Suamiku Limited Edition

Suamiku Limited Edition
Eps 55 - Kayla hamil


__ADS_3

Gerumulan panas yang di lewati oleh sepasang suami istri membuat mereka sedikit terlambat bangun tidur, kedua tubuh polos yang di tutupi oleh selimut berwarna putih. Sinar matahari yang menyeruak masuk ke dalam ruangan menebus jendela kamar dan menyentuh pori-pori kulit hingga membangunkan salah satu dari mereka, mengerjabkan mata sembari meregangkan otot-otot nya yang kaku.


Kenzi menatap istrinya yang masih terlelap dari tidurnya, mengecup kening dengan sangat lembut. Tatapannya beralih melihat bibir ranum dari istrinya kembali membuatnya bernafsu dan mencium dengan sangat lembut dan semakin lama kian menuntut. Kayla terbangun dari tidurnya nya dan menatap pria tampan yang ada di sampingnya, Kayla membelalakkan matanya dan mendorong tubuh Kenzi dengan kasar "apa yang kamu lakukan menyingkirlah dari ku!" ketus Kayla.


"Kenapa kamu kasar sekali? aku hanya ingin memberimu ciuman di pagi hari," jawab Kenzi.


" Aku bukan anak kecil yang bisa kamu tipu." seketika Kayla mengendus mencium aroma yang menurutnya sangat menyengat, mencari aroma itu dan ternyata berasal dari tubuh sang suami.


"Ada apa denganmu?" tanya Kenzi yang sangat penasaran.


"Cepat bersihkan tubuhmu yang sangat bau itu," ucap Kayla yang menutup hidungnya dan sedikit menjauh dari suaminya. Kenzi tersenyum smirk, dengan cepat mengangkat sebelah tangan dan sebelahnya lagi memegang kepala Kayla dan menempelkannya ke ketiak, "rasakan itu!" tutur Kenzi yang tersenyum puas.


Kayla terus berusaha untuk terlepas dari suami gilanya, "lepaskan aku, ketiak mu sangat bau sekali," pekik Kayla yang sangat lemas hingga mengeluarkan sisa makanan semalam yang ada di perutnya. Muntahan yang sangat banyak mengenai tubuh Kenzi yang menghentikan kejahilannya, "ada apa denganmu?" tanya Kenzi yang melihat tubuhnya yang sangat kotorkotor sembari mencium ketiaknya yang harum seperti biasanya.


"Sudah aku katakan, jika aku merasa mual. Tapi kamu tidak percaya dan malah menjahili aku," jawab Kayla yang kembali merasakan mual, dia dengan cepat turun dari ranjang sembari berlari menuju kamar mandi. Kenzi juga mengikuti istrinya dan membersihkan diri sembari membantu Kayla dengan memijit tengkuk lehernya.


"Ada apa denganmu?"


"Entahlah, aku juga tidak tau apa yang terjadi dengan ku. Tapi bisakah kamu menolongku," ucap Kayla yang membersihkan mulutnya.


"Apa itu?"


"Menjauhlah dariku," ketus Kayla yang kembali merasa mual. Kenzi yang tidak ingin istrinya ada masalah, dia menelfon Jimmy untuk menyuruhnya datang ke Mansion Wijaya.


"Halo!"


"Ada keadaan darurat, cepatlah datang ke mansion atau aku akan memenggal kepala mu itu," ancam Kenzi lewat telfon dan mematikannya dengan sepihak tanpa mendengarkan jawaban Jimmy yang sekarang sedang mengumpatnya.


"Sial, dia selalu saja mengancamku. Sebaiknya aku harus hati-hati atau si kambing itu membuat namaku menjadi buruk," gumam Jimmy yang duduk di kursi kebanggaannya. Dengan cepat dia mengambil keperluan yang akan di bawa dan juga kunci mobilnya, berjalan dengan tergesa-gesa untuk keluar dari rumah sakit yang terkenal.

__ADS_1


Kenzi yang sangat cemas itu pun mengabarkan kepada semua orang mengenai kepanikannya, berlari keluar dari kamar setelah mengganti pakaiannya. "Mama....Bibi Dita, dimana kalian!" pekik Kenzi yang mencari kedua orang tua yang berpengalaman mengenai hal ini.


"Ada apa?" tanya Vivian menatap kakaknya yang sedang cemas.


"Ini masalah orang dewasa, jangan ikut campur," ketus Kenzi yang celingukan mencari Naina dan Dita.


"Kenapa kalian berisik sekali? ada apa?" ujar Naina yang menatap kedua anaknya dengan malas.


"Ada masalah darurat Ma," celetuk Kenzi.


"Masalah apa?" Naina mengerutkan keningnya seraya menghampiri putranya itu.


"Sedari tadi Kayla mual dan mengeluarkan sisa makanan yang ada di perutnya."


"Apa jangan-jangan dia hamil?" praduga Naina.


"Hamil? aku mengharapkan hal itu!" ujar Kenzi yang bersemangat.


"Kamu hanya anak kecil dan tidak tau apapun, lebih baik kamu diam saja," ketus Kenzi.


"Terserah." Vivian berlalu pergi sembari membawa setoples kue kering.


"Sebaiknya kita periksa saja," ujar Naina yang berjalan menuju kamar menantunya.


"Ayo cepat Ma, aku sangat mengkhawatirkan istriku itu."


Naina dan Kenzi segera bergegas menuju kamar, Naina menghampiri menantunya yang terlihat sangat lemas. "Apa yang kamu rasakan?" tanya Naina yang mengelus pucuk kepala sang menantu.


"Perutku rasanya sangat mual dan indra menciumanku menjadi sensitif," keluhnya.

__ADS_1


"Untuk memastikannya, ambilkan testpack yang ada di laci kamar Mama." Naina menyuruh putranya untuk mengambilkan barang kecil itu.


"Bentuknya seperti apa?" tanya Kenzi, Naina mendelik kesal sembari mengeluarkan ponsel dari saku bajunya dan memperlihatkan bagaimana bentuk benda itu.


"Ini, ada di laci sebelah kanan."


"Baiklah."


Tak lama, Kenzi datang dengan membawa testpack dan menyerahkannya di tangan Naina. "Ini periksalah!" serah Naina yang memberikan testpack kepada Kayla dan menerimanya, kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, Kenzi terus bolak-balik di depan pintu kamar mandi membuat Naina menjadi risih. "Bisakah kamu duduk saja? Mama sangat risih melihatmu yang terus bolak balik seperti setrikaan," keluh Naina.


"Mau bagaimana lagi? aku sangat menantikan jika Kayla sedang hamil."


"Doakan saja."


Kayla membuka pintu dan melihat dua orang yang sedang menatapnya, "bagaimana hasilnya?" desak Kenzi dengan mata yang berbinar.


"Hasilnya positif," lirih pelan Kayla yang menunduk sembari melihat hasil testpack yang bergaris dua.


"Selamat Sayang, kamu hamil dan Mama akan jadi nenek. Mama akan mengabari kabar baik ini kepada semua orang," ucap Naina yang memeluk anak dan menantunya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Kenzi tidak bisa mengatakan apapun lagi, perasaan yang sangat bahagianya tak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Dia mendekap tubuh istrinya dengan sangat erat dan mengengup pipi, wajah, dan juga bibirnya dengan bertubi-tubi. Kayla bisa melihat dengan jelas air mata Kenzi yang menetes membasahi pipinya, Kayla tersenyum haru sambil mengusap pipi suaminya dengan lembut.


"Baru kali ini aku melihat seorang pemimpin Mafia menangis," ledeknya. Kenzi melepaskan pelukannya dan mengelap sisa air mata di wajahnya, "aku tetaplah seorang manusia yang mempunyai perasaan, terima kasih untukmu yang telah bersedia untuk hamil anakku," ucap Kenzi yang mengecup bibir Kayla dengan lembut.


"Sepertinya aku salah masuk kamar," cibir Jimmy.


"Ck, kenapa kamu datang menganggu keromantisanku?" ketus Kenzi yang jengkel.


"Apa kamu lupa? jika kamulah yang memintaku untuk datang."

__ADS_1


"Karena aku sangat bahagia mengenai istriku yang hamil, tapi kebetulan kamu ada di sini. Periksa istriku dengan benar, apa kamu membawa seorang suster untuk ikut dengan mu? karena aku tak ingin jika calon anak dan istriku terkontaminasi dengan dokter cabul sepertimu," jelas Kenzi yang sangat menginginkan kesempurnaan.


"Astaga, ingin rasanya aku memukul kepalanya dengan batu agar otaknya sedikit bekerja," batin Jimmy yang jengah.


__ADS_2