera bercandamu sangat buruk, kamu hanya salah paham kepadaku."


"Tapi kamu mengatakan hal itu."


"Lupakan dan kembali fokus dengan peperangan ini, kamu seperti anak kecil saja. Apa kami juga begitu dengan kekasih mu dulu?" tanya Kayla.


"Tidak ada kekasih, aku menghabiskan waktu untuk bekerja."


"Sangat membosankan," celetuk Kayla


Robert terus mencari ke beradaan kedua orang itu dengan sebuah senjata api di tangan dengan jenis pistol. Penembak jitu untuk menembak kedua musuhnya, "dimana mereka?" ucap Robert alias Xavier.

__ADS_1


"Aku di belakang mu," jawab Kenzi yang dengan cepat mendaratkan pukulan mengenai wajah sang doter hingga terasa kaku dan juga linu.


__ADS_2